Archive | May 2017

SYIAR RAMADHAN 2017 MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK

Masjid “Al Syarikah” Polsek Dusun Selatan di Jalan Andreas Gani Gandrung Buntok melaksanakan kegiatan peribadatan rutin berupa sholat lima waktu sebagaimana umumnya fungsi masjid.
.
Dengan tibanya bulan suci ramadhan 1438 Hijriyah maka dilaksanakan juga kegiatan khusus bulan ramadhan antara lain:

.
1. Buka Puasa Bersama, dilaksanakan sejak tanggal 1 Ramadhan 1438 H / Sabtu 27 Mei 2017.

2. Qiyamu ramadhan dengan melaksanakan sholat Isya Berjamaah dan dilanjutkan dengan Shalat Tarawih Berjamaah.

3. Menerima infaq, zakat dan sedekah. Pelaksana kegiatan adalah Panitia Masjid yang dalam hal ini Yayasan Imam Syafii Batuah Buntok.

SAMBUT RAMADHAN DENGAN PENINGKATAN TAQWA

Foto219Ringkasan Khutbah Jum’at 26 Mei 2017 di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok

.
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

.

Hari ini Jum’at tanggal 29 Sya’ban 1438 Hijriyah yang bertepatan dengan 26 Mei 2017 atau Jum’at Legi 29 bulan Ruwah tahun 1950 Kalender Jawa, insha Allah Pemerintah Republik Indonesia yang dalam hal ini Kementerian Agama akan melaksanakan Ru’yatul Hilal dan mengadakan Sidang Itsbat untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan 1438 H.

.

PP Muhammadiyah melalui Maklumatnya Nomor 01 tanggal 1 Maret 2017 sudah memutuskan tanggal 1 Ramadhan 1438 jatuh pada hari Sabtu Pahing 27 Mei 2017 dan tidak dapat dirubah lagi. Sedangkan kita masih menunggu sampai Pemerintah mengumumkannya malam nanti.

.

Allah  azza wa jalla berfirman dalam surah Al Baqarah 185:

.

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

.

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Maka barangsiapa di antara kamu mempersaksikan bulan itu, maka berpuasalah….

.

Sengaja pembuka khutbah kali ini membawakan khutbah hajah lengkap karena menekankan pentingnya pesan ayat-ayat didalamnya, yaitu: QS Ali Imran 102, An Nisa ayat 1 dan Al Ahzab 70-71. Ketiga ayat itu memerintahkan ummatnya untuk bertakwa, sama dengan tujuan diperintahkannya berpuasa, yaitu agar kita mencapai TAQWA. 

.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

.

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam”. (QS Ali Imran 102)

.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
.

Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; yang dari keduanya Allah memperperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan asma-Nya kalian saling meminta dan hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah senantiasa menjaga dan mengawasi kamu.”. (QS An Nisa 1)

.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 .

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampubi bagimu dosa-dosamu. Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya sesungguhnya dia memperoleh kemenangan (sukses) yang besar.” (QS Al Ahzab 70-71).

.

Demikianlah Allah memerintahkan ummat Islam untuk puasa adalah agar mereka meraih taqwa atau sukses yang besar. Allah berfirman dalam surah Al Baqarah 183:

.

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنوا كُتِبَ عَلَيكُمُ الصِّيامُ كَما كُتِبَ عَلَى الَّذينَ مِن قَبلِكُم لَعَلَّكُم تَتَّقونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang terdahulu daripada kamu, supaya kamu bertaqwa.

.

Pesan taqwa ini sangat penting karena semua ibadah tidak akan diterima tanpa taqwa, sebagaimana yang diucapkan Habil (putra Adam) dalam firman Allah surah Al Maidah 27:

 .

قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ

.

Habil berkata: “Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang berkawa.”

.

Malah dari rangkaian perintah PUASA mulai surah Al Baqarah ayat 183 sampai 187, ujung ayat 187 pun kembali menegaskan bahwa puasa diperintahkan agar manusia mencapai derajat TAQWA:

.

كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آياتِهِ لِلنّاسِ لَعَلَّهُم يَتَّقونَ

Demikian Allah menerangkan ayat-ayat (hukum) Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa.

.

Maka jangan rusak nilai taqwa itu dengan sifat dan sikap yang merusaknya, diantaranya sikap riya (pamer, ingin dinilai orang, ingin pujian) atau bahkan modus yang lebih parah yaitu munafik. Allah berfirman dalam surah QS An Nisa 142:

.

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah yang akan membalas tipuan mereka,. Apabila mereka mendirikan Sholat, mereka berdiri dengan malas, mereka berbuat riya dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sangat sedikit

 .

وَ مَآ اُمِرُوْآ اِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدّيْنَ حُنَفَآءَ وَ يُقِيْمُوْا الصَّلوٰةَ وَ يُؤْتُوا الزَّكوٰةَ وَ ذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيّمَةِ. البينة: 5

Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya beribadaha menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. [QS. Al-Bayyinah : 5]

.

Siapa pun yang beribadah tanpa ikhlas dan hanya mencari ridha Allah saja maka semuanya tidak diterima dan dia masuk neraka. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda:

.

عَنْ اَبىِ هُرَيـْرَةَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُـقْضَى يَوْمَ اْلـقِيَامَةِ عَلَـيْهِ رَجُلٌ اُسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِـعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا ؟ قَالَ: قَاتَـلْـتُ فِيـْـكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ، قَالَ: كَذَبـْتَ. وَلكِـنَّكَ قَاتـَلــْتَ ِلاَنْ يُـقَالَ جَرِئٌ فَـقَدْ قِيـْلَ، ثُمَّ اُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلىَ وَجْهِهِ حَتَّى اُلـــْقِيَ فِى النَّارِ. وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ اْلعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَ قَرَأَ اْلـقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِـعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْـتَ فِيْهَا ؟ قَالَ: تـَعَلَّمْتُ اْلعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَ قَرَأْتُ فـِيْكَ اْلـقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبـْتَ، وَلكِـنَّكَ تَـعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لـِـيُقَالَ عَالِمٌ وَ قَرَأْتَ اْلـقُرْآنَ لــِـيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَـقَدْ قِيـْلَ. ثُمَّ اُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلىَ وَجْهِهِ حَتَّى أُلــْقِيَ فىِ النَّارِ. وَ رَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَـيْهِ وَ اَعْطَاهُ مِنْ اَصْنَافِ اْلمَالِ كُـلِّهِ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِـعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْـتَ فِيْهَا ؟ قَالَ: مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ اَنْ يُـنْـفَقَ فِيْهَا اِلاَّ اَنـــْفَـقْتُ فِيْهَا لَكَ. قَالَ: كَذَبـْتَ، وَلكِـنَّكَ فَعَلْـتَ لـِيُقَالَ: هُوَ جَوَادٌ فَـقَدْ قِيْلَ، ثُمَّ اُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلىَ وَجْهِهِ ثُمَّ اُلـــْـقِيَ فِى النَّارِ. مسلم

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya yang pertama-tama akan diberi kepu-tusan pada hari qiyamat ialah seorang yang mati syahid, lalu ia dibawa dan dihadapkan kepada nikmatnya, maka ia mengakuinya. Allah berfir-man : “Apakah yang kau lakukan padanya ?” Ia menjawab : “Saya telah berjuang untuk-Mu hingga mati syahid”. Allah berfirman : “Kamu berdusta, tetapi kamu berjuang supaya disebut sebagai pahlawan dan pemberani. Dan telah dikatakan orang yang demikian itu”. Kemudian diperintahkan (kepada malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka.

(Kedua) seorang yang belajar ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an, lalu dihadapkan kepada nikmatnya, maka dia mengakuinya. Allah berfirman : “Apakah yang kau lakukan padanya ?” Ia menjawab : “Saya mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an hanya untuk-Mu”. Allah berfirman : “Kamu berdusta, tetapi kamu mem-pelajari ilmu supaya disebut sebagai seorang yang alim, dan kamu membaca Al-Qur’an supaya disebut sebagai seorang yang pandai membaca Al-Qur’an, dan telah dikatakan orang yang demikian itu”. Kemudian diperintahkan (kepada Malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka.

(Ketiga) seorang hartawan yang diberi keluasan kekayaan yang bermacam-macam oleh Allah, lalu dihadapkan kepada nikmatnya, maka dia mengakuinya. Allah berfirman : “Apakah yang kamu lakukan pada-nya ?” Ia menjawab : “Tidak satu jalanpun yang Engkau sukai agar jalan itu diberi harta, melainkan sudah saya beri dengan harta itu semata-mata untuk-Mu”. Allah berfirman : “Kamu dusta, tetapi kamu berbuat yang demikian itu, agar dikatakan sebagai orang yang derma-wan, dan telah dikatakan orang yang demikian itu”. Kemudian diperintahkan (kepada Malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka”. [HR. Muslim] [Hadits ini juga diriwayatkan Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad]

.

Disampaikan oleh Syamsuddin Rudiannoor

SELAMAT DATANG ERA YANG LEBIH BURUK

DSC00572Diriwayatkan dari Az-Zubair bin ‘Ady rahimahullah, ia berkata :

.

دخلنا على أنس بن مالك قال: فشكونا إليه ما نَلقى من الحَجَّاج، فقال: ما مِن عامٍ إلاَّ والَّذي بعده شرٌّ منه حتى تَلْقَوْا ربَّكم ، سمعتُ هذا من نبيّكم

.

Kami masuk menemui Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu. Kami mengadukan kepadanya apa yang kami alami atas kesewenang-wenangan Al-Hajjaj terhadap kami. Anas berkata : “Tidaklah datang satu masa kecuali masa-masa berikutnya lebih buruk dari sebelumnya hingga kalian menemui Rabb kalian. Aku mendengar perkataan ini dari Nabi kalian (yaitu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi waallam)”. (Hadits Al-Bukhariy dan Muslim rahimahumallah)

.

Diriwayatkan oleh Ya’qub bin Syaibah dari jalur Al-Harits bin Hashirah dari Zaid bin Wahb, ia berkata : Aku mendengar Abdullah bin Mas’ud radliyallaahu ‘anhu berkata : “Tidak akan datang satu masa atas kalian melainkan masa yang aka datang lebih buruk daripada masa sebelumnya hingga datang hari kiamat.” Maksudku bukanlah kelapangan hidup yang diterimanya atau harta yang didapatkannya. Akan tetapi maksudku adalah masa yang akan datang itu lebih sedikit ulamanya daripada masa yang telah berlalu. Apabila ulama telah pergi dan semua manusia merasa sama rata, akibatnya tidak lagi memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Saat itulah mereka binasa”.

.

Diriwayatkan dari jalur Asy-Sya’bi dari Masruq ia berkata : “Tidaklah datang satu masa melainkan pasti lebih buruk daripada masa sebelumnya.” Maksudku bukanlah seorang amir lebih baik daripada amir lainnya, bukan pula satu tahun lebih baik daripada tahun lainnya. Namun maksudku adalah perginya ulama dan ahli fiqh, kemudian kalian tidak menemukan penggantinya. Lalu datanglah satu kaum yang berfatwa atas dasar ra’yu mereka” (akal semata). [selesai perkataan Ibnu Hajar]
.

FITNAH UMMAT ISLAM

ulil_twitSaat ini banyak sekali bahaya yang mengintai ummat Islam. Dikabarkan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits tentang fitnah akhir zaman. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya memberitahukan tentang fitnah tetapi juga memberitahukan solusinya. Al-Qur’ân dan sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan solusi yang tidak bisa ditawar-tawar. Kalau tidak, kesengsaraan akan menimpa. Diantaranya Allâh Azza wa Jalla befirman :

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى ﴿١٢٣﴾ٰ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ ﴿١٢٤﴾ قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا ﴿١٢٥﴾ قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ

Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia, “Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulu adalah seorang yang melihat?” Allâh berfirman, “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. [Thaha/20:123-126]

Kini, fitnah-fitnah itu sudah banyak sekali disekitar kita, siap menerkam siapa saja yang lalai. Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa waspada dan menjaga diri.

Dari Hudzaifah bin al-Yamani, berkata:

كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ شَرٌّ قَالَ نَعَمْ فَقُلْتُ هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَسْتَنُّونَ بِغَيْرِ سُنَّتِي وَيَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ فَقُلْتُ هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ نَعَمْ قَوْمٌ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا تَرَى إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ فَقُلْتُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ عَلَى أَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

“Biasanya orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebajikan. Namun justru saya bertanya kepada beliau tentang kejahatan, karena saya khawatir akan menimpaku. Lalu saya bertanya, “Wahai Rasulullah! Kami dahulu berada dalam kejahilan dan kejahatan, karena itu Allah Ta’ala menurunkan kebaikan (agama Islam) ini kepada kami. Mungkinkah sesudah ini timbul lagi kejahatan?” beliau menjawab: “Ya.” Saya bertanya lagi, “Apakah setelah itu ada lagi kebaikan?” beliau menjawab: “Ya, akan tetapi ada cacatnya! saya bertanya, “Apa cacatnya?” Beliau bersabda: “Kaum yang bersunnah dengan selain sunnahku, dan berpetunjuk bukan dengan hidayahku, kamu tahu mereka tapi kamu ingkari mereka.” Saya bertanya, “Apakah setelah itu akan ada kejahatan lagi?” Jawab beliau: “Ya. Yaitu orang-orang (da’i-da’i) yang menyeru  menuju neraka Jahannam, barangsiapa memenuhi seruannya maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka itu.” Maka saya bertanya lagi, “Wahai Rasulullah! Tunjukanlah kepada kami ciri-ciri mereka.” Beliau menjawab: “Baik. Kulit mereka seperti kulit kita dan berbicara dengan bahasa kita.” Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana petunjuk anda seandainya saya menemui hal yang demikian?” Jawab beliau: “Tetaplah kamu bersama jama’ah kaum muslimin dan imam (pemimpin) mereka.” Saya bertanya lagi, “Jika tidak ada jama’ah dan imam?” beliau menjawab: “Tinggalkan semua kelompok meskipun kamu menggigit akar kayu sampai ajal menjemput, dan kamu masih tetap pada pendirianmu.” (Shahih Bukhari: 3338, 6557; Shahih Muslim: 3434)

.

Sumber:

http://ujungzaman.blogspot.co.id/2011/12/peringatan-nabi-saw-tentang-fitnah-yang.html

https://almanhaj.or.id/3693-mewaspadai-fitnah-ujian-di-zaman-modern.html