BUKA BERSAMA YANG MENGHILANGKAN PAHALA PUASA

 
Kemarin pas lewat melihat langsung sekelompok anak-anak muda-mudi campur-baur antri masuk Kafe untuk menunggu Buka Puasa Bersama. Gimana mau ibadah yang benar kalau buka puasanya campur aduk kayak gitu. Masya Allah, NGABUBURIT dan BUKBER lagi trendy rupanya. 
.
 
Setiap muslim seharusnya beribadah karena iman dan dalam rangka mengharapkan ridha Allah, bukan karena ingin dipuji atau sekedar ikut-ikutan keluarga atau masyarakat yg sedang berpuasa. Rasulullah bersabda:
.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
 
.
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.”
.
Tapi nyatanya anak-anak muda itu salam-salaman yang bukan mahramnya, bahkan cipika-cipiki atau berpelukan. Gurauan dari mulut-mulut menggelontor tercampur baur antara dusta, ghibah dan semacamnya. Apatah pula menjaga mata dari melihat orang lain yang bukan mahram, gak ada itu disini. Busana wanitanya saja sebagian besar tidak sesuai syariat Allah dan Rasulnya. Semoga Allah mengampuni mereka dan kita, amin. 
.
Mestinya wanita muslim tidak keluyuran, tinggal di rumah. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
.
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
.
Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumahmu dan janganlah kamu tabarruj (berhias, berdandan, bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” [Al-Ahzaab : 33]
.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ.
.
“Wanita adalah aurat. Apabila ia keluar maka syaitan akan menghiasinya dari pandangan laki-laki.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 1173), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 6690).
.
Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
.
Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya. (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
.
 
قَالَتْ عَائِشَةُ – وَاللَّهِ مَا أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى النِّسَاءِ قَطُّ إِلاَّ بِمَا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى وَمَا مَسَّتْ كَفُّ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَفَّ امْرَأَةٍ قَطُّ وَكَانَ يَقُولُ لَهُنَّ إِذَا أَخَذَ عَلَيْهِنَّ « قَدْ بَايَعْتُكُنَّ ». كَلاَمًا
‘Aisyah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menyentuh wanita sama sekali sebagaimana yang Allah perintahkan. Tangan beliau tidak pernah menyentuh tangan mereka. Ketika baiat, beliau hanya membaiat melalui ucapan dengan berkata, “Aku telah membaiat kalian.” (HR. Muslim no. 1866).
Advertisements

RINGKAS KAJIAN BA’DA SUBUH 12 RAMADHAN 1439 DI MASJID “AL-SYARIKAH” POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK PADA HARI SENIN TANGGAL 28 MEI 2018 “ALLAH, ILAH, RABB” OLEH USTADZ SUNARDI M.Pd

8cd9a-dsc00016RINGKASAN

Al-Fatihah ayat 1  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bismi Allah ar-rahman ar-rahiim. Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang. Dia (nama-Nya) yang kita sebut, bukan jabatan atau sesembahan.

Kemudian Surah Al-Fatihah ayat 2  الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Alhamdu lillaahi (segala puji hanya bagi Allah) rabbi (penguasa) al’aalamiin. Yang berkuasa di semesta alam itu adalah Dia yang bernama Allah.

 

Terkait makna lafal jalalah ‘Allah’, Ibnu ‘Abbas radhiallhu ‘anhuma menyebutkan,

الله ذو الألوهية والعبودية على خلقه أجمعين

”Allah adalah pemilik hak uluhiyyah (ketuhanan) dan ‘ubudiyyah (penghambaan) atas seluruh makhluk.”

 

Kata ALLAH mutlak hanya nama-Nya, Dia Yang Maha Tunggal. Karena itu, kata Allah satu-satunya nama Tuhan yang tidak memiliki bentuk jamak. Tidak ada yang memiliki nama tersebut selain Dia.

Ringkasnya, Allah adalah Al-Ilah yakni satu-satunya tujuan penyembahan. Allah adalah  Al-Ma’luh yaitu satu-satunya yang berhak disembah. Dan Allah adalah  Al-Ma’bud yaitu satu-satunya yang berhak diibadahi.

KAJIAN BA’DA TARAWIH 11 RAMADHAN 1439 DI MASJID “AL-SYARIKAH” POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK PADA HARI AHAD TANGGAL 27 MEI 2018 “DALIL-DALIL MENTAUHIDKAN ALLAH” OLEH USTADZ SUNARDI M.Pd

63798-dsc00012Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz Dzariyat : 56).

 

Alla Ta’ala menjadikan dakwah tauhid sebagai dakwah pertama dan utama seluruh para Rasul tidak terkecuali Nabi kita Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam, Allah Ta’ala berfirman :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“dan sungguh kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan) “sembahlah Allah dan jauhilah Thagut” (An Nahl :36)

 

Dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Iman Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallahu ta’ala dalam kedua kitab shahihnya dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu dia berkata:

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ( يا معاذ, أ تدرى ما حق الله على عباد ؟ ) قال : الله و رسوله أعلم, قال : ( أن يعبدوه ولا يشركو به شيأ, , أ تدرى ما حقهم عليه ؟) قال : الله و رسوله أعلم, قال : (أن لا يعذبهم) و فى لفظ لمسلم : ( و حق العباد على الله عز و خل أن لا يعذب من لا يشرك به شيأ )

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : “wahai Mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah atas para hamba-Nya ?” Mu’adz berkata : “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda : “Hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, (dan) tahukah engkau hak hamba terhadap Allah ?” Mu’adz berkata : “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda : “Dia tidak akan mengadzab mereka

 

Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua (ibu dan bapak), karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu.” (QS. An-Nisa [4]: 36).

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (151)

Katakanlah,’Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu dan bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar’. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).” (QS. Al-An’am [6]: 151).

Banyak dalil lain yang beliau sampaikan, hanya keterbatasan kami yang tidak mampu menangkap semua inormasi dari beliau.

SYIRIK DALAM TAAT KEPADA PEMIMPIN

downloadSatu bentuk Syirik ialah menjadikan manusia sebagai Tuhan selain Allah, yakni mentaati segala perintahnya, sekalipun menyalahi agama. Baik orang tersebut kyai, ulama, petinggi negara maupun lainnya. Allah SWT berfirman :

اِتَّخَذُوْا اَحْبَارَهُمْ وَ رُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مّنْ دُوْنِ اللهِ. التوبة:31

mereka menjadikan ulama-ulama, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah. [QS. At-Taubah : 31]

.

‘Adiy bin Hatim Ath-Thaa’i seorang Nashrani yang sudah masuk Islam, ketika mendengar Nabi SAW membaca ayat tersebut langsung berkata, “Ya Rasulullah, kami dahulu tidak pernah menyembah mereka”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :

اَ لَيْسَ يُحِلُّوْنَ مَا حَرَّمَ اللهُ فَتُحِلُّوْنَهُ وَ يُحَرّمُوْنَ مَا اَحَلَّ اللهُ فَتُحَرّمُوْنَهُ؟

Bukankah mereka menghalalkan apa-apa yang diharamkan Allah, lalu kamu ikut menghalalkannya, mereka mengharamkan apa-apa yang dihalalkan Allah, lalu kamu ikut mengharamkannya ?

فَتِلْكَ عِبَادَتُهُمْ

Begitulah kamu menyembah mereka. [HR. Tirmidzi]

لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِى مَعْصِيَةِ اْلخَالِقِ. احمد

Tidak ada kethaatan kepada makhluq dalam hal bermakshiyat kepada Al-Khaliq (Allah). [HR. Ahmad]

.

Dengan demikian, haram hukumnya beragama dengan taqlid buta, apapun yang diperintahkan oleh pimpinannya ditaati dan membela mati-matian sekalipun tidak sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya

LARANGAN AMBISI JABATAN

Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa salam melarang ummatnya untuk berburu dunia baik itu harta, pangkat, jabatan, kedudukan dan semacamnya. Beliau bersabda:
.
اِنَّا وَ اللهِ لاَ نُوَلّى عَلَى هذَا اْلعَمَلِ اَحَدًا سَاَلَهُ وَ لاَ اَحَدًا حَرَصَ عَلَيْهِ. البخارى و مسلم
 .
“Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seseorang dalam jabatan ini pada orang yang menginginkan, dan tidak (pula) pada orang yang berambisi pada jabatan itu”. [HR. Bukhari dan Muslim]
.
Ketika Abu Dzarr bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak memberi jabatan apa-apa kepadaku ?”. Maka Rasulullah menepuk bahu Abu Dzarr sambil bersabda :
.
يَا اَبَا ذَرّ اِنَّكَ ضَعِيْفٌ وَ اِنَّهَا اَمَانَةٌ، وَ اِنَّهَا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ خِزْيٌ وَ نَدَامَةٌ اِلاَّ مَنْ اَخَذَهَا بِحَقّهَا وَ اَدَّى الَّذِى عَلَيْهِ فِيْهَا. مسلم
.
“Wahai Abu Dzarr, kamu adalah seorang yang lemah, dan jabatan itu amanat yang pada hari qiyamat hanya akan menjadi penyesalan dan kehinaan. Kecuali orang yang dapat menunaikan hak-kewajibannya, dan memenuhi tanggung-jawabnya. [HR. Muslim]
.
Jabatan yang diberikan kepada seseorang bukannya kenikmatan yang perlu disambut dengan suka cita, ramai-ramai makan-makan dengan mengundang sanak-saudara, handai-taulan, tetapi sebenarnya merupakan amanat berat yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah di hari qiyamat kelak. Jabatan hanya akan menjadi penyesalan dan kehinaan bagi orang yang tidak dapat memikul amanat itu dengan baik.

.

Jabatan akan membawa kehancuran manakala amanat itu disia-siakan. Rasulullah SAW bersabda :

اِذَا ضُيّعَتِ اْلاَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قَالَ: كَيْفَ اِضَاعَتُهَا؟ قَالَ: اِذَا وُسّدَ اْلاَمْرُ اِلىَ غَيْرِ اَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. البخارى 1: 21
.
“Apabila amanat sudah hilang (disia-siakan) maka tunggulah kehancurannya (qiyamatnya)”. Shahabat Nabi bertanya, “Bagaimanakah hilangnya (menyia-nyiakan) amanat ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah qiyamat (nya). [HR. Bukhari juz 1, hal. 21]
.
Begitu pentingnya amanat maka nepotisme (KKN) tidak dikenal dalam Islam. Semua tugas, jabatan harus benar-benar diserahkan kepada ahlinya tanpa pandang bulu. Rasulullah SAW bersabda :
.
مَنِ اسْتَعْمَلَ رَجُلاً عَلَى عَصَابِيَّةٍ وَ فِيْهِمْ مَنْ هُوَ اَرْضَى اللهَ مِنْهُ فَقَدْ خَانَ اللهَ وَ رَسُوْلَهُ وَ اْلمُؤْمِنِيْنَ. الحاكم
.
“Barangsiapa yang mengangkat seseorang untuk suatu jabatan karena kekeluargaan (golongan/tim sukses/sekte), padahal ada pada mereka itu orang yang lebih disenangi Allah (karena kemampuan) dari padanya, maka sesungguhnya ia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada orang-orang beriman. [HR. Hakim]
.
Firman Allah artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian mengetahui. [QS. Al-Anfaal : 27]
.
Maka perbuatan nepotisme pada hakikatnya pengkhianatan kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada orang-orang beriman, hal itu sangat dilarang dalam Islam dan pasti akan mendatangkan kehancuran.

IZINKAN WANITA KE MASJID

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ  نِسَاؤُكُمْ بِاللَّيْلِ اِلَى اْلمَسْجِدِ فَأْذَنُوْا لَهُنَّ. البخارى 1: 210

images (1).jpgDari Ibnu Umar RA. dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Apabila istri-istri kalian minta idzin ke masjid di malam hari maka ijinkanlah mereka”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 210]

 

عَنْ زَيْنَبَ امْرَأَةِ عَبْدِ اللهِ قَالَتْ: قَالَ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا شَهِدَتْ اِحْدَاكُنَّ اْلمَسْجِدَ فَلاَ تَمَسَّ طِيْبًا. مسلم 1: 328

Dari Zainab istri ‘Abdullah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda kepada kami, “Apabila seseorang diantara kalian (para wanita) datang ke masjid maka janganlah memakai wangi-wangian”. [HR. Muslim juz 1, hal. 328]

 

عَنْ هِنْدٍ بِنْتِ اْلحَارِثِ اَنَّ اُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ  النَّبِيّ ص اَخْبَرَتْهَا اَنَّ النّسَاءَ فِى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص كُنَّ اِذَا سَلَّمْنَ مِنَ اْلمَكْتُوْبَةِ قُمْنَ وَ ثَبَتَ رَسُوْلُ اللهِ ص وَ مَنْ صَلَّى مِنَ الرّجَالِ مَا شَآءَ اللهُ فَاِذَا قَامَ رَسُوْلُ اللهِ ص قَامَ الرّجَالُ. البخارى 1: 210

Dari Hindun binti Harits bahwasanya Ummu Salamah istri Nabi SAW memberitahukan kepadanya, bahwasanya para wanita di masa Rasulullah SAW, setelah selesai shalat fardlu mereka segera pulang. Sedangkan Rasulullah SAW masih tinggal bersama kaum laki-laki menurut kehendak Allah. Setelah Rasulullah SAW berdiri, barulah kaum laki-laki itu turut berdiri. [HR. Bukhari juz 1, hal. 210]

 

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: اِنْ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص لَيُصَلّى الصُّبْحَ فَيَنْصَرِفُ النّسَاءُ مُتَلَفّعَاتٍ بِمُرُوْطِهِنَّ مَا يُعْرَفْنَ مِنَ اْلغَلَسِ. البخارى 1: 210

Dari Aisyah, ia berkata, “Dahulu setelah Rasulullah SAW selesai shalat Shubuh, para wanita segera pulang sambil berselimut dengan selimut mereka, dan mereka tidak dikenali karena masih gelap”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 210]

RESUME TAUSIAH BA’DA TARAWIH 25 MEI 2018 DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN “LARANGAN MENIPU” OLEH USTADZ KAUSAR

عَنْ اَبِى بَكْرٍ الصّدّيْقِ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ خَبٌّ وَ لاَ بَخِيْلٌ وَ لاَ مَنَّانٌ. الترمذى و قال حديث حسن غريب 3: aa2fa-dsc00001.jpg232

Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Salam beliau bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang yang bakhil dan pengungkit-ungkit pemberian”.  [HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits Hasan Gharib juz3, hal. 232].

 

عَنْ اَسْمَاءَ رض قَالَتْ: قَالَ لِى النَّبِيُّ ص: لاَ تُوْكِى فَيُوْكَى عَلَيْكِ. البخارى 2: 118

Dari Asma’ RA, ia berkata: Nabi SAW berpesan kepadaku, “Janganlah kamu bakhil, sehingga menyebabkan kamu disempitkan rezqimu”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 118]

 

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَ مَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ اِلاَّ عِزًّا، وَ مَا تَوَاضَعَ اَحَدٌ ِللهِ اِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ. مسلم 4: 2001

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Harta itu tidak menjadiberkurang karena disedeqahkan, dan Allah tidak menambah bagi orang yang sukamemaafkan melainkan kemulyaan, dan tiada seorang merendahkan diri karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2001]

 

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ اْلعِبَادُ فِيْهِ اِلاَّمَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ اَحَدُهُمَا: اَللّهُمَّ اَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَ يَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللّهُمَّاَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا. مسلم كتاب الزكاة 57

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada suatu hariyangmana seorang hamba memasuki waktu pagi kecuali ada dua malaikat yang turun”. Salah satu dari dua malaikat itu berdoa, “Ya Allah, berilah ganti orang yang suka memberi”. Dan malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berilah kehancurankepada orang yang bakhil”. [HR. Muslim, kitab Zakat no. 57]

 

عَنْ عَدِيّ بْنِ حَاتِمٍ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقّ تَمْرَةٍ. البخارى 2: 114

Dari ‘Adiy bin Hatim RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Jagalah dirimu dari api neraka walau dengan sedeqah separuh biji kurma”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 114]