Archive | June 2016

Tak Taati Instruksi Bupati, Mama-mama Berjualan di Hari Minggu Disweeping

https://i2.wp.com/tabloidjubi.com/wp-content/uploads/2014/11/Mama-mama-Papua-yang-terjaring-sweeping-berjualan-di-hari-minggu-600x400.jpg

Wamena, Jubi – Tak menaati instruksi Bupati Jayawijaya nomor 03 tahun 2013 tentang larangan aktivitas perdagangan di hari minggu, Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo bersama anggota Satpol PP yang dibackup anggota Polres Jayawijaya, melakukan sweeping ke sejumlah pasar, Minggu (2/11).

Dari sweeping tersebut, puluhan mama-mama penjual sayur mayur diangkut dan dikumpulkan di kediaman bupati untuk mendapatkan kompensasi dan arahan.

“Sebenarnya kita sudah berkali-kali ingatkan, tidak boleh jualan hari minggu, tetapi tidak dihiraukan, kita ini kan bukan bangsa kafir, kita warga beriman kepada Tuhan, masyarakat harus sadar bahwa Tuhan sudah kasih kesempatan 6 hari untuk kerja, dan hari minggu diwajibkan pergi ibadah,” ujar Wempi Wetipo kepada wartawan.

“Masa saudara-saudara muslim bisa mengikuti instruksi menutup kios-kios pada hari Minggu dan membuka kios mulai dari pukul 14.00 WP, kenapa mama-mama yang di pasar kebanyakan Kristen tidak bisa lakukan,” tambah Wetipo.

Karena itu, pemerintah sweeping dan menyita barang jualan mama-mama di pasar.

“Hari ini kita menyita sayur dan jualan, mulai minggu depan tidak boleh lagi berjualan, kalau hari ini kita beri kompensasi, tetapi kalau minggu depan masih ada yang berjualan, jualannya kita sita dan tidak ada kompensasi,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Satpol PP Jayawijaya, Rustam Haji mengatakan, sweeping yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 pagi tersebut melibatkan 2 unit patroli, yang dimulai di pasar Wouma hingga pasar Potikelek.

“Sweeping ini menindaklanjuti instruksi bupati nomor 3 tahun 2013, dimana pada hari minggu kios-kios dilarang berjualan pada pagi dan mulai buka di atas jam 1 siang, sedangkan di pasar-pasar satu hari full dilarang berjualan,” ungkap Rustam.

Kompensasi yang diberikan pemerintah bervariasi mulai Rp 50 ribu hingga Rp 700 ribu tergantung dari jumlah sayur, setelah dibayarkan kompensasinya, dengan tertib puluhan mama-mama meninggalkan kediaman bupati dengan tertib. (Islami)

Advertisements

Bupati Paniai : Tutup Aktifitas Dagang Di Hari Minggu

Bupati-dan-wakil-bupati-paniai-660x330HarianPapua.com – Bupati Kabupaten Paniai, Hengki Kayame mengintruksikan jika dalam rangka upaya memupuk kebersamaan, persatuan dan kesatuan sebagai warga negara di Kabupaten Paniai, pihaknya telah menginstruksikan para pemilik toko, kios, rumah makan, dan pedagang lainnya untuk tidak melakukan aktivitas perdagangan pada hari Minggu.

Kata bupati Hengki, instruksi tersebut tidak hanya sebatas bahasa, namun sebagai implementasinya, pemerintah telah mengeluarkan Intsruksi Bupati (Inbup) Paniai bernomor 01 Tahun 2015 tentang tutup jualan toko, kios, rumah makan dan jenis perdagangan lain pada setiap hari Minggu yang telah ditetapkan pada (4/05/2015).

“Untuk mengimplementasikan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No 1 Tahun 2001, Otonomi Khusus Provinsi Papua, Gubernur Papua menghimbau kepada kami para Bupati dan Wali Kota se tanah Papua dalam upaya melaksanakan Otsus dilakukan penutupan beberapa jam aktivitas jual beli dan kegiatan lainnya yang mengganggu selama umat Kristiani melaksanakan ibadah pada hari Minggu,” kata Bupati Paniai Hengki Kayame di Enarotali, Kamis (14/05/2015).

Dijelaskan Kayame, aktivitas perdagangan pada hari Minggu wajib ditutup selama beberapa jam pada setiap hari Minggu dimulai sejak pukul 06.00 pagi sampai 13.00 siang waktu Papua. Aktivitas kembali dibuka pukul 13.30.

“Kami juga meminta kepada para pimpinan Gereja dan Masjid melakukan sosialisasi kepada umatnya untuk mematuhi dan melaksanakan intsruksi Bupati Paniai di masing-masing Gereja dan Mesjid,” ungkap Kayame.

Lebih lanjut dikatakan, seluruh masyarakat kabupaten Paniai yang hidupnya beragam mesti sadar dan mematuhi serta melaksanakan intsruksi ini untuk mengikuti ibadah dengan tertib bagi umat beragam lainnya di Panai.

“Saya mengharapkan pimpinan dan anggota DPRD Paniai dan pimpinan TNI maupun Polri yang bertugas di Paniai juga musti mendukung instruksi ini dalam pengawasan pelaksanaan sesuai tugas dan fungsinya. Juga kepada para SKPD dan para Kepala Dsitrik serta Kepala Kampung harus mensosialisasikan hal ini kepada seluruh masyarakat yang ada di Paniai,” pungkasnya

KITA BERSAMA ULAMA SEDANG MENANTI DATANGNYA ADZAB

Dan diriwayatkan dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya Radhiyallahu anhum, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:
.
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يُغَرْبَلُونَ فِيهِ غَرْبَلَةً يَبْقَى مِنْهُمْ حُثَالَةٌ قَدْ مَرِجَتْ عُهُودُهُمْ وَأَمَانَاتُهُمْ وَاخْتَلَفُوا فَكَانُوا هَكَذَا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ.
.
“Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana mereka akan dipilih, hingga yang tersisa dari mereka hanyalah orang-orang yang hina, perjanjian-perjanjian dan amanah mereka telah bercampur (tidak menentu), dan mereka berselisih, maka mereka seperti ini.” Beliau merenggangkan jari-jemarinya (menunjukkan keadaan mereka yang saling bermusuhan.).”
.
Lenyapnya orang-orang shalih terjadi ketika banyaknya kemaksiatan, dan amar ma’ruf nahi munkar ditinggalkan. Karena, jika orang-orang shalih melihat kemunkaran lalu mereka tidak merubahnya dan kerusakan semakin banyak, maka siksaan akan turun kepada mereka semua, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya:
.
أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟ قَالَ: نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ.
.
“Apakah kami akan binasa sementara orang-orang shalih masih ada di antara kami?” Beliau menjawab, “Betul, ketika kemaksiatan merajalela.” [HR, Al-Bukhari]

MENUJU INDONESIA KUFUR?

Senin, 17 Mar 2014

Bachtiar Nasir : Selangkah Lagi Jokowi Membuat Indonesia Kafir

JAKARTA (voa-islam.com) – Betapa masygulnya, Sekretaris Jend Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nassir mewanti-wanti umat Islam Indonesia mengenai sepak terjang Jokowi. Beliau berpendapat bahwa Jokowi selalu mewariskan pemimpin kafir dan selangkah lagi dapat membuat Indonesia Kafir.

“Jokowi emang hebat, di Solo mewariskan pemimpin KAFIR, di Jakarta juga mewariskan pemimpin KAFIR. Selangkah lagi akan KAFIR kan Indonesia,” jelas Ustadz Bachtiar dalam akun Twitternya @BachtiarNasir, Sabtu malam (15/03).

Ketua Alumni Madinah Islamic University se-Indonesia ini juga menyatakan bahwa orang Islam yang tidak menggunakan pandangan Islam dalam memilih pemimpin, berarti sedang pensiun Keislamannya.

“Orang Islam yang tidak gunakan cara pandang Islam dalam memilih pemimpin, berarti sedang pensiun dari Islam,” tulisnya. Ustadz kelahiran 26 Juni 1967 itu juga menyatakan bahwa Islam adalah Harga mati. ” Berislam sampai MATI, MATI bersama Islam, Ini harga MATI,” tegas Pimpinan AQL Islamic Center itu.

Jokowi yang sekarang dielu-elukan itu, sejatinya hanya membuat musibah, bagi Muslim Indonesia, bukan membuat kehidupan menjadi lebih tenang. Tetapi, kalangan Muslim banyak yang menjadi korban media, yang memang sudah disetting membuat berpikirnya kalangan Muslim, berubah dan terbalik. Mereka percaya bahwa Jokowi itu, manusia suci, dan sangat ‘mumpuni’, dan akan membebaskan Indonesia dari berbagai belitan masalah.

Bangsa Indonesia berulangkali menjadi korban dari  opini media, yang menggiring dan mengarahkan mereka. Seperti, ketika sesudah Soeharto lengser, media mengangkat Megawati sebagai ‘ratu’ piningit, dan akan menyelamatkan Indonesia dari krisis. Sehingga, ketika berlangsung pemilu l999, PDIP menang, dan kemudian Mega menjadi presiden.

Semua itu, tak terlepas dari peranan  opini yang dibuat media massa yang ada. Karena media massa di Indonesia berada di tangan konglomerat Cina dan Zionis. Lebih dari 12 media massa, seperti telivis, surat kabar, majalah, dan radio, sebagian besar di tangan konglomerat Cina.

Tetapi, sesudah Mega berkuasa, tak dapat melakukan apa-apa, dan malah menjerumuskan Indonesia, menjadi subordinasi asing. Asset negara yang sangat strategis dijual, seperti Indosat kepada Singapura. Mega memberikan ampunan kepada obligor konglomerat Cina yang sudah ngemplang dan maling dana bailout BLBI Rp,650 triliun.

Di era Mega lahir UU Anti Teroris, dan sampai sekarang UU itu, digunakan oleh aparat keamanan khususnya Densus 88, mengejar para aktivis Islam, yang sudah diberi lebel sebagai ‘teroris’, dan banyak diantara mereka yang tewas, akibat tembakan oleh Densus 88. Sekalipun kasusnya tidak pernah dibuktikan secara hukum. Semua itu, berlangsung di era Megawati.

Jokowi dengan dukungan konglomerat Cina yang merupakan kelompok minoritas di Indonesia berusaha mengangkangi kekuasaan, dan menggunakan kalangan ‘Muslim’ abangan yang dapat dijadikan ‘boneka’ guna merengkuh kekuasaan di Indonesia.

Jokowi bukan hanya meninggalkan pejabat kafir, seperti sekarang di Solo, di mana walikota Solo dipegang oleh seorang katolik. Di DKI Jakarta, sekarang Jokowi melenggang, dan dicalonkan oleh Mega, menjadi calon presiden. Jika terpilih,maka otomatis Ahok akan menjadi gubernur. Tidak terbayangkan bagaimana jika gubernur DKI dipegang Ahok.

Mega dengan keputusan mengangkat Jokowi itu, seperti memasang ‘bom waktu’ bagi Indonesia. Karena, dibelakang Jokowi sarat dengan kepentingan kelompok konglomerat Cina, Kristen, dan ditambah dengan Syi’ah. Semua itu akan menciptakan konflik horisontal bagi masa depan Indonsia. Wallahu’alam.

RAMADHAN JAZZ FESTIVAL KE-6 DIGELAR DI MASJID CUT MEUTIA JAKARTA

Ramadhan-Jazz-Festival-2016DAKWAH DENGAN JAZZ MUSIC
Laman http://poskotanews.com/2016/06/12/ramadhan-jazz-festival-2016-hidupkan-suasana-jakarta/,  http://lifestyle.sindonews.com/read/1114347/157/ramadhan-jazz-festival-digelar-17-18-juni-2016-1465185369 dan laman lainnya mewartakan acara menarik dan berbeda kembali nongol di Jakarta. Ibukota Indonesia itu mengadakan perhelatan Ramadhan Jazz Festival 2016 (RJF 2016) yang diselenggarakan 17-18 Juni. Menariknya, acara tersebut menjadi acara jazz pertama di dunia yang diadakan di lingkungan Masjid yakni di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.

.

“Di bulan Ramadhan kita bisa berwisata dengan musik. Musisi yang akan hadir juga dari berbagai daerah dan punya nama bahkan kami publikasikan lewat sosial media untuk di kenal di dunia. Silahkan berwisata sambil menikmati musik,” ujar Project Officer Ramadhan Jazz Festival, Deo Saputra.

.

055258900_1434606533-IMG_4424Deo mengatakan, acara menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini diprakarsasi oleh Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA). Tahun ini, satu-satunya gelaran musik Jazz di bulan Ramadhan ini memasuki tahun keenam.

.

Mengusung tema Harmony in Culture of Islam, Ramadhan Jazz Fastival hadir sebagai sarana dakwah untuk mengajak masyarakat, khususnya para remaja muslim untuk meningkatkan kecintaan pada agama Islam dan memperkuat jalinan tali silaturahmi.

.

Acara yang akan dilaksanakan di pelataran parkir Masjid Cut Mutia ini juga akan dimeriahkan oleh musisi kenamaan dalam negeri. Mulai dari musisi Jazz beda generasi, Barry Likumahuwa dan Idang Rasjidi, Ecoutez, Oele Pattiselanno. “Jazz merupakan musik yang paling bisa membaur dengan anak muda sekarang dan bersinergi dengan hal apapun,”kata Deo. Digelar setelah salat tarawih hingga pukul 00.00 WIB, acara ini juga menggelar donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI), penggalangan dana juga akan dilakukan melalui infaq di mana dana yang terkumpul akan digunakan untuk memperbaiki sekolah. ”Kita targetkan tahun ini 10-12 ribu pengunjung,” pungkasnya.

.

Deo menambahkan, Ramadhan Jazz Festival merupakan laboratorium hidup generasi muda untuk belajar dan saling menginspirasi anak-anak muda lainnya. RJF sendiri merupakan gagasan WartaJazz, sebuah eco-system jazz Indonesia yang juga menyelenggarakan sejumlah Festival Jazz lain seperti Mahakam Jazz Fiesta, Balikpapan Jazz Fiesta, Bali Jazz Festival dan berbagai kegiatan lainnya.

.

RICMAimages

Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) merespon tawaran Wartajazz sebagai penyelenggara Ramadhan Jazz Festival sejak tahun 2010, lalu dilanjutkan dengan membuat komitmen kerjasama dan menggarap kegiatan yang menyedot perhatian banyak anak-anak muda.

.

Pada 29 Mei lalu, untuk menyambut bulan suci Ramadhan, RICMA juga mengajak kawula muda dan dewasa pecinta olahraga lari untuk mengikuti Run To Mosque yang terbagi dalam kategori jarak 100 K, 150K dan 210 K.

.

Masjid Cut Meutia terletak di Jalan Cut Meutia No.1, Menteng, Jakarta Pusat. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan dari zaman penjajahan kolonial. Sebelum difungsikan sebagai mesjid sebagaimana sekarang, bangunan ini pernah digunakan sebagai kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api Belanda dan kantor Kempetai.

.

Masjid Cut Meutia juga memiliki arsitektur yang unik. Mihrab dari masjid ini diletakkan di samping kiri dari saf salat (tidak di tengah seperti lazimnya). Selain itu posisi safnya juga terletak miring terhadap bangunan masjidnya sendiri karena bangunan masjid tidak tepat mengarah kiblat.

Anda bisa menuju tempat ini menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Apabila menggunakan commuter line, Anda dapat turun di Stasiun Gondangdia, sementara shelter Bus Transjakarta yang terdekat adalah Sarinah.

.

Aksi-Andien-saat-meramaikan-Ramadhan-Jazz-Festival-pertama-tahun-2011-di-pelataran-Masjid-Cut-Mutia.-Foto-Adji-K.Menpar Arief Yahya menjelaskan saat ini lagu-lagu bernuansa rohani, islami dan bermuatan doa-doa itu sudah semakin banyak dan menemukan marketnya. Pada saat Ramadan dan Lebaran, adalah waktu yang biasa digunakan untuk melaunching karya-karya musisi kita. Selama ini banyak yang nge-boom, karena bidikan pasarnya pas, ketika mereka yang sedang menjalani ibadah puasa.

.

Timing itu penting, dan saat ini adalah masa yang paling pas untuk mempromosikan karya music bernuansa Islami. “Di Pop banyak yang sukses selama ini. Ada Opick, Gita Gutawa, Hadad Alwi, Ungu, Gigi, dan lainnya. Generasi dulu ada Bimbo, yang lagu-lagunya selalu nge-hits di bulan Ramadan. Jadi, silakan berkreasi, sukses hidupkan Bulan Ramadan,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia.

(prihandoko/sir)

.

322947_ramadhan-jazz-festival_663_382SINYALEMEN RASULULLAH SAW

  1. Imam Bukhari telah menyebut dalam kitab Shahih-nya dalam Bab Apa-Apa yang Datang Seputar Orang yang Menghalalkan Khamr dan Menamainya dengan Nama Lain. Kemudian beliau membawakan hadits sebagai berikut :

.

وقال هشام بن عمار حدثنا صدقة بن خالد حدثنا عبد الرحمن بن يزيد بن جابر حدثنا عطية بن قيس الكلابي حدثنا عبد الرحمن بن غنم الأشعري قال حدثني أبو عامر أو أبو مالك الأشعري والله ما كذبني سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف ولينزلن أقوام إلى جنب علم يروح عليه بسارحة لهم يأتيهم يعني الفقير لحاجة فيقولوا ارجع إلينا غدا فيبيتهم الله ويضع العلم ويمسخ آخرين قردة وخنازير إلى يوم القيامة

Telah berkata Hisyam bin ‘Ammar : Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Khalid : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman  bin Yazid bin Jaabir : Telah menceritakan kepada kami ‘Athiyyah bin Qais Al-Kilaaby : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Ghunm Al-Asy’ary ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Abu ‘Aamir atau Abu Malik Al-Asy’ary – demi Allah dia ia tidak mendustaiku – bahwa ia telah mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr, alat musik (al-ma’aazif). Dan sungguh beberapa kaum akan mendatangi tempat yang terletak di dekat gunung tinggi lalu mereka didatangi orang yang berjalan kaki untuk suatu keperluan. Lantas mereka berkata : “Kembalilah besok”. Pada malam harinya, Allah menimpakan gunung tersebut kepada mereka dan sebagian yang lain dikutuk menjadi monyet dan babi hingga hari kiamat” [HR. Al-Bukhari no. 5268. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban no. 6754; Ath-Thabrani dalam Al-Kabir no. 3417 dan dalam Musnad Syamiyyin no. 588; Al-Baihaqi 3/272, 10/221; Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam Taghliqut-Ta’liq 5/18,19 dan yang lainnya. Hadits ini memiliki banyak penguat].

.images1

  1. MERAJALELANYA AL-MA’AZIF (ALAT-ALAT MUSIK) DAN MENGHALALKANNYA
    Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

.

يَكُونُ فِـي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ وَقَذْفٌ وَمَسْخٌ قِيْلَ: وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ.

“Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan dirubah rupanya.” Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik dan para penyanyi telah merajalela.” [2]
.

Tanda-tanda Kiamat ini telah banyak bermunculan pada zaman-zaman sebelumnya, dan sekarang lebih banyak lagi. Alat-alat musik telah muncul di zaman ini dan menyebar dengan penyebaran yang sangat luas serta banyak para biduan dan biduanita. Merekalah yang diisyaratkan dalam hadits ini dengan ungkapan “الْقَيْنَـاتُ (para penyanyi).”

Sumber: https://almanhaj.or.id/3182-17-19-alat-alat-musik-dan-minuman-keras-menganggapnya-halal-berlomba-menghias-masjid.html dan http://abul-jauzaa.blogspot.co.id/2008/05/hukum-musik-dan-nyanyian-2.html

Meme-Meme Ini Skak Mat Seruan “Hormati Orang yang Tidak Berpuasa”

Umumnya, kalimat yang telah mentradisi di negeri muslim khususnya Indonesia adalah “hormati orang yang berpuasa.” Namun saat ini, ada sebuah upaya membalik hal itu dengan adanya seruan “hormati orang yang tidak berpuasa.”

06f84-screenshot_2016-06-11-19-23-14-1
Sejumlah tokoh liberal cukup getol menyuarakannya. Bahkan Menteri Agama Lukman Saifuddin pun mengutarakannya. Agar Islam lebih toleran, alasannya.

13445222_1207806832564211_7444008322614959628_n
Namun, seruan itu di-skak mat oleh sejumlah netizen yang mengeluarkan meme-meme “perlawanan”.

Hormati-Yang-Melanggar-hukum

Hormati-yang-tak-punya-STNK-dan-SIM

hormati-yang-tidak-berduka

index

Ippho Santosa: Ribut Perda Ramadhan, Anda Pernah Nyepi di Bali?

Selasa, 14 Juni 2016

[portalpiyungan.com] Ippho Santosa adalah seorang penulis, pembicara, motivator dan pengusaha muslim Indonesia. Berikut tulisan dari Ippho Santosa terkait berita yang lagi rame, Perda yang mengatur warung makan di bulan Ramadhan.

Tulisan ini diposting di fbnya (Selasa, 14/6/2016). Selamat menyimak…

Pernah Nyepi di Bali?

Keluarga saya pernah. Seperti yang kita tahu, saat Nyepi, hampir semua kegiatan ditiadakan. Contoh, selama Nyepi keluarga pasien di berbagai rumah sakit tidak boleh keluar RS dengan alasan apapun. Stok makanan pun harus disiapkan, mengingat warung di sekitar RS juga tutup.
Selama Nyepi, bandara tutup 1 hari dan ratusan penerbangan ditiadakan. Perbankan tutup sampai 3 hari. Anda mungkin menyebutnya aneh dan rugi. Tapi sebagian pengamat menyebutnya unik dan hemat. Di atas segalanya, itulah tradisi dan keyakinan mereka. Hargai. Akan indah jadinya.
Anda masih protes? Tunggu dulu. Apakah Anda penduduk Bali? Apakah pendapat Anda dianggap penting bagi warga bali? Jika tidak, baiknya Anda diam saja. Hargai. Konon pemilik sebuah toko seluler di Kuta Bali pernah menghina tradisi ini. Yah wajar saja kalau warga merasa geram. Lalu, sebagian mengamuk dan merusak toko itu.

Setiap hari Minggu, di sejumlah kota di Papua, salah satunya Jayawijaya, warga dilarang jualan. Apapun agama mereka. Itu artinya 52 hari dalam setahun. Kalau Ramadhan, cuma 29 atau 30 hari. Saya pribadi pernah berkunjung ke tiga kota di Papua dan saya melihat ini diatur melalui Perda. Anda mau protes? Tunggu dulu. Apakah Anda penduduk Papua? Apakah pendapat Anda penting bagi warga Papua? Jika tidak, baiknya Anda diam saja. Hargai.

Setuju atau tidak, inilah Perda. Selama Ramadhan, rumah makan di beberapa kota, termasuk Serang, diminta untuk tidak beroperasi siang-siang, cukup sore dan malam saja. Di berbagai kota di Sumatera juga begitu, dengan atau tanpa Perda. Anda protes? Tunggu dulu. Apakah Anda penduduk Serang? Apakah pendapat Anda penting bagi warga Serang? Jika tidak, yah diam saja. Hargai.

Di Texas, warga biasa boleh menyimpan senjata api di mobil dan di rumah. Sementara di negara bagian lainnya di AS, tidak boleh. Ini ‘Perda’ mereka.

Perda berasal dari aspirasi rakyat setempat. Artinya kebiasaan ini sudah berlangsung puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Perda walaupun usianya baru sekian tahun atau belasan tahun berusaha mengukuhkan aspirasi ini. Semoga kita bisa memahami dan berhenti menghakimi.

Boleh-boleh saja kita berempati dan berdonasi kepada si ibu-ibu itu. Apalagi setelah digiring dan didramatisir oleh media. Tapi pikirkan juga Perda yang telah ditetapkan di Serang. Coba bayangkan, Anda buka bengkel di Bali ketika Nyepi. Atau buka lapak ketika Hari Minggu di Kabupaten Jayawijaya. Ending-nya juga sama, Anda bakal diciduk.

Saya awalnya juga memprotes penggerebekan dan penertiban rumah makan di Serang itu. Kok disita? Warga Serang merespons, “Untung cuma disita. Kalau menurut Perda, yah denda puluhan juta. Dan Perda ini sudah berlangsung sejak 2010. Mestinya setiap warga sudah paham walaupun buta huruf.” Fyi, kalau di Serang, mall juga mematuhi, bukan cuma pedagang kecil. Alhamdulillah, ada TK dan SD Khalifah di Serang, makanya sedikit-banyak saya tahu, hehehe.

Lantas bagaimana dengan mereka yang tidak berpuasa? Non-muslim, musafir, orang sakit, muslimah haid, hamil, dan menyusui. Tenang. Mereka telah mengantisipasi. Aman kok. Terbukti mereka tetap tinggal di sana selama bertahun-tahun. Nggak protes. Kok kita orang luar yang sok tahu dan mau menggurui?

Sebenarnya, dalam pemahaman Yahudi dan Kristen ada juga anjuran untuk menghormati tradisi puasa. Lihat Imamat 23: 29 dan ayat-ayat lainnya. Tentu saja ini tiada kaitan sama sekali dengan dinamika muslim sekarang. Yah sekedar komparasi saja.

Saya pribadi tak pernah menyuruh orang untuk menghargai puasa saya. Toh ini urusan saya dengan Tuhan saya. Tapi saat suatu kota memutuskan sebuah Perda terkait Ramadhan, tak ada salahnya saya dan kita semua turut mengapresiasi. Bagaimanapun itu Perda, itu aspirasi.

Ramadhan tahun lalu saya sempat menemani guru saya non muslim untuk sarapan. Bagi saya nggak masalah. Tak mungkin saya tergoda dengan sarapannya. Btw, ibu saya rutin puasa Senin-Kamis. Ketika saya makan siang, beliau sering menemani saya. Bagi beliau nggak masalah. Itulah ‘Perda’ di rumah kami. Anda protes? Hehe. Share ya.[]