Archive | March 2017

Khutbah Jum’at 3 Maret 2017 di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok “PILIHAN JIWA DAN RESIKONYA”

kewajiban-taat-kepada-allah-dan-rasul-nya04-35-07-1

 Khutbah Pertama:
.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. : يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

.
Allah berfirman dalam surah Syams ayat 7-8 :
.

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8)
.
Demi jiwa dan penyempurnaan (penciptaannya), Allah ilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaan, (Q. S. al-Syams [91]: 7-8).
.
Ini artinya kemampuan berbuat kejahatan dan ketakwaan telah dilekatkan Allah di dalam diri manusia semuanya. Maka setiap diri wajib mewaspadai diri-diri mereka sendiri. Artinya, setiap manusia dipersilakan memilih apa yang menjadi keinginannya! Manusia adalah makhluk “alternatif“, bebas memilih.., namun harus menanggung akibatnya.
.
Cukup contoh bagaimana manusia telah dibimbing Allah dengan jalan-Nya, lalu manusia mengambil pilihannya sendiri…, dan menanggung akibatnya. Adam alaihi salam telah ditunjuki Allah jalan-Nya.., namun dia yakin dengan bisikan Iblis sehingga Adam menanggung akibatnya.
.
Dalam kasus selanjutnya Allah berfirman

.

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (27).

.
27. Ceritakanlah (Muhammad) dengan yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua dan tidak diterima dari yang lain. Yang tidak diterima (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) yang diterima berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang yang bertakwa”. [QS Al Maidah 27].
.
Ayat ini menegaskan bahwa amal yang diterima Allah hanyalah dari yang bertakwa saja. Namun ayat ini juga menunjukkan bahwa perbuatan jahat (membunuh) merupakan kunci sukses. Bahkan bukan saja si pembunuh berhasil mengambil wanita keinginannya, bahkan juga memperoleh bagian saudaranya yang dibunuhnya. Dari kasus ini nyata…: kita sekarang adalah keturunan dari pembunuh sebab yang bertakwa telah mati sebelum menikah.
.
Dari catatan kelam sejarah ummat Islam, Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi adalah gubernur Irak pada pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Beliau dilahirkan di daerah Thaif pada tahun 41 H / 661 M. Sebelumnya ia adalah gubernur Madinah. Dia dikenal sebagai pemimpin Islam yang zalim dan mudah menumpahkan darah rakyatnya. Ada yang mengatakan, Hajjaj telah membunuh kurang lebih 3.000 jiwa di antaranya seorang sahabat yang mulia Abdullah bin Zubair dan seorang tabi’in Said bin Jubair. Hajjaj wafat pada tahun 95 H. Wallahu a’lam.
.
Imam adz-Dzahabi mengatakan, “Dia orang yang sangat zalim, tiran, amibisius, perfeksionis, nista, dan kejam. Di sisi lain ia adalah seorang yang pemberani, ahli strategi dan rekayasa, fasih dan pandai bernegosiasi, serta sangat menghormati Al-Quran.”
.
Dengan rekam jejak yang kelam itu, sangat jarang kita mendengarkan kisah yang baik dari Hajjaj bin Yusuf. Namun siapa sangka, ternyata ia sangat mudah tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Alquran.
.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id, ia berkata, “Hajjaj pernah berkhutbah di hadapan kami, dia berkata, ‘Wahai anak Adam, sekarang kamu dapat makan, tapi besok kamu akan dimakan’. Kemudian dia membaca ayat,
.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ
.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).  Kemudian ia menangis hingga air matanya membasahi surbannya.
.
Inilah Al Quran, kalamullah, yang mampu menghancurkan gunung karena takut dan tunduknya kepada Allah.
.
لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
.
Sekiranya Al Quran ini Kami turunkan kepada gunung, pasti kamu melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Permisalan ini kami buat untuk manusia agar mereka berfikir. (QS. Al-Hasyr 21)
.
Karenanya Allah berfirman kepada Nabi Muhammad SAW:
.
كِتَابٌ أُنْزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُنْ فِي صَدْرِكَ حَرَجٌ مِنْهُ لِتُنْذِرَ بِهِ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
.
Alkitab ini diturunkan kepadamu (Muhammad), maka jangan sampai menjadi sempit (sesak) dadamu karenanya, justru supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu, dan supaya menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al A’raf 2)
.
Mari kita lapangkan dada kita dengan ayat-ayat Allah. Mari tunduk dan patuh kepada bimbingan-Nya. Allah berfirman dalam surah asy-Syu’ara 88-89:
.
يَوْمَ لاَ يَنْفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُوْنَ, اِلاَّ مَنْ اَتَى اللهَ بِقَلْبٍ
.
“(Ingatlah) hari ketika tidak berguna harta dan anak-anak kecuali yang datang menemui Alloh dengan hati yang selamat.”
.
Khutbah Kedua:
Allah ﷻ berfirman:
.
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
.
15. Sesungguhnya yang beriman dengan ayat-ayat Kami hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan dirinya.[QS as-sajdah 15].
.

Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata :

اطلب قلبك في ثلاثة مواطن عند سماع القرآن وفي مجالس الذكر وفي أوقات الخلوة فان لم تجده في هذه المواطن فسل الله أن يمن عليك بقلب فانه لا قلب لك

.

“Carilah hatimu di tiga tempat ini : di saat engkau mendengarkan Al Qur’an, di saat engkau berada di majlis dzikir (majlis ilmu) dan di saat engkau menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika engkau tidak temukan hatimu di sana, maka mintalah kepada Allah agar Allah memberimu hati karena sesungguhnya engkau sudah tak punya hati lagi” (Al Fawaid 1/148)

.

Buntok 3 Maret 2017

Advertisements