Archive | August 2015

MALING DI MASJID AS-SUNNAH DIJAMIN MASUK SYURGA OLEH PENCERAMAH DI MASJID LAIN

11986549_1053753681331432_8557137527793094221_nMALING SIAP KULJIHAT

Belum lama laman kita ini mengabarkan pencurian sandal jamaah, (yang kalau diteliti memiliki modus yang ganjil), tadi malam (Minggu malam ke Senin) tanggal 30 ke 31 Agustus 2015, justru kotak amal yang dibongkar maling.

.

Tampak maling ini hanya butuh uang, karena yang lain tidak dicuri. Hebatnya lagi, maling tadi malam benar-benar sudah survei dan memiliki persiapan, sebab kotak amal yang dicuri terbuat dari plat besi yang dilas. Dengan demikian malingnya dipastikan sudah siap niat dari awal dan pasti siap KULJIHAT, yaitu : Tukul, Gergaji, Pahat. Kalau tidak pakai KULJIHAT maka tidak mungkin kotak amal besi bisa dibongkar.

.

Sekitar pukul 02.00 WIB memang ada wanita tetangga yang mendengar pukulan besi dari arah masjid namun tidak berani keluar. Wanita ini takut sebab maling zaman sekarang sangat nekad, bengis dan sadis.

.

DSC00217MALING DIJAMIN MASUK SURGA

Maling dijamin masuk syurga asalkan rajin bershalawat kepada Nabi SAW. Inilah sebagian inti ceramah maulid Nabi SAW di masjid di Buntok ini tiga tahun lalu:

.

  1. Jaminan pertama datang dari perkataan yang disandar kepada kepada Nabi SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib, mereka berkata: “Barang siapa yang merayakan maulid-ku maka aku akan menjadi pemberi syafaat baginya di hari kiamat. Dan Barang siapa yang menginfakkan uangnya satu dirham untuk maulid-ku maka seakan-akan dia telah berinfak satu gunung emas di jalan Allah.” 

.

Berdasarkan penelitian, perkataan itu bukan dari Nabi SAW dan para sahabatnya tapi kedustaan atas nama mereka. Perkataan ini terdapat dalam kitab Madarij as-Shu’udh halaman 15 karya Syaikh Nawawi Banten.

.

Bodoh amat perkataan itu dusta atau palsu. Yang pasti, berdasarkan jaminan ini maka maling pasti masuk syurga sebab Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib sudah menjamin dan pasang badan untuknya, asal saja uang hasil curian itu sebagian dipakai untuk MAULID.

.

  1. Maling pekerjaanku, sholat kewajibanku”, bukanlah semboyan yang tanpa bukti. Ini sungguh-sungguh terjadi. Maka sang penceramah maulid-pun bercerita: “Ada seorang yang pekerjaannya memang maling, setelah dia mencuri maka dia pun sholat, berdzikir dan banyak bershalawat. Karena dia memang maling profesional maka dia tidak tertinggal sholat wajibnya. Artinya dia terbilang maling budiman alias maling bertakwa. 

.

10612644_1053753721331428_5654907445826392299_nSuatu kali dia ditangkap disaat mencuri, lalu diadili dan dijatuhi hukuman potong tangan. Singkat kisah, Nabi Muhammad dipastikan akan memotong tangan maling tadi sesuai syariat Islam. Ketika hukuman akan dilaksanakan maka tangan nabi Muhammad ditangkap oleh Malaikat Jibril dan pemotongan tangan tidak jadi. Nabi Muhammad pun marah kepada Jibril sebab menghalanginya melaksanakan hukum Allah. Jibril pun berkata bahwa dia datang diutus Allah agar hukum potong tangan atas maling ini dibatalkan. Kenapa begitu? Karena meskipun dia maling profesional tetapi setiap selesai shalat dia selalu bershalawat kepada Nabi SAW dan rajin ke majelis shalawatan maka hukuman baginya tidak berlaku. 

.

Inilah kemuliaan atas orang yang rajin bershalawat, mendatangi shalawatan dan menegakkan maulid Nabi dengan Shalawatan, maka Allah akan ridha dan memasukkannya ke dalam syurga. Jangankan sekedar maling, pelacur sekali pun ketika dia memberi minum seekor anjing maka dosa-dosanya diampuni dan dia dimasukkan ke syurga. Inilah jaminan kedua.

.

  1. Jaminan ketiga, tersebutlah seseorang yang lewat dekat orang-orang yang sedang mencor bangunan masjid. Tanpa sengaja dia menyepak satu batu kerikil dan masuk kedalam adonan cor-coran. Ketika orang ini mati maka dia akan dilemparkan ke dalam neraka. Belum sempat malaikat melemparkannya ke neraka maka batu yang tanpa sengaja ditendangnya masuk adonan semen bangunan masjid itu datang dan membelanya. Batu itu marah kepada malaikat neraka. Dengan sepakan tanpa sengaja orang ini maka batu tadi dimuliakan sebagai bangunan suci rumah Allah. Maka batu itu mengadu kepada Allah agar memuliakan orang yang sudah memuliakannya menjadi masjid. Maka Allah pun batal menghukumnya di neraka.

Diposkan oleh Jamaah As-Sunnah Buntok di Senin, Agustus 31, 2015

Kritik Terbuka Untuk KH.Said Aqil Siraj

SangPencerah.com – Perkataan kontroversial diucapkan oleh salah satu Ketua Ormas Islam di Indonesia. “Pokoknya yang tahlilan mantap sekali Pancasilanya. Kalau anti tahlilan maka kita ragukan Pancasila-nya,” demikian ungkap KH.Said Aqil Siraj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama dalam Halaqah Kebangsaan bertema “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat.” Ucapan ini dilontarkan K.H. Said Agil Siraj di aula gedung PBNU lantai 8 pada tanggal 26/8/2015, seperti yang diberitakan hidayatullah.
.
Salah satu tokoh Muhammadiyah, Ustadz Zaini Munir menanggapi pernyataan Ketua PBNU tersebut. “Pernyataan Said Aneh sekali, karena paradok dengan temanya yang menganggap perbedaan sebagai rahmat. Karena justru dengan pernyataan tersebut KH.Said Aqil menganggap perbedaan sebagai ancaman. Keanehan berikutnya malah menerima agama lain sekalipun secara prinsip sangat berbeda dengan Islam”, penjelasan yang diberikan oleh Wakil Majlis Tabligh PP Muhammadiyah 2010-2015.
.
Tanggapan juga diberikan oleh Ustadz Adnin Armas. “Pernyataan KH.Said Aqil Siraj melukai anak bangsa yang tidak setuju dengan tahlilan. Banyak warga negara Indonesia yang juga ikut di berbagai ormas Muhammadiyah, PERSIS, AL-IRSYAD, Dewan Dakwah dan lainnya, yang tidak terbiasa melakukan tahlilan. Ucapan KH.Aqil Siraj yang menyatakan anti tahlilan berarti pancasilanya diragukan menunjukkan pikirannya yang sempit. Banyak tokoh umat Islam dulu dan sekarang selalu memperjuangkan keindonesiaan tapi mereka sekaligus tidak menyukai tahlilan”, terangnya kepada redaksi sangpencerah.
.
Beliau juga menjelaskan bahwa tokoh – tokoh bangsa dari Muhammadiyah, misalnya, termasuk yang merumuskan Pancasila, seperti Ki Bagus Hadikusumo adalah tokoh yang juga tidak menyukai tahlilan. Masalah tahlilan adalah khilafiyah, KH.Aqil Siraj tidak bijak menjadikan tahlilan sebagai barometer pancasilais. Banyak warga dari Muhammadiyah, PERSIS, AL-IRSYAD dan lainnya terluka dengan pernyataan ini. Seharusnya sebagai Ketua Umum Nahdhatul Ulama, KH.Aqil Siraj mengeluarkan pernyataan yang menyejukkan hati umat Islam. Menjadikan masalah khilafiyah sebagai kriteria pancasilais adalah sikap yang justru tidak pancasilais. (sp/mch)

PERKATAAN KETUA PB NU “YANG TAHLILAN MANTAP SEKALI PANCASILANYA” DIBANTAH OLEH BUNG KARNO SI PEMBUAT PANCASILA

NGAWUR LAGI GAK MUTU

Dikutip dari laman http ://http://www.sangpencerah.com/2015/08/Kritik-Terbuka-Untuk-KH-Said-Aqil-Siraj.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook, Kritik Terbuka Untuk KH.Said Aqil Siraj, SangPencerah.com – Perkataan kontroversial diucapkan oleh salah satu Ketua Ormas Islam di Indonesia. “Pokoknya yang tahlilan mantap sekali Pancasilanya. Kalau anti tahlilan maka kita ragukan Pancasila-nya,” demikian ungkap KH.Said Aqil Siraj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama dalam Halaqah Kebangsaan bertema “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat.” Ucapan ini dilontarkan K.H. Said Agil Siraj di aula gedung PBNU lantai 8 pada tanggal 26/8/2015, seperti yang diberitakan hidayatullah.

.
Salah satu tokoh Muhammadiyah, Ustadz Zaini Munir menanggapi pernyataan Ketua PBNU tersebut. “Pernyataan Said Aneh sekali, karena paradok dengan temanya yang menganggap perbedaan sebagai rahmat. Karena justru dengan pernyataan tersebut KH.Said Aqil menganggap perbedaan sebagai ancaman. Keanehan berikutnya malah menerima agama lain sekalipun secara prinsip sangat berbeda dengan Islam”, penjelasan yang diberikan oleh Wakil Majlis Tabligh PP Muhammadiyah 2010-2015.
.
Tanggapan juga diberikan oleh Ustadz Adnin Armas. “Pernyataan KH.Said Aqil Siraj melukai anak bangsa yang tidak setuju dengan tahlilan. Banyak warga negara Indonesia yang juga ikut di berbagai ormas Muhammadiyah, PERSIS, AL-IRSYAD, Dewan Dakwah dan lainnya, yang tidak terbiasa melakukan tahlilan. Ucapan KH.Aqil Siraj yang menyatakan anti tahlilan berarti pancasilanya diragukan menunjukkan pikirannya yang sempit. Banyak tokoh umat Islam dulu dan sekarang selalu memperjuangkan keindonesiaan tapi mereka sekaligus tidak menyukai tahlilan”, terangnya kepada redaksi sangpencerah.
.
Beliau juga menjelaskan bahwa tokoh – tokoh bangsa dari Muhammadiyah, misalnya, termasuk yang merumuskan Pancasila, seperti Ki Bagus Hadikusumo adalah tokoh yang juga tidak menyukai tahlilan. Masalah tahlilan adalah khilafiyah, KH.Aqil Siraj tidak bijak menjadikan tahlilan sebagai barometer pancasilais. Banyak warga dari Muhammadiyah, PERSIS, AL-IRSYAD dan lainnya terluka dengan pernyataan ini. Seharusnya sebagai Ketua Umum Nahdhatul Ulama, KH.Aqil Siraj mengeluarkan pernyataan yang menyejukkan hati umat Islam. Menjadikan masalah khilafiyah sebagai kriteria pancasilais adalah sikap yang justru tidak pancasilais. (sp/mch)

SARI KUTBAH JUM’AT 28 AGUSTUS 2015 “KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR’AN OLEH AKHI HERI

Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi
{الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}

.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
.

قال قتادة  رحمه الله: كان مُطَرف، رحمه الله، إذا قرأ هذه الآية يقول: هذه آية القراء.

.

“Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).

.
Asy Syaukani (w: 1281H) rahimahullah berkata,
.

أي: يستمرّون على تلاوته ، ويداومونها .

.

“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir).

.
Dari manakah sisi tidak meruginya perdagangan dengan membaca Al Quran?

  1. Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.
    عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

    .

    “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

    .

     عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ.

    .

    “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم  , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).
    . Dan hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim siapapun yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan. Dan sesungguhnya kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik orang Arab atau ‘Ajam (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab atau tidak.
    .
  2. Kebaikan akan menghapuskan kesalahan.
    .
    {إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ} [هود: 114]

    .

    Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114)

    .

  3. Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah.
    عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ»

    .

    “Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).

    .

  4. Bacaan Al Quran akan bertambah agung dan mulia jika terjadi di dalam shalat.
    عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ قُلْنَا نَعَمْ. قَالَ « فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ

    .

    “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim).

.

Membaca Al Quran bagaimanapun akan mendatangkan kebaikan
 عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ ».

.

“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

.
Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at

عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ…

.

“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).
.
Masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang memotivasi seseorang untuk memperbanyak bacaan Al Quran terutama di bulan membaca Al Quran.
.
Dan pada tulisan kali ini hanya menyebutkan sebagian kecil keutamaan dari membaca Al Quran bukan untuk menyebutkan seluruh keutamaannya.
.
Dan ternyata generasi yang diridhai Allah itu, adalah mereka orang-orang yang giat dan semangat membaca Al Quran bahkan mereka mempunyai jadwal tersendiri untuk baca Al Quran.

.

Dikutip sebagian dari  http://muslim.or.id/8669-keutamaan-membaca-al-quran.html
.
*) Rabu, 10 Ramadhan 1432 H, Dammam KSA.

Penulis: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc
Artikel Muslim.Or.Id

ISTRI DAN ANAK BISA MENJADI MUSUH

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ مِنْ أَزْوَٰجِكُمْ وَأَوْلَٰدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَٱحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِن تَعْفُوا۟ وَتَصْفَحُوا۟ وَتَغْفِرُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

.

Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[QS. At-Taghabun [64] : 14]

.

SEBAB TURUNNYA AYAT

Ibnu Abbas berkata, “ayat ini diturunkan di Madinah tentang Auf bin Malik Al-Asyja’i, yang mengeluhkan sikap keras keluarga (istri) dan anaknya kepada Rasulullah saw, lalu turunlah ayat ini.” demikian yang dituturkan An-Nuhhas.[1]

.

Hal itu pun diriwayatkan oleh Ath-Thabari dari Atha’ bin Yasar, dimana dia berkata, “Surah Ath-Taghaabun itu diturunkan seluruhnya di Makkah, kecuali beberapa ayat tersebut, (di antaranya adalah): “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,” yaitu diturunkan tentang Auf bin Malik Al-Asyja’i. Dia adalah orang yang mempunyai keluarga (istri) dan anak. Apabila dia hendak pergi berperang, maka mereka pun menangis dan membuatnya lemah. Mereka berkata, ‘Kepada siapa engkau akan menitipkan kami?’ Maka Auf bin Malik Al-Asyja’i pun menjadi lemah dan tidak jadi berperang. Lalu turunlah ayat: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu.”[2]

Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Imam At-Tirmizi dan Imam al-Hakim daripada Ibnu Abbas, dia berkata: Ayat yang berbunyi: “Sesungguhnya antara isteri-isteri dan anak-anak kamu ada yang menjadi musuh bagimu, oleh karena itu berhati-hatilah kamu”,  diturunkan berkenaan dengan satu kaum dari penduduk Makkah yang telah memeluk agama Islam, tetapi isteri-isteri dan anak-anak mereka tidak mau berhijrah ke Madinah tempat Rasulullah SAW berada. Apabila sampai di Madinah dan melihat masyarakat yang telah faham Islam, maka timbullah keinginan untuk menghukum isteri-isteri dan anak-anak mereka tetapi Allah menurunkan ayat yang berbunyi: “dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi mereka serta mengampunkan (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

.

Meskipun dua riwayat di atas  berlainan antara satu sama lain, ia memberikan suatu gambaran latar belakang ayat yang diturunkan. Kedua-duanya menyentuh masalah ayah atau suami yang isteri dan anaknya menghalanginya atau melambatkannya untuk keluar di jalan Allah.  Kedua-dua riwayat itu juga memperlihatkan si ayah atau suami sebagai orang yang paling bertanggungjawab dalam rumah tangga memiliki kafa’ah dan usaha yang lebih daripada isteri dan anak-anakdari sudut ilmu, amal, iltizam, jihad dan lain-lain.

.

Imam Ibnu Katsir mengatakan, Allah mengabarkan tentang istri dan anak-anak, bahwasanya di antara mereka ada yang menjadi musuh suami atau bapak, artinya mereka menyibukkannya dari beramal shalih, sebagaimana firman-Nya:

.

 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Munafiqun: 9).

.

Oleh karena itu di sini Allah swt berfirman: “Maka berhati-hatilah kamu kepada mereka.” Ibnu Zaid berkata, “Artinya hati-hatilah terhadap mereka, jangan sampai mengorbankan agama kalian.”[3]

.

http://alquranalhadi.com/kajian/tema/2520/istrisuami-dan-anak-bisa-menjadi-musuh

http://ibnumushab.blogspot.com/2013/07/istri-anakmu-ada-yang-menjadi-musuhmu.html

`

Diposkan oleh Jamaah As-Sunnah Buntok di Kamis, Agustus 27, 2015

MARMER DINDING DEPAN MASJID AS-SUNNAH MULAI DIPASANG

Rencana pemasangan marmer dinding depan bagian dalam masjid As-Sunnah Buntok mulai terwujud. Marmer yang sudah tiba di masjid As-Sunnah sejak 3 Agustus 2015 yang lalu mulai dipasang pada hari Ahad 23 Agustus 2015. Halangan ini terjadi karena tukangnya yang mudik ke Jawa baru bisa balik ke Kalimantan pasca arus balik Idul Fitri 1436 H.
.
Marmer yang dipasang merupakan marmer Tulung Agung, Jawa Timur yang didatangkan oleh CV Kalingga Grup. Jumlah marmer yang didatangkan 184 pcs dengan perjanjian pembayaran / harga dihitung berdasarkan jumlah marmer yang terpasang. Adapun luasan dinding yang dipasang 133 M3.
.
Dengan dilaksanakannya pekerjaan ini maka sholat berjamaah setiap harinya dialihkan ke bagian tengah masjid. Insya Allah proses pengerjaan dinding ini tidak akan lama mengingat ukuran marmer yang dipasang ukuran besar.
.

Adapun dana terkumpul dari sumbangan jamaah dan simpatisan sebesar Rp 75.750.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Dana seluruhnya dipakai untuk pembelian marmer dan pemasangannya.

 

PEMAKAMAN PUTRI KEDUA TAUFIK RAHMAN

Pada hari ahad 7 Dzulqa’dah 1436 Hijriyah, bertepatan 23 Agustus 2015 dilaksanakan fardhu kifayah atas meninggalnya putri kedua bapak Taufik Rahman. Taufik Rahman adalah imam rawatib sekaligus pengurus masjid As-Sunnah Buntok dan beliau memiliki 2 orang putri.

.

Sabtu sore kemarin (22/08/2015) sekitar pukul 16.00 WIB anak beliau yang bungsu meninggal dunia di rumah tinggalnya di lingkungan masjid As-Sunnah Buntok. Sebab meninggalnya adalah penyakit jantung bocor, merupakan sakit bawaan sejak lahir dan meninggal dalam usia 3 menjelang 4 tahun.

.

Pukul 08.05 WIB jenazah disholatkan di masjid As-Sunnah, Jalan Pembangunan Buntok. Selanjutnya pemakaman dilaksanakan di kompleks Pekuburan Jamaah As-Sunnah Buntok di Jalan Simun Raya di desa Sababilah antara pukul 0845 – 09.10 WIB.

.

DSC00113Semoga keluarga Taufik Rahman diberikan kekuatan didalam menerima keadaan ini, memperoleh pahala atas kebajikannya dan kita semua senantiasa dalam lindungan dan pertolongan Allah Azza wa Jalla, amin.