SIAPA BILANG 17 RAMADHAN NUZULUL QUR’AN?

f317f-dsc_012217 RAMADHAN NUZULUL QUR’AN?
 
Perayaan 17 Ramadhan sebagai Nuzulul Qur’an perlu dikaji ulang karena:
.
17 Ramadhan adalah ulang tahun PERANG BADAR. Tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H terjadi Perang Badar, 300 tentara muslim mengalahkan 1.000 musyrikin Makkah.
.
Nuzulul Qur’an terjadi dalam bulan ramadhan sebagaimana QS Al Baqarah 185:
.
. شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
.
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an
 
.
Nuzulul Qur’an terjadi pada Malam Qadar
Kapan terjadinya? Nuzulul Qur’an terjadi pada Malam Qadar (Lailatul Qadar) sebagai mana QS Al Qadr 1 :
.
1. إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
.
1. Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian (lailatul qadr).
.
Lalu kapan Malam Lailatur Qadr itu? Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21,23,25,27,29 dan akhir malam bulan Ramadhan.
.
Berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda.
.
تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ
.
“Carilah malam Lailatul Qadar di 10 hari terakhir bulan Ramadhan” Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169
 

 

 

 

Advertisements

KAPOLSEK DUSUN SELATAN BUKA BERSAMA ANGGOTA, JAMAAH MASJID DAN TOKOH MASYARAKAT

18882075_1749272011749934_1303618336423595860_nAlhamdulillah hari ini Senin sore, 5 Juni 2017, bertepatan 10 Ramadhan 1438, Kapolsek Dusun Selatan beserta anggota menjamu buka puasa bersama di Masjid “Al-Syarikah”  Kompleks Polsek di Jalan Andreas Gani Gandrung.

.

18953003_1749272331749902_4313409219660501377_nKegiatan ini merupakan bagian dari ukhuwah Islamiyah yang dibangun oleh fihak Polsek Dusun Selatan dengan jamaah masjid, anggota Polsek dan masyarakat dalam menyemarakkan syiar ramadhan tahun 2017.

.

18921675_1749272248416577_1914696731796020524_nSemoga dengan terjalinnya ukhuwah semacam ini maka syiar ramadhan dan syiar Islam di Buntok khususnya dan kecamatan Dusun Selatan umumnya senantiasa bisa berjalan baik.

 

 

WITIR TIGA RAKAAT KENAPA DIBAGI DUA?

DSC00038WITIR 2+1
Ramadhan 1438 (2017) dilaksanakan sholat Witir 3 Rakaat yg dibagi menjadi 2 sholat {2+1 = 2 takbir ihram, 2 tahiyat akhir, duduknya iftirasy apa tawarruk?}. Katanya ini lebih kuat dari 3 rakaat langsung salam, apa benar sih?
.
Dicari dalilnya yg katanya lebih kuat itu, ternyata ketemunya ini:
.
Dari Nafi’, ia berkata mengenai shalat witir dari Ibnu ‘Umar,
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يُسَلِّمُ بَيْنَ الرَّكْعَةِ وَالرَّكْعَتَيْنِ فِى الْوِتْرِ ، حَتَّى يَأْمُرَ بِبَعْضِ حَاجَتِهِ
“Ibnu ‘Umar biasa mengucapkan salam ketika satu rakaat dan dua rakaat saat witir sampai ia memerintah untuk sebagian hajatnya.” (HR. Bukhari no. 991).
.
Kalau dalilnya cuma ini berarti belum kuat betul karena terbatas sholatnya Ibnu Umar saja. Kita yg mengakui “Sholatlah kamu sebagaimana menyaksikan aku sholat” tentu lebih mencari sholatnya Rasulullah.
.
WITIR RASULULLAH
Dari ‘Aisyah, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28)
.
Inilah salah satu dalil bahwa Rasulullah sholat Witir 3 rakaat langsung satu salam.
.
Kalau memang mau, witir 1 rakaat saja, riwayat Muslim bahwa ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَهِىَ الَّتِى يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat antara shalat ‘Isya’ (biasa disebut ‘atamah) dan shalat Shubuh sebanyak 11 raka’at. Beliau salam setiap dua raka’at dan berwitir dengan satu raka’at.”
.
Diriwayatkan dari Abu Dzi’b, dari Ibnu Syihab, dari ‘Aisyah, beliau berkata,
كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يصلى بالليل إحدى عشرة ركعة بالوتر، يسلم بين كل ركعتين.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat malam sebanyak 11 raka’at dan sudah termasuk witir dan beliau salam setiap dua raka’at.”
.
Berdasarkan keterangan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah shalat malam itu?” Beliau menjawab:
« مَثْنىَ مَثْنىَ فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ »
“Dua rakaat – dua rakaat. Apabila kamu khawatir mendapati subuh, maka hendaklah kamu shalat witir satu rakaat.” (HR. Bukhari)
.
Dari Abu Ayyub Al Anshori, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلاَثٍ فَلْيَفْعَلْ
“Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” (HR. Abu Daud no. 1422 dan An Nasai no. 1712. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
.
Jadi dali dari ‘Aisyah, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28), ini tentunya lebih kuat dari yg 2+1 sebab hanya menerangkan Witir Ibnu Umar(?)
.

PENUTUP
Rasulullah Shollallahu alaihi wa Salam bersabda:

صلوا كما رأيتموني أصلي

“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat.” (HR. Baihaqi)
.

Inilah pedoman sholat kita. Maka tidaklah tepat membedakan witir dengan shalat Maghrib itu dengan cara memecah witir yang 3 raka’at menjadi 2 kali salam. Sebab pendapat ini tidak didukung dalil dari nabi. Hadits sangat tegas menunjukkan bahwa witir 3 raka’at dilakukan dengan hanya satu kali salam, dan inilah yang terbaik, sebab ini merupakan amalan Rasulullah.

.

Adapun dalil yang dipakai membolehkan witir 3 rakaat dengan 2 kali salam, yaitu dengan hadis bahwa shalat malam itu dikerjakan dua rakaat dua rakaat (maksudnya setiap 2 rakaat salam, maka cara pendalilan ini tidak tepat lantaran dalilnya bersifat umum. Padahal dalil-dalil tentang shalat witir adalah sudah ada, jelas dan tegas semuanya dengan satu kali salam, yakni di rakaat terakhir, baik itu witir 1 rakaat, 3, 5. Dalam kasus ini, dalil umum harus ditinggalkan karena sudah ada dalil yang bersifat khusus. Dengan demikian agar shalat witir itu berbeda dengan shalat Maghrib, maka witir 3 raka’at dilakukan satu kali salam dan tanpa tasyahud awal (cukuplah dengan satu tasyahud di akhir raka’at saja), sebab shalat Maghrib dilakukan dengan 2 tasyahud.[Al Masaa-il, Jilid 2, Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat; Bagaimana Tarawih dan I’tikaf Rasulullah b, Syaikh Albani]

.
Wallahu a’lam bishshowab.

صلوا كما رأيتموني أصلي
“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat.” (HR. Baihaqi)

R-7 BUPATI BARSEL TARAWIH DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK

DSC00012Pada hari Jum’at ba’da maghrib tanggal 2 Juni 2017, sekitar pukul 18.10 WIB rombongan Bapak Bupati Barito Selatan, Edy Raya Syamsuri beserta istri dan ibunda beliau hadir sholat Tarawih (malam ke-8) berjamaah di Masjid “Al Syarikah” Polsek Dusun Selatan di Buntok.

.

DSC00003Kedatangan beliau dan rombongan tidak terduga sebelumnya mengingat ramadhan pada hari ke-7 malam itu hujan cukup lebat dan tidak ada pemberitaan sebelumnya. Dengan demikian kondisi masjid dan jamaah yang beribadah disana dalam keadaan yang biasa-biasa saja. Sama sekali tidak ada kegiatan protokoler atau persiapan apa pun juga.

.

DSC00008Malam itu lalu ada mendadak selingan “tausyiah” oleh ustadz Kautsar mengingat pada malam-malam sebelum dan sesudahnya tidak ada kegiatan ini sama sekali. ‘.

.

DSC00009Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar dan apa adanya.

SYIAR RAMADHAN 2017 MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK

Masjid “Al Syarikah” Polsek Dusun Selatan di Jalan Andreas Gani Gandrung Buntok melaksanakan kegiatan peribadatan rutin berupa sholat lima waktu sebagaimana umumnya fungsi masjid.
.
Dengan tibanya bulan suci ramadhan 1438 Hijriyah maka dilaksanakan juga kegiatan khusus bulan ramadhan antara lain:

.
1. Buka Puasa Bersama, dilaksanakan sejak tanggal 1 Ramadhan 1438 H / Sabtu 27 Mei 2017.

2. Qiyamu ramadhan dengan melaksanakan sholat Isya Berjamaah dan dilanjutkan dengan Shalat Tarawih Berjamaah.

3. Menerima infaq, zakat dan sedekah. Pelaksana kegiatan adalah Panitia Masjid yang dalam hal ini Yayasan Imam Syafii Batuah Buntok.

SAMBUT RAMADHAN DENGAN PENINGKATAN TAQWA

Foto219Ringkasan Khutbah Jum’at 26 Mei 2017 di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok

.
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

.

Hari ini Jum’at tanggal 29 Sya’ban 1438 Hijriyah yang bertepatan dengan 26 Mei 2017 atau Jum’at Legi 29 bulan Ruwah tahun 1950 Kalender Jawa, insha Allah Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini Kementerian Agama akan melaksanakan Ru’yatul Hilal dan mengadakan Sidang Itsbat untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan 1438 H.

.

PP Muhammadiyah melalui Maklumatnya Nomor 01 tanggal 1 Maret 2017 sudah memutuskan tanggal 1 Ramadhan 1438 jatuh pada hari Sabtu Pahing 27 Mei 2017 dan tidak dapat dirubah lagi. Sedangkan kita masih menunggu sampai Pemerintah mengumumkannya malam nanti.

.

Allah  azza wa jalla berfirman dalam surah Al Baqarah 185:

.

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

.

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Maka barangsiapa di antara kamu mempersaksikan bulan itu, maka berpuasalah….

.

Sengaja pembuka khutbah kali ini membawakan khutbah hajah lengkap karena menekankan pentingnya pesan ayat-ayat didalamnya, yaitu: QS Ali Imran 102, An Nisa ayat 1 dan Al Ahzab 70-71. Ketiga ayat itu memerintahkan ummatnya untuk bertakwa, sama dengan tujuan diperintahkannya berpuasa, yaitu agar kita mencapai TAQWA. 

.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

.

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam”. (QS Ali Imran 102)

.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
.

Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; yang dari keduanya Allah memperperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan asma-Nya kalian saling meminta dan hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah senantiasa menjaga dan mengawasi kamu.”. (QS An Nisa 1)

.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 .

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampubi bagimu dosa-dosamu. Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya sesungguhnya dia memperoleh kemenangan (sukses) yang besar.” (QS Al Ahzab 70-71).

.

Demikianlah Allah memerintahkan ummat Islam untuk puasa adalah agar mereka meraih taqwa atau sukses yang besar. Allah berfirman dalam surah Al Baqarah 183:

.

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنوا كُتِبَ عَلَيكُمُ الصِّيامُ كَما كُتِبَ عَلَى الَّذينَ مِن قَبلِكُم لَعَلَّكُم تَتَّقونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang terdahulu daripada kamu, supaya kamu bertaqwa.

.

Pesan taqwa ini sangat penting karena semua ibadah tidak akan diterima tanpa taqwa, sebagaimana yang diucapkan Habil (putra Adam) dalam firman Allah surah Al Maidah 27:

 .

قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ

.

Habil berkata: “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang berkawa.”

.

Malah dari rangkaian perintah PUASA mulai surah Al Baqarah ayat 183 sampai 187, ujung ayat 187 pun kembali menegaskan bahwa puasa diperintahkan agar manusia mencapai derajat TAQWA:

.

كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آياتِهِ لِلنّاسِ لَعَلَّهُم يَتَّقونَ

Demikian Allah menerangkan ayat-ayat (hukum) Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa.

.

Maka jangan rusak nilai taqwa itu dengan sifat dan sikap yang merusaknya, diantaranya sikap riya (pamer, ingin dinilai orang, ingin pujian) atau bahkan modus yang lebih parah yaitu munafik. Allah berfirman dalam surah QS An Nisa 142:

.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah yang akan membalas tipuan mereka,. Apabila mereka mendirikan Sholat, mereka berdiri dengan malas, mereka berbuat riya dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sangat sedikit

 .

وَ مَآ اُمِرُوْآ اِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدّيْنَ حُنَفَآءَ وَ يُقِيْمُوْا الصَّلوٰةَ وَ يُؤْتُوا الزَّكوٰةَ وَ ذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيّمَةِ. البينة: 5

Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya beribadaha menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. [QS. Al-Bayyinah : 5]

.

Siapa pun yang beribadah tanpa ikhlas dan hanya mencari ridha Allah saja maka semuanya tidak diterima dan dia masuk neraka. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda:

.

عَنْ اَبىِ هُرَيـْرَةَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُـقْضَى يَوْمَ اْلـقِيَامَةِ عَلَـيْهِ رَجُلٌ اُسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِـعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا ؟ قَالَ: قَاتَـلْـتُ فِيـْـكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ، قَالَ: كَذَبـْتَ. وَلكِـنَّكَ قَاتـَلــْتَ ِلاَنْ يُـقَالَ جَرِئٌ فَـقَدْ قِيـْلَ، ثُمَّ اُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلىَ وَجْهِهِ حَتَّى اُلـــْقِيَ فِى النَّارِ. وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ اْلعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَ قَرَأَ اْلـقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِـعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْـتَ فِيْهَا ؟ قَالَ: تـَعَلَّمْتُ اْلعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَ قَرَأْتُ فـِيْكَ اْلـقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبـْتَ، وَلكِـنَّكَ تَـعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لـِـيُقَالَ عَالِمٌ وَ قَرَأْتَ اْلـقُرْآنَ لــِـيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَـقَدْ قِيـْلَ. ثُمَّ اُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلىَ وَجْهِهِ حَتَّى أُلــْقِيَ فىِ النَّارِ. وَ رَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَـيْهِ وَ اَعْطَاهُ مِنْ اَصْنَافِ اْلمَالِ كُـلِّهِ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِـعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْـتَ فِيْهَا ؟ قَالَ: مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ اَنْ يُـنْـفَقَ فِيْهَا اِلاَّ اَنـــْفَـقْتُ فِيْهَا لَكَ. قَالَ: كَذَبـْتَ، وَلكِـنَّكَ فَعَلْـتَ لـِيُقَالَ: هُوَ جَوَادٌ فَـقَدْ قِيْلَ، ثُمَّ اُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلىَ وَجْهِهِ ثُمَّ اُلـــْـقِيَ فِى النَّارِ. مسلم

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya yang pertama-tama akan diberi kepu-tusan pada hari qiyamat ialah seorang yang mati syahid, lalu ia dibawa dan dihadapkan kepada nikmatnya, maka ia mengakuinya. Allah berfir-man : “Apakah yang kau lakukan padanya ?” Ia menjawab : “Saya telah berjuang untuk-Mu hingga mati syahid”. Allah berfirman : “Kamu berdusta, tetapi kamu berjuang supaya disebut sebagai pahlawan dan pemberani. Dan telah dikatakan orang yang demikian itu”. Kemudian diperintahkan (kepada malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka.

(Kedua) seorang yang belajar ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an, lalu dihadapkan kepada nikmatnya, maka dia mengakuinya. Allah berfirman : “Apakah yang kau lakukan padanya ?” Ia menjawab : “Saya mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an hanya untuk-Mu”. Allah berfirman : “Kamu berdusta, tetapi kamu mem-pelajari ilmu supaya disebut sebagai seorang yang alim, dan kamu membaca Al-Qur’an supaya disebut sebagai seorang yang pandai membaca Al-Qur’an, dan telah dikatakan orang yang demikian itu”. Kemudian diperintahkan (kepada Malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka.

(Ketiga) seorang hartawan yang diberi keluasan kekayaan yang bermacam-macam oleh Allah, lalu dihadapkan kepada nikmatnya, maka dia mengakuinya. Allah berfirman : “Apakah yang kamu lakukan pada-nya ?” Ia menjawab : “Tidak satu jalanpun yang Engkau sukai agar jalan itu diberi harta, melainkan sudah saya beri dengan harta itu semata-mata untuk-Mu”. Allah berfirman : “Kamu dusta, tetapi kamu berbuat yang demikian itu, agar dikatakan sebagai orang yang derma-wan, dan telah dikatakan orang yang demikian itu”. Kemudian diperintahkan (kepada Malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka”. [HR. Muslim] [Hadits ini juga diriwayatkan Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad]

.

Disampaikan oleh Syamsuddin Rudiannoor

SELAMAT DATANG ERA YANG LEBIH BURUK

DSC00572Diriwayatkan dari Az-Zubair bin ‘Ady rahimahullah, ia berkata :

.

دخلنا على أنس بن مالك قال: فشكونا إليه ما نَلقى من الحَجَّاج، فقال: ما مِن عامٍ إلاَّ والَّذي بعده شرٌّ منه حتى تَلْقَوْا ربَّكم ، سمعتُ هذا من نبيّكم

.

Kami masuk menemui Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu. Kami mengadukan kepadanya apa yang kami alami atas kesewenang-wenangan Al-Hajjaj terhadap kami. Anas berkata : “Tidaklah datang satu masa kecuali masa-masa berikutnya lebih buruk dari sebelumnya hingga kalian menemui Rabb kalian. Aku mendengar perkataan ini dari Nabi kalian (yaitu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi waallam)”. (Hadits Al-Bukhariy dan Muslim rahimahumallah)

.

Diriwayatkan oleh Ya’qub bin Syaibah dari jalur Al-Harits bin Hashirah dari Zaid bin Wahb, ia berkata : Aku mendengar Abdullah bin Mas’ud radliyallaahu ‘anhu berkata : “Tidak akan datang satu masa atas kalian melainkan masa yang aka datang lebih buruk daripada masa sebelumnya hingga datang hari kiamat.” Maksudku bukanlah kelapangan hidup yang diterimanya atau harta yang didapatkannya. Akan tetapi maksudku adalah masa yang akan datang itu lebih sedikit ulamanya daripada masa yang telah berlalu. Apabila ulama telah pergi dan semua manusia merasa sama rata, akibatnya tidak lagi memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Saat itulah mereka binasa”.

.

Diriwayatkan dari jalur Asy-Sya’bi dari Masruq ia berkata : “Tidaklah datang satu masa melainkan pasti lebih buruk daripada masa sebelumnya.” Maksudku bukanlah seorang amir lebih baik daripada amir lainnya, bukan pula satu tahun lebih baik daripada tahun lainnya. Namun maksudku adalah perginya ulama dan ahli fiqh, kemudian kalian tidak menemukan penggantinya. Lalu datanglah satu kaum yang berfatwa atas dasar ra’yu mereka” (akal semata). [selesai perkataan Ibnu Hajar]
.