Archive | June 2017

“CIRI ORANG BERIMAN DALAM SURAH ALI IMRAN 133-136” OLEH USTADZ SUNARDI, M.Pd.I

KILASAN TAUSIAH BADA SUBUH JUM’AT 23 JUNI 2017 (28 RAMADHAN 1438) DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK

dsc00005.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (١٣٥)أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (١٣٦

Surat Ali Imran Ayat 133-136:

133. Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

134. (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.

136. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.

.

Dalam ayat ayat ini Allah menunjukkan ciri khas orang beriman itu adalah:
.
133. Bersegera mencari ampunan Allah untuk mendapatkan surga.
.
134. – Berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, menahan amarah dan mema’afkan (kesalahan) orang lain.
.
135. Apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, segera mengingat Allah, memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan tidak meneruskan perbuatan dosa itu.
Advertisements

“CIRI ORANG BERIMAN DALAM SURAH AL-BAQARAH 177” OLEH USTADZ SUNARDI, M.Pd.I

KILASAN TAUSIAH BADA TARAWIH KAMIS 22 JUNI 2017 (28 RAMADHAN 1438) DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK

dsc00005.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
.
 
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ


Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. 
.
Ciri khas orang-orang beriman itu berusaha melakukan “al-birr” atau “kebajikan” yaitu:
.
1. Beriman kepada yang gaib yakni beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi sebelum Muhammad.
.
2. Memberikan harta yang dicintainya kepada orang lain (kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta; serta (memerdekakan) hamba sahaya. Dia juga taat membayar zakat.
.
3. Mendirikan shalat,
.
4. Menepati janjinya apabila ia berjanji, 
.
5. Dan sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. 
.
Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
.

“CIRI DAN KEUNTUNGAN ORANG BERIMAN” OLEH USTADZ SUNARDI, M.Pd

dsc00005KILASAN TAUSIAH BADA SHUBUH KAMIS 22 JUNI 2017 (27 RAMADHAN 1438) DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK

.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الٓمٓ (١) ذَٲلِكَ ٱلۡڪِتَـٰبُ لَا رَيۡبَ‌ۛ فِيهِ‌ۛ هُدً۬ى لِّلۡمُتَّقِينَ (٢) ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ (٣) وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأَخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ (٤) أُوْلَـٰٓٮِٕكَ عَلَىٰ هُدً۬ى مِّن رَّبِّهِمۡ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ (٥)

.

“Alif Laam Miim (1); Kitab ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa (2); Yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, menegakkan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan (3); Mereka juga beriman kepada kitab yang Kami turunkan kepadamu dan yang diturunkan sebelum kamu, mereka juga yakin akan datangnya hari Akhirat (4); Mereka itulah yang berada pada petunjuk Allah dan merekalah orang-orang yang berbahagia”. (5) (Q.S. Al-Baqarah [2]: 1-5)

 

Huruf-huruf (alif, lam, mim) yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al-Quran seperti ini, di antara ahli-ahli ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah, karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyabihat, dan ada pula yang menafsirkannya.

.

Dari ayat di atas dapat kita ketahui bahwa ciri-ciri orang yang bertaqwa itu diantaranya adalah :
– Beriman kepada yang Ghaib,
Kita ketahui bahwa yang dikatan ghaib itu adalah yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Mengapa Allah mengatakan orang yang beriman kepada yang ghaib adalah ciri orang bertaqwa? Pertama karena Allah adalah Ghaib maka siapa yang percaya dengan yang ghaib sudah tentu dia percaya akan Allah SWT. Demikianlah seterusnya terhadap rukun iman.
.
– Mendirikan Shalat,
Orang yang sudah percaya dengan yang ghaib sudah tentu akan mendirikan shalat karena dia tahu bahwa shalat itu merupakan perintah Allah yang Maha Ghaib.
.
– Mengeluarkan sebahagian Hartanya,
Tidak semua orang yang memiliki harta mau dan mampu untuk mengeluarkan sebagian ataupun sedikit dari harta yang dia miliki untuk orang yang berhak meskipun ada perintah Allah. Yang sedemikian itu karena manusia memang lebih cinta kepada dunia dan lupa akhirat ketika dalam kesenangan. Makanya Allah menetapkan salah satu ciri orang bertaqwa adalah mengeluarkan sebahagian rezeki yang dimilikinya di jalan Allah.
.
Demikianlah diantara ciri orang bertaqwa yang ada di dalam al-qur’an surah al-Baqarah ayat 3, mudah-mudahan ada manfaatnya untuk kita semua dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, amiin.
.
Syamsuddin Rudiannoor

SIAPA BILANG 17 RAMADHAN NUZULUL QUR’AN?

f317f-dsc_012217 RAMADHAN NUZULUL QUR’AN?
 
Perayaan 17 Ramadhan sebagai Nuzulul Qur’an perlu dikaji ulang karena:
.
17 Ramadhan adalah ulang tahun PERANG BADAR. Tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H terjadi Perang Badar, 300 tentara muslim mengalahkan 1.000 musyrikin Makkah.
.
Nuzulul Qur’an terjadi dalam bulan ramadhan sebagaimana QS Al Baqarah 185:
.
. شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
.
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an
 
.
Nuzulul Qur’an terjadi pada Malam Qadar
Kapan terjadinya? Nuzulul Qur’an terjadi pada Malam Qadar (Lailatul Qadar) sebagai mana QS Al Qadr 1 :
.
1. إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
.
1. Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian (lailatul qadr).
.
Lalu kapan Malam Lailatur Qadr itu? Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21,23,25,27,29 dan akhir malam bulan Ramadhan.
.
Berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda.
.
تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ
.
“Carilah malam Lailatul Qadar di 10 hari terakhir bulan Ramadhan” Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169
 

 

 

 

KAPOLSEK DUSUN SELATAN BUKA BERSAMA ANGGOTA, JAMAAH MASJID DAN TOKOH MASYARAKAT

18882075_1749272011749934_1303618336423595860_nAlhamdulillah hari ini Senin sore, 5 Juni 2017, bertepatan 10 Ramadhan 1438, Kapolsek Dusun Selatan beserta anggota menjamu buka puasa bersama di Masjid “Al-Syarikah”  Kompleks Polsek di Jalan Andreas Gani Gandrung.

.

18953003_1749272331749902_4313409219660501377_nKegiatan ini merupakan bagian dari ukhuwah Islamiyah yang dibangun oleh fihak Polsek Dusun Selatan dengan jamaah masjid, anggota Polsek dan masyarakat dalam menyemarakkan syiar ramadhan tahun 2017.

.

18921675_1749272248416577_1914696731796020524_nSemoga dengan terjalinnya ukhuwah semacam ini maka syiar ramadhan dan syiar Islam di Buntok khususnya dan kecamatan Dusun Selatan umumnya senantiasa bisa berjalan baik.

 

 

WITIR TIGA RAKAAT KENAPA DIBAGI DUA?

DSC00038WITIR 2+1
Ramadhan 1438 (2017) dilaksanakan sholat Witir 3 Rakaat yg dibagi menjadi 2 sholat {2+1 = 2 takbir ihram, 2 tahiyat akhir, duduknya iftirasy apa tawarruk?}. Katanya ini lebih kuat dari 3 rakaat langsung salam, apa benar sih?
.
Dicari dalilnya yg katanya lebih kuat itu, ternyata ketemunya ini:
.
Dari Nafi’, ia berkata mengenai shalat witir dari Ibnu ‘Umar,
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يُسَلِّمُ بَيْنَ الرَّكْعَةِ وَالرَّكْعَتَيْنِ فِى الْوِتْرِ ، حَتَّى يَأْمُرَ بِبَعْضِ حَاجَتِهِ
“Ibnu ‘Umar biasa mengucapkan salam ketika satu rakaat dan dua rakaat saat witir sampai ia memerintah untuk sebagian hajatnya.” (HR. Bukhari no. 991).
.
Kalau dalilnya cuma ini berarti belum kuat betul karena terbatas sholatnya Ibnu Umar saja. Kita yg mengakui “Sholatlah kamu sebagaimana menyaksikan aku sholat” tentu lebih mencari sholatnya Rasulullah.
.
WITIR RASULULLAH
Dari ‘Aisyah, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28)
.
Inilah salah satu dalil bahwa Rasulullah sholat Witir 3 rakaat langsung satu salam.
.
Kalau memang mau, witir 1 rakaat saja, riwayat Muslim bahwa ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَهِىَ الَّتِى يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat antara shalat ‘Isya’ (biasa disebut ‘atamah) dan shalat Shubuh sebanyak 11 raka’at. Beliau salam setiap dua raka’at dan berwitir dengan satu raka’at.”
.
Diriwayatkan dari Abu Dzi’b, dari Ibnu Syihab, dari ‘Aisyah, beliau berkata,
كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يصلى بالليل إحدى عشرة ركعة بالوتر، يسلم بين كل ركعتين.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat malam sebanyak 11 raka’at dan sudah termasuk witir dan beliau salam setiap dua raka’at.”
.
Berdasarkan keterangan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah shalat malam itu?” Beliau menjawab:
« مَثْنىَ مَثْنىَ فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ »
“Dua rakaat – dua rakaat. Apabila kamu khawatir mendapati subuh, maka hendaklah kamu shalat witir satu rakaat.” (HR. Bukhari)
.
Dari Abu Ayyub Al Anshori, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلاَثٍ فَلْيَفْعَلْ
“Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud no. 1422 dan An Nasai no. 1712. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
.
Jadi dali dari ‘Aisyah, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28), ini tentunya lebih kuat dari yg 2+1 sebab hanya menerangkan Witir Ibnu Umar(?)
.

PENUTUP
Rasulullah Shollallahu alaihi wa Salam bersabda:

صلوا كما رأيتموني أصلي

“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat.” (HR. Baihaqi)
.

Inilah pedoman sholat kita. Maka tidaklah tepat membedakan witir dengan shalat Maghrib itu dengan cara memecah witir yang 3 raka’at menjadi 2 kali salam. Sebab pendapat ini tidak didukung dalil dari nabi. Hadits sangat tegas menunjukkan bahwa witir 3 raka’at dilakukan dengan hanya satu kali salam, dan inilah yang terbaik, sebab ini merupakan amalan Rasulullah.

.

Adapun dalil yang dipakai membolehkan witir 3 rakaat dengan 2 kali salam, yaitu dengan hadis bahwa shalat malam itu dikerjakan dua rakaat dua rakaat (maksudnya setiap 2 rakaat salam, maka cara pendalilan ini tidak tepat lantaran dalilnya bersifat umum. Padahal dalil-dalil tentang shalat witir adalah sudah ada, jelas dan tegas semuanya dengan satu kali salam, yakni di rakaat terakhir, baik itu witir 1 rakaat, 3, 5. Dalam kasus ini, dalil umum harus ditinggalkan karena sudah ada dalil yang bersifat khusus. Dengan demikian agar shalat witir itu berbeda dengan shalat Maghrib, maka witir 3 raka’at dilakukan satu kali salam dan tanpa tasyahud awal (cukuplah dengan satu tasyahud di akhir raka’at saja), sebab shalat Maghrib dilakukan dengan 2 tasyahud.[Al Masaa-il, Jilid 2, Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat; Bagaimana Tarawih dan I’tikaf Rasulullah b, Syaikh Albani]

.
Wallahu a’lam bishshowab.

صلوا كما رأيتموني أصلي
“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat.” (HR. Baihaqi)

R-7 BUPATI BARSEL TARAWIH DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK

DSC00012Pada hari Jum’at ba’da maghrib tanggal 2 Juni 2017, sekitar pukul 18.10 WIB rombongan Bapak Bupati Barito Selatan, Edy Raya Syamsuri beserta istri dan ibunda beliau hadir sholat Tarawih (malam ke-8) berjamaah di Masjid “Al Syarikah” Polsek Dusun Selatan di Buntok.

.

DSC00003Kedatangan beliau dan rombongan tidak terduga sebelumnya mengingat ramadhan pada hari ke-7 malam itu hujan cukup lebat dan tidak ada pemberitaan sebelumnya. Dengan demikian kondisi masjid dan jamaah yang beribadah disana dalam keadaan yang biasa-biasa saja. Sama sekali tidak ada kegiatan protokoler atau persiapan apa pun juga.

.

DSC00008Malam itu lalu ada mendadak selingan “tausyiah” oleh ustadz Kautsar mengingat pada malam-malam sebelum dan sesudahnya tidak ada kegiatan ini sama sekali. ‘.

.

DSC00009Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar dan apa adanya.