Archive | March 2013

Ini Kata-Kata Paling Sering Digunakan dalam Pencarian Pornografi

Liputan 6.Com

26 Maret 2013 | 07:30:15

Oleh Bayu Galih

Posted: 26/03/2013 07:29
Ini Kata-Kata Paling Sering Digunakan dalam Pencarian Pornografi

Keyboard Button

Liputan6.com, Jakarta : Internet tak hanya memudahkan manusia dalam penyebaran informasi, tapi tentu saja juga memiliki dampak negatif. Salah satu dampak negatif di internet adalah pornografi online.

Dengan beragam mesin pencari yang ada, tentu pengguna internet akan semakin dimudahkan untuk mencari hal yang lebih spesifik tentang pornografi. Menariknya, kata untuk pencarian terkait di pornografi memiliki keunikan tersendiri di tiap negara.

Dilansir dari laman Telegraph, Selasa (26/3/2013), sebuah mesin pencari khusus pornografi PornMD mengungkap sejumlah kata-kata tertentu yang menjadi tren di suatu negara atau wilayah.

Anehnya, ada sejumlah negara yang mencari obyek pornografi berdasarkan kesamaan geografi. Misalnya, di Inggris kata pencarian “British” menjadi kata paling populer di pencarian PornMD. Selain kata itu, ada juga kata “Indian” dan “MILF” (suatu akronim untuk menyebut pornografi yang melibatkan bintang porno perempuan yang lebih tua).

Di Amerika Serikat, kata “MILF” tercatat sebagai kata yang paling banyak dicari. Ada juga kata “teen” dan “college” sebagai kata yang paling banyak dicari terkait pornografi.

Negara Abang Sam ini sebenarnya memiliki kata populer yang lebih bervariasi. Di Mississipi misalnya, kata “Ebony” menjadi kata populer dalam pencarian terkait pornografi. Kata itu juga populer di South Carolina, Arkansas, Louisiana, Alabama, dan Georgia. Sedangkan di Vermont kata yang populer adalah “Lesbian”, dan di Kentucky yang paling populer adalah “Free gay porn”.

Pencarian terkait pornografi gay juga banyak ditemui di negara lain, misalnya saja di Australia, kata populernya adalah “Aussie (gay)”. Sedangkan di Peru, 10 pencarian populer terkait gay porn.

Sedangkan di Suriah kata yang paling banyak dicari adalah “Aunt”, yang entah apa arti kata tersebut. Sepertinya keunikan ini juga terdapat di Rumania, sebab kata yang paling banyak dicari adalah “Mom and son”. (gal)

 

Menjajah Islam dan akhir Perang Banjar

KEBENCIAN KEPADA ISLAM (8)

Gambar

Meskipun Tuhan itu kasih namun membuat kaya dan sejahtera orang Islam adalah penyakit dan dosa Tuhan yang sulit ditebus. Karenanya…, penjajahan merupakan solisi cerdas untuk menyembuhkan penyakit dan dosa Tuhan itu. Dan menjajah, menindas dan menipu orang Islam adalah layak agar keadilan bisa tegak di muka bumi.
.
Begitulah …., sepenggal kisah masa lalu dari era penjajahan Belanda di Negara Banjar kita kisahkan: Bagi kaum penjajah, perlawanan kerajaan Banjar atas penjajahan Belanda adalah perbuatan teroris, ekstrimis dan pengacau keamanan. Lama peperangan berkobar dimana-mana. Pasukan rakyat melakukan pemberontakan atas penindasan kaum pendatang asing. Sampai akhirnya dicapailah kesempatan untuk berunding dan berdamai. Singkat cerita Pengeran Hidayat dan pasukannya setuju untuk datang ke Martapura untuk berunding. Maka berangkatlah Hidayat dan rombongan pada tanggal 22 Januari 1862 dari Muara Pahu dengan rakit dan perahu. Mereka tiba di Martapura pada tanggal 28 Januari 1862 jam 5 petang sehingga membuat heboh rakyat disana. Rakyat memberikan sambutan yang sangat meriah termasuk Regent Martapura yang menyambutnya di Tunggul Irang. Pangeran Hidayat dan keluarga diterima di rumah Regent Pangeran Jaya Pamenang. Pangeran Jaya Pamenang adalah putra Pangeran Perbata Sari dengan Nyai Banjar, sedangkan  Pangeran Perbata Sari adalah putra Sultan Sulaiman dengan istrinya Nyai Ratu Intan Sari, sehingga Pangeran Jaya Pamenang masih paman Hidayat.
.
Keesokan harinya Hidayat berikut pengiring yang besar datang ke benteng Belanda dan diterima oleh Asisten Residen Mayor Koch. Ketika itu belum diadakan perundingan sebab masih menunggu kedatangan Residen dari Banjarmasin. Belanda melukiskan Hidayat ketika itu sebagai:  “…..een klein, onaanzienlijk en ziekelijk man, die op een stok geleund. Die man was Hidayat voor wien zool angen, zoo bloedigen oorlog was gevoerd, wiens gevreesdeb naan in Indie en Nederland iendiers loppen was” (….seorang yang berbadan kecil, tidak terpandang dan sakit-sakitan yang bersandar kepada tongkat. Orang itu adalah Hidayat — terhadap siapa telah dilakukan perang begitu lama, begitu banyak menumpahkan darah dan namanya yang ditakuti itu menjadi buah bibir di Hindia dan di negeri Belanda).
.
Setelah menerima berita kedatangan Hidayat, Residen Verspyck yang baru saja mendapat kenaikan pangkat menjadi Letnan Kolonel memutuskan untuk berangkat ke Martapura pada tanggal 29 Januari malam. Ia berangkat dengan rombongan disamping mengerahkan tambahan kekuatan tentara ke Martapura. Setiba di Martapura dia memerintahkan Asisten Residen Martapura untuk mempersiapkan pertemuan pada tanggal 30 Januari 1862 mulai pukul 10.30 pagi. Pertemuan diadakan di pendopo kediaman Asisten Residen, dihadiri Letkol Inf. G.M. Verspyck selaku Residen merangkap Komandan Tentara untuk seluruh Selatan dan Timur Kalimantan, Mayor Inf. C.F. Koch, Asisten Residen merangkap Komandan Tentara afdeling Martapura, Letnan satu J.J.W.E Verstege selaku Kontrolir afdeling Kuin,  Letnan satu H.M.A.C   Broers ajudan Verspyck, Letan satu A.H. Schadevan Westrum ajudan Koch, Regent Martapura Pangeran Jaya Pamenang, Kepala Distrik Riam Kanan Kiyai Patih Jamidin, Kepala Distrik Martapura Kiyai Jamidin, Haji Isa, Temanggung Jaya Leksana dan  A. Eman seorang Klerk.
.
Gambar
Sementara di fihak Hidayat terdiri dari Pangeran Hidayatullah, Kiyai Demang Leman, Pangeran Sasra Kasuma anak Hidayat, Pengeran Sahel anak Hidayat, Pangeran Abdul Rakhman anak Hidayat, Pangeran Kasuma Indera menantu Hidayat, Gusti Isa Ali Basah menantu Hidayat, Raden Jaya Kasuma ipar Hidayat, Gusti Mohammad Tarip, Pangeran Wira Kasuma saudara sebapak Hidayat, Pangeran Syarif Abu Bakar menantu Pangeran Wira Kasuma, Pangeran Tirta Kasuma paman Hidayat, Gusti Muhammad anak Tirta Kasuma, Gusti Mail anak Tirta Kasuma, Gusti Bakar anak Tirta Kasuma, Gusti Daud anak Tirta Kasuma, Gusti Ahmad menantu Tirta Kasuma, Gusti Unus saudara Ratu Siti, Gusti Japan saudara Ratu Siti, Gusti Bakar saudara Ratu Siti, Gusti Noh dan Gusti Kusin. Selain nama-nama diatas dari fihak Hidayat juga diikuti oleh beberapa pemimpin pertempuran lainnya, sementara disekitar benteng berkeliaran kelompok-kelompok bersenjata.
.
Dalam perundingan itu Hidayat bersepakat mendengarkan terlebih dahulu apa saja kemauan fihak Belanda. Setelah berfikir sejenak maka fihak Belanda membuat Hidayat terperajat. Verspyck berkata bahwa selaku Wakil Tertinggi Pemerintah Belanda di daerah Selatan dan Timur Kalimantan, dia bersedia memberikan amnesti dan melupakan masa lalu dengan syarat Hidayat harus berangkat ke Batavia dalam tempo 8 hari dengan membawa keluarga yang diinginkan. Sebelum berangkat dia harus membuat pengumuman tentang penghentian permusuhan. Katanya: “…hij zich voorloping naar Java soude begeven – omrust te genieten” (“…ia harus sementara pergi ke Jawa – untuk menikmati istirahat”).
.
Sungguh terkejut Hidayat dan Demang Leman, sebab sebelumnya dia telah dijanjikan untuk dapat tinggal dengan aman di Martapura. Lalu kenapa janji itu diingkari sekarang?  Alasannya, disamping istirahat di Jawa, residen menganggap perlu agar Hidayat mengadakan perundingan langsung  dengan Gubernur Jenderal di Batavia. Ketika Hidayat meminta waktu untuk berfikir, Verspyck meminta Hidayat agar bersedia sore harinya mengadakan pertemuan empat mata jam 5 sore karena dia ingin menyelesaikan urusan ini secara keseluruhan. Dan ketika pertemuan itu dilakukan ternyata Belanda menyampaikan adu domba antara dia dengan Demang Leman. Bermodal alasan waktu Maghrib sudah tiba maka Hidayat menyudahi pertemuan adu-asah  itu.
.
Ketika Demang Leman datang memprotes pengingkaran janji Belanda terhadap Hidayat, Residen mengancam Leman akan ditangkap dengan tuduhan telah berbuat kriminal dalam kasus pembunuhan Kontrolir Fuiyck di Margasari. Dan Belanda dapat saja menangkapi rombongan Hidayat sebab tidak ada kewajiban Belanda untuk memberikan waktu kembali ke markas sebab tenggang jaminan sudah kadaluarsa. Maka pada perundingan tanggal 31 Januari 1862, Hidayat yang hadir bersama Demang Leman dan Pangeran Wira Kasuma langsung disodorkan pengumuman yang dimintai tanda tangan kepada Hidayat. Pangeran Wira Kasuma yang dalam pemberontakan bertindak sebagai Mangkubumi diharuskan berangkat ke Jawa mendampingi Hidayat. 
.
Kepada Demang Leman juga diberikan kesempatan untuk ikut ke Jawa dan kembali ke Martapura kalau dia mau. Sadarlah Hidayat dan Leman kalau mereka telah dijerumuskan ke dalam perangkap dengan tipuan licik. Karena merasa ditipu itulah maka pada tanggal 1 Pebruari 1862 Leman mengajak Mufti dan Penghulu mengajukan permohonan agar Hidayat tidak usah diberangkatkan ke Jawa dari Martapura. Dia mengancam akan mengamuk di dalam benteng sedangkan rakyat akan menyerbu benteng dari luar. Mufti dan Penghulu menolak karena Residen telah kembali ke Banjarmasin sedangkan pertahanan benteng Belanda sudah sangat ketat penjagaannya. Malah rumah-rumah dimana para pemimpin rakyat berada telah diawasi secara ketat dan persenjataan rakyat telah dilucuti. Kesimpulannya, Hidayat harus berangkat ke Jawa sehingga banyak rakyat yang mengantarkan tanda bakti terakhir mereka berupa beras, buah-buahan, ayam, itik, belibis, ikan dan lain-lain. 
.
 
Pada tanggal 2 Pebruari 1862, Asisten Residen berbicara dengan Hidayat perihal penentuan  jam keberangkatan keesokan harinya. Ketika Hidayat sedang berjumpa dengan Mayor Koch, Demang Leman dan Temanggung Gamar berikut puluhan kawannya yang ikut ke dalam benteng merencanakan amuk tatkala Hidayat sudah keluar benteng duluan. Tetapi amuk itu batal dilakukan karena kewaspadaan Belanda sangat kuat. Petang harinya Hidayatullah berziarah ke makam ayahnya Sultan Muda Abdul Rakhman, neneknya Sultan Adam Alwasikubillah, Panembahan Batuah dan ke makam Kuala Tambangan. Sebelum ziarah itu Hidayat beberapa kali mengirim utusan kepada Asisten Residen agar keberangkatannya ke Jawa dibatalkan saja.  Rupanya Asisten Residen tidak menghiraukan permohonan itu.
.
Pada malam harinya ba’da Maghrib dan Isya berjamaah, diadakanlah pertemuan para tokoh yang dihadiri antara lain oleh Jalil dari Banua Lima. Ketika dengan berapi-api Pangeran Ali Basah    menantu  Hidayat berpidato:
“….Mangkubumi Hidayat adalah matahari kita dan bulan kita. Tanpa beliau kita adalah didalam kegelapan. Beliau adalah payung yang melindungi kita. Orang-orang Kristen hendak membawa beliau ke Jawa  dan  kita tidak akan melihatnya lagi.”
.
Mendengar pidato itu tiba-tiba Jalil melompat ke tengah di depan Regent Pangeran Jaya Pamenang dan menyatakan tidak setuju keberangkatan Hidayat. Malam itu suasana menjadi panas, tetapi Pangeran Jaya Pamenang masih mampu menenangkan suasana. Pertemuan malam itu diakhiri shalat tahajjud setelah tengah malam. Disisi lain, Asisten Residen  mendapat laporan  dari kaki tangannya bahwa kemungkinan sekali Demang Leman bersama para pemimpin rakyat tidak akan membiarkan Hidayat diberangkatkan. Oleh karena itu maka Koch memerintahkan untuk meningkatkan pengamanan dan kesiagaan pasukan. Keluarga Hidayat kian dijaga ketat. Tidak semua orang diijinkan untuk bertemu beliau. Malam itu juga Koch mengirimkan kurir  kepada Residen  di Banjarmasin tentang suasana terakhir  di Martapura.
.
Nah, inilah sepenggal kisah penebusan dosa Tuhan dimasa lalu, para penjajah Eropa yang mulia dan penuh kasih menciptakan perdamaian dengan segala tipu dayanya.

Menjajah Islam adalah Menebus Dosa Tuhan

KEBENCIAN KEPADA ISLAM (7)

 

Tidak satupun umat Islam memiliki keyakinan bahwa Tuhan bisa berbuat dosa. Walau pun dengan iradat-Nya Allah membuat banjir besar, gempa bumi, wabah penyakit atau gunung meletus…, tidak sedikit pun orang Islam yang berkata bahwa Allah telah berbuat dosa.

 

Tidak demikian halnya dengan sebagian ummat lain di dunia ini. Percaya atau tidak…, dosa Tuhan terbesar atas kaum penjajah adalah kesalahan Allah yang telah mentakdirkan ummat Islam hidup dan berkuasa di negeri-negeri yang kaya. Tuhan telah bertindak tidak adil menempatkan ummat Islam di tanah air yang sejahtera. Maka untuk menebus dosa besar Tuhan ini maka kaum penjajah wajib menjajah negeri-negeri muslim sehingga Tuhan tidak berdosa lagi dengan penjajahan itu.

 

Gambaran proses penebusan dosa-dosa Tuhan itu dapat dilihat dimana-mana dan dari masa ke masa. Lihat saja penjajahan Barat atas negeri-negeri kaum muslimin. Amerika Serikat, Israel dan Sekutu Eropa sangat rajin meng-intervensi dan meng-aneksasi kampung Islam dimana saja berada. Demi perdamaian dan keadilan mereka bombardir dan jajah Irak, Afghanistan, Libya, Sudan, Pakistan dan sebagainya. Demi panji demokrasi dan kontra terorisme mereka kangkangi negara mana pun yang dianggap berbahaya.

 

Karya H Aqib Suminto “Politik Islam Hindia Belanda” (Het Kantoor voor Inlansche zaken), Penerbit LP3ES Jakarta, Februari 1985, terasa pas menggambarkan masa lalu kita yang telah mengalami “penebusan dosa Tuhan” oleh bangsa Eropa. Bab II  halaman 17 menuliskan: “VOC (Verenigde Oost Indische Companie) sebagai perkumpulan perdagangan memang tidak memiliki politik Islam, tetapi hanya berusaha mencapai keuntungan. Hal ini terlihat ketika pada tahun 1602 diwajibkan penyebaran agama Kristen, VOC tidak memikirkan cara lain selain meniru Portugis dan Spanyol yaitu cara paksa. Pada tahun 1661 ibadah umum agama Islam melaksanakan haji ke Makkah dilarang oleh VOC. Cara paksa semacam ini oleh Kernkamp dipujinya sebagai energic”.

 

“Penyebaran agama Kristen di kawasan ini berjalan seiring dengan perluasan penjajahan karena Zending Kristen harus dianggap sebagai faktor penting bagi proses penjajahan, bahkan perluasan kolonial dan ekspansi agama merupakan gejala simbiose yang saling menunjang”. Dengan kenyataan ini jelas bahwa Islam dan kaum Muslimin adalah aib terbesar Tuhan sehingga Tuhan harus dipaksa bertaubat dengan cara Penjajahan. Artinya, dosa besar Tuhan harus ditebus dengan menumpahkan darah Muslim di tanah-tanah mereka yang telah Tuhan kasih secara sewenang-wenang.

 

 

Setelah Makanan Halal, Masjid-Masjid Target Berikutnya Serangan Umat Budha Sri Lanka

RABU, 20 MARET 2013 21:58
REDAKSI

Syabab.Com – Umat Buddha Sri Lanka berpendapat bahwa masjid kuno Kuragala awalnya adalah sebuah biara Buddha. Setelah merasa menang dalam kampanye mereka menentang makanan halal, ekstremis Buddha Sri Lanka kemudian beralih sasaran kepada masjid-mesjid dan  menyerukan penghancuran masjid yang telah 10 abad menjadi tempat ibadah kaum muslim.

Ven.Galaboaththe Gnanasara Thera, Sekretaris Jenderal Angkatan Bersenjata Buddha, mengatakan kelompoknya telah memberikan kaum Muslim batas waktu  hingga 30 April untuk keluar dari Masjid Kuragala, seperti dilaporkan Colombo Page pada hari Senin, 18 Maret.

Galaboaththe berpendapat bahwa masjid itu awalnya adalah sebuah biara Buddha yang diambil alih oleh umat Islam, dan dia menyerukan agar umat Buddha agar bergabung sebagai upaya untuk menghancurkan masjid kuno itu.

Kuragala diyakini adalah sebuah Kompleks Biara Buddha yang meliputi sejumlah bebatuan yang terlihat di permukaan tanah.

Reruntuhan kompleks itu berasal dari abad ke-2 SM dan telah dinyatakan sebagai tempat arkeologi oleh pemerintah.

Pada saat melakukan perdagangn ke Sri Lanka, para saudagar Muslim membangun sebuah masjid dan sebuah kuil di tempat sebagai tempat beribadah oleh Qutab Muhiyadeen Abdul Cader Jailany, yang mengunjungi tempat tersebut lebih dari 1.000 tahun yang lalu.

Masjid dan kuil telah hidup berdampingan sejak abad ke-10. Kampanye yang baru dilakukan untuk menentang keberadaan masjid kuno itu dilakukan tidak lama setelah  penentangan jahat yng dilakukan oleh para ekstremis Buddha terhadap makanan halal di Sri Lanka.

Selama minggu-minggu terakhir, Angkatan Bersenjata Buddha telah berunjuk rasa untuk menyerukan boikot terhadap produk makanan halal di negara itu.

Pada awal bulan ini, umat Islam sepakat untuk meninggalkan logo makanan halal pada produk-produknya untuk membantu meredakan ketegangan dengan mayoritas pemeluk Budha.

Ditendang

Thera, seorang pemimpin Buddha, mengatakan bahwa isu makanan halal kini sudah selesai dan tidak akan dibahas lagi.

Dia menambahkan bahwa langkah selanjutnya bagi kelompok itu adalah menendang kaum Muslim keluar dari wilayah Kuragala yang bersejarah.

Sri Lanka telah jatuh ke dalam ketegangan menyusul serangkaian insiden yang melibatkan ekstrimis Buddha yang memprovokasi umat Islam.

Pada bulan Juni, sekitar 200 demonstran yang dipimpin oleh beberapa puluh biksu Budha berkumpul di sebuah pusat Islam di wilayah pinggiran Kolombo, Dehiwala.

Sambil melemparkan batu dan daging busuk ke arah gerbang masjid, para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang menuntut penutupan tempat ibadah kaum Muslim itu.

Bulan April lalu, sejumlah biksu menganggu kaum Muslim yang sedang melakukan shalat di desa Dambulla. Para penyerang itu mengklaim bahwa masjid itu yang dibangun pada tahun 1962 adalah ilegal.

Beberapa minggu kemudian, para biksu menyusun surat ancaman yang ditujukan kepada umat Islam di kota terdekat Kurunegala, dan menuntut dihentikannya pelaksanaan shalat.

Sebuah komite menteri telah ditunjuk oleh Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa untuk memeriksa ketegangan agama yang berkembang di negara itu.

Pihak Oposisi Utama UNP telah menuduh Angkatan Bersenjata Buddha mendapat  restu terselubung dari pemerintah untuk melakukan kampanye kebencian mereka terhadap kaum Muslim, suatu klaim yang dibantah oleh kelompok itu.

Kum Muslim Sri Lanka, yang dikenal dengan “Moor”, adalah kelompok etnis terbesar ketiga di negara itu setelah Sinhala, yang membentuk 70 persen rakyat Sri Lanka, dan Tamil, yang mencapai 12,5 persen.

Para pengamat mengatakan bahwa pemerintah telah berada di bawah tekanan untuk menyerah kepada kemauan mayoritas Buddha apabila terjadi benturan etnis.

Selama perang saudara yang panjang di negara itu, komunitas Muslim sering terjebak di antara dua pihak yang bertikai dan dikenl sebagai kelompok yang bersikap moderat.

Kaum Muslim tinggal tersebar di seluruh negara pulau itu  dari mulai Galle di selatan hingga ke semenanjung Jaffna yang didominasi etnis Tamil di utara.

Pada umumnya mereka melakukan perdagangan, dari mulai membuka took-toko yang menjual  makanan-makanan kering hingga mendominasi bisnis permata yang berhubungan dengan Ratnapura [Kot Permata] dan banyak bisnis ekspor-impor di ibukota.

Di pantai barat, umat Islam terutama melakukan bisnis dan perdagangan, sedangkan di pantai timur mereka menjadi petani, nelayan dan pedagang. [rz/onislam/htipress/syabab.com]

 

Menjajah Islam adalah Kemuliaan yang paling Agung

KEBENCIAN KEPADA ISLAM (6)
 
Dalam bukunya itu pada halaman 16, H Aqib Suminto mengutip Lucian W Pye yang menyatakan: “Agama Kristen mulai diperkenalkan Portugis dengan kekerasan yang berlandaskan jiwa pemberontakan dan permusuhan tradisional terhadap Islam yakni memburu orang-orang Moor. Menurut buku The Story of the Dutch East Indies karya Bernard H.M Vlekke: “Bagi Portugis, semua orang Islam adalah orang Moor dan musuh yang harus diperangi”. 
.
Kebencian kepada Muslimin memang akan berlangsung sepanjang masa. Allah sudah memperingatkan masalah ini dalam Al Qur’an surah Al Baqarah 120:
Orang-orang Yahudi dan Nasrani sama sekali tidak akan pernah ridha kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
.
Dengan dalil ini tegas: Allah Yang Maha Kuasa, yang telah menciptakan Yahudi dan Nashrani, menyatakan tanpa tedeng aling-aling bahwa permusuhan mereka kepada umat Islam akan selalu berkobar-kobar, tidak putus-putusnya dan senantiasa bergelora, lalu kenapa masih saja ada umat Islam yang mencari-cari keridaan mereka?
.
Demikianlah ummat Islam…, sudah jelas dan sangat jelas orang-orang memusuhi mereka karena agamanya, membantai dan menista dengan keras yang sekeras-kerasnya, toh masih saja umat Islam bertoleransi kepada mereka.
.
Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Al Baqarah 109)
.
[QS Al Baqarah 11): Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” 
.
Cobalah anda bayangkan: “Dengan semua penjajahan dan kejahatannya…, dengan semua pembantaian dan kekejaman mereka.., toh masih saja mereka mengatakan sebagai manusia mulia yang kasih akan sesama, penjunjung HAM dan keadilan dunia…! Percaya atau tidak…, menjajah ummat Islam adalah mulia bagi iman mereka…?!”

Diposkan oleh

PENGUKURAN BANGUNAN UTAMA MASJID AS-SUNNAH BUNTOK

Pada hari Ahad tanggal 10 Maret 2013 Miladiyah yang bertepatan dengan 27 Rabiul Akhir 1434 Hijriyah, ba’da sholat Dhuhur sekitar  Pukul 12.30 WIB, oleh tim yang terdiri dari H Rismato, Abdul Wahab, H Hasan, Asma Pujiansyah, Syamsuddin Rudiannoor dan Sahlani diadakan pengukuran bangunan utama Masjid As-Sunnah Buntok.
Kegiatan pengukuran ini dimaksudkan untuk mengetahui secara detail ukuran riil bangunan induk masjid As-Sunnah Buntok sehingga dengan demikian dapat diketahui secara tepat seberapa besar keperluan pendanaan untuk menyelesaikan pembangunannya.
Semoga dengan diadakannya pengukuran ini didapatkan jalan keluar terbaik sehingga kelanjutan pembangunan Masjid As-Sunnah Buntok tidak terkesan terbengkalai, tanpa manajemen yang baik dan bisa dipertanggung-jawabkan secara moralitas ke-Islaman dan administratif.

Diposkan oleh

GOLONGAN KAFIR

KEBENCIAN KEPADA ISLAM (3)  

Si Kafir, bagaikan sebuah telaga yang di dalamnya terdapat jurang terjal. Mereka ingin setiap orang terseret masuk dan berkubang di dalam lumpur telaga. Setiap gelombang yang timbul dari riak airnya adalah alur yang akan menggiring kejalan yang menyesatkan, dan sebagai sarana untuk menumpas kaum muslimin.
.
Islam merupakan musuh terbesar yang harus ditumpas habis sampai tak tersisa. Sebagai gantinya berdirilah dengan gagah si kafir yang sombong, yang tidak mengakui adanya Allah SWT dan meremehkan segala sesuatu yang berhubungan dengan-Nya. Mereka akan mengganti segala peraturan dari-Nya dengan aturan yang menguntungkan mereka dan menyesatkan ummat. Si Kafir yang berkuasa, semua makhluk harus tunduk, menuruti semua perintah, dan rela berkorban demi tercapainya misi mereka. Inilah tujuan akhir dari program golongan kafir. Mereka akan menciptakan angkara murka, memperbudak ummat Islam dan berjalan di muka bumi dengan takabur.
.
Allah SWT mengetahui rencana jahat mereka dan Dia menjanjikan pahala dan kemenangan kepada kaum mukminin yang tunduk patuh kepada-Nya dan tidak menyombongkan diri. Inilah janji dalam firmanNya: “Itulah perkampungan akhirat, Kami peruntukan bagi orang-orang yang tiada melakukan kesombongan dan kerusakan di muka bumi”.
.
Maka dengan landasan ayat ini jelaslah, kemegahan hidup dunia yang menjadi umpan bagi si kafir untuk memikat dan menjerat ummat Islam, tidak ada artinya dihadapan Allah, perkampungan akhirat yang indah dan penuh kenikmatan, itulah kebahagiaan yang hakiki.
.
Kaum jahiliyah senantiasa berpacu mengejar untuk menundukkan dunia. Nazi Jerman bersemboyan: “Jerman diatas segala bangsa!”, dan semboyan itu bagaikan penyakit menular yang cepat menjalar. Maka muncullah negara-negara adikuasa yang bersikeras untuk mengungguli semuanya. Amerika, Rusia dan negara-negara kafir berusaha menundukkan dan mengkafirkan ummat Islam, dan tidak mengindahkan pencipta-Nya, syariat, dan aturan Ilahi ditinggalkan jauh dibelakang.