Archive | April 2017

DERI PERGI TUK SLAMANYA

 

STATUS FB SABTU 15 APRIL 2017

Mahridi Abu Harun sedih , bersama Hery Ilhami Rahmat dan 14 lainnya.

6 jam ·

.

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal sahabat kita Deri tadi malam, InsyaALLAH disholatkan di Masjid Nurul Fajar ba’da Dhuhur, Jl.Ibunda 1 dan dimakamkan hari ini Sabtu 15 April 2017 di Raut.

.
Bagi Kawan2… smga bisa menyempatkan hadir untuk men Sholatkan Almarhum, Smga Allah Berikan Surga untuk Sahabat kita yg Sholeh ini. Subhanallah, Asbab Almarhum kecelakaan pun dikarenakan ingin mengejar sesuatu yang mulia dan agung ingin sholat maghrib berjama’ah.

.

17861801_10207830191225831_8413114707405873295_n

“ALLAAHUMMAGHFIRLAHU WARHAMHU WA’AAFIHII WA’FU ANHU”

SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan

KomentariBagikan

64 Nilam Orchids, Eko Apriansyah, dan 62 lainnya

1 kali dibagikan

Komentar

12 dari 15

Lihat Komentar Sebelumnya

Arul Distroid dimana di shalatkan di ?

Suka · Balas · 6 jam

Mahridi Abu Harun Maaf hnyr bls,, tdi d sholatkan di mesjid nurul fajar d jl.ibunda 1

Suka · Balas · 1 jam

Tulis balasan…

 

Subandy X Tjwa Selamat jalan sodara ku

17884433_1205810739529122_1476596089509552820_n

Suka · Balas · 1 · 6 jam

Isnaniah Napsin Smga segala amalnya diterma Allah SWT dan sekecil apa dosanya diampuni serta mdpt tmpat yg terindah sbgaigantinya aminnn

Suka · Balas · 1 · 5 jam

Nanang Fahrurrazi Innalillah…

Suka · Balas · 5 jam

AL Ari Azhyar Innalillahi Wa Inna Ilaihi roji’un ,,,hambaNya Allah

Suka · Balas · 5 jam

Nor Ainah Aamiiin..insyaAllah khusnul khotimah..

Suka · Balas · 5 jam

AL Ari Azhyar Amin ya Allah

Suka · Balas · 5 jam

Hani Virgo

Suka · Balas · 1 · 5 jam

Ulfah Vanny Ditabrak org kah beb

Suka · Balas · 1 · 4 jam

Subandy X Tjwa Kcelakaan ta terduga,ttabrak anjing di jl. Kladan daerah plapa

Suka · Balas · 1 jam

Tulis balasan…

Birhasani Kusasi

اللهم اغفر له وارفع درجته في المهديين واخلفه في عقبه في الغابرين واغفر لنا وله يارب العالمين sangat menyesal tdk bisa berhadir dalam penyelenggaraan zenajah

Ya Allah ampunilah dia dan angkat tercantum di lmhdyyn) di dalam dan di suaminya dan ampunilah yạrb dan sangat menyesal tdk bisa berhadir dalam penyelenggaraan zenajah

Diterjemahkan Secara Otomatis

Suka · Balas · 1 · 3 jam

Antoni Saputra semoga khusnul khotimah.

Suka · Balas · 2 jam

Dewi Asmi Sakit apa deri ?????

Suka · Balas · 1 jam

Subandy X Tjwa Kcelakaan ta terduga

Suka · Balas · 1 jam

Dewi Asmi My lc ksianx,sdh kwin lc deri tu

Suka · Balas · 1 jam

MUHAMMAD صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ USWAH HASANAH

.

dsc00001Khutbah Pertama:

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الـمُرْسَلِينَ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ ،أَجْـمَـعِينَ

، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

.

MUHAMMAD USWATUN HASANAH

Rasulullah Muhammad صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   adalah uswah bagi seluruh muslimin. Tidak ada kecuali, tidak pandang bulu, semua dari orang Islam, siapa pun dia, apa pun kedudukannya dan dimana pun berada, Nabi Muhammad adalah teladan, figur sentral dan tokoh panutan mutlak. Allah berfirman dalam surah al Ahzab ayat 21 :

.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَ الْيَوْمَ اْلا?خِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا. الاحزاب: 21

.

Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari qiyamat dan dia banyak menyebut Allah. [QS. Al-Ahzaab : 21]

.

Kalau kita Islam maka wajib baginya mengambil Nabi Muhammad sebagai uswah, tidak bisa tidak dan tidak bisa ditiadakan. Tidak ada alasan.

.

Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 31-32 :

.

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَ اللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(31) قُلْ اَطِيْعُوا اللهَ وَ  الرَّسُوْلَ، فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ الْك?فِرِيْنَ(32). ال عمران: 31-32

Katakanlah, “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (31)

Katakanlah, “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (32). [QS. Ali ‘Imraan : 31-32]

.

Sungguh rumus yang sederhana. Allah memerintahkan semua muslim taat kepada Allah dengan cara mengambil Muhammad sebagai teladanny. Kalau dilakukan maka mendapatkan ampunan dan kasih sayang Allah, apabila tidak mau taat maka dibenci Allah dan mendapat celaka.

.

Ini merupakan penegasan bahwa manusia memang dipersilakan menentukan pilihan masing-masing dengan resiko yang sudah diketahuinya. Pilih taat atau tidak? Pilih ridha Allah ataukah murka-Nya? Semua pilihan diserahkan kepada manusia!

.

Allah berfirman dalam surah Syams ayat 7-8 :

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8)

.

Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), Allah ilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaan, (Q. S. al-Syams [91]: 7-8).

.

Allah yang maha berkehendak telah memberikan kehendak kepada manusia. Dan manusia telah diberi potensi jahat dan takwa dalam dirinya. Maka setiap orang wajib mewaspadai diri-diri mereka sendiri sebab dia harus menentukan pilihannya, apakah taqwa ataukah kufur. Uswah mana yang jadi pilihannya?

.

BEBERAPA CONTOH USWATUN HASANAH

عَنْ سَعْدِ بْنِ اَبِى وَقَّاصٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: َلاَنَا لِفِتْنَةِ السَّرَّاءِ اَخْوَفُ عَلَيْكُمْ مِنْ فِتْنَةِ الضَّرَّاءِ، اِنَّكُمُ ابْتُلِيْتُمْ بِفِتْنَةِ الضَّرَّاءِ فَصَبَرْتُمْ، وَ اِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ. ابو يعلى و البزار

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh aku lebih khawatir terhadap cobaan kesenangan yang menimpa kalian dari pada cobaan penderitaan. Sesungguhnya kalian telah dicobai dengan cobaan penderitaan, maka kalian bisa bersabar. Dan sesungguhnya dunia itu manis lagi menarik”. [HR. Abu Ya’la dan Al- Bazzar]

.

Inilah uswah pertama hari ini dari Rasulullah Muhammad, beliau menyikapi dunia dengan kekhawatiran yang mendalam sebab dunia adalah permainan yang manis lagi menarik.

.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: نَامَ رَسُوْلُ اللهِ ص عَلَى حَصِيْرٍ فَقَامَ وَ قَدْ اَثَرَ فِى جَنْبِهِ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، لَوِ اتَّخَذْنَا لَكَ وِطَاءً؟ فَقَالَ: مَا لِى وَ لِلدُّنْيَا مَا اَنَا فِى الدُّنْيَا اِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَ تَرَكَهَا. ابن ماجه و الترمذى و قال: حديث حسن صحيح

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata : Rasulullah SAW tidur di atas tikar kemudian beliau bangun dan tikar itu membekas pada lambung beliau. Kami berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana kalau kami buatkan kasur yang empuk untukmu ?”. Beliau menjawab, “Apalah urusanku dengan dunia, tidaklah aku di dunia ini kecuali seperti musafir yang menunggang kendaraan lalu berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya”. [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi ia berkata, “Hadits hasan shahih”].

.

Dalam konteks ini, uswah yang diberikan Rasulullah adalah memilih tempat tidur yang sederhana di dunia sebab manusia hidup adalah perjalanan pengembara yang sangat sebentar.

.

Alasan lain adalah seperti hadits berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: حَدَّثَنِى عُمَرُ بْنُ اْلخَطَّابِ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَ هُوَ عَلَى حَصِيْرٍ، قَالَ: فَجَلَسْتُ، فَاِذَا عَلَيْهِ اِزَارُهُ وَ لَيْسَ عَلَيْهِ غَيْرُهُ وَ اِذَا اْلحَصِيْرُ قَدْ اَثَّرَ فِى جَنْبِهِ. وَ اِذَا اَنَا بِقَبْضَةٍ مِنْ شَعِيْرٍ نَحْوَ الصَّاعِ وَ قَرَظٍ فِى نَاحِيَةٍ فِى اْلغُرْفَةِ، وَ اِذَا اِهَابٌ مُعَلَّقٌ فَابْتَدَرَتْ عَيْنَايَ، فَقَالَ: مَا يُبْكِيْكَ يَا ابْنَ اْلخَطَّابِ؟ فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، وَ مَا لِى َلاَبْكِى، وَ هذَا اْلحَصِيْرُ قَدْ اَثَّرَ فِى جَنْبِكَ وَ هذِهِ خِزَانَتُكَ لاَ اَرَى فِيْهَا اِلاَّ مَا اَرَى، وَ ذَاكَ كِسْرَى وَ قَيْصَرُ فِى الثِّمَارِ وَ اْلاَنْهَارِ وَ اَنْتَ نَبِيُّ اللهِ وَ صَفْوَتُهُ وَ هذِهِ خِزَانَتُكَ. قَالَ: يَا ابْنَ اْلخَطَّابِ اَمَا تَرْضَى اَنْ تَكُوْنَ لَنَا اْلآخِرَةُ وَ لَهُمُ الدُّنْيَا؟. ابن ماجه باسناد صحيح

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Umar bin Khaththab menceritakan kepadaku, ia berkara, “Aku datang kepada Rasulullah SAW pada waktu itu beliau di atas tikar”. Umar melanjutkan ceritanya, “Lalu aku duduk. Pada waktu itu beliau mengenakan sarung, dan tikar tersebut membekas pada lambung beliau. Pada waktu itu aku memperhatikan segenggam syair (gandum) kira-kira satu sha’ dan qaradh (daun untuk menyamak kulit) berada di bagian kamarnya, serta kulit yang tergantung, maka kedua mataku meneteskan air mata”. Beliau ber-tanya, “Apa yang membuat kamu menangis wahai Ibnul Khaththab ?”. (Umar) menjawab, “Wahai Nabiyallah, bagaimana aku tidak menangis, tikar ini telah membekas pada punggungmu, sedangkan di kamarmu aku tidak melihat barang-barang kecuali apa yang telah kulihat. Sedangkan di sana raja Kisra dan Kaisar mempunyai kebun-kebun yang berbuah dan sungai-sungai, padahal engkau adalah Nabiyallah dan pilihan-Nya, dan hanya demikian ini simpananmu”. Rasulullah SAW bersabda, “Hai Ibnul Khaththab, apakah kamu belum puas bahwa kita mendapatkan akhirat dan mereka mendapatkan dunia ?”. [HR. Ibnu Majah dengan sanad shahih]

.

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: كَانَ لِرَسُوْلِ اللهِ ص سَرِيْرٌ مُزَمَّلٌ بِاْلبَرْدِيِّ عَلَيْهِ كِسَاءٌ اَسْوَدُ قَدْ حَشَوْنَاهُ بِاْلبَرْدِيِّ فَدَخَلَ اَبُوْ بَكْرٍ وَ عُمَرُ عَلَيْهِ. فَاِذَا النَّبِيُّ ص نَائِمٌ عَلَيْهِ. فَلَمَّا رَآهُمَا اسْتَوَى جَالِسًا فَنَظَرَا فَاِذَا اَثَرُ السَّرِيْرِ فِى جَنْبِ رَسُوْلِ اللهِ ص، فَقَالَ اَبُوْ بَكْرٍ وَ عُمَرُ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِمَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا يُأْذِيْكَ حُشُوْنَةُ مَا نَرَى مِنْ فِرَاشِكَ وَ سَرِيْرِكَ، وَ هذَا كِسْرَى وَ قَيْصَرُ عَلَى فِرَاشِ اْلحَرِيْرِ وَ الدِّيْبَاجِ؟ فَقَالَ ص: لاَ تَقُوْلاَ هذَا، فَاِنَّ فِرَاشَ كِسْرَى وَ قَيْصَرَ فِى النَّارِ. وَ اِنَّ فِرَاشِى وَ سَرِيْرِى هذَا عَاقِبَتُهُ اِلَى اْلجَنَّةِ. ابن حبان فى صحيحه

Dari ‘Aisyah RA ia berkata : Dahulu Rasulullah mempunyai tempat tidur yang ditutup dengan kain lurik lalu diatasnya kami pasang kain hitam yang dibawahnya berisi sabut kurma. Kemudian Abu Bakar dan Umar masuk padanya. Pada waktu itu Nabi sedang tidur (berbaring) di atasnya. Setelah beliau melihat Abu Bakar dan Umar, beliau lalu duduk. Kemudian kedua shahabat tersebut melihat bahwa tempat tidur itu membekas di lambung Rasulullah SAW. Maka Abu Bakar dan Umar RA berkata, “Ya Rasulullah, apakah tidak menyakitkanmu apa yang kami lihat dari kerasnya kasur dan tempat tidurmu itu, sedangkan raja Kisra (di Persi) dan Kaisar (Romawi) tidur di atas kasur sutra tipis dan sutra tebal”. Nabi SAW menjawab, “Janganlah kamu katakan yang demikian ini, karena tempat tidur Kisra dan Kaisar di neraka dan sesungguhnya tempat tidurku ini akibatnya ke surga”. [HR. Ibnu Hibban di dalam shahihnya]

.

Inilah uswah: contoh, teladan, ikutan dari Rasulullah Muhammad صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   yang sampai kepada kita. Tinggal kita mau ikuti apa tidak, pilih mana…?

.

 

Khutbah Kedua:

Allah ﷻ berfirman:

وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ الـرَّسُوْلَ فَاُولـئِكَ مَعَ الَّذِيـْنَ اَنـْعَمَ اللهُ عَلَـيْهِمْ مِّنَ النَّبِـيّنَ وَ الصِّدِّيـْقِـيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصّلِحِيْنَ وَ حَسُنَ اُولـئِكَ رَفِـيْقًا. النساء:69-70

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya) mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para Shiddiqiin. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [An-Nisaa’ : 69-70]

.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ ص ذَاتَ يَوْمٍ اَوْ لَيْلَةٍ فَاِذَا هُوَ بِاَبِى بَكْرٍ وَ عُمَرَ رض فَقَالَ: مَا اَخْرَجَكُمَا مِنْ بُيُوْتِكُمَا هذِهِ السَّاعَةَ؟ قَالاَ: اَلْجُوْعُ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: وَ اَنَا وَ الَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ اَخْرَجَنِى الَّذِى اَخْرَجَكُمَا، قُوْمُوْا، فَقَامُوْا مَعَهُ، فَاَتَوْا رَجُلاً مِنَ اْلاَنْصَارِ، فَاِذَا هُوَ لَيْسَ بِبَيْتِهِ. فَلَمَّا رَأَتْهُ اْلمَرْأَةُ قَالَتْ: مَرْحَبًا وَ اَهْلاً. فَقَالَ لَهَا رَسُوْلُ اللهِ ص: اَيْنَ فُلاَنٌ؟ قَالَتْ: ذَهَبَ يَسْتَأْذِبُ لَنَا اْلمَاءَ. اِذْ جَاءَ اْلاَنْصَارِيُّ فَنَظَرَ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَ صَاحِبَيْهِ ثُمَّ قَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ مَا اَحَدٌ اْليَوْمَ اَكْرَمَ اَضْيَافًا مِنِّى فَانْطَلَقَ فَجَاءَهُمْ بِعِذْقٍ فِيْهِ بُسْرٌ وَ تَمْرٌ وَ رُطَبٌ، وَ قَالَ: كُلُوْا. وَ اَخَذَ اْلمُدْيَةَ. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِيَّاكَ وَ اْلحَلُوْبَ، فَذَبَحَ لَهُمْ، فَاَكَلُوْا مِنَ الشَّاةِ وَ مِنْ ذلِكَ اْلعِذْقٍ وَ شَرِبُوْا. فَلَمَّا اَنْ شَبَعُوْا وَ رَوُوْا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص ِلاَبِى بَكْرٍ وَ عُمَرَ رض: وَ الَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَتُسْئَلُنَّ عَنْ هذَا النَّعِيْمِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. مسلم

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Pada suatu hari atau suatu malam Rasulullah SAW keluar rumah. Tiba-tiba beliau bertemu dengan Abu Bakar dan Umar RA. Kemudian beliau bertanya, “Apa yang menyebabkan kalian berdua keluar rumah pada saat ini ?”. Kedua shahabat tersebut  menjawab, “Lapar, ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Adapun saya, demi Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya, yang menyebabkan aku keluar sama dengan yang menyebabkan kamu berdua keluar. Berdirilah”. Maka mereka berdiri bersama beliau lalu datang ke tempat seorang Anshar (dalam riwayat lain disebutkan bernama Abul Haitsam bin Taihaani). Ternyata orang Anshar tersebut tidak ada di rumah. Setelah istrinya melihat Rasulullah SAW dia berkata, “Selamat datang ya Rasulullah”. Lalu Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Kemana sifulan (suamimu)?” Wanita itu menjawab, “Dia sedang mencari air bersih untuk kami”. Tiba-tiba orang

 

Anshar itu datang, lalu melihat kepada Rasulullah SAW dan kedua shahabatnya, kemudian berkata, “Alhamdulillah, tidak ada seorang pun pada hari ini yang lebih mulya tamunya dari pada saya”. Kemudian orang tersebut pergi sebentar lalu datang dengan membawa setandan kurma, ada yang mentah, yang masak, dan yang segar, seraya mempersilakan, “Makanlah !”. Kemudian orang tersebut mengambil pisau (untuk menyembelih kambing). Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Jangan menyembelih kambing yang menyusui”. Lalu orang tersebut menyembelih kambing untuk tamunya. Kemudian mereka makan daging kambing dan minum. Setelah mereka kenyang dari makan minum, Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Bakar dan Umar, “Demi Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kamu sekalian akan ditanya dari ni’mat ini pada hari qiyamat”. [HR. Muslim dan lainnya]

Buntok  12 April  2017

.

Khutbah Jum’at 17 Rajab 1438 / 14 April 2017 di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok oleh Syamsuddin Rudiannoor