Archive | February 2017

DOA AGAR HUJAN TIDAK TURUN SEBAGAI BENCANA

868eb-vvcMenghentikan hujan atau mengalihkannya ke tempat yang lain bukanlah semata keinginan atau keahlian pawang hujan saja. Semua orang berhak dan bisa menghindarkan dirinya dari guyuran air hujan. Bisa dengan berlindung di bawah payung, di balik mantel anti hujan, atau meneduh di bawah pohon. Itu adalah pilihan bebas, sebagaimana seseorang juga bebas dan bisa memohon dan berdoa kepada Allah swt. Yang Memiliki Kuasa atas Segalanya termasuk juga mengatur dan memindah hujan.

.

Sesungguhnya hal ini pernah dilakukan Rasulullah saw. semasa hidupnya sebagaimana diterangkan dalam kitab Sahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra.  :

.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ : وَاللَّهِ مَا رَأَيْنَا الشَّمْسَ سِتًّا ثُمَّ دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ ذَلِكَ الْبَابِ فِي الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ فَاسْتَقْبَلَهُ قَائِمًا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكَتْ الْأَمْوَالُ وَانْقَطَعَتْ السُّبُلُ فَادْعُ اللَّهَ يُمْسِكْهَا عَنَّا قَالَ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Dari Anas bin Malik, dia berkata: “Demi Allah, sungguh kami tidak melihat matahari selama enam hari. Kemudian pada hari Jum’at ada seorang laki-laki masuk ke pintu masjid, sementara Rasulullah saw sedang berdiri menyampaikan khutbahnya. Orang itu lalu berdiri menghadap beliau seraya berkata, “Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalan pun terputus (akibat bencana). Maka mintalah kepada Allah agar menahan hujan dari kami!” Maka Rasulullah saw pun mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: “Ya Allah, turunkanlah hujan itu di sekitar kami dan janganlah membahayakan kami. Ya Allah, turunkanlah (hujan itu) di atas bukit-bukit, dataran tinggi, jurang-jurang yang dalam serta pada tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.”. (HR. Bukhari)

.

Do’a di atas menunjukkan betapa manusia hanya bisa berdoa mengharap belas kasihan-Nya ketika berhadapan dengan kekuatan alam yang merupakan Tajjaliy dari-Nya. Hanya sekedar mengatur air pun manusia tidak mampu. Oleh karena itu, semoga Allah menghindarkan air hujan yang menyebabkan bencana, kerusakan, banjir, wabah penyakit dan sebagainya.

.

http://talimulquranalasror.blogspot.co.id/2013/12/doa-rasulullah-saat-memindah-hujan.html

Advertisements

Firman Allah Surah Al-Maidah Ayat 51-57

 

يٰٓأَيُّهَا    الَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    لَا    تَتَّخِذُوا۟    الْيَهُودَ    وَالنَّصٰرَىٰٓ    أَوْلِيَآءَ    ۘ    بَعْضُهُمْ    أَوْلِيَآءُ    بَعْضٍ    ۚ    وَمَن    يَتَوَلَّهُم    مِّنكُمْ    فَإِنَّهُۥ    مِنْهُمْ    ۗ    إِنَّ    اللّٰـهَ    لَا    يَهْدِى    الْقَوْمَ    الظّٰلِمِينَ    ﴿المائدة:٥١﴾

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

.

فَتَرَى    الَّذِينَ    فِى    قُلُوبِهِم    مَّرَضٌ    يُسٰرِعُونَ    فِيهِمْ    يَقُولُونَ    نَخْشَىٰٓ    أَن    تُصِيبَنَا    دَآئِرَةٌ    ۚ    فَعَسَى    اللّٰـهُ    أَن    يَأْتِىَ    بِالْفَتْحِ    أَوْ    أَمْرٍ    مِّنْ    عِندِهِۦ    فَيُصْبِحُوا۟    عَلَىٰ    مَآ    أَسَرُّوا۟    فِىٓ    أَنفُسِهِمْ    نٰدِمِينَ    ﴿المائدة:٥٢﴾

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.”

.

وَيَقُولُ    الَّذِينَ    ءَامَنُوٓا۟    أَهٰٓؤُلَآءِ    الَّذِينَ    أَقْسَمُوا۟    بِاللّٰـهِ    جَهْدَ    أَيْمٰنِهِمْ    ۙ    إِنَّهُمْ    لَمَعَكُمْ    ۚ    حَبِطَتْ    أَعْمٰلُهُمْ    فَأَصْبَحُوا۟    خٰسِرِينَ    ﴿المائدة:٥٣﴾

“Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.”

.

يٰٓأَيُّهَا    الَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    مَن    يَرْتَدَّ    مِنكُمْ    عَن    دِينِهِۦ    فَسَوْفَ    يَأْتِى    اللّٰـهُ    بِقَوْمٍ    يُحِبُّهُمْ    وَيُحِبُّونَهُۥٓ    أَذِلَّةٍ    عَلَى    الْمُؤْمِنِينَ    أَعِزَّةٍ    عَلَى    الْكٰفِرِينَ    يُجٰهِدُونَ    فِى    سَبِيلِ    اللّٰـهِ    وَلَا    يَخَافُونَ    لَوْمَةَ    لَآئِمٍ    ۚ    ذٰلِكَ    فَضْلُ    اللّٰـهِ    يُؤْتِيهِ    مَن    يَشَآءُ    ۚ    وَاللّٰـهُ    وٰسِعٌ    عَلِيمٌ    ﴿المائدة:٥٤﴾

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”

.

إِنَّمَا    وَلِيُّكُمُ    اللّٰـهُ    وَرَسُولُهُۥ    وَالَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    الَّذِينَ    يُقِيمُونَ    الصَّلَوٰةَ    وَيُؤْتُونَ    الزَّكَوٰةَ    وَهُمْ    رٰكِعُونَ    ﴿المائدة:٥٥﴾

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).”

.

وَمَن    يَتَوَلَّ    اللّٰـهَ    وَرَسُولَهُۥ    وَالَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    فَإِنَّ    حِزْبَ    اللّٰـهِ    هُمُ    الْغٰلِبُونَ    ﴿المائدة:٥٦﴾

“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.”

.

يٰٓأَيُّهَا    الَّذِينَ    ءَامَنُوا۟    لَا    تَتَّخِذُوا۟    الَّذِينَ    اتَّخَذُوا۟    دِينَكُمْ    هُزُوًا    وَلَعِبًا    مِّنَ    الَّذِينَ    أُوتُوا۟    الْكِتٰبَ    مِن    قَبْلِكُمْ    وَالْكُفَّارَ    أَوْلِيَآءَ    ۚ    وَاتَّقُوا۟    اللّٰـهَ    إِن    كُنتُم    مُّؤْمِنِينَ    ﴿المائدة:٥٧﴾

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu orang-orang yang menjadikan agamamu bahah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi alkitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

SARI KHUTBAH JUM’AT 17 FEBRUARI 2017 DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK “JANGAN MENGGUNJING”

SARI KHUTBAH

.
Ustadz Kautsar
.
Allah Ta’ala berfirman,
.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang lain…” (QS. Al-Hujurat: 12)

.

Perbuatan ghibah (menggunjing), mencari-cari kesalahan orang lain menyebabkan rusaknya kehormatan seseorang, merusak hati dan ketenangan masyarakat. Perbuatan menggunjing merupakan satu dosa besar dan merusak agama pelakunya.

.
Allah Ta’ala berfirman,
.

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

.

“…dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)
.
Rasulallah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda,
.
أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوْا: اَللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، قِيلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ

.

”Apakah kalian tahu apa itu ghibah?” Maka mereka (sahabat) menjawab: “Alloh dan rosul-Nya yang lebih tahu.” Maka beliau bersabda: “Engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai.” Mereka bertanya lagi: “Bagaimana jika pada diri saudaraku itu memang ada yang seperti kukatakan, wahai Rosululloh?” Beliau menjawab: “Jika pada diri saudaramu itu ada yang seperti katamu, berarti engkau telah meng-ghibah-nya, dan jika pada dirinya tidak ada yang seperti katamu, berarti engkau telah berdusta (menfitnah) tentangnya.[HR Muslim]
.
Rasulullah bersabda,
.
من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيراً أو ليصمت

.

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari dan Muslim]

.

Kalau berkata maka hendaknya selalu bertutur kata yang baik. Jika tidak mampu maka sebaiknya kita diam. Diam itu lebih baik dan lebih selamat daripada berkata yang tidak berfaedah atau mengandung keburukan.

Khutbah Jum’at 10 Pebruari 2017 di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok “Dampak Harta Haram”

kewajiban-taat-kepada-allah-dan-rasul-nya04-35-07-1Khutbah Pertama:

﴿ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ ﴾ (سبأ: 1) ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا .
أَمَّا بَعْدُ
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
.

Allah berfirman dalam surah Syams ayat 7-8 :
.

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8)
.

Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), Allah ilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaan, (Q. S. al-Syams [91]: 7-8).
.
Ini artinya potensi kejahatan dan ketakwaan telah dilekatkan Allah di dalam diri manusia semuanya. Maka setiap orang wajib mewaspadai diri-diri mereka sendiri.
.
Cinta dunia, rakus dan tamak harta, pangkat, jabatan, merupakan sifat, tabiat dan watak buruk manusia. Allah ﷻ berfirman :

.
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
.

“Dan kamu mencintai harta benda dengan cinta yang berlebihan.” (QS. al-Fajr/89:20).
.
Allah berfirman dalam surah At-Takatsur ayat 1-4:

.
.
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3) ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4)
.

(1) “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (2) sampai kamu masuk ke liang kubur. (3) Janganlah begitu, kelak kamu mengetahui (akibatnya), (4) kemudian janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui(akibatnya).
.
Rasulullah ﷺ bersabda:
.

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
.

“Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman, yang saat itu seseorang tidak peduli lagi dari mana dia mendapatkan harta, apakah dari jalan halal ataukah yang haram.” (HR. al-Bukhari).

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa kita ini rakus dan serakah, bahkan terkadang ganas mengicar kedudukan, jabatan dan kekuasaan.

.

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الْإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتْ الْفَاطِمَةُ
.

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kalian akan rakus terhadap jabatan (pangkat, jabatan, kedudukan, kekuasaan), padahal ia (jabatan) akan menjadi penyesalan di hari kiamat. Jabatan merupakan senikmat-nikmatnya penyusuan dan sepahit-pahitnya penyapihan.” (HR Bukhari – Shahih)

Dengan demikian kita berada diantara dua kutub yang berlawanan. Namun begitu.., wajib mengejar rezeki yang halal karena Allah memudahkan bumi ini untuk rezeki kita. Allah berfirman

.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
.

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah 168).
.
Dari sahabat Abi Said Al Khudri, Rasulullah ﷺ bersabda:
.

مَنْ أكَلَ طَيِّبًا ، وعَمِلَ فِي سُنَّةٍ ، وَأَمِنَ الناسُ بَوَائِقَهُ ، دَخَلَ الْجَنَّةَ
.

“Barangsiapa mengkonsumsi sesuatu yang baik, melaksanakan Sunnah, dan masyarakat sekitarnya tidak terganggu dengan keburukannya, maka dia masuk surga.” (HR. Tirmidzi).
.
Khutbah Kedua:
Allah ﷻ berfirman: Allah juga berfirman:

.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ
.

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah makanan yang baik dari rezeki yang Kami berikan kepada kalian.” (QS. al-Baqarah 172).
.
Halalan thayyiban adalah rezeki yang halal, bukan diperoleh dengan cara haram, ini kewajiban kita. Oleh sebab itu, harta yang haram akan tertolak dan tidak diterima. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘ahuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

.
لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةً بِغَيْرِ طَهُورٍ ، وَلاَ صَدَقَةً مِنْ غُلُولٍ
.

“Allah tidak akan menerima shalat tanpa bersuci, dan tidak akan menerima sedekah dari harta ghulul (curian/korupsi).” (HR. Muslim).
.
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

.
يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ
.

“Wahai Ka’ab bin Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari makanan haram.” (HR. Ibn Hibban dalam Shahihnya).

Buntok 3 Januari 2017

PEMAKAMAN FARDU KIFAYAH JAMAAH AS-SUNNAH DI SABABILAH

 Sampai hari ini 7 Februari 2017 Fardu Kifayah “Jamaah As-Sunnah Buntok” terus memantapkan amaliahnya dalam pemakaman gratis bagi semua lapisan kaum muslimin pendamba sunnah. Kondisi kompleks makam di Jalan Simun Raya desa Sababilah alhamdulillah semakin membaik. Ini tidak lepas dari bantuan kebersihan yang rutin dilaksanakan oleh Petugas Kebersihan dari Dinas Tata Kota, Pemakaman dan Perumahan Kabupaten Barito Selatan.

.
Jamaah Fardu Kifayah As-Sunnah Buntok menerima bantuan dari siapa pun yang ingin berpartisipasi membeli tanah pemakaman atau bantuan lain sepanjang tidak menghalangi pelaksanaan sunnah dalam pelaksanaan pemakaman.
.
Proses pemakaman tidak ada biaya apa pun. Siapa pun dari ummat Islam di luar jamaah dapat dimakamkan di pemakamanan As-Sunnah, tanpa biaya sama sekali, sepanjang bersedia dilaksanakan secara sunnah dan menanda-tangani surat pernyataan yang disediakan.
.
Informasi mengenai pelayanan Fardu Kifayah Jamaah As-Sunnah Buntok berhubungan dengan Bapak Abdul Wahab  di Toko Herbal FATTAH, Jalan Karau / depan SD di Buntok, kontak Hp / SMS 0812 5009 6805.
.
Bisa juga berhubungan kepada Haji Rismato bin Sarbit atau Guru Risman Asmadi, S.Pd. Sekian, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.