ULAMA SUMBER BENCANA

 

nifak1ULAMA YANG ALIM HANYA DILISAN, MENYESATKAN

عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

Dari Umar Bin al Khaththab, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah setiap munafiq yang pandai bicara (alim lisannya)“ (Hadits shahih. Musnad Ahmad (143))

.

    عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّين

Dari Tsauban dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Yang aku khawatirkan atas umatku adalah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan.” (Hadits Shahih. Musnad Ahmad (22393, 22394), Sunan at Tirmidzi (2229), Sunan Ad Darimi (215), dan lainnya).

.

nifakULAMA SUMBER BENCANA

سًيًأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ مَا يَبْقَى مِنَ اْلقُرْا?نِ اِلَّا رَسْمُهُ وَلَا مِنَ اْلاِسْلَامِ اِلَّا اسْمُهُ يَتَسَمَّوْنَ بِهِ وَهُمْ اَبْعَدُ النَّاسِ مِنْهُ مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُد?ى فُقَهَاءُ ذ?لِكَ الزَّمَانِ شَرُّ فُقَهَاءِ تَحْتَ ظِلّ السَّمَاءِ مِنْهُمْ خَرَجَتِ الْفِتْنَةُ وَاِلَيْهِمْ تَعُوْدُ. الحاكم في تاريخه – عن ابن عمر، الديلمي عن معاذ، كنز العمال 11: 80، رقم: 31132

Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana Al-Qur’an tinggal tulisannya, Islam tinggal namanya, orang-orang menamakan diri dengannya (dengan Islam) padahal mereka sejauh-jauh manusia darinya. Masjid-masjidnya ramai, tetapi kosong (jauh) dari petunjuk. Para fuqohaa’ (ulama) pada zaman itu adalah seburuk-buruk fuqohaa’ di bawah bayang-bayang langit, dari mereka keluar fitnah, dan kepada mereka fitnah itu kembali”. [HR. Al-Hakim dalam Tarikhnya, dari Ibnu ‘Umar, dan Ad-Dailami dari Mu’adz. Kanzul ‘Umaal juz 11, hal. 80, no. 31132]

.

يُوْشِكُ اَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنَ اْلاِسْلَامِ اِلَّا اسْمُهُ وَلَا يَبْقَى مِنَ الْقُرْا?نِ اِلَّا رَسْمُهُ، مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُد?ى، عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ اَدِيْمِ السَّمَاءِ مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ وَفِيْهِمْ تَعُوْدُ. ابن عدي و البيهقى عن علي،كنز العمال 11: 80، 31133

Hampir-hampir datang pada manusia suatu zaman dimana Islam tinggal namanya, Al-Qur’an tinggal tulisannya, masjid-masjid mereka ramai, tetapi sepi (jauh) dari petunjuk. Ulama mereka seburuk-buruk orang di bawah kolong langit, dari mereka keluar fitnah, dan pada mereka fitnah itu kembali”. [Ibnu ‘Adiy dan Baihaqiy, dalam Syu’abul iimaan, dari ‘Aliy, dalam Kanzul ‘Ummaal juz 11, 80, no. hal. 31133]

.

قَالَ عَلِيُّ بْنُ اَبِي طَالِبٍ: يُوْشِكُ اَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنَ اْلاِسْلَامِ اِلَّا اسْمُهُ وَلَا مِنَ اْلقُرْا?نِ اِلَّا رَسْمُهُ مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُد?ى عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ اَدِيْمِ السَّمَاءِ مِنْ عِنْدِهِمْ خَرَجَتِ الْفِتْنَةُ وَفِيْهِمْ تَعُوْدُ. عد عن علي، الكامل فى الضعفاء الرجال 4: 228

‘Ali bin Abu Thalib berkata, “Hampir-hampir datang pada manusia suatu zaman, Islam tinggal namanya, Al-Qur’an tinggal tulisannya, masjid-masjid mereka ramai, tetapi kosong (jauh) dari petunjuk, ulama mereka seburuk-buruk orang di bawah kolong langit, dari mereka keluar fitnah dan kepada mereka fitnah itu kembali. [HR. Ibnu ‘Adiy, dari ‘Aliy, Al-Kaamil fidl Dlu’afaair Rijaal juz 4, hal. 228]

 

Advertisements

KAJIAN AHAD BA’DA MAGHRIB DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN “9 PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH”

PENDAHULUAN
Kajian Ahad ba’da maghrib tanggal 5 November 2017 yang disampaikan oleh Ustadz Sunardi membacakan “9 PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH” karya SYAIKH SHALIH FAUZAN.
.
Segala puji bagi Allah Rabb Tuhan semesta alam yang telah menunjuki kita sekalian kepada cahaya Islam dan sekali-kali kita tidak akan mendapat petunjuk jika Allah tidak memberi kita petunjuk.
.
RESUME
Kita memohon kepada-Nya agar kita senantiasa ditetapkan di atas hidayah-Nya sampai akhir hayat, sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

.

  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

.
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan Islam”. (Ali-Imran : 102).
.
Begitu pula kita memohon agar hati kita tidak dicondongkan kepada kesesatan setelah kita mendapat petunjuk
.

  رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

.
Ya Allah, janganlah engkau palingkan hati-hati kami setelah engkau memberi kami hidayah”. (Ali Imran : 8).
.
Dan semoga shalawat serta salam senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, suri tauladan dan kekasih kita, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah diutus-Nya sebagai rahmat bagi alam semesta. Dan semoga ridla-Nya selalu dilimpahkan kepada para sahabatnya yang shalih dan suci, baik dari kalangan Muhajirin mupun Anshar, serta kepada para pengikutnya yang setia selama ada waktu malam dan siang.
.
Wa ba’du : Inilah beberapa kalimat ringkas tentang penjelasan ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah yang pada kenyataan hidup masa kini diperselisihkan oleh umat Islam sehingga mereka terpecah belah. Hal itu terbukti dengan tumbuhnya berbagai kelompok (da’wah) kontemporer dan jama’ah-jama’ah yang berbeda-beda. Masing-masing menyeru manusia (umat Islam) kepada golongannya ; mengklaim bahwa diri dan golongan merekalah yang paling baik dan benar, sampai-sampai seorang muslim yang masih awam menjadi bingung kepada siapakah dia belajar Islam dan kepada jama’ah mana dia harus ikut bergabung.
.
Bahkan seorang kafir yang ingin masuk Islam-pun bingung. Islam apakah yang benar yang harus di dengar dan dibacanya ; yakni ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang telah diterapkan dan tergambar dalam kehidupan para sahabat Rasulullah yang mulia dan telah menjadi pedoman hidup sejak berabad-abad yang lalu ; namun justru dia hanya bisa melihat Islam sebagai sebuah nama besar tanpa arti bagi dirinya. Begitulah yang pernah dikatakan oleh seorang orientalis tentang Islam : “Islam itu tertutup oleh kaumnya sendiri”, yakni orang-orang yang mengaku-ngaku muslim tetapi tidak konsisten (menetapi) dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

Hukum Meluruskan Shaf Shalat

DSC00019Mayoritas ulama berpandangan bahwa hukum meluruskan shaf adalah sunnah. Sedangkan Ibnu Hazm, Imam Bukhari, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Asy Syaukani menganggap meluruskan shaf itu wajib. Dalil kalangan yang mewajibkan adalah berdasarkan riwayat An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ

Hendaknya kalian meluruskan shaf kalian atau kalau tidak Allah akan membuat wajah kalian berselisih.” (HR. Bukhari no. 717 dan Muslim no. 436).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Tidak lurusnya shaf akan menimbulkan permusuhan dan kebencian, serta membuat hati kalian berselisih.” (Syarh Muslim, 4: 157)

Perintah untuk meluruskan shaf juga disebutkan dalam hadits Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ

Luruskanlah shaf karena lurusnya shaf merupakan bagian dari kesempurnaan shalat.” (HR. Bukhari no. 723 dan Muslim no. 433).

Dalam riwayat Bukhari dengan lafazh,

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ الصَّلاَةِ

“Luruskanlah shaf karena lurusnya shaf merupakan bagian dari ditegakkannya shalat.”

Dalil dari hadits Anas bin Malik,

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّى أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِى » . وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ

“Dari Anas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Luruskanlah shaf kalian, aku melihat kalian dari belakang punggungku.” Lantas salah seorang di antara kami melekatkan pundaknya pada pundak temannya, lalu kakinya pada kaki temannya.” (HR. Bukhari no. 725).

Semoga bermanfaat. Semoga kita semakin semangat mengikuti tuntunan Nabi.

@ Makkah, 20 Rabi’uts Tsani 1438 H with Nur Ramadhan

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini.

Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom

Sumber : https://rumaysho.com/15261-cara-merapatkan-shaf-shalat-berjamaah.html

KAJIAN JUM’AT BA’DA MAGHRIB DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN “USHUL AS-SUNNAH”

Disampaikan oleh Ustadz Kautsar

Ushulus Sunnah

Sesungguhnya nikmat Allah Ta’ala kepada manusia sangat banyak. Diantara nikmat yang dianugerahkan itu ialah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seluruh manusia. Tidaklah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, kecuali agama Islam telah sempurna. Tidak ada yang menyimpang darinya kecuali pasti binasa.
.
Risalah ini diamalkan oleh generasi terbaik umat ini yakni para sahabat. Mereka menerima, mengamalkan, dan menyampaikan yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berupa Alquran dan as-Sunnah.
.
Alquran, kitab suci yang tidak ada kebatilan di dalamnya semenjak diturunkan, karena memang dijaga oleh Allah al-‘Aziz (Yang Maha Perkasa), al-‘Alim (Yang Maha Mengetahui). Adapun as-Sunnah merupakan penjelasan bagi Alquran. Maka sepantasnya kita mensyukuri nikmat Allah tersebut dengan cara mengikuti Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan cara mengikuti para sahabatnya yang mulia.

.
Allah Ta’ala berfirman:

.
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ ﴿٣١﴾ قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

.

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (Ali Imran/3:31-32).

.
Dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

.

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

.

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunan kami padanya, maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim).

.

Allah Ta’ala berfirman:
.
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
 

.
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-nya (Rasul) takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (an-Nur/24:63).

KHUTBAH JUM’AT 27 OKTOBER 2017 DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN TENTANG “AL-BIRRU” – “AL- ITSMU”

Disampaikan oleh Ustadz Kautsar

aa2fa-dsc00001

عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانِ اْلأََنْصَارِيِّ ، قَالَ : سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللّٰـهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْبِرِّ وَاْلإِثْمِ ،

فَقَالَ : اَلْبِرُّ حُ

سْنُ الْـخُلُقِ ، وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِـيْ صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ) وَعَنْ ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَ

سُوْلَ اللهِ ، أَخْبِرْنِـيْ بِمَـا يَـحِلُّ لِـيْ وَ يَـحْرُمُ عَلَيَّ ؟ قَالَ : فَصَعَّدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَوَّبَ فِيَّ النَّظَرَ ، فَقَالَ : اَلْبِرُّ مَا سَكَنَتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ

إِلَيْهِ الْقَلْبُ ، وَاْلإِثْمُ مَا لَـمْ تَسْكُنْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَلاَ يَطْمَئِنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ ، وَإِنْ أَفْتَاكَ الْـمُفْتُوْنَ

.

Dari an-Nawwâs bin Sam’ân Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebajikan dan dosa, maka beliau menjawab, “Kebajikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa yang membuat bimbang (ragu) hatimu dan engkau tidak suka dilihat (diketahui) oleh manusia.” [HR. Muslim]

.

Dan dari Abu Tsa’labah al-Khusyani, ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullâh! Jelaskan apa saja yang halal dan haram bagiku.” Beliau bersabda, “Kebajikan ialah apa saja yang apa saja yang menjadikan jiwa tenang dan hati menjadi tenteram. Dan dosa ialah apa saja yang menjadikan jiwa tidak tenang dan hati tidak tenteram kendati para pemberi fatwa berfatwa kepadamu.” [HR. Ahmad]

.

TAKHRIJ HADITS:
Hadits an-Nawwâs bin Sam’ân Radhiyallahu anhu shahîh, diriwayatkan oleh:
1. Muslim no. 2553 dan ini lafazhnya.
2. Ahmad IV/182.
3. At-Tirmidzi no. 2389.
4. Ad-Dârimi II/322.
5. Al-Bukhâri dalam al-Adabul Mufrad no. 295, 302.
6. Ibnu Hibbân no. 398-at-Ta’lîqâtul Hisân.
7. Al-Hâkim II/14.
At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahîh.” Dan al-Hâkim berkata, “Hadits ini shahîhul isnâd (sanadnya shahîh).”

Hadits Abu Tsa’labah al-Khusyani shahîh, diriwayatkan oleh:
1. Ahmad (IV/194)
2. Ath-Thabrâni dalam al-Mu’jamul Kabîr XXII/no. 585.
Lihat Shahîhul-Jâmi’ish Shaghîr no. 2881

 

KENAPA MUSLIM MENYEMBELIH HEWAN QURBAN?

Hasil gambar untuk sapi cantik
KENAPA BERQURBAN?
.
Dasar
.
Kata Qurban dari bahasa Arab :
.

قَرُبَ – يَقْرُبُ – قُرْبًا وَ قُرْبَانًا وَ قِرْبَانًا. المنجد

.
yang artinya : “Mendekat/pendekatan”.

.
Sedang pengertian Qurban menurut agama yaitu, “Usaha pendekatan diri seorang hamba kepada Penciptanya dengan jalan menyembelih binatang ternak dan dilaksanakan dengan tuntunan, dalam rangka mencari ridla-Nya”.

.
Firman Allah SWT :
.

لَنْ يَنَالَ اللهَ لُحُوْمُهَا وَلاَ دِمَآءُهَا وَلكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوى مِنْكُمْ، كَذلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبّرُوا اللهَ عَلى مَا هَديكُمْ، وَ بَشّرِ اْلمُحْسِنِيْنَ. الحج:37
.
Daging-daging unta itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridlaan) Allah dan tidak (pula) darahnya, tetapi taqwa dari pada kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah atas hidayah-Nya kepada kamu, dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al-Hajj : 37]

.
Hukum dan Keutamaan Qurban

Menyembelih qurban pada hari raya ‘Iedul Adha dan hari Tasyriq (tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah) hukumnya Sunnah Muakkad.

.

Namun bila melihat hikmat dan atsar/bekas yang dapat diserap dari ibadah qurban ini maka bagi orang yang faham agama tentu tidak akan berhenti pada formal hukum begitu saja dan melewatkan kesempatan yang demikian besar nilainya di sisi Allah SWT. Nabi SAW bersabda
.
مَا عَمِلَ ابْنُ ادَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً اَحَبَّ اِلَى اللهِ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَ اِنَّهُ لَتَأْتِى يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِقُرُوْنِهَا وَ اَظْلاَفِهَا وَ اَشْعَارِهَا وَ اِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ اَنْ يَقَعَ عَلَى اْلاَرْضِ فَطِيْبُوْا بِهَا نَفْسًا. الترمذى و ابن ماجه
.
Tak ada amal anak Adam pada hari Nahr (‘Iedul Adha) yang paling disukai Allah selain dari menyembelih qurban, qurban itu akan datang kepada orang-orang yang melakukannya pada hari qiyamat seperti semula, yaitu lengkap dengan anggotanya, tanduk, kuku dan bulunya. Darah qurban itu lebih dahulu jatuh ke suatu tempat yang disediakan Tuhan sebelum jatuh ke atas tanah. Oleh sebab itu, berqurbanlah dengan senang hati. [HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah]

.

عَنْ زَيْدِ بْنِ اَرْقَمَ قَالَ: قَالَ اَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ ص: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا هذِهِ اْلاَضَاحِيُّ؟ قَالَ: سُنَّةُ اَبِيْكُمْ اِبْرَاهِيْمَ. قَالُوْا: مَا لَنَا فِيْهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُلّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ. ابن ماجه 2: 1045
.
Dari Zaid bin Arqam, ia berkata : Para shahabat Rasulullah SAW bertanya, “Ya Rasulullah, apakah udlhiyah itu ?”. Jawab Nabi SAW, “Itulah sunnah ayahmu, Ibrahim”. Mereka bertanya, “Apa yang kita peroleh dari udlhiyah itu, ya Rasulullah ?”. Jawab beliau, “Pada tiap-tiap helai bulunya kita peroleh satu kebaikan”
. [HR. Ibnu Majah 2 : 1045].

.

Bahkan orang yang mampu tetapi tidak bersedia melaksanakan ibadah qurban, dilarang untuk mendekat/shalat bersama Nabi SAW di Mushalla beliau, sebagaimana sabdanya :

.

مَنْ وَجَدَ سَعَةً ِلاَنْ يُضَحّيَ فَلَمْ يُضَحّ فَلاَ يَقْرُبَنَّ مُصَلاَّناَ. احمد و ابن ماجه عن ابى هريرة
.
Barangsiapa yang mempunyai kemampuan untuk berqurban tetapi tidak mau melaksanakannya, maka janganlah ia dekat-dekat ke tempat shalat kami. [HR. Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah].

KUBURAN FARDU KIFAYAH “AS-SUNNAH” DI SABABILAH

 Alhamdulillah Fardu Kifayah “As-Sunnah” Buntok tetap mengemban amaliah pemakaman gratis bagi semua kaum muslimin pendamba sunnah. Kondisi makam di Jalan Simun Raya desa Sababilah semakin membaik. Ini tidak lepas dari bantuan kebersihan oleh Petugas Kebersihan dari Dinas Tata Kota, Pemakaman dan Perumahan Kabupaten Barito Selatan.

.

Proses pemakaman tidak ada biaya apa pun. Siapa pun dari ummat Islam dapat dimakamkan di pemakamanan As-Sunnah, tanpa biaya sama sekali, sepanjang bersedia dilaksanakan secara sunnah dan menanda-tangani surat pernyataan.

.
Pengurus Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok terdiri dari Haji Rismato bin Sarbit (Ketua), Syamsuddin Rudiannoor bin Abdul Gani (Sekretaris), Maidi bin Riduansyah (Bendahara).
.
Informasi dan pelayanan Fardu Kifayah As-Sunnah Buntok berhubungan dengan Bapak Abdul Wahab  di Toko Herbal FATTAH, Jalan Karau / depan SD Negeri VII di Buntok, kontak Hp / SMS 0812 5009 6805.
.
Sekian, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.