Archives

HALAL BI HALAL YANG HALAL DAN HARAM

images (2)Halal Bi Halal bukan ajaran Islam sehingga dia adalah muatan lokal Indonesia. Acara ini adalah seremonial baru yang ditradisikan di beberapa kerajaan dan dibiasakan sejak zaman Presiden Soekarno.

.

Berjabat tangan adalah sunnah saat bertemu dengan orang lain, kapan saja dan dimana saja. Mestinya tidak perlu menunggu hari raya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut.

عنِ الْبَرَاءِِ رضي اللَّه عنه قالَ : رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم : مَامِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَا فَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّ قَاَ

Dari al-Bara (bin Azib) Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidaklah dua orang Muslim bertemu lalu berjabat tangan, melainkan keduanya sudah diampuni sebelum berpisah” [HR Abu Dawud no. 5212 dan at-Tirmidzi no. 2727, dihukumi shahih oleh al-Albani] [As-Silsilah ash-Shahihah 2/24 no. 525]

.

17352404_977138432422775_3219390791717248183_n.jpgJelas jabatan tangan tersebut adalah sesama laki-laki…, dan haram bersalaman laki-laki dan perempuan bukan mahramnya. 

.

Setiap kita diperintahkan untuk segera menghalalkan kezhaliman yang kita lakukan, tidak perlu ditabung sampai halal bi halal, sebab dosa dan kesalahan harus segera ditaubati. 

عن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي اللَّه عنه أَنَّ رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم قال : مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لأَِخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا؟ فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِيْنَارٌ وَلا درهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤخَذَ لأَِخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِ حَتْ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa melakukan kezhaliman kepada saudaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya ; karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan kepadanya. [HR al-Bukhari no. 6169]

.

habibiTradisi dalam halal bi halal adalah antri bersalam-salaman. Terjadilah berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Malah ada mantan pembesar yang suka cipika-cipiki dengan istri orang. Maksiat ini banyak diremehkan dalam acara halal bihalal atau kehidupan sehari-hari, padahal keharamannya telah dijelaskan dalam hadist :

عن مَعْقِل بن يَسَارِ رضي اللَّه عنه يَقُولُ : قال رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وسلم : لأَنْ يُطْعَنَ فِي رأْسِ أَحَدِ كُْم بِمِخْيَطِ مِنْ حَد ِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَ أَةً تَحِلُّ لَهُ

Dari Ma’qil bin Yasar Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sungguh jika seorang di antara kalian ditusuk kepalanya dengan jarum dan besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. [HR ath-Thabrani, dihukumi shahih oleh al-Albani] [Lihat Ghayatul Maram 1/137]

.

Syaikh al-Albani rahimahullah berkata : “Ancaman keras bagi orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya yang terkandung dalam hadits ini menunjukkan haramnya menjabat tangan wanita (yang bukan mahram, ed) karena tidak diragukan lagi bahwa berjabat tangan termasuk menyentuh. Banyak umat Islam yang jatuh dalam kesalahan ini, bahkan sebagian ulama” [Majmu Fatawa al-Albani 1/220 (asy-Syamilah).

.

Sumber: https://almanhaj.or.id/3158-menyingkap-keabsahan-halal-bi-halal.html

Advertisements

KAJIAN BA’DA SUBUH 14 RAMADHAN 1439 DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK HARI RABU 30 MEI 2018 TENTANG “FIQH ASMA AL HUSNA” BERSAMA USTADZ SUNARDI, M.Pd.I

DCIM100MEDIARINGKASAN

Asmaa’ul husna (أسماء الله الحسنىasmāʾ allāh al-ḥusnā‎) adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi asma’ul husna adalah nama nama milik  Allah yang baik lagi indah.

.

Allah berfirman kepada Nabi-Nya, “Hai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang mengingkari sifat rahmat Allah,” yaitu mereka yang tidak mau menyebut Allah dengan sebutan Ar-Rahman:

.

{ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى}

Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai asma-ul husna (nama-nama yang terbaik). (Al-Isra: 110)

.

Silakan kalian menyeru-Nya dengan sebutan Allah atau Ar-Rahman karena sesungguhnya Dia mempunyai nama-nama yang terbaik. Di dalam ayat lain disebutkan:

.

{هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ}

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (Al-Hasyr: 22),  sampai dengan firman-Nya:

.

{لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ}

Yang mempunyai nama-nama yang terbaik. Bertasbihlah kepa­da-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. (Al-Hasyr: 24), hingga akhir ayat.

.

DCIM100MEDIABeberapa dalil lain dalam  Al Qur’an tentang al Asma al Husna:

Allah Ta’ala berfirman,

اللّٰهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَۗ لَهُ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنٰى ٨

(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama nama yang terbaik. (QS Thoha 8)

.
{قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى وَلا تَجْهَرْ بِصَلاتِكَ وَلا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلا (110) وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا (111) }

Katakanlah, “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai asma-ul husna (nama-nama yang terbaik); dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salam salatmu, dan janganlah pula merendah­kannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS Al Isra 110-111)

.

Allah Ta’ala berfirman,

{وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}

Hanya milik Allah-lah asma-ul husna (nama-nama yang maha indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut dan memahami) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka lakukan” (QS al-A’raaf:180).

 

KAJIAN BA’DA TARAWIH 14 RAMADHAN 1439 HARI SELASA 29 MEI 2018 DI MASJID “AL-SYARIKAH” KOMPLEK POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK “TAKUT KEPADA KESYIRIKAN” OLEH USTADZ SUNARDI, M.Pd.I

 

FILE0008.JPGRINGKASAN

Dari kajian yang diikuti dapat disimpulkan beberapa dalil yang mengharuskan setiap mukmin harus takut kepada kesyirikan: 

 .

1.  Firman Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala :

]إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء[

Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang dibawah dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendakiNya”. (QS. An Nisa’, 48)

 .   

2. Nabi Ibrahim sebagai panutan dalam hal ini bermohon kepada Allah:

]واجنبني وبني أن نعبد الأصنام[

“ ……. Dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari perbuatan (menyembah) berhala”. (QS. Ibrahim, 35)

 .

3. Rasululloh Shallallohu’alaihi wa Sallam sangat mengkhawatirkan kesyirikan atas ummatnya walau pun diistilahkan syirik kecil, beliau bersabda :

“أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر، فسئل عنه ؟ فقال : الرياء”

“Sesuatu yang paling aku khawatirkan dari kamu kalian adalah perbuatan syirik kecil, kemudian beliau ditanya tentang itu, dan beliaupun menjawab : yaitu riya’. (HR. Ahmad, Thobroni dan Abi Dawud).

 .

4. Perbuatan syirik memastikan pelakunya masuk neraka. Dari Ibnu Mas’ud Radhiallohu’anhu bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :

“من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار”

“Barang siapa yang mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Alloh maka pasti ia masuk kedalam neraka”. (HR. Bukhori)

5. Siapa pun yang tidak berbuat syirik maka masuk syurga. Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir RadhiAllohu’anhu bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wasallam bersabda :

“من لقي الله لا يشرك به شيئا دخل الجنة ومن لقيه يشرك به شيئا دخل النا”

“Barang siapa yang menemui Alloh (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik kepadaNya, pasti  ia masuk surga, dan barang siapa yang menemui-Nya (mati) dalam keadaan berbuat kemusyrikan maka pasti ia masuk neraka”.

.

Demikian yang mampu disarikan, wallahu a’lam.

 

KAJIAN BA’DA TARAWIH 13 RAMADHAN 1439 HARI SENIN 28 MEI 2018 DI MASJID “AL-SYARIKAH” KOMPLEK POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK “PAHALA BAGI YANG SUKSES MENGAMALKAN TAUHID” OLEH USTADZ SUNARDI, M.Pd.I

 

RINGKASAN

1. Orang yang bertauhid dengan benar akan mendapatkan rasa aman dan petunjuk. Allah Ta’ala menegaskan dalam firman-Nya,
.
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ {82}
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am:82)
.
2. Ahli Tauhid pasti masuk syurga. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam bersabda,
.
من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمداً عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق، والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل
Barangsiapa yang bersyahadat bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, dan ‘Isa adalah hamba dan rasul-Nya, dan kalimat yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, sesuai amal yang telah dikerjakakannya”.(HR Bukhari 3435 dan Muslim 28).
.
3. Ahli Tauhid Tidak Masuk Neraka. Rasululllah shalallahu ‘alahi wa salaam bersabda,
.
فإن الله حرم على النار من قال: لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله
Sesunggunhya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengatakan Laa ilaah illallah, yang di ucapkan ikhlas mengharapkan wajah Allah” [H.R Bukhari 425 dan Muslim 33]
.
4. Melaksanakan tauhid secara benar menjadi sebab penghapus dosa-dosa. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam bersabda,
.
قال الله تعالى: يا ابن آدم؛ لو أتيتني بقراب الأرض خطايا، ثم لقيتني لا تشرك بي شيئاً لأتيتك بقرابها مغفرة
Allah berfirman: “Wahai anak cucu Adam, sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian kamu datang kepada-Ku tanpa menyekutukan sesuatu pun dengan-Ku, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula” [H.R Tirmidzi 3540].
.
Disarikan langsung dari Kajian namun mengambil rujukan dari https://muslim.or.id/2481-inilah-jaminan-bagi-ahli-tauhid.html

KAJIAN JELANG BERBUKA 12 RAMADHAN 1439 HARI SENIN 28 MEI 2018 DI MASJID “AL_SYARIKAH” KOMPLEK POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK “KEUTAMAAN TAUHID” OLEH USTADZ SUNARDI, M.Pd.I

DCIM100MEDIARINGKASAN

“Tauhid” yang merupakan perintah paling wajib dari perkara-perkara yang wajib, dengan keutamaan-keutamaan :

1. Tauhid adalah tingkat keimanan yang tertinggi
Rasulullah bersabda :

.
اَلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَإِلهَ إِلاَّالله وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ ( رواه مسلم )
.

“Iman itu ada enam puluh cabang lebih, paling tinggi adalah ucapan Laa Ilaaha Illallah dan paling rendahnya menyingkirkan gangguan dari jalan.” (H.R. Muslim)

Perlu diketahui pengamalan yang dikandung oleh Laa Ilaaha Illallah yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Sebagaimana Rasulullah bersabda:

.
فَإِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَإِلهَ إِلاَّ الله يَبْتَغِي بِذَ لِكَ وَجْهَ اللهِ ( متفق عليه )
.

“Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi neraka orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan mengharap wajah Allah.” (H.R. Al Bukhari dan Muslim)

.

2. Tauhid sebagai syarat diterimanya suatu ibadah, Allah berfirman :

.
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
.

“Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al An’am : 88)

.

3. Tauhid merupakan sebab bagi datangnya ampunan Allah, didasarkan firman Allah :

.
إِنََّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِه وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (Q.S. An Nisa’ : 48 & 116)

.

4. Orang yang benar-benar merealisasikan tauhid akan masuk jannah (surga) tanpa hisab.
Ketika para shahabat bertanya-tanya tentang 70.000 orang dari umat Muhammad yang masuk jannah tanpa hisab dan tanpa adzab, maka Rasulullah bersabda :

.
هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ وَلاَ يَكْتَوُونَ وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ( رواه الترمذي )
.

“… mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak minta dikay dan tidak mengundi nasib dengan burung dan sejenisnya dan mereka bertawakkal hanya kepada Allah.” (H.R. At Tirmidzi)

.

5. Orang yang tauhidnya benar akan masuk jannah, sebagaimana sabda Rasulullah :

.
مَنْ لَقِيَ اللهَ لاَ يُشْرِكُ بِه شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ ( رواه مسلم )
.

“Barangsiapa bertemu Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu (apapun), niscaya dia akan masuk jannah.” (H.R. Muslim)
.

6. Tauhid merupakan sumber keamanan, sebagaimana firman Allah :

.
الَّذِينَ أمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيْمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولئكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
.

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kedhaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al An’am : 82)

.

Wallahu a’lam. Inilah kemampuan kami menyerap penyampaian oleh ustadz.

ZINA MATA MENONTON

hadits-tentang-pacaranAllah swt berfirman :
يعلم خائنة الاعين وما تخفى الصدور
Artinya : Dan (Allah) mengetahui mata yang khianat dan apa yang di sembunyikan oleh hati. (QS. Ghaafir : 19).
.
Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata:
سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن نظر الفجاءة فأمرنى ان اصرف بصرى
“Aku bertanya kepada Rasulullah saw dari pandangan tiba-tiba (tidak sengaja) maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim).
.
Makna pandangan tiba-tiba adalah pandangan kepada wanita ajnabiyah tanpa sengaja, tidak ada dosa baginya pada pandangan pertama dan wajib untuk memalingkan pada saat itu juga. Apabila dipalingkan pada saat itu juga maka tidak berdosa tapi apabila terus-menerus memandang, maka berdosa berdasarkan hadist ini.
.
ﺍﻟْﻌَﻴْﻦُ ﺗَﺰْﻧِﻲ، ﻭَﺍﻟْﻘَﻠْﺐُ ﻳَﺰْﻧِﻲ، ﻓَﺰِﻧَﺎ ﺍﻟْﻌَﻴْﻦِ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ، ﻭَﺯِﻧَﺎ ﺍﻟْﻘَﻠْﺐِ ﺍﻟﺘَّﻤَﻨِّﻲ، ﻭَﺍﻟْﻔَﺮْﺝُ ﻳُﺼَﺪِّﻕُ ﻣَﺎ ﻫُﻨَﺎﻟِﻚَ ﺃَﻭْ ﻳُﻜَﺬِّﺑُﻪُ
“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata dengan melihat (yang diharamkan), zina hati dengan membayangkan (syahwat). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad)
.
(وَقَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُتِبَ عَلَىَ ابْنِ آدَمَ) أي قضى عليه وأثبت في اللوح المحفوظ (نَصِيبُهُ مِنَ الزّنَا) أي مقدماته كما نقله العزيزي عن المناوي (مُدْرِكٌ) أي فهو مدرك (ذَلِكَ)  أي ما كتب عليه (لاَ مَحَالَةَ) بفتح الميم أي لا بد ولا شك (فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النّظَرُ) إلى ما لا يحل (وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ)  إلى ما لا ينبغى شرعا (وَاللّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ) بما لا ينفع دنيا ولا دينا (وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ) أي القهر والأخذ بالعنف (وَالرّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا) بضم الخاء المعجمة  أي نقل الأقدام إلى مل لا يحل (وَالْقَلْبُ يَهْوَى) بفتح الواو أي يحبّ (وَيَتَمَنَّى) مالايحل (وَيُصَدّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذّبُه) أي بالإتيان بما < ص 17 > هو المقصود من ذلك، أو بالترك. رواه مسلم عن أبي هريرة.
Rosulullah SAW bersabda : Telah di tetapkan atas Bani Adam, jika tertulis di lauhil mahfudz ia berzina, maka itu akan terjadi, pasti ! Zina kedua mata adalah melihat pada hal yang tidak halal baginya. Zina kedua kuping adalah ketika diperdengarkan pada hal yang tak sepantasnya di dengar menurut syara’. Zina lisan adalah digunakan untuk mengatakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi dunia dan agamanya. Zina tangan adalah merebut paksa. Zina kaki adalah digunakan untuk berjalan menuju tempat yang tidak halal baginya. Dan zina hati ketika ditumpangi syahwat dan berharap sesuatu yang tidak halal, adakalanya farjinya ikut membenarkan atau menganggap itu hanya dusta.
.
وقال عليه السلام: {لِكُلِّ ابْنِ آدَمَ حَظٌّ مِنَ الزِّنَا، فَالعَيْنَانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا النَظَرُ، وَاليَدَانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا البَطْشُ، وَالرِّجْلاَنِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا المَشْيُ، وَالفَمُ يَزْنِيْ وَزِنَاهُ القُبْلَةُ، وَالْقَلْبُ يَهُمّ أَوْ يَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبَهُ} كذا في الإحياء.
Rosul SAW bersabda : Pada setiap Bani Adam ada jatah (bagian) dari zina. Kedua mata berzina dan zinanya adalah melihat. Kedua tangan berzina dan zinanya adalah merampas (mengambil paksa / tanpa hak). Kedua kaki berzina dan zina keduanya adalah digunakan berjalan ke tempat yang tak halal. Mulut berzina dan zinanya adalah melakukan ciuman. Dan hati berangan-angan atau menghayalkan sesuatu yang tak halal baginya. 

.
Sumber: http://www.piss-ktb.com/2014/07/3246-zina-mata-dan-zina-hati.html
Terimakasih, tetap mencantumkan sumber kutipan.

KEWAJIBAN BERISLAM DENGAN PEMAHAMAN DAN PRAKTEK PARA SALAF

islamSalaf artinya adalah orang-orang terdahulu. Adapun yang dimaksud dengan Salafush Shalih dalam istilah ulama adalah orang-orang terdahulu yang shalih dari generasi sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Firman Allah Ta’ala:

وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. [Surah At Taubah:100].

.
Salafush Shalih adalah generasi terbaik umat Islam. Mereka adalah ummat Islam pertama. Mereka adalah para sahabat Nabi. Allah berfirman:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ

Kamu (sahabat) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.. [Ali Imran:110].

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik manusia adalah generasiku (generasi sahabat), kemudian orang-orang yang mengiringinya (generasi tabi’in), kemudian orang-orang yang mengiringinya ( generasi tabi’ut tabi’in). [Hadits mutawatir, riwayat Bukhari dan lainnya].

 

Mereka inilah yang wajib diikuti oleh ummat Islam dalam segala hal sebab mereka adalah panutan  yang terbaik. “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.[Surah At Taubah:100].