Archive | September 2016

KHUTBAH JUM’AT 30 SEPTEMBER 2016 DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH OLEH USTADZ KAUTSAR

10410608_613936358754716_114073711874485807_nHadits Arbain Nawawi Ke 24

.

الحديث الرابع والعشرون

عن أبي ذر الغفاري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه عزوجل أنه قال : – يا عبادي إني حرمت الظلم على نفسي , وجعلته بينكم محرماً فلا تظالموا , يا عبادي كلكم ضال إلا من هديته فاستهدوني أهدكم , يا عبادي كلكم جائع إلا من أطعمته فاستطعموني أطعمكم , يا عبادي كلكم عارٍ إلا من كسوته فاستكسوني أكسكم , يا عبادي إنكم تخطئون بالليل والنهار وأنا أغفر الذنوب جميعاً فاستغفروني أغفر لكم , يا عبادي إنكم لن تبلغوا ضري فتضروني ولن تبلغوا نفعي فتنفعوني, يا عبادي , لو أن أولكم و آخركم, وإنكسم وجنكم كانوا على أتقى قلب رجل واحد منكم ما زاد ذلك في ملكي شيئاً , يا عبادي لو أن أولكم و آخركم وإنكسم وجنكم كانوا على أفجر قلب رجل واحد منكم ما نقص ذلك في ملكي شيئاً , يا عبادي لو أن أولكم و آخركم وإنكسم وجنكم قاموا على صعيد واحد فسألوني فأعطيت كل واحد مسألته ما نقص ذلك مما عندي إلا كما ينقص المخيط إذا أدخل البحر , يا عبادي إنما هي أعمالكم أحصيها لكم ثم أوفيكم إياها فمن وجد خيراً فليحمد الله ومن وجد غير ذلك فلا يلومن إلا نفسه – رواه مسلم

.
Dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau meriwayatkan dari Allah ‘azza wa Jalla, sesungguhnya Allah telah berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan (berlaku) zhalim atas diri-Ku dan Aku menjadikannya di antaramu haram, maka janganlah kamu saling menzhalimi. Wahai hamba-Ku, kamu semua sesat kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk, maka hendaklah kamu minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku memberinya. Kamu semua adalah orang yang lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka hendaklah kamu minta makan kepada-Ku, pasti Aku memberinya. Wahai hamba-Ku, kamu semua asalnya telanjang, kecuali yang telah Aku beri pakaian, maka hendaklah kamu minta pakaian kepada-Ku, pasti Aku memberinya. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu melakukan perbuatan dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku , pasti Aku mengampuni kamu. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu tidak akan dapat membinasakan Aku dan kamu tak akan dapat memberikan manfaat kepada Aku. Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir diantaramu, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertaqwa seperti orang yang paling bertaqwa di antaramu, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun, jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antaramu, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kamu, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga. Wahai hamba-Ku, jika orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antaramu, sekalian manusia dan jin yang tinggal di bumi ini meminta kepada-Ku, lalu Aku memenuhi seluruh permintaan mereka, tidaklah hal itu mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali sebagaimana sebatang jarum yang dimasukkan ke laut. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya itu semua adalah amal perbuatanmu. Aku catat semuanya untukmu, kemudian Kami membalasnya. Maka barang siapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah bersyukur kepada Allah dan barang siapa mendapatkan selain dari itu, maka janganlah sekali-kali ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri”.   [Muslim no. 2577]
.
Penjelasan:
Kalimat “sesungguhnya Aku mengharamkan (perbuatan) zhalim atas diri-Ku dan Aku menjadikannya di antaramu haram”, sebagian ulama mengatakan maksudnya ialah Allah tidak patut dan tidak akan berbuat zhalim seperti tersebut pada firman-Nya :
“ Tidak patut bagi Tuhan yang Maha Pemurah mengambil anak ”. (QS. 19 : 92)
.
Jadi, zhalim bagi Allah adalah sesuatu yang mustahil. Sebagian lain berpendapat , maksudnya ialah seseorang tidak boleh meminta kepada Allah untuk menghukum musuhnya atas namanya kecuali dalam hal yang benar, seperti tersebut dalam firman-Nya dalam Hadits di atas : “Sungguh Aku mengharamkan diri-Ku untuk berbuat zhalim”. Jadi, Allah tidak akan berbuat zhalim kepada hamba-Nya. Oleh karena itu, bagaimana orang bisa mempunyai anggapan bahwa Allah berbuat zhalim kepada hamba-hamba-Nya untuk kepentingan tertentu?
.
Begitu pula kalimat “janganlah kamu saling menzhalimi” maksudnya bahwa janganlah orang yang dizhalimi membalas orang yang menzhaliminya.
.
Dan kalimat “Wahai hamba-Ku, kamu semua sesat kecuali orang yang telah Kami beri petunjuk, maka hendaklah kamu minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku memberinya”, mengingat betapa kita ini lemah dan fakir untuk memenuhi kepentingan kita dan untuk melenyapkan gangguan-gangguan terhadap diri kita kecuali dengan pertolongan Allah semata. Makna ini berpangkal pada pengertian kalimat : “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”. (QS. 18 : 39)
.
Hendaklah orang menyadari bila ia melihat adanya nikmat pada dirinya, maka semua itu dari Allah dan Allah lah yang memberikan kepadanya. Hendaklah ia juga bersyukur kepada Allah, dan setiap kali nikmat itu bertambah, hendaklah ia bertambah juga dalam memuji dan bersyukur kepada Allah.
.
Kalimat “maka hendaklah kamu minta petunjuk kepada-Ku, pasti Aku memberinya” yaitu mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku memberi petunjuk kepadamu. Kalimat ini hendaknya membuat hamba menyadari bahwa seharusnyalah ia meminta hidayah kepada Tuhannya, sehingga Dia memberinya hidayah. Sekiranya dia diberi hidayah sebelum meminta, barangkali dia akan berkata : “Semua yang aku dapat ini adalah karena pengetahuan yang aku miliki”.
.
Begitu pula kalimat “kamu semua adalah orang yang lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka hendaklah kamu minta makan kepada-Ku, pasti Aku memberinya”, maksudnya ialah Allah menciptakan semua makhluk-Nya berkebutuhan kepada makanan, setiap orang yang makan niscaya akan lapar kembali sampai Allah memberinya makan dengan mendatangkan rezeki kepadanya, menyiapkan alat-alat yang diperlukannya untuk dapat makan. Oleh karena itu, orang yang kaya jangan beranggapan bahwa rezeki yang ada di tangannya dan makanan yang disuapkan ke mulutnya diberikan kepadanya oleh selain Allah. Hadits ini juga mengandung adab kesopanan berperilaku kepada orang fakir. Seolah-olah Allah berfirman : “Janganlah kamu meminta makanan kepada selain Aku, karena orang-orang yang kamu mintai itu mendapatkan makanan dari Aku. Oleh karena itu, hendaklah kamu minta makan kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikannya kepada kamu”. Begitu juga dengan kalimat selanjutnya.
.
Kalimat “sesungguhnya kamu melakukan perbuatan dosa di waktu siang dan malam”. Kalimat semacam ini merupakan nada celaan yang seharusnya setiap mukmin malu terhadap celaan ini. Demikian pula bahwa sesungguhnya Allah menciptakan malam sebagai waktu untuk berbuat ketaatan dan menyiapkan diri berbuat ikhlas, karena pada malam hari itulah pada umumnya orang beramal jauh dari sifat riya’ dan nifaq. Oleh karena itu, tidaklah seorang mukmin merasa malu bila tidak menggunakan waktu malam hari untuk beramal karena pada waktu tersebut umumnya orang beramal jauh dari sifat riya’ dan nifaq. Tidaklah pula seorang mukmin merasa malu bila tidak menggunakan malam dan siang untuk beramal karena kedua waktu itu diciptakan menjadi saksi bagi manusia sehingga setiap orang yang berakal sepatutnya taat kepada Allah dan tidak tolong-menolong dalam perbuatan menyalahi perintah Allah.
.
Bagaimana seorang mukmin patut berbuat dosa terang-terangan atau tersembunyi padahal Allah telah menyatakan “Aku mengampuni semua dosa”. Disebutkannya dengan kata “semua dosa” adalah karena hal itu dinyatakan sebelum adanya perintah kepada kita untuk memohon ampun, agar tidak seorang pun merasa putus asa dan pengampunan Allah karena dosa yang dilakukannya sudah banyak.
.
Kalimat “kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir diantaramu, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertaqwa seperti orang yang paling bertaqwa di antaramu, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun” menunjukkan bahwa ketaqwaan seseorang kepada Allah itu adalah rahmat bagi mereka. Hal itu tidak menambah kekuasaan Allah sedikit pun.
.
Kalimat “jika orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antaramu, sekalian manusia dan jin yang tinggal di bumi ini meminta kepada-Ku, lalu Aku memenuhi seluruh permintaan mereka, tidaklah hal itu mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali sebagaimana sebatang jarum yang dimasukkan ke laut”, berisikan peringatan kepada segenap makhluk agar mereka banyak-banyak meminta dan tidak seorang pun membatasi dirinya dalam meminta dan tidak seorang pun membatasi dirinya dalam meminta karena milik Allah tidak akan berkurang sedikit pun, perbendaharaan-Nya tidak akan habis, sehingga tidak ada seorang pun patut beranggapan bahwa apa yang ada di sisi Allah menjadi berkurang karena diberikan kepada hamba-Nya, sebagaimana disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada Hadits lain : “Tangan Allah itu penuh, tidak menjadi berkurang perbendaraan yang dikeluarkan sepanjang malam dan siang. Tidakkah engkau pikirkan apa yang telah Allah belanjakan sejak mula mencipta langit dan bumi. Sesungguhnya Allah tidak pernah kehabisan apa yang ada di tangan kanannya”.
.
Rahasia dari perkataan ini ialah bahwa kekuasaan-Nya mampu mencipta selama-lamanya, sama sekali Dia tidak patut disentuh oleh kelemahan dan kekurangan. Segala kemungkinan senantiasa tidak terbatas atau terhenti. Kalimat “kecuali sebagaimana sebatang jarum yang dimasukkan ke laut” ini adalah kalimat perumpamaan untuk memudahkan memahami persoalan tersebut dengan cara mengemukakan hal yang dapat kita saksikan dengan nyata. Maksudnya ialah kekayaan yang ada di tangan Allah itu sedikit pun tidak akan berkurang.
.
Kalimat “sesungguhnya itu semua adalah amal perbuatanmu. Aku catat semuanya untukmu, kemudian Kami membalasnya. Maka barang siapa yang mendapatkan kebaikan, hendaklah bersyukur kepada Allah” maksudnya janganlah orang beranggapan bahwa ketaatan dan ibadahnya merupakan hasil usahanya sendiri, tetapi hendaklah ia menyadari bahwa hal ini merupakan pertolongan dari Allah dan karena itu hendaklah ia bersyukur kepada Allah.
.
Kalimat “dan barang siapa mendapatkan selain dari itu”. Di sini tidak digunakan kalimat “mendapati kejahatan (keburukan)”, maksudnya barang siapa yang menemukan sesuatu yang tidak baik, maka hendaklah ia mencela dirinya sendiri.
.
Penggunaan kata penegasan dengan “janganlah sekali-kali” merupakan peringatan agar jangan sampai terlintas di dalam hati orang yang mendapati sesuatu yang tidak baik ada keinginan menyalahkan orang lain, tetapi hendaklah ia menyalahkan dirinya sendiri.
.
Reff

Aa Gym Heran: Sebanyak 7 Ayat Melarang Pilih Pemimpin Kafir, tapi Banyak Kaum Muslimin yang Melanggarnya

Kamis, 29 September 2016
.
ahok aa gym.jpgPOS-METRO.COM – Sejumlah ulama heran dengan sikap sebagian kaum muslimin yang ketika diingatkan masalah ini masih menolak. Padahal menurut KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Abdullah Gymanstiar (Aa Gym), ada tujuh ayat di dalam Al Quran yang melarangnya.
.
“Larangan minum minuman keras, surat Al Maidah ayat 90. Ini ditaati nih, oleh sebagian besar umat Islam. Padahal ayatnya cuman satu,” terang Aa Gym setelah membaca tulisan KH Hasan Abdullah Sahal.
.
“Larangan makan babi ada dua ayat. Surat Al Baqarah ayat 173 dan surat Al Maidah ayat 3. Dua ayat, dipatuhi oleh umat Islam. Hampir tuh. Yang kurang shalat juga tidak makan babi” lanjutnya.
.
Yang ketiga, ini yang membuat Aa Gym heran.
.
“Larangan memilih pemimpin kafir, ada tujuh ayat. Surat Alim Imran ayat 28, Surat An Nisa ayat 144, Surat Al Maidah ayat 57, Surat At Taubah ayat 23, Surat Al Mujadilah ayat 22, Surat Ali Imran ayat 149-150 dan Surat Al Maidah ayat 51. Tujuh ayat menyatakan larangan memilih pemimpin yang tidak seaqidah,” tegas Aa Gym.
.
Lebih jauh Aa Gym menjelaskan bahwa seorang mukmin yang tidak memiliki apa-apa jauh lebih baik daripada pemimpin setinggi apa pun yang ingkar kepada Allah.
.
Berikut ini audio video lengkapnya:
.

https://www.facebook.com/plugins/video.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fzainul.musliminfull%2Fvideos%2F10207584959917205%2F&show_text=0&width=560

 .

 

Khutbah Jum’at 23 September 2016 di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok : “Kewajiban untuk Berpegang Teguh kepada Al Qur’an dan As-Sunnah.

IDUL FITRI 1437 H  RABU 6 JULI 2016 DI POLSEK DUSUN SELATAN BUNTOKKHUTBAH PERTAMA

.

Pada tahun 10 hijriyah Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa salam melaksanakan ibadah haji yang kemudian dikenal sebagai haji wada atau haji perpisahan. Pada tanggal 9 Dzulhijjah beliau berkhutbah dari atas unta yang kemudian dikenal sebagai khutbah wada.

.

Salah satu wasiat yang disampaikan Rasulullah adalah “Kewajiban untuk Berpegang Teguh kepada Al Qur’an dan As-Sunnah.

.

 قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمْرَيــْنِ لَـنْ تَضِلُّـوْا مَا تَــمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ نَـبِـيِّهِ. ابن عبد البر

.

Rasulullah SAW pernah bersabda : “Aku tinggalkan kepada kalian dua pedoman yang kamu tidak akan sesat selamanya apabila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya. [HR. Ibnu Abdil Barr, dari Katsir bin Abdullah dari ayahnya dari kakeknya RA]

.

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمـْرَيـْنِ لَنْ تَضِلُّـوْا مَا تَـمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ رَسُوْلـــِهِ. مالك

.

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Aku tinggalkan kepada kalian dua pedoman yang kamu tidak akan sesat selamanya apabila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. [HR. Malik]

.

dsc00001Dengan demikian adalah wajib bagi kaum muslimin untuk berpegang teguh kepada Kitab Allah Al Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa Salam. Allah sub-hanahu wa Ta’ala berfirman:

.

وَ هذَا كِـتبٌ اَنـــْزَلْـنهُ مُـبرَكٌ فَاتَّـبِعُوْهُ وَ اتَّـقُوْا لَـعَلَّكُمْ تُـرْحَمُوْنَ. الانعام:155

.

Dan inilah al-kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan dengan keberkahan, ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. [Al-An’aam : 155].

.

قُـلْ اِنْ كُـنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَـاتَّـبِعُوْنــِيْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَـغْفِرْ لَكُمْ ذُنــُوْبَكُمْ وَ اللهُ غَفُوْرٌ رَّحَيْمٌ. قٌلْ اَطِـيْعُوا اللهَ وَ الرَّسُوْلَ، فَاِنْ تَـوَلَّـوْا فَاِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ اْلكَافِـرِيْنَ. ال عمران:31-32

.

Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Katakanlah : “Tha’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. [Ali ‘Imran : 31-32]

.

يـاَ يُّـهَا الَّذِيـْنَ امَنُوْآ اَطِيْعُوا اللهَ وَ اَطِيْعُوا الـرَّسُوْلَ وَ اُوليِ اْلاَمْرِ مِنْكُمْ، فَاِنْ تَـنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلىَ اللهِ وَ الـرَّسُوْلِ اِنْ كُـنْتُمْ تُـؤْمـِنُـْونَ بِاللهِ وَ اْلـيَوْمِ الاخِرِ، ذلِكَ خَيْرٌ وَّ اَحْسَنُ تَـأْوِيـْلاً. النساء:59

.

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [An-Nisa’ : 59]

.

وَ مَآ اَرْسَلْـنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلاَّ لِـيُطَاعَ بِـاِذْنِ اللهِ. النساء:64

.

Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul, melainkan untuk ditha’ati dengan seidzin Allah. [An-Nisa’ : 64]

.

Dari Ali bin Abu Thalib dia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam bersabda: “Akan datang fitnah berupa bencana demi bencana yang gelap gulita bagaikan potongan malam!” Aku bertanya: “Apa jalan keluarnya wahai Rasulullah?” Beliau SAW bersabda: “Kitabullah! Karena dalam kitabullah terkandung berita yang terjadi sebelum kamu, yang akan terjadi sesudah kamu. Dan kitabullah adalah hukum untuk urusan diantara kamu.  Al Qur’an adalah hakim yang memutuskan perkara-perkara, bukan basa-basi. Barang siapa meningalkan kitabullah (al Qur’an) maka dia akan dibantai oleh adzab Allah al Jabbar. Barang siapa mencari petunjuk selain kitabullah maka dia akan disesatkan Allah. Al Qur’an adalah tali Allah yang kokoh, peringatan Allah yang bijaksana, jalan Allah yang lurus. Hawa nafsu tidak akan menyeleweng dengan kitabullah.  Lidah tidak akan kesulitan malafazkan kitabullah. Para ulama tidak akan pernah puas mempelajari Al Qur’an.  Al Qur’an tidak akan membosankan walaupun dibaca berulang-ulang. Keajaiban Al Qur’an tidak akan pernah habis. Itulah Al Qur’an, yang ketika kaum jin mendengarkan bacaannya maka mereka segera berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan, memberi petunjuk ke jalan yang benar, kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan berbuat syirik terhadap Rabb kami dengan sesuatu apa pun juga!” (QS Jin ayat 1-2)  Barang siapa yang berkata-kata dengan Al Qur’an maka dia pasti benar. Siapa saja yang mengamalkan Al Qur’an diberi pahala. Siapa pun yang menegakkan hukum dengan Al Qur’an maka dia pasti adil. Dan siapa saja yang mengajak kepada Al Qur’an maka dia terbimbing menuju jalan yang lurus!” (HR Trirmidzi).

.

Rasulullah juga bersabda:

.

عَنْ جُبَـيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَبـْشِرُوْا فَاِنَّ هذَا اْلقُرْآنَ طَرَفُهُ بِيَدِ اللهِ وَ طَرَفُهُ بِـاَيـْدِيْكُمْ. فَـتَـمَسَّكُـوْا بِهِ، فَاِنَّـكُمْ لَنْ تَـهْـلَـكُـوْا وَ لَنْ تَضِلُّـوْا بَـعْدَهُ اَبـَدًا. البزار و الطبرانى

.

Dari Jubair bin Muth’im RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “Bergembiralah kamu, karena sesungguhnya Al-Qur’an ini salah satu ujungnya berada ditangan Allah sedang ujungnya yang lain ditangan kamu sekalian. Berpegang teguhlah kepadanya, maka  kamu tidak akan binasa dan tidak akan sesat sesudah itu selama-lamanya”. [HR. Al-Bazzar dan Ath-Thabarani]

.

عَنْ حُذَيـْفَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: دُوْرُوْا مَعَ كِـتَابِ اللهِ حَـيْـثُمَا دَارَ. الحاكم

.

Dari Hudzaifah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “Beredarlah kamu bersama kitab Allah (Al-Qur’an) kemana saja ia beredar”. [HR. Al-Hakim]

.

وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ الـرَّسُوْلَ فَاُولـئِكَ مَعَ الَّذِيـْنَ اَنـْعَمَ اللهُ عَلَـيْهِمْ مِّنَ النَّبِـيّنَ وَ الصِّدِّيـْقِـيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصّلِحِيْنَ وَ حَسُنَ اُولـئِكَ رَفِـيْقًا. النساء.

.

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya) mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para Shiddiqiin. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [An-Nisaa’ : 69]

.

عَنْ اَبِى هُرَيـْرَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: كُلُّ اُمـَّتِى يَدْخُلُـوْنَ اْلجَـنَّةَ اِلاَّ مَنْ اَبـَى. قَالُـوْا يـَا رَسُوْلَ اللهِ وَ مَنْ يَـأْبـَى؟ قَالَ: مَنْ اَطَاعَنِى دَخَلَ اْلجَـنَّةَ وَ مَنْ عَصَانِى فَـقَدْ اَبـَى. البخارى

.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Semua ummatku akan masuk surga, kecuali yang tidak mau”. Para shahabat bertanya : “Ya Rasulullah siapa orang yang tidak mau itu ?”. Beliau SAW bersabda : “Barangsiapa yang ta’at kepadaku, dia masuk surga dan siapa saja yang tidak taat kepadaku, ia tidak mau”. [HR. Bukhari]

.

Setelah selesai menyampaikan khutbah wada maka Rasulullah menerima wahyu, turunnya ayat ke 3 dari surah Al Maidah:

.

 الْيَوْمَ    أَكْمَلْتُ    لَكُمْ    دِينَكُمْ    وَأَتْمَمْتُ    عَلَيْكُمْ    نِعْمَتِى    وَرَضِيتُ    لَكُمُ    الْإِسْلٰمَ    دِينًا

.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

.

Mendengar firman Allah ini maka Umar bin Khaththab menangis. Umar ditanya: “Wahai Umar. Kenapa kamu menangis padahal kamu sangat jarang menangis?” Umar menjawab: “Karena aku tahu setelah datang kesempurnaan akan datang kekurangan!”

.

KHUTBAH KEDUA

.

Pada hari tasyrik tanggal 12 Dzulhijjah tahun 10 Hijriyah itu turunlah surah An Nashr ayat 1-3 kepada Nabi Muhammad:

.

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ، وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا، فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

.

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.  2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. 3. Maka bertasbihlah memuji Rabbmu dan mohon ampunlah kepada Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Menerima taubat. [an-Nasr/110 : 1-3]

.

Setelah ayat ini turun maka Nabi Muhammad berkata: “Telah diberitahukan kepadaku tentang jiwaku dan telah dekat bagiku ajalku!” (Fathul Qadir 5 : 740).

.

Sepulang melaksanakan ibadah haji itu maka Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad meminta beliau mengumpulkan para sahabat-sahabatnya. Nabi pun mengumpulkan para sahabat dan membacakan kembali surah al Maidah ayat 3. Para sahabat pun bergembira karena agama telah sempurna, nikmat Allah telah dicukupkan dan ridha Allah telah ditetapkan. Mereka pun bersorak kegirangan.

.

Tapi tidak bagi Abu Bakar ash-Shiddiq. Beliau pulang ke rumahnya dan mengurung diri. Karena tingkah Abu Bakar mengurung diri adalah perbuatan yang sangat tidak biasa dan aneh maka para sahabat pun bingung kepada beliau. Kemudian para sahabat berbondong-bodong ke rumah Abu Bakar untuk memastikan apa yang terjadi. Mereka bertanya: “Wahai Abu Bakar! Apa yang membuat engkau begini? Tidakkah seharusnya kamu bergembira karena agama kita telah sempurna?” Maka Abu Bakar menjawab: “Wahai sahabat-sahabat ku. Kamu semua tidak tahu musibah apa yang segera menimpa kamu?! Tidakkah kalian sadar, apabila suatu urusan telah sempurna maka yang akan datang kekurangannya? Turunnya ayat itu (QS Al Maidah ayat 3) menunjukkan sudah dekatnya perpisahan kita dengan Rasulullah. Hassan dan Hussein segera menjadi yatim. Dan istri-istri Nabi segera menjadi janda..!”

.

Mendengar jawaban Abu Bakar itu maka para sahabat bertangis-tangisan. Mereka benar-benar bersedih. Akhirnya salah seorang bergegas pergi melapor kepada Nabi Muhammad sehingga Nabi pun bergegas pula untuk mencek apa yang terjadi di rumah Abu Bakar. Sesampai di rumah Abu Bakar maka nabi melihat para sahabatnya sedang menangis. Rasulullah bertanya kepada mereka : “Wahai sahabat-sahabat ku, kenapa kalian semuanya menangis?” Maka Ali bin Abi Thalib menjawab: “Wahai Rasulullah. Abu Bakar telah berkata bahwa turunnya ayat al Maidah 3 menandakan waktu kematianmu sudah dekat! Benarkah itu?” Maka Rasulullah Muhammad menjawab: “Semua yang dikatakan Abu Bakar itu benar. Sungguh waktu aku meninggalkan kalian sudah hampir datang!”

.

Semua sahabat pun tertegun. Mereka semua bersedih. Akhirnya Nabi menyalami sahabatnya satu persatu. Semua mereka diwasiati oleh nabi satu per satu pula. Wallahu a’lam.

.

By Syamsuddin Rudiannoor

Buntok, 21 September 2016

RINGKAS KAJIAN BA’DA MAGHRIB 18 SEPTEMBER 2016 DI MUSHOLLA POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK

 

dsc00001HUKUM MENINGGALKAN SHALAT

Para ulama seringkali membahas apakah orang Islam yang meninggalkan shalat masih muslim ataukah sudah “kafir”?

.

Asy-Syaafi’iy rahimahullah berkata,

مَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ مِمَّنْ دَخَلَ فِي الْإِسْلَامِ قِيلَ لَهُ: لِمَ لَا تُصَلِّي؟ فَإِنْ ذَكَرَ نِسْيَانًا، قُلْنَا: فَصَلِّ إِذَا ذَكَرْتَ، وَإِنْ ذَكَرَ مَرَضًا، قُلْنَا: فَصَلِّ كَيْفَ أَطَقْتَ ؛ قَائِمًا، أَوْ قَاعِدًا، أَوْ مُضْطَجِعًا، أَوْ مُومِيًا، فَإِنْ قَالَ: أَنَا أُطِيقُ الصَّلَاةَ وَأُحْسِنُهَا، وَلَكِنْ لَا أُصَلِّي، وَإِنْ كَانَتْ عَلَيَّ فَرْضًا قِيلَ لَهُ: الصَّلَاةُ عَلَيْكَ شَيْءٌ لَا يَعْمَلُهُ عَنْكَ غَيْرُكَ، وَلَا تَكُونُ إِلَّا بِعَمَلِكَ، فَإِنْ صَلَّيْتَ، وَإِلَّا اسْتَتَبْنَاكَ، فَإِنْ تُبْت وَإِلَّا قَتَلْنَاكَ، فَإِنَّ الصَّلَاةَ أَعْظَمُ مِنَ الزَّكَاةِ

.

“Barangsiapa yang meninggalkan shalat wajib bagi orang yang telah masuk Islam (muslim), dikatakan kepadanya : ‘Mengapa engkau tidak shalat ?’. Jika ia mengatakan : ‘Kami lupa’, maka kita katakan : ‘Shalatlah jika engkau mengingatnya’. Jika ia beralasan sakit, kita katakan kepadanya : ‘Shalatlah semampumu. Apakah berdiri, duduk, berbaring, atau sekedar isyarat saja’. Apabila ia berkata : ‘Aku mampu mengerjakan shalat dan membaguskannya, akan tetapi aku tidak shalat meskipun aku mengakui kewajibannya’. Maka dikatakan kepadanya : ‘Shalat adalah kewajiban bagimu yang tidak dapat dikerjakan orang lain untuk dirimu. Ia mesti dikerjakan oleh dirimu sendiri. Jika tidak, kami minta engkau untuk bertaubat. Jika engkau bertaubat (dan kemudian mengerjakan shalat, maka diterima). Jika tidak, engkau akan kami bunuh. Karena shalat itu lebih agung daripada zakat” [Al-Umm, 1/281. Disebutkan juga oleh Al-Baihaqiy dalam Ma’rifatus-Sunan wal-Aatsaar, 3/117].

.

Mdah-mudahan Allah memberi mereka petunjuk, karena orang yang meninggalkan shalat hukumnya kafir berdasarkan dalil dari al-Kitab dan as-Sunnah serta pendapat para sahabat dan pandangan yang benar.

.

Dalil dari al-Qur’an adalah firman Allah tentang orang-orang musyrik:

فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِن

“Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menuaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” (Qs. At-Taubah: 11)

.

Artinya, jika mereka tidak melakukan itu, berarti mereka bukanlah saudara-saudara kita. Memang persaudaraan agama tidak gugur karena perbuatan-perbuatan maksiat walaupun besar, namun persaudaraan itu akan gugur ketika keluar dari Islam.

.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257).

.

Umar bin Khottob mengatakan,

لاَ إِسْلاَمَ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

Tidaklah disebut muslim bagi orang yang meninggalkan shalat.” Saat Umar mengatakan perkataan di atas tatkala menjelang sakratul maut, tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya. Oleh karena itu, hukum bahwa meninggalkan shalat adalah kafir termasuk ijma’ (kesepakatan) sahabat.

.

Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir sebagaimana dikatakan oleh seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq.  Beliau mengatakan,

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ

Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.” Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. (Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52)

.

Reff:

https://rumaysho.com/2278-pendapat-imam-syafii-mengenai-orang-yang-meninggalkan-shalat.html

ttps://konsultasisyariah.com/1483-apa-hukum-orang-yang-meninggalkan-sholat.html

BENARKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG AKAN SAMBUT SYIAH?

images-1BERITA YANG BUTUH KLARIFIKASI?

Terbertik khabar bahwa “15 Ayatullah dari Iran direncanakan akan dihadirkan ke Malang 19-21 September 2016 oleh sebuah ormas yang ketua hubungan luar negerinya Mhydn Jnd”.  Benarkan ini, silakan anda klarifikasi!

.

MUHAMMADIYAH “WELCOME TO SYIAH”?

Muhammadiyah sudah menyatakan tidak akan menolak keberadaan syiah di Indonesia. Syiah sebagai khazanah di dunia Islam.
.
images3Sekretaris PP MUhammadiyah, Abdul Mu’thi mengatakan ajaran Syiah tidak sesat dan meminta MUI tidak mengeluarkan fatwa sesat terhadap Syiah.
.
Hal yang sama juga diutarakan PBNU melalui ketua umumnya Prof KH Said Aqil Siradj bahwa tidak ada yang salah dengan syiah.
.
Ia pun mewaspadai adanya gerakan wahabi yang ingin menghancurkan NKRI melalui isu adu domba antara Suni-Syiah di Indonesia.

 

.

Reff:

https://www.nahimunkar.com/syiah-memusuhi-islam-bersekongkol-dengan-para-pengkhianat-2/

.

http://www.kompasiana.com/durjono/muhammadiyah-dan-nu-akui-syiah-hanya-aktivis-pks-yang-tolak_563af548b27a61cc04b20ca7

INTI KHUTBAH WADA RASULULLAH

index.jpg

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص خَطَبَ النَّـاسَ فِى حَجَّةِ اْلوَدَاعِ، فَقَالَ: قَدْ يَئِسَ الشَّيْطَانُ اَنْ يُعْبَدَ بِاَرْضِكُمْ وَ لكِنَّهُ رَضِيَ اَنْ يُطَاعَ فِيْمَا سِوَى ذلِكَ مِمَّا تَحَاقَرُوْنَ مِنْ اَعْمَالِكُمْ فَاحْذَرُوْا يَا اَيُّهَا النَّاسُ، اِنّى قَدْ تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا اِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ فَلَنْ تَضِلُّوْا اَبَدًا. كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ نَبِيّهِ. اِنَّ كُلَّ مُسْلِمٍ اَخُو اْلمُسْلِمِ، اَْلمُسْلِمُوْنَ اِخْوَةٌ، وَ لاَ يَحِلُّ ِلامْرِئٍ مِنْ مَالِ اَخِيْهِ اِلاَّ مَا اَعْطَاهُ عَنْ طِيْبِ نَفْسٍ، وَ لاَ تَظْلِمُوْا، وَ لاَ تَرْجِعُوْا مِنْ بَعْدِى كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ. الحاكم، فى المستدرك 1: 171

Dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada orang banyak dikala hajji wada’, beliau bersabda, 

.

“Sesungguhnya syaithan telah berputus asa bahwa ia akan disembah di tanahmu ini, tetapi ia puas ditha’ati pada selain demikian yaitu dari apa-apa yang kalian anggap remeh dari amal perbuatan kalian. Maka hati-hatilah kalian hai para manusia. Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kamu sekalian apa-apa yang jika kamu sekalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya. Sesungguhnya setiap orang Islam adalah saudaranya orang Islam. Orang-orang Islam itu adalah saudara, tidak halal seseorang mengambil harta saudaranya, kecuali apa yang ia berikan dengan senang hati, dan janganlah kalian berlaku dhalim. Dan sepeninggalku nanti janganlah kalian kembali menjadi kafir, sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain.  [HR. Al-Hakim, dalam Al-Mustadrak juz 1, hal. 171]

.

INTINYA 

Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa salam hanya sekali berhaji selama hidupnya. Inilah peristiwa yang dikenal sebagai haji wada atau haji perpisahan. Inti nasihatnya adalah “Kitab Allah” dan “sunnah Nabi-Nyamerupakan jalan hidup selamat satu-satunya.

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا مَسَكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ نَبِيّهِ. مالك، فى الموطأ 2: 899

Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda, “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya. [HR. Malik dalam Al-Muwaththa’ juz 2, hal. 899]

.

.عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنّى قَدْ خَلَفْتُ فِيْكُمْ اِثْنَتَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَهُمَا، كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّتِى. ابن عبد البر فى الاستذكار، 26: 98

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku meninggalkan pada kalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnahku. [HR. Ibnu Abdil Barr, dalam Al-Istidzkar juz 26, hal. 98]

SHOLAT IDUL ADHA 1437 H DI HALAMAN POLSEK DUSUN SELATAN BERLANGSUNG LANCAR

dsc00148Alhamdulillah jamaah Mushalla “AL-SYARIKAH”  Polsek Dusun Selatan di Jalan Andreas Gani Gandrung Buntok dan keluarga besar Yayasan Imam Syafi’i Batuah Buntok melaksanakan shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1437 H hari Senin tanggal 12 September 2016 pukul 06.30 WIB.

.

dsc00141Imam dan khatib oleh al Ustadz Mardhatillah dari Amuntai, kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Dalam khutbahnya khatib menyampaikan hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari ibadah khusus di bulan haram dan hari Nahr ini yakni keutamaan ibadah haji, qurban, infak dan sedekah. Semua ibadah khusus itu harus sesuai dengan sunnah Rasulullah agar manfaatnya tercapai dan diterima Allah Azza wa Jalla.

.

dsc00151Ucapan terima kasih yang tidak terhingga disampaikan kepada Kapolsek Dusun Selatan dan anggota sebab dengan izin beliau dan institusi kepolisian di daerah ini maka ibadah Idul Adha 1437 ini bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar.

.

dsc00144Panitia pelaksana ibadah Idul Adha 1437 di Polsek Dusun Selatan meminta maaf yang sebesar-besarnya jika pelaksanaan ibadah tahun ini terdapat kekurangan, kesalahan dan hal-hal tidak berkenan.