Archive | December 2014

Tiga peristiwa bersejarah di bulan Rabi’ul Awwal

Rabiul AwwalBulan ketiga di tahun hijriyah yaitu bulan Rabi’ul Awwal, yang berarti waktu mulainya musim berbunga bagi tanaman. Dalam sejarah Islam, di bulan tersebut setidaknya terdapat 3 (tiga) peristiwa besar, yaitu: kelahiran Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah, serta hari wafatnya Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم.

.

1. Kelahiran Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم

Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم dilahirkan di kota Makkah. Beliau adalah putra dari ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib dan Aminah binti Wahab, seorang wanita terkenal di kalangan suku Quraisy. Mengenai kapan tepatnya Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم dilahirkan, sejumlah ulama berbeda pendapat.

.

Menurut Ibnu Ishaq, Nabi صلي الله عليه وسلم lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Menurut al-Waqidi, beliau صلي الله عليه وسلم lahir di tanggal 10 Rabi’ul Awwal. Sementara Abu Mi’syar as-Sindi berpendapat bahwa beliau صلي الله عليه وسلم lahir tanggal 2 Rabi’ul Awwal. Dari ketiga ahli sejarah tersebut, Ibnu Ishaq adalah yang paling tsiqah (terpercaya).

.

Namun, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri Rasulullah صلي الله عليه وسلم dilahirkan di tengah kabilah besar, Bani Hasyim di kota Makkah pada pagi hari Senin, 9 Rabi’ul Awwal pada tahun tragedi pasukan bergajah atau biasa dikenal dengan Tahun Gajah. (baca: Kelahiran Nabi, dan dibelahnya dada beliau oleh Jibril)

.

Berdasarkan riwayat yang shahih, Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم dilahirkan pada hari Senin. Diriwayatkan dari Abu Qatadah رضي الله عنه bahwa seorang Arab dusun berkata. “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang puasa hari Senin?” Beliau صلي الله عليه وسلم bersabda, “Itu hari di mana aku dilahirkan dan diturunkannya kepadaku wahyu.” [Shahih Muslim No. 1162]

.

Jadi jika ada yang menggelar acara “Maulid Nabi” untuk mengenang kelahiran Rasulullah صلي الله عليه وسلم, sesungguhnya beliau صلي الله عليه وسلم tidak pernah merayakan hari kelahirannya, tidak pula para sahabatnya, begitu pula para Tabi’in dan para ulama besar setelah mereka tidak merayakan hari kelahiran Nabi صلي الله عليه وسلم. Seandainya itu merupakan kebaikan, tentu mereka telah melakukan perayaan sebelum kita melakukannya.

.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَ‌سُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْ‌جُو اللَّـهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ‌ وَذَكَرَ‌ اللَّـهَ كَثِيرً‌ا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [Qs. al-Azhab: 21]

.

2. Peristiwa Hijrah ke Madinah

Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم hijrah dari kota Makkah menuju kota Madinah pada malam Senin, awal bulan Rabi’ul Awwal tahun 1 H atau bertepatan dengan 16 September 622 M. Perjalanan hijrah ini sebenarnya dimulai pada tanggal 27 Shafar, 14 tahun sejak Kenabian (622 M), yaitu ketika Nabi صلي الله عليه وسلم bersama Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه meninua Tsur. Adapun pada malam Rabi’ul Awwal itu adalah fase dimulainya perjalanan menuju kota Madinah, yaitu perjalanan dari Gua Tsur (di sekitar Makkah) menuju kota Madinah.

.

Rasulullah صلي الله عليه وسلم dalam perjalanan Hijrahnya tersebut sempat singgah di Quba pada hari Senin tanggal 8 Rabi’ul Awwal, kemudian tiba di Madinah pada hari Jum’at di bulan tersebut.

.

Jadi, Hijrahnya Nabi صلي الله عليه وسلم dari kota Makkah menuju kota Madinah terjadi pada bulan Rabi’ul Awal 14 tahun sejak Kenabian, bukan di bulan Muharram sebagaimana yang diyakini kebanyakan orang, bahkan dijadikan perayaan memperingati Hijrahnya Nabi صلي الله عليه وسلم . (baca: Hijrah Rasulullah صلي الله عليه وسلم dari Makkah ke Madinah)

.

3. Hari Wafatnya Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم

Sekitar 3 bulan sepulang dari menunaikan ibadah haji Wada’, Rasulullah صلي الله عليه وسلم jatuh sakit yang cukup serius. Beliau صلي الله عليه وسلم pertama kali mengeluhkan rasa sakitnya saat berada di kediaman Ummul Mukminin Maimunah. Beliau صلي الله عليه وسلم jatuh sakit selama sepuluh hari, hingga akhirnya beliau صلي الله عليه وسلم wafat pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal dalam usia 63 tahun.

.

Beliau صلي الله عليه وسلم dimakamkan di kamar Aisyah di sisi masjid Nabawi. Kini, dikarenakan pelebaran dan perluasan areal masjid Nabawi, posisi makam Rasulullah صلي الله عليه وسلم menjadi masuk ke dalam bagian masjid.

.

Berdasarkan riwayat yang shahih, Rasulullah صلي الله عليه وسلم mulai merasakan sakit sejak 7 tahun setelah peristiwa penaklukan Khaibar, yaitu setelah beliau صلي الله عليه وسلم mencicipi sepotong daging panggang beracun yang disuguhkan oleh seorang perempuan Yahudi, istri Sallam bin Masykam. Meskipun beliau telah memuntahkan dan tidak sampai menelannya, namun pengaruh racun daging panggang tersebut masih tersisa. Wallaahu a’lam.

.

Sangat disayangkan, pada malam 12 Rabi’ul Awwal di setiap tahun biasanya terjadi puncak perayaan “Maulid Nabi” yang menunjukkan kesenangan, dan kegembiraan atas kelahiran Nabi صلي الله عليه وسلم, padahal beliau justru wafat pada tanggal tersebut, sehingga bersedih pada tanggal tersebut sebenarnya lebih utama daripada bersenang-senang…?!

.

http://www.risalah.net/tiga-peristiwa-bersejarah-di-bulan-rabiul-awwal/

BULAN MAULID 1436 H = BULAN PENUH BALA?

MAULID 1436 = DESEMBER 2014 – JANUARI 2015
.
Katanya bulan Rabi’ul Awal atau bulan maulid merupakan bulan yang sangat mulia, berkah dan penuh keberuntungan bagi kaum muslimin. Di bulan inilah terlahir seorang yang sangat dibanggakan dan dicintai umat islam di seluruh dunia. Dia membawa wahyu Allah untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan dunia menuju terang benderang. Karenanya akan banyak diadakan selamatan dan walimah pernikahan di dalam bulan ini.
.
Namun sayang ummat Islam tidak perduli kalau bulan rabiul awwal adalah bulan duka cita dan pertanda kiamat? Kenapa begitu? Karena pada 12 Rabiul Awwal Nabi Muhammad meninggal dunia dan kematian ini merupakan pertanda tersendiri dari kiamat. Kalau mau jujur, perayaan tanggal 12 Rabiul Awwal adalah kegembiraan atas matinya Nabi Muhammad, bukan kelahirannya karena tanggal kelahirannya tidak pasti pada tanggal tersebut.
.
BNPB: Bencana Intai Pulau Jawa di Januari 2015MAULID BULAN BENCANA
.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksikan bulan Januari sebagai puncak bencana. Diperkirakan ada sejumlah daerah yang yang paling rawan, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Demikian dikatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannnya Minggu (21/12/2014). Menurut Sutopo itu sesuai pola kejadian bencana di Indonesia tiap tahunnya. “Sebab lebih dari 90 persen bencana di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan lahan. Bencana hidrometeorologi berkorelasi positif dengan pola curah hujan,” kata Sutopo.

.
Sutopo menjelaskan alasannya kenapa Januari adalah puncak bencana, sebab sebagian besar wilayah Indonesia puncak hujan terjadi pada Januari. Selama Desember-Maret, kata dia, hujan akan tinggi. Sehingga pada bulan ini banyak banjir, longsor dan puting beliung. Di Indonesia, kata Sutopo, rata-rata kejadian bencana 1.295 kejadian per tahunnya. “Tiga daerah paling banyak bencana adalah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur karena memang penduduknya banyak di daerah ini,” ujarnya.
.
Bencana hidrometeorologi, terang dia, tidak terjadi tiba-tiba, tetapi akibat akumulasi dan interaksi dari berbagai faktor, seperti sosial, ekonomi, degradasi lingkungan, urbanisasi, kemiskinan, tata ruang, dan lainnya. “Misal, banjir yang saat ini menggenangi daerah Dayeuhkolot, Baleendah, dan lainnya di Bandung Selatan. Banjir serupa pernah terjadi sejak tahun 1931 karena wilayah tersebut adalah Cekungan Bandung yang seperti mangkok di DAS Citarum,” ujarnya.
.
Banjir serupa, lanjut Sutopo, persis terjadi pada tanggal 19 Februari 2014 di tempat tersebut. Hal yang sama juga terjadi di banjir Bojonegoro, Tuban, Gresik, Cilacap dan sebagainya yang saat ini banjir. Sutopo menilai bertambahnya penduduk yang akhirnya tinggal di daerah rawan bencana merupakan konsekuensi dari lemahnya implementasi tata ruang dan penegakan hukum. Kawasan industri dibangun di daerah-daerah rawan bencana. Sementara masyarakat dibiarkan tinggal di daerah rawan banjir dan longsor tanpa ada proteksi yang memadai. “Banjir dan longsor sebenarnya adalah bencana yang dapat diminimumkan risikonya. Sebab kita sudah tahu kapan, dimana dan apa yang harus dilakukan. Kunci utama itu semua adalah mitigasi struktural dan nonstruktural komprehensif, penataan ruang dan penegakan hukum,” imbuhnya.
.
Sekarang (28-12-2014) pesawat Air Asia rute Surabaya – Singapura hilang kontak saat terbang. Bala juga kah ini? Kalau sudah tahu begini, lalu kapan kita mau bertaubat dan kembali kepada Allah dengan mempraktekkan ajarannya…?

Paus Benedictus XVI: Natal Bukan 25 Desember

paus VIKontroversi NATAL memang tidak pernah surut dibahas, apalagi menjelang 25 Desember. Berbagai tulisan mengupas asal-asul peringatan ini. Tapi bukannya peringatan ini menjadi surut, justru semakin meriah walaupun coreng-moreng dibalik peringatan ‘suci’ kelahiran tuhan ini terkuak.

.

Buku Paus mengupas kebohongan Natal

Kejadian yang menghebohkan dunia Kristen baru saja terjadi. Tokoh besar Kristen yakni Paus Benedictus XVI, menulis sebuah buku, ‘Jesus of Nazareth: The Infancy Narrative’ yang diluncurkan Rabu (21/11/2012). Ia membongkar beberapa fakta yang mengejutkan seputar kelahiran Yesus Kristus, antara lain menurutnya:

.

– Kalender Kristen salah. Perhitungan tentang kelahiran Yesus yang selama ini diyakini adalah keliru. Kemungkinan, Yesus dilahirkan antara tahun 6 SM dan 4 SM.

.

– Materi-materi yang muncul dalam tradisi perayaan Natal, seperti rusa, keledai dan binatang-binatang lainnya dalam kisah kelahiran Yesus, menurutnya sebenarnya tidak ada. Alias hanya mengada-ada.

.

– Paus Benediktus XVI juga mempermasalahkan tempat kelahiran Yesus, yang menurutnya Yesus bukan lahir di Nazareth sebagaimana yang diyakini secara umum.

.

“Kami bahkan tidak tahu pada musim apa dia dilahirkan. Semua pemikiran tentang perayaan kelahirannya selama masa paling gelap dari sepanjang tahun, kemungkinan berkaitan dengan tradisi pagan dan titik balik matahari di musim dingin.” John Barton, profesor pakar tafsir naskah-naskah suci Kristen di Oriel College, Universitas Oxford.

.

Apa kata sumber Kristen tentang Natal?

a. Catholic Encyclopedia edisi 1911 bab “Christmas”: Natal bukanlah upacara gereja yang pertama … melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus. Dalam bab “Natal Day”: Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir’aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.

.

b. Encyclopedia Britannica edisi 1946: Natal bukanlah upacara gereja abad pertama. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bibel juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.

.

c. Encyclopedia Americana edisi 1944: Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut … Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus mulai diresmikan pada abad ke-4 Masehi. Pada abad ke-5 Masehi Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari “Kelahiran Dewa Matahari”. Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.

.

d. New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge, Christmas: Adat kepercayaan pagan Brumalia dan Saturnalia yang sudah sangat akrab di masyarakat Roma, diambil Kristen …! Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tatacaranya. Para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat menentang perayaan kelahiran Yesus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu Kristen Mesopotamia yang menuding Kristen Barat (Katholik Roma) telah mengadopsi model penyembahan kepada Dewa Matahari.

.

Bibel mengutuk pohon Natal

Tidak ada perayaan Natal tanpa pohon Natal. Padahal sebagaimana dapat dibaca dari buku-buku sejarah, perayaan Natal dan pohon Natal sudah ada semenjak zaman dahulu kala, jauh sebelum Yesus dilahirkan. Perayaan Natal ini sesungguhnya merupakan tradisi lama dari para penganut penyembah berhala (paganisme).

.

Nimrod atau Raja Namrudz adalah salah satu tokoh yang diyakini dalam paganisme yang tetap hidup abadi meski jasadnya telah tiada. Semiramis ibunya menjadikan pohon evergreen (cemara) yang bisa tumbuh dari kayu yang sudah mati sebagai simbol kehidupan baru Nimrod setelah mati. Dan Nimrod dianggap selalu ada di pohon tersebut tiap hari kelahirannya tiba, sehingga sering dihiasi dengan aksesoris yang gemerlap dan di bawahnya sering diletakkan aneka bingkisan. Mari kita telaah terlebih dahulu Yeremia 10: 2-5,

paus VI.jpg1Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab ia tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun ia tidak dapat.

.

Dalam kitab Yeremia (bagian dari Perjanjian Lama) tersebut begitu jelas bahwa Bibel menentang adanya pemberhalaan terhadap pohon kayu. Pertanyaannya, bagaimana dengan pohon Natal? Bibel mengutuk keras pembuatan pohon Natal tapi mengapa umat Kristen yang mengklaim Bibel sebagai pedoman hidupnya malah justru menodai firman Tuhannya sendiri?

.

Natal Menjadi Budaya

Natal sesungguhnya adalah perayaan penyembah berhala atau kaum paganis yang telah di “baptis” oleh Gereja. Namun apakah umat Kristen berhenti merayakan Natal 25 Desember? Mungkin mereka, golongan orang yang berpikir akan berhenti, tapi ada juga yang tidak. Natal sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat dunia.

.

Namun yang ironis, mengapa umat Islam malah ikut-ikutan memeriahkan Natal? Padahal hukum mengucap selamat Natal dalam Islam sudah sangat jelas haram, apalagi yang lahir tanggal 25 Desember itu bukan Nabi Isa melainkan Dewa Matahari.

Kapan Persisnya Yesus Kristus Lahir

jesusAlkitab tidak memberitahukan kapan persisnya Yesus Kristus lahir, seperti yang ditunjukkan berbagai karya referensi berikut:

  • Tanggal lahir Kristus yang sebenarnya tidak diketahui.”—New Catholic Encyclopedia.

  • Tanggal persisnya kelahiran Kristus tidak diketahui.”—Encyclopedia of Early Christianity.

Walaupun tidak langsung menjawab pertanyaan, ’Kapan Yesus dilahirkan?’, Alkitab menyebutkan dua peristiwa menjelang kelahiran Yesus yang menuntun pada kesimpulan bahwa ia tidak lahir pada 25 Desember.

Bukan pada musim dingin

  1. Pendaftaran penduduk. Tidak lama sebelum kelahiran Yesus, Kaisar Agustus mengeluarkan ketetapan ”agar seluruh bumi yang berpenduduk didaftar”. Setiap orang harus mendaftar di ”kotanya sendiri”, sehingga mereka mungkin harus mengadakan perjalanan selama seminggu atau lebih. (Lukas 2:1-3) Ketetapan itu, mungkin untuk keperluan pajak dan militer, tidak disukai rakyat. Jadi, Agustus kemungkinan besar tidak akan menambah kekesalan rakyat dengan memaksa mereka mengadakan perjalanan jauh selama musim dingin.

  2. Kawanan domba. Para gembala ”tinggal di tempat terbuka dan sedang menjalankan giliran jaga atas kawanan mereka pada waktu malam”. (Lukas 2:8) Buku Daily Life in the Time of Jesus mengatakan bahwa kawanan domba berada di luar dari ”minggu sebelum Paskah [akhir Maret]” sampai pertengahan November. Buku itu juga mengatakan, ”Mereka melewatkan musim dingin di dalam kandang; dan dari sini saja nyata bahwa tanggal tradisional untuk Natal, yaitu pada musim dingin, tidak mungkin benar, mengingat Injil mengatakan bahwa para gembala berada di padang.

.

Pada awal musim gugur

Kita dapat memperkirakan kapan Yesus lahir dengan menghitung mundur dari kematiannya yang terjadi saat Paskah, tanggal 14 Nisan musim semi 33 M. (Yohanes 19:14-16) Yesus berusia kira-kira 30 tahun ketika ia memulai pelayanannya yang berlangsung selama tiga setengah tahun, jadi ia lahir di awal musim gugur tahun 2 SM.—Lukas 3:23.

.

Mengapa Natal dirayakan pada 25 Desember?

Kalau tidak ada bukti bahwa Yesus Kristus lahir pada 25 Desember, mengapa Natal dirayakan pada tanggal tersebut? Encyclopædia Britannica mengatakan bahwa para bapak gereja kemungkinan memilih tanggal itu ”agar bertepatan dengan perayaan kafir Romawi yang memperingati ’hari lahir matahari yang tak tertaklukkan, pada titik balik matahari di musim dingin. Menurut The Encyclopedia Americana, banyak pakar percaya bahwa hal ini dilakukan agar Kekristenan lebih bermakna bagi orang-orang kafir yang menjadi Kristen”.

.

Alkitab tidak memberi tahu tanggal kelahiran Yesus atau menyuruh kita memperingati hari kelahirannya. Cyclopedia karya McClintock dan Strong menyatakan, ”Perayaan Natal bukan suatu ketetapan ilahi, juga tidak berasal dari PB [Perjanjian Baru].

.

Malah, dengan menyelidiki sejarah Natal, kita akan mengetahui bahwa Natal berasal dari ritual kekafiran. Alkitab memperlihatkan bahwa kita menyakiti hati Allah jika kita menyembah Dia dengan cara yang tidak Ia sukai.—Keluaran 32:5-7.

.

Sejarah berbagai kebiasaan Natal

  1. Merayakan hari kelahiran Yesus: Orang Kristen masa awal tidak merayakan kelahiran [Yesus] karena mereka menganggap perayaan kelahiran sebagai kebiasaan kafir.”—The World Book Encyclopedia.

  2. Tanggal 25 Desember: Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Yesus lahir pada tanggal ini. Para bapak gereja kemungkinan besar memilih tanggal ini agar bertepatan dengan perayaan kafir yang diadakan pada periode titik balik matahari di musim dingin.

  3. Bertukar hadiah dan berpesta: The Encyclopedia Americana mengatakan, ”Saturnalia, sebuah pesta Romawi yang dirayakan pada pertengahan Desember, menjadi pola untuk banyak kebiasaan Natal yang meriah. Misalnya, dari perayaan ini muncullah pesta pora, pemberian hadiah, dan penyalaan lilin.Encyclopædia Britannica menyatakan bahwa ”segala pekerjaan dan bisnis dihentikan” selama Saturnalia.

  4. Lampu-lampu Natal: Menurut The Encyclopedia of Religion, masyarakat Eropa menghiasi rumah mereka ”dengan lampu-lampu dan berbagai jenis tumbuhan hijau abadi” untuk merayakan titik balik matahari di musim dingin dan untuk melawan roh jahat.

  5. Tanaman mistletoe dan holly: Kedua tanaman ini biasa digunakan dalam dekorasi Natal. ”Kaum Druid khususnya memercayai bahwa mistletoe memiliki kekuatan gaib. Holly, yang termasuk tumbuhan hijau abadi, disembah sebagai jaminan kembalinya matahari.”—The Encyclopedia Americana.

  6. Pohon Natal: Penyembahan pohon, yang lazim di kalangan orang kafir Eropa, masih dijalankan setelah mereka masuk Kristen.” Misalnya, itu terlihat dari kebiasaan ”menempatkan pohon Yule pada pintu masuk atau di dalam rumah selama hari raya pertengahan musim dingin”.—Encyclopædia Britannica.                                                        

    .

    (Dari : http://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/pandangan-alkitab-tentang-natal/)

SARI KHUTBAH JUM’AT 26 DESEMBER 2014 DI MASJID AS-SUNNAH BUNTOK

e7501-cover2bkhutbah2bjum27atKHUTBAH PERTAMA

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.:

 .

         أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

 .

Jamaah Jum’at yang berbahagia

.

  • Jamaah Jum’at yang berbahagia. Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah al Ahzab ayat 70 -71:

[70]   Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.  [71]  Niscaya Allah akan memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia menang dengan kemenangan yang sangat besar.

.

  • Salah satu bentuk ucapan yang benar dan diperintahkan Allah kepada kita adalah sebagai mana surah Al Ikhlash ayat 1 – 4 :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾

 1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa  2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu   3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan   4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

.

Dari perintah ini didapat pesan yang tegas bahwa salah satu ucapan yang benar dan paling utama di dalam Islam adalah kalimat tauhid / “mengesakan” Allah dan dan kalimat yang paling buruk dan sangat dibenci Islam adalah kemusyrikan dalam segala rupa dan bentuknya. Oleh karena itu, di dalam bulan yang terdapat perayaan kemusyrikan ini sebaiknya kita bekerja keras untuk tidak mengucapkan perkataan yang bathil dan sesat, termasuk mengucapkan selamat kepada sesuatu yang jelas-jelas kita merupakan perayaan syirik.

.

 Allah berfirman dalam surah Al Maidah ayat 72 dan 73 :

لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

.

Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.

.

 لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا۟ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. 

.

Oleh karena itu jangan mau kita terjebak atau ikut basa-basi mengucapkan selamat atau menghadiri perayaan yang bertentangan dengan akidah kita, sungguh ini sebuah perkara yang sangat besar.

.

Anda tahu apa akibat dari ucapan itu? Allah sangat murka, sebagaimana firman-Nya dalam surah Maryam ayat 88 – 92 :

.

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (٨٨) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (٨٩) تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (٩٠) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (٩١) وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (٩٢)

  1. Dan mereka berkata, “Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak.”  89. Sungguh, kalian  telah membawa sesuatu hal yang sangat mungkar, 90. Hampir saja langit pecah dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu),  91. Karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak.92. Dan tidak mungkin bagi Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak

Sungguh kemurkaan Allah sangat besar akibat perkataan syirik itu. Langit hampir pecah mendengar kalimat itu. Bumi dan gunung akan pecah dan runtuh…, andai saja Allah tidak berketetapan bahwa semua kehancuran itu terjadi pada hari kiamat. Yang pasti.., kita yang ikut-ikutan mengucapkannya.., walaupun sekedar basa-basi, telah merusak akidah kita, menghancurkan tauhid dan masa depan kita sendiri.

.

a10a2-dsc00002KHUTBAH KEDUA

.

Allah Sub-hanahu wa Ta’ala berfimnan dalam Surah Al Baqarah ayat 42 :

.

[2:42] Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak  sedang kamu mengetahui.

.

Dengan sebab ini maka jangan mau mengucapkan selamat kepada sesuatu yang jelas-jelas kemusyrikannya. Peringatan dan hari raya seperti ini telah terjadi sejak zaman Nabi SAW dan para salaf shalih dari ummat ini. Tidak ada ucapan selamat dan partisipasi yang dicontohkan kepada kita kita. Tidak mungkin kita mengada-adakan sesuatu yang tidak dicontohkan kepada kita padahal ayat-ayat Allah dengan tegas menunjukkan larangannya.

.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.
.

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
.

. لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا .

.
“Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai kaum selain kami.” (HR. At-Tirmizi no. 2695)

.

Allah berfirman:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (١٢٠)

. 
120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepadamu sebelum kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

.

Kita tutup dengan hadits Nabi SAW dari Abi Hurairah RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh ada laki-laki yang berkata dengan satu perkataan, dia tidak memandang perkataannya itu dosa, tetapi dia dimasukkan kedalam Neraka selama tujuh puluh musim (tahun)”. Hadits Hasan Gharib riwayat Tirmidzi. Hadits yang serupa didapat juga di dalam riwayat Bukhari dan Muslim. Dengan demikian, jangan sampai kita mengucapkan perkataan yang mengandung murka Allah, mengucapkan selamat kepada kemusyrikan, meskipun basa-basi karena ancamannya azab Neraka.

PP MUHAMMADIYAH SILAKAN IKUT NATALAN…?

 CERMIN TUA

Pembicaraan seputar Natal atau Maulid Yesus tambah semarak. Ada pro – kontra ikut nimbrung. Itu juga terjadi di kalangan Muhammadiyah. Tokoh Muhammadiyah tempo dulu, Profesor Buya Hamka di-mundur-kan dari jabatannya selaku ketua MUI karena fatwa haram mengikuti perayaan Natal maupun mengucapkan selamat Natal. Fatwa yang dikeluarkan MUI Pusat yang dipimpinnya ini tidak disukai oleh Presiden RI Soeharto.

.
Fatwa tersebut mendapat reaksi keras dari Menteri Agama RI Haji Alamsyah Ratu Perwiranegara, dan ia mewakili Pemerintah meminta fatwa tersebut dicabut. Buya Hamka memilih mundur dari jabatan Ketua Umum MUI daripada harus mencabut fatwa tersebut. Sikap Buya Hamka ini merupakan teladan dan cerminan sosok ulama yang istiqomah sebagai penyambung lidah ummat. (http://bulanbintang.wordpress.com).

.

CERMIN BARU YANG RETAK

TapiI apa yang terjadi dengan Muhammadiyah di era dakwah kultural ini? Metro TV tanggal 23 Desember 2007 jam 19.00 WIB menayangkan Ketua PP Muhammadiyah Profesor Din Syamsuddin yang menyatakan umat Islam boleh menghadiri acara natal dan boleh mengucapkan selamat natal. Beliau juga akan menghadiri acara Natal Nasional. “Keyakinan masalah pribadi dan lakum dinukum wa liya din“, kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu. Malah Muhammadiyah juga mempersilahkan fasilitas Muhammadiyah dipakai perayaan Natal.

.

Pernyataan Din ini sejatinya tidak aneh sebab sudah ada pernyataan sebelumnya. Dalam Kapanlagi.com – Ada pengakuan menarik dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof DR HM Din Syamsuddin MA soal muslim memberikan ucapan selamat Natal. “Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani,” katanya di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminar Wawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya (10/10/2005). Din yang juga Sekretaris Umum MUI Pusat (sekarang ketua MUI pusat – red) itu menyatakan MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen / ritual Natal. “Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam,” katanya. (Link sumber: http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/message/74225)

.

PENUTUP 
Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia mendapatkan kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]
.
Allah juga berfirman.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan malaikat pengawas yang selalu hadir” [Qaf : 16-18]

.
Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيْهَا يَهْوِى بِهَا فِي النَّارِأَبْعَدَمَا بَيْنَ الْمَسْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya ada seorang hamba mengucapkan satu perkataan yang tidak dipikirkannya dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat”
. (Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6477 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 2988 [3] dari Abu Hurairah.
.
Masalah ini disebutkan pula di akhir hadits yang berisi wasiat Nabi SAW kepada Muadz yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2616 yang sekaligus dia komentari sebagai hadits yang hasan shahih. Dalam hadits tersebut Rasulullah bersabda:

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?”
.
Perkataan Nabi di atas adalah jawaban atas pertanyaan Mu’adz:

يَا نَبِّيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَا خَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ

“Wahai Nabi Allah, apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan ?”
.
Al-Hafidz Ibnu Rajab mengomentari hadits ini dalam kitab Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam (II/147), “Yang dimaksud dengan buah lisannya adalah balasan dan siksaan dari perkataan-perkataannya yang haram. Sesungguhnya setiap orang yang hidup di dunia sedang menanam kebaikan atau keburukan dengan perkataan dan amal perbuatannya. Kemudian pada hari kiamat kelak dia akan menuai apa yang dia tanam. Barangsiapa yang menanam sesuatu yang baik dari ucapannya maupun perbuatan, maka dia akan menunai kemuliaan. Sebaliknya, barangsiapa yang menanam Sesuatu yang jelek dari ucapan maupun perbuatan maka kelak akan menuai penyesalan”.

MUSIM HUJAN TIBA, TAKUTKAH KITA AZAB ALLAH SEPERTI YANG MENIMPA KAUM NABI NUH AKAN MENIMPA KITA JUGA?

banjirKita berada dalam bulan Desember 2014. Sudah berbagai bencana alam telah menimpa Indonesia. Ada gempa bumi di Sumatera dan Sulawesi. Gunung Gamalama meletus lagi di Maluku. Tanah longsor menelan tidak kurang seratus orang di Banjarnegara, Jawa Tengah. Sumatera Utara, Aceh, Sumatera bagian selatan, Jawa Barat dan Jawa Timur ditimpa banjir silih berganti. Jakarta juga seperti menunggu takdir untuk banjir kiriman dari Bogor. Tampaknya di akhir 2014 dan awal 2015 akan marak dengan banjir dan tanah longsong.

.

Atas prediksi yang tidak bagus ini, tidakkah kita takut adzab Allah menimpa kita? Kenapa kita harus takut? Karena kita lebih banyak melawan Allah dari pada taat. Coba saja hitung, lebih banyak melaksanakan syariat Allah atau menentangnya? Ummat terdahulu telah diadzab karena penentangan mereka kepada syariat. Apakah kita tidak takut kepada Allah dan adzab-Nya yang sangat pedih? Allah berfirman:

  ذَلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْقُرَى نَقُصُّهُ عَلَيْكَ مِنْهَا قَائِمٌ وَحَصِيدٌ (١٠٠)وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ لَمَّا جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ (١٠١) وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ (١٠٢

100. Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), di antara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.  101. Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri, karena itu tidak bermanfaat sedikit pun bagi mereka sesembahan yang mereka sembah selain Allah, ketika siksaan Tuhanmu datang. Sesembahan itu hanya menambah kebinasaan bagi mereka. 102. Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih lagi keras.(QS Hud Ayat 100-102)

,

banjir1Sekarang musim hujan tiba. Mari kita takut kepada adzab Allah yang berhubungan dengan musim ini. Allah berfirman dalam Al Qur’an surah Al Qomar ayat 11 – 12 :

(11). فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ
Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.

(12). وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًا فَالْتَقَى الْمَاءُ عَلَىٰ أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ
Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan.

.

Itulah adzab Allah terhadap kaum Nuh yang dengan sombongnya menantang agama Allah. Maka apakah kita masih merasa aman dari adzab ini padahal kita masih terus tidak suka menjalan syariat Allah di atas bumi ciptaan-Nya? Apakah kesombongan kita memang harus dibayar dengan adzab? Wallahu a’lam.