Archive | November 2016

FATWA MUI tentang : SHALAT JUM’AT DI TEMPAT TERBUKA DI TANAH LAPANG ATAU JALAN.

 

FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Nomor 53 Tahun 2016
Tentang
*PELAKSANAAN SHALAT JUM`AT, DZIKIR, DAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI TEMPAT SELAIN MASJID*

.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), setelah :
.

MENIMBANG :

a. bahwa di tengah masyarakat ada rencana kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan dan dirangkai dengan kegiatan keagamaan yang mengambil tempat di jalan dan fasilitas umum, salah satunya adalah kegiatan unjuk rasa untuk menuntut keadilan;
.

b. bahwa penyelenggara unjuk rasa merencanakan kegiatan dzikir dan doa serta Shalat Jum’at secara berjamaah di fasilitas umum, yang salah satu sebabnya adalah jumlah jamaah yang sangat banyak sehingga tidak tertampung jika dilaksanakan di masjid, kemudian memilih melaksanakannya di fasilitas umum yang dapat mengganggu ketertiban umum;
.

c. bahwa terhadap masalah tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia mengajukan permohonan pandangan dan penjelasan terkait dengan pelaksanaan Sholat Jum’at dan Dzikir di jalan raya;
.

c. bahwa oleh karena itu dipandang perlu menetapkan fatwa tentang pelaksanaan Shalat Jum’at dan dzikir di tempat selain masjid guna dijadikan pedoman.

.

MENGINGAT :

.

1. Al-Quran :
a. Firman Allah SWT yang menegaskan perintah untuk melaksanakan Shalat Jum’at, antara lain:

.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
.

“Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum`at, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” ( QS Al-Jumu`ah : 9)
.

b. Firman Allah SWT yang menegaskan tanggung jawab orang beriman untuk memakmurkan masjid, antara lain:

.

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ آمَنَ بِاللهَ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (التوبة: 18)
.

Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. At-Taubah: 18)

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ ِللهِ فَلاَ تَدْعُوا مَعَ اللهِ أَحَدًا ﴿الجن: 18﴾
.

Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Oleh karena itu, janganlah kamu menyembah seorang pun (di dalamnya) di samping juga (menyembah) Allah. (QS. Al-Jin: 18)

.

2. Hadis Rasulullah SAW, antara lain:

جعلت لي الأرض مسجداً وطهوراً فحيثما أدركتك الصلاة فصل
.

Dijadikan untukku bumi ini sebagai masjid dan suci. Maka dimanapun kamu menemui waktu shalat, maka shalatlah. (muttafaq alaih)

.

لَيَنتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الجُمُعَةَ أَوْ لَيَخْتمَنَّ الله عَلَى قُلُوْبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُوْنَنَّ مِنَ الغَافِلِيْنَ
.

“Hendaklah orang-orang berhenti dari meninggalkan Shalat Jum’at atau Allah akan menutup hati mereka dari hidayah sehingga mereka menjadi orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim)

.

مَنْ تَرَكَ َثلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا طبَعَ الله عَلىَ قَلْبِهِ
.

“Orang yang meninggalkan 3 kali Shalat Jum’at karena lalai, Allah akan menutup hatinya.” (HR. Abu Daud)

.

عن أبي هريرة أنهم كتبوا إلى عمر يسألونه عن الجمعة فكتب جمعوا حيث كنتم
.

“Dari Abu Hurairah ra bahwasannya para shahabat menulis surat kepada ‘Umar (bin Al-Khaththaab) bertanya kepadanya tentang shalat Jum’at. Lalu ‘Umar menulis balasan : “Shalat Jum’atlah dimana saja kalian berada” (HR Ibnu Abi Syaibah).

.

3. Ijma’ Ulama mengenai kewajiban Shalat Jum’at bagi setiap muslim yang memenuhi syarat dan kebolehan untuk tidak melaksanakan Shalat Jum’at bagi yang memperoleh dispensasi.

.

4. Qaidah fiqhiyyah :

.
الحاجة تقدر بقدرها
.

“Hajat itu ditentukan (kebolehannya) sesuai dengan kadarnya”

.

الضرر يدفع بقدر الإمكان
.

“Madarat itu dicegah semaksimal mungkin”

.

يتحمل الضرر الخاص لدفع ضرر عام
.

“Kemudaratan yang khusus ditanggung untuk mencegah kemudaratan yang umum”

.

لِلْوَسَائِلَ حُكْمُ الْمَقَاصِدِ
.

“ Hukum sarana adalah mengikuti hukum capaian yang akan dituju “

.
تَصَرُّفُ الْإِمَامِ عَلَى الرَّعِيَّةِ مَنُوْطٌ بِالْمَصْلَحَةِ
.

“ Tindakan pemimpin (pemegang otoritas) terhadap rakyat harus mengikuti kemaslahatan “

.

MEMPERHATIKAN :

.

1. Pendapat Imam al-Nawawi dalam kitab “al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab” juz 5 halaman 648, sebagai berikut:

.

قال أصحابنا ولا يشترط إقامتها في مسجد ولكن تجوز في ساحة مكشوفة بشرط أن تكون داخلة في القرية أو البلدة معدودة من خطتها”
.

Shahabat-sahabat kami (Ulama al-Syafi’iyyah) berkata: pelaksanaan (shalat jum’at) tidak disyaratkan harus di masjid, akan tetapi boleh dilaksanakan di area terbuka, dengan syarat masih di tengah-tengah permukiman atau suatu wilayah tertentu.”

.

2. Pendapat Imam al-Khatib as-Syarbini dalam kitab “Mughni al-Muhtaj, juz I halaman 543 sebagai berikut:

.

(الثاني) من الشروط (أن تقام في خطة أبنية أوطان المجمعين) بتشديد الميم: أي المصلين الجمعة، وإن لم تكن في مسجد لأنها لم تقم في عصر النبي – صلى الله عليه وسلم – والخلفاء الراشدين إلا في مواضع الإقامة كما هو معلوم”
.

Syarat kedua dari syarat sahnya sholat jum’at adalah dilaksanakan di lokasi permukiman yang dihuni oleh orang-orang yang wajib sholat jum’at, sekalipun sholat jum’atnya bukan di masjid. Hal ini karena di zaman Nabi SAW dan Khulafaur Rasyidin tidak dilaksanakan Shalat Jum’at kecuali di tempat-tempat permukiman sebagaimana telah diketahui.”

.

3. Pendapat al-Imam al-Ramli dalam kitab “Nihayah al-Muhtaj” juz 2 halaman 63, sebagai berikut:

.

…. (و) في (الطريق) والبنيان وقت مرور الناس به كالمطاف؛ لأنه يشغله بخلاف الصحراء الخالي عن الناس كما صححه في التحقيق”
.

… Dan (makruh hukumnya) shalat di jalan dan di bangunan saat orang-orang sedang lewat seperti di tempat tawaf, karena akan dapat mengganggu kekhusyukannya, berbeda dengan di tanah lapang yang sepi dari lalu lalang manusia (maka tidak makruh) sebagaimana pendapat yang dishahihkan oleh Imam al-Nawawi dalam al-Tahqiq.”

.

4. Pendapat al-Imam al-Mardawi dalam kitab “al-Inshaf” juz 2 halaman 378 sebagai berikut:

.

قوله: ( ويجوز إقامتها في الأبنية المتفرقة , إذا شملها اسم واحد ، وفيما قارب البنيان من الصحراء ) وهو المذهب مطلقا . وعليه أكثر الأصحاب . وقطع به كثير منهم .”
.

“Shalat Jum’at boleh dilaksanakan di beberapa bangunan yang terpisah sepanjang masih meliputi satu tempat, boleh juga dilaksanakan di tanah lapang dekat bangunan permukiman. Inilah pendapat madzhab Hanbali secara mutlak, dan mayoritas ulama Hanabilah berpendapat seperti ini, dan inilah pendapat yang dipilih mayoritas ulama Hanabilah.”

.
5. Pendapat al-Imam Ibn Qudamah al-Maqdisi dalam kitab “al-Mughni”, Juz 2, halaman 171, sebagai berikut:

.

ولا يشترط لصحة الجمعة إقامتها في البنيان، و يجوز إقامتها فيما قاربه من الصحراء، و بهذا قال أبو حنيفة”
.

“Tidak termasuk syarat sah pelaksanaan shalat Jum’at harus dilakukan di dalam bangunan. Pelaksanaan Shalat Jum’at boleh dilakukan di tanah lapang yang dekat dengan bangunan. Ini juga merupakan pendapat Imam Abu Hanifah”.

.
6. Pendapat al-Imam Abu Husain Yahya bin Abu al-Khair Salim al-‘Imrani al-Yamani dalam kitab “al-Bayan fi Madzhabi al-Imam al-Syafi’i” juz 2 halaman 113 :

.

وتكره الصلَاة في قارعة الطريق؛ لحديث عمر – رَضِيَ اللهُّ عَنْه، ولانه لا يتمكن من الخشوع في الصلَاة؛ لممر الناس فيها، ولانها تداس بالنجاسات. فإن صلى في موضع منها، فإن تحقق طهارته، صحت صلاته، وإن تحقق نجاسته، لم تصح صلاته، وإن شك فيها، ففيه وجهان مضى ذكرهما في المياه.
.

Dimakruhkan shalat di jalanan karena hadis riwayat Umar ra, juga karena tidak memungkinkannya khusyu’ dalam shalat akibat adanya lalu lalang orang lewat, serta bisa terkena najis. Apabila shalat di gang jalanan dan nampak jelas akan kesuciannya maka sah shalatnya. Sebaliknya, jika nampak jelas kenajisannya maka tidak sah shalatnya. Apabila ragu, maka ada dua pendapat, sebagaimana telah dijelaskan dalam bab miyah.

.

7. Pendapat Imam Abdurrahman al-Jaziri dalam kitab “al-Fiqh ala madzahib al-arba’ah” juz 1 halaman 351:

.

هل تصح صلاة الجمعة في الفضاء؟ اتفق ثلاثة من الائمة على جواز صحة الجمعة في الفضاء، وقال المالكية: لا تصح ) إلا في المسجد وقد ذكرنا بيان المذاهب تحت الخط ) ( المالكية قالوا: لا تصح الجمعة في البيوت ولا في الفضاء، بل لا بد أن تؤدي في الجامع. الحنابلة قالوا: تصح الجمعة ( في الفضاء إذا كان قريبا من البناء، ويعتبر القرب بحسب العرف فإن لم يكن قريبا فلا تصح الصلاة، وإذا صلى الامام في الصحراء استخلف من يصلي بالضعاف. الشافعية قالوا: تصح الجمعة في الفضاء إذا كان قريبا من البناء، وحد القرب عندهم المكان
.

Apakah sah shalat Jum’at di tanah lapang? Imam tiga mazhab (Imam Abu Hanifah, Imam al-Syafii, dan Imam Ahmad) sepakat tentang kebolehan pelaksanaan Shalat Jum’at di tanah lapang. Ulama Malikiyah menyatakan tidak sah Shalat Jum’at kecuali di masjid. Dan telah kami jelaskan penjelasan mazhab di bawah garis. Ulama Malikiyah berkata: Shalat Jum’at tidak sah di rumah-rumah, juga di tanah lapang. Shalat Jum’at harus dilaksanakan di masjid Jami’. Hanabilah berpendapat sah Shalat Jum’at yang dilaksanakan di tanah lapang apabila dekat dengan permukiman. Kedekatan ini berdasarkan kebiasaan. Jika tidak dekat, maka Shalat Jum’at tidak sah. Apabila Imam shalat di padang sahara maka hendaknya ia menunjuk pengganti untuk menjadi imam bagi makmum yang lemah.

.

Ulama Syafi’iyyah berpendapat sahnya Shalat Jum’at di tanah lapang apabila dekat dengan bangunan. Patokan kedekatan di sini adalah soal tempat.

.

7. Pendapat Imam Nawawi al-Bantani dalam kitab “Nihayat al-Zein” halaman 158 sebagai berikut:

.
فلا جمعة على رقيق ولا أنثى ولا مسافر ولا معذور بمجوّز لترك الجماعة، ومنه الإشتغال بتجهيز الميت والإسهال الذي لا يضبط نفسه معه ويخشى منه تلويث المسجد والحبس عنه إذا لم يكن مقصرا فيه، فإذا رأى القاضي المصلحة في منعه منعه، وإلا أطلقه لفعل الجمعة.
.

“Tidak wajib shalat jumat bagi hamba sahaya, wanita, musafir, dan orang yang memiliki udzur yang memperbolehkan meninggalkan jama’ah jumat. Termasuk orang yang udzur adalah orang yang sibuk mengurus mayyit, orang yang mengalami diare yang tidak bisa menahan dan takut mengotori masjid. Apabila Qadhi memandang adanya kemaslahatan untuk melarangnya melaksanakan shalat Jum’at, maka ia boleh melarang. Dan jika tidak ada kekhawatiran, maka Qadhi membiarkannya melaksanakan shalat Jum’at”.

.

8. Pendapat, saran, dan masukan yang berkembang dalam Sidang Komisi Fatwa MUI pada tanggal 28 November 2016.
.

Dengan bertawakkal kepada Allah SWT

.
MEMUTUSKAN

.

MENETAPKAN : *FATWA TENTANG PELAKSANAAN SHALAT JUM`AT, DZIKIR, DAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI TEMPAT SELAIN MASJID*
.

*Pertama : Ketentuan Hukum*

.

1. Shalat Jum’at merupakan kewajiban setiap muslim yang baligh, laki-laki, mukim, dan tidak ada ‘udzur syar’i.

.

2. Udzur syar’i yang menggugurkan kewajiban Shalat Jum’at antara lain : safar, sakit, hujan, bencana dan tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

.

3. Unjuk rasa untuk kegiatan amar makruf nahi munkar, termasuk tuntutan untuk penegakan hukum dan keadilan tidak menggugurkan kewajiban Shalat Jum’at.

.

4. Shalat Jum’at dalam kondisi normal (halat al-ikhtiyar) dilaksanakan di dalam bangunan, khususnya masjid. Namun, dalam kondisi tertentu, Shalat Jum’at sah dilaksanakan di luar masjid selama berada di area permukiman.

.

5. Apabila Shalat Jum’at dilaksanakan di luar masjid, maka harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

.
a. terjaminnya kekhusyukan rangkaian pelaksanaan Shalat Jum’at
b. terjamin kesucian tempat dari najis
c. tidak menggangu kemaslahatan umum
d. menginformasikan kepada aparat untuk dilakukan pengamanan dan rekayasa lalu lintas.
e. mematuhi aturan hukum yang berlaku

.

6. Setiap orang yang tidak terkena kewajiban Shalat Jum’at, jika melaksanakan Shalat Jum’at hukumnya sah sepanjang syarat dan rukunnya terpenuhi.

.

7. Setiap orang muslim yang bertugas mengamankan unjuk rasa yang tidak memungkinkan meninggalkan tugas saat Shalat Jum’at tiba, maka tidak wajib Shalat Jum’at dan menggantinya dengan shalat zhuhur.

.

8. Kegiatan keagamaan sedapat mungkin tidak mengganggu kemaslahatan umum. Dalam hal kegiatan keagamaan harus memanfaatkan fasilitas umum, maka dibolehkan dengan ketentuan :

.
a. penyelenggara perlu berkoordinasi dengan aparat,
b. dilakukan sesuai dengan kebutuhan
c. aparat wajib membantu proses pelaksanaannya agar tertib
.

9. Kegiatan keagamaan yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam angka 8 hukumnya haram.

.

*Kedua: Rekomendasi*
.

1. Pemerintah perlu menjamin kebebasan beribadah warga negara dan memfasilitasi pelaksanaannya agar aman, nyaman, khusyuk, dan terlindungi.
2. Umat Islam perlu menjaga ketertiban dalam pelaksanaan ibadah dan syi’ar keagamaan.
3. Aparat keamanan harus menjamin keamanan dan kenyamanan pelaksanaan ibadah dan syi’ar keagamaan umat Islam.

.

*Ketiga : Penutup*
.

1. Fatwa ini berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata dibutuhkan perbaikan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.
.

2. Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini.

.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal :
28 Shafar 1437 H
28 November 2016 M

MAJELIS ULAMA INDONESIA
KOMISI FATWA

Ketua
*PROF.DR.H. HASANUDDIN AF, MA*

Sekretaris
*DR. HM. ASRORUN NI’AM SHOLEH, MA*

Advertisements

Khutbah Jum’at 11 November 2016 di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok: “Ujian Nyata Sahabat Dalam Berpegang Teguh kepada Al Qur’an dan As-Sunnah”.

dsc00681KHUTBAH PERTAMA

.

Pada khutbah 23 September 2016 / 21 Dzulhijjah 1437 H dikutip sejarah bahwa tahun 10 hijriyah Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa salam melaksanakan ibadah haji yang kemudian dikenal sebagai haji wada atau haji perpisahan. Pada tanggal 9 Dzulhijjah beliau berkhutbah dari atas unta yang kemudian dikenal sebagai khutbah wada.

.

Salah satu wasiat yang disampaikan Rasulullah adalah “Kewajiban untuk Berpegang Teguh kepada Al Qur’an dan As-Sunnah.

.

عَنْ كَـثِـيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ اَبِـيْهِ عَنْ جَدِّهِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمْرَيــْنِ لَـنْ تَضِلُّـوْا مَا تَــمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ نَـبِـيِّهِ. ابن عبد البر

.

Rasulullah SAW pernah bersabda : “Aku tinggalkan kepada kalian dua pedoman yang kamu tidak akan sesat selamanya apabila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya. [HR. Ibnu Abdil Barr, dari Katsir bin Abdullah dari ayahnya dari kakeknya RA]

.

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمـْرَيـْنِ لَنْ تَضِلُّـوْا مَا تَـمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ رَسُوْلـــِهِ. مالك

.

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Aku tinggalkan kepada kalian dua pedoman yang kamu tidak akan sesat selamanya apabila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. [HR. Malik]

.

Dengan demikian adalah wajib bagi kaum muslimin untuk berpegang teguh kepada Kitab Allah Al Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa Salam. Allah sub-hanahu wa Ta’ala berfirman:

.

وَ هذَا كِـتبٌ اَنـــْزَلْـنهُ مُـبرَكٌ فَاتَّـبِعُوْهُ وَ اتَّـقُوْا لَـعَلَّكُمْ تُـرْحَمُوْنَ. الانعام:155.

.

Dan inilah al-kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan dengan keberkahan, ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. [Al-An’aam : 155].

.

Setelah selesai menyampaikan khutbah wada maka Rasulullah menerima wahyu, turunnya ayat ke 3 dari surah Al Maidah:

.

دِينًا الإسْلامَ لَكُمُ وَرَضِيتُ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَأَتْمَمْتُ دِينَكُمْ لَكُمْ أَكْمَلْتُ الْيَوْمَ

.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

.

Mendengar firman Allah ini maka Umar bin Khaththab menangis. Umar ditanya: “Wahai Umar. Kenapa kamu menangis padahal kamu sangat jarang menangis?” Umar menjawab: “Karena aku tahu setelah datang kesempurnaan akan datang kekurangan!”

.

Pada hari Ahad tanggal 8 Dzulhijjah 10 H, kepulangan rombongan jamaah haji Rasulullah SAW sampai di dekat daerah Juhfah yang bernama Khum (Gadhir Khum). Dari Zaid bin Arqam yang berkata, “Ketika Rasulullah saw sampai ke Ghadir Khum, di dalam perjalanan kembalinya dari haji wada’; ketika itu waktu dhuha, sementara cuaca sangat panas sekali, Rasulullah saw memerintahkan para sahabatnya untuk bernaung di pepohonan. Kemudian Rasulullah saw menyerukan salat berjamaah. Maka kami pun berkumpul, lalu Rasulullah saw menyampaikan sebuah khutbah yang indah.”

.

Dari kitab al-Wilayah fi Thurug Ahadits al-Ghadir yang ditulis oleh al-Hafidz Abi Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari atau yang lebih dikenal dengan Ibnu Jarir ath-Thabari, isi khutbah Khum diantaranya Rasulullah berkata:  “Sesungguhnya aku telah diperintahkan oleh Allah melalui Jibril supaya berdiri di tempat keramaian ini, dan memberitahukan (bangsa) putih dan hitam bahwa Ali bin Abi Thalib adalah saudaraku,washi-ku, khalifah (pengganti)-ku dan imam sepeninggalku.”

.

Beliau Rasulullah juga bersabda: Ketahuilah — wahai manusia — sesungguhnya Allah telah menetapkan Ali sebagai wali dan imam kamu, dan telah mewajibkan kepada setiap orang darimu untuk mentaatinya. Sah keputusan hukum yang diambilnya, dan berlaku kata-katanya. Terlaknat orang yang menentangnya, dan memperoleh rahmat orang yang mempercayainya.”

.

Lalu kenapa Nabi Muhammad SAW berpidato seperti itu? Apa latar belakangnya? Sebelum berangkat haji, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih berada di Madinah, beliau telah mengirim Khalid bin walid ke Yaman untuk suatu pertempuran. Setelah Khalid bin Walid menang dalam tugas jihadnya, dia mengirim berita kepada Nabi, “Sesungguhnya kami menang dan mendapatkan harta rampasan. Maka kirimkanlah orang kepada kami untuk mengambil seperlima dari harta rampasan perang ini.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ali bin Abi Thalib ke Yaman untuk mengambil seperlima ghanimah itu dan memerintahkannya agar segera kembali untuk bisa bersama beliau ke mekah melaksanakan haji.

.

Dalam aturan jihad, ghanimah dibagi lima: 4/5 untuk para pejuang, sedangkan 1/5nya untuk dibawa Ali. Harta ghanimah yang dibawa Ali itu pun akan dibagi menjadi lima lagi: 1/5 untuk Allah dan Rasul, 1/5 untuk kerabat Rasul, 1/5 untuk anak-anak yatim, 1/5 untuk kaum miskin dan 1/5 untuk Ibnu Sabil. Ali mengambil bagian yang menjadi hak kerabat Nabi, karena dia pemimpin kerabat beliau. Wujudnya adalah hewan seperti kuda, bighal, onta, sapi, kambing dan juga tawanan (budak) wanita, anak-anak, atau laki-laki dewasa. Ali mengambil seorang tawanan wanita lalu menggaulinya.
.

Sebagian sahabat, termasuk Buraidah menjadi marah dengan sikap Ali. Bagaimana bisa Ali melakukan hal tersebut? Dia mengambil seorang tawanan wanita dari bagian kerabat Rasulullah. Harusnya di Madinah dia mengambil tawanan itu, bukan di sini.

.
Berita tentang Ali ini sangat mungkin tersebar di seluruh Madinah. Sehingga untuk mengembalikan nama baik Ali bin Abi Thalib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenarkan sikap beliau, dan menyatakan, ”Dia menjadi kekasih setiap mukmin sepeninggalku” (Syubuhat Syi’iyah, hlm. 49 – 50)

.

Dari Imran bin Hushoin radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim pasukan. Dan beliau meminta Ali untuk mengambil harta rampasan perangnya. Beliaupun menemui pasukan perang itu, dan mengambil seorang tawana (budak) wanita, kemudian beliau menyetubuhinya. Para sahabatpun mengingkari sikap Ali bin Abi Thalib. Dan ada 4 sahabat yang berjanji, ’Jika kita telah sampai Madinah, akan kita sampaikan apa yang dilakukan Ali.’ Kebiasaan kaum muslimin, sepulang mereka dari safar, mereka mulai dengan menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memberi salam beliau, kemudian baru kembali ke rumahnya masing-masing.

.
Ketika pasukan perang ini sampai di Madinah, mereka memberi salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan salah satu dari 4 sahabat tadi melaporkan,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَمْ تَرَ إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ صَنَعَ كَذَا وَكَذَا

”Wahai Rasulullah, tahukan anda bahwa Ali telah melakukan tindakan demikian dan demikian”

.
Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling dan tidak mengindahkan laporan mereka. Orang kedua gantian melaporkan yang sama, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mempedulikannya. Orang ketiga juga demikian, dan terakhir orang keempat. Semuanya diacuhkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memandangi mereka dan nampak ada suasana marah di wajah beliau,

مَا تُرِيدُونَ مِنْ عَلِيٍّ؟ مَا تُرِيدُونَ مِنْ عَلِيٍّ؟ مَا تُرِيدُونَ مِنْ عَلِيٍّ؟ إِنَّ عَلِيًّا مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ، وَهُوَ وَلِيُّ كُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ بَعْدِي

”Apa yang kalian inginkan terhadap Ali? Apa yang kalian inginkan terhadap Ali? Apa yang kalian inginkan terhadap Ali? Sesungguhnya Ali bagian dariku dan aku bagian darinya. Dia menjadi kekasih setiap mukmin sepeninggalku.” (HR. Turmudzi 3712 dan dishahihkan al-Albani).

.
Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu agar mendatangi Khalid, untuk mengambil seperlima. Dan aku menjadi benci dengan Ali karena dia telah mandi junub (karena menyetubuhi tawanan/budak). Akupun menyampaikannya kepada Khalid, ’Lihat apa yang dilakukan Ali.’

.

Sesampainya kami kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, akupun ceritakan kejadian itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda,

«يَا بُرَيْدَةُ أَتُبْغِضُ عَلِيًّا؟» فَقُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: «لاَ تُبْغِضْهُ فَإِنَّ لَهُ فِي الخُمُسِ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ»

”Hai Buraidah, apakah kamu membenci Ali.” Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau bersabda, “Janganlah kamu membencinya, karena dia berhak mendapatkan seperlima yang lebih banyak dari pada seorang budak itu.” (HR. Al-Bukhari 4350).

.

KHUTBAH KEDUA

.

يـاَ يُّـهَا الَّذِيـْنَ امَنُوْآ اَطِيْعُوا اللهَ وَ اَطِيْعُوا الـرَّسُوْلَ وَ اُوليِ اْلاَمْرِ مِنْكُمْ، فَاِنْ تَـنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلىَ اللهِ وَ الـرَّسُوْلِ اِنْ كُـنْتُمْ تُـؤْمـِنُـْونَ بِاللهِ وَ اْلـيَوْمِ الاخِرِ، ذلِكَ خَيْرٌ وَّ اَحْسَنُ تَـأْوِيـْلاً. النساء:59

.

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [An-Nisa’ : 59]

.

Benar-benar Allah menguji para sahabat dengan ayat ini. Benar-benar dibutuhkan ketundukan dan keikhlasan yang luar biasa dalam hal khutbah Ghadir Khum ini. Apakah sahabat yang berselisih dengan Ali lebih memilih hawa nafsunya dan tetap membenci Ali ataukah berpegang teguh kepada Allah, Rasul-Nya dan ulil amri-nya Ali?

.

Allah berfirman dalam Surah Muhammad ayat 33:

.

أَعْمَالَكُمْ تُبْطِلُوا وَلَالرَّسُولَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ أَطِيعُوا آمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا

.

Hai orang-orang yang beriman, ta`atlah kepada Allah dan ta`atlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.

.

. النساء:64. وَ مَآ اَرْسَلْـنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلاَّ لِـيُطَاعَ بِـاِذْنِ اللهِ.

.

Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul, melainkan untuk dita’ati dengan seidzin Allah. [An-Nisa’ : 64]

.

Wallahu a’lam.

.

By Syamsuddin Rudiannoor

Buntok, 21 September 2016

Polisi Menghimbau Pendemo Berbicara Sopan dan Santun Sesuai Adab sebagai Orang Timur

Niasyafei Kic dan ‎شمس الدين النووي‎ membagikan foto Selamatkan Ibukota.
Foto Selamatkan Ibukota.
Selamatkan IbukotaSukai Halaman

.

Sehubungan demontrasi ummat Islam di Jakarta pada Hari Jum’at 4 November 2016, Polisi menghimbau agar Para Pendemo berbicara yang Sopan dan Santun sesuai adab kita sebagai orang Timur.

.

Pak Polisi LUPA, bahwa penyebab demo ini adalah Orang yang Berbicara Tidak Sopan Santun, dan Tidak Beradab. Selalu bilang TAIK, Nenek Lu, Bajingan, Tahi, Kampret, Bangsat, Goblok dan Tai.

Syekh Ali Jaber: Berbanggalah Membela Al-Quran, Kelak Ia Menjadi Pembela Kita di Hari Kiamat

.

Menuju 4 November 2016 Bersatu dalam membela Islam dan Negara.

.
Dukungan terhadap Aksi Bela Islam II pada Jumat 4 November 2016 terus disuarakan oleh para tokoh nasional dan tokoh umat Islam.
.
Seruan kali ini disampaikan Syeikh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber.
syaikh-ali-jaber
“Berbanggalah dalam keberpihakan Membela Al-Quran. Kelak Al-Quran pun bangga menjadi pembela kita di Hari Kiamat.”   Demikian disampaikan Syeikh Ali Jaber.
.
Syekh Ali Jaber adalah seorang Imam, ahli Quran, dai dan Ulama berkewarganegaraan Indonesia kelahiran kota Madinah Arab Saudi. Ia dikenal publik luas di tanah air saat menjadi juri pada Hafiz Indonesia di stasiun TV swasta. Sejak kecil Ali Jaber telah menekuni membaca Al-Quran. Ayahnyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Al-Quran. Dalam mendidik agama, khususnya Al-Quran dan shalat, ayahnya sangat keras, bahkan tidak segan-segan memukul bila Ali Jaber kecil tidak menjalankan shalat. Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Di Madinah ia memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.
.
Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri dan pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Quran
.
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
.
القرآن حجة لك أو عليك
.
“Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah yang membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang membantahmu.” [HR. Muslim]
.
AYO! Jadilah Pembela Al-Quran… kelak di akhirat Al-Quran akan membelamu di saat paling engkau butuhkan dan di saat tidak ada yang akan membelamu. (ppy)

.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

SBY: Ahok Harus Diproses Secara Hukum, Jangan Sampai Dianggap Kebal Hukum

Rabu 02 Nov 2016, 10:53 WIB

.

Muhammad Fida Ul Haq – detikNews

SBY: Ahok Harus Diproses Secara Hukum, Jangan Sampai Dianggap Kebal HukumSBY menggelar konferensi pers terkait isu terkini di kediamanya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016). (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
.
Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus diproses hukum terkait dugaan penistaan agama Islam. Kalau itu dilakukan maka para penuntut keadilan tidak akan marah.
.
“Pak Ahok, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dianggap menistakan agama. Ayok kita kembali ke situ dulu, penistaan agama itu secara hukum tidak boleh dan dilarang. Kembali ke sistem hukum kita kembali ke KUHP kita. Di Indonesia sudah ada yurisprudensi, sudah ada preseden dan sudah ada penegakan hukum di waktu yang lalu menyangkut urusan ini yang terbukti bersalah juga telah diberikan sanksi. Jadi kalau ingin negara kita ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan,” kata SBY dalam konferensi pers di kediamannya di Cikeas, Bogor, Rabu (2/11/2016).
.
SBY pun memberi saran agar persoalan ini tidak semakin besar. Yakni tidak boleh ada kesan Ahok kebal hukum.
.
“Ya Pak Ahok harus juga diproses secara hukum, jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat equality before the law, itu nilai-nilai keadilan,” ingat SBY.
.
SBY mengingatkan lagi jangan sampai ada rumor Ahok tidak bisa disentuh. “Bayangkan, do not touch Ahok. Nah setelah Pak Ahok diproses hukum semua pihak menghormati. Ibaratnya jangan gaduh. Apakah Pak Ahok bersalah atau tidak diserahkan ke penegak hukum,” kata Presiden RI ke-6 ini.
.
SBY mengajak semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini dengan bijaksana. “Mari kita bikin mudah urusan ini jangan dipersulit. Sekali lagi mari kita bikin mudah. Mari kita kembali ke kuliah manajemen dan kembali ke metode penyelesaian persoalan. Itu semeseter satu yang kuliah di ilmu manajemen, ilmu kepemimpinan,” katanya.

.

(van/fjp)

Terkait Aksi Damai 4 November, Pantas Saja Presiden ‘Panik’, Eks Menkopolhukam Aja Bicara Begini

.
Ratusan ribu umat dan anggota Ormas Islam siap menggelar aksi unjuk rasa terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Massa mendesak aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus tersebut
.
Mantan Menkopolhukam Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan seandainya terjadi sesuatu pada saat unjuk rasa 4 November mendatang adalah tanggungjawab presiden sebagai kepala pemerintah sekaligus kepala negara.‎
.
“Yang mengadu domba rakyat adalah justru pemimpin negara sendiri yang tidak bisa menjaga persatuan bangsa dan tidak mampu memimpin bangsa ini,” kata Tedjo dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (2/11).
.
Tedjo yang pernah menjabat menteri Jokowi selama 10 bulan ini mengatakan ‎semua orang tahu bahwa umat muslim Indonesia tidak memusuhi agama dan etnis lain.
.
“Tapi ingin agar Ahok yang telah menista Alquran diproses hukum, namun selalu dilindungi oleh pemerintah,” ujarnya.
Kata Tedjo‎ walaupun para ulama telah dipanggil ke istana, itu sudah terlambat untuk meredam aksi demo karena tetap tidak mengubah niat para umat muslim untuk membatalkan demo dan tuntutannya.
.
Ia melanjutan, dalam kasus ini Presiden Joko Widodo mengalami dilema dan seolah tersandera. Sementara kasus Ahok terus bergulir membesar bak bola salju.
.
Seharusnya kata Tedjo mantan Walikota Solo itu tidak membela kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tj Purnama.
.
“Apapun alasannya, mengapa stabilitas keamanan dikorbankan hanya untuk membela seorang Ahok,” tegasnya.
.
sumber: republika

Komentari Ulama, Politisi Golkar Dikecam dengan #JanganHinaMUI

.

Kamis, 13 Oktober 2016 – 08:00 WIB

Terkait pernyataan Nusron Wahid, beredar pula video yang menayangkan dai Yusuf Mansur berbicara tentang pesan untuk tidak meniru sikap tak baik kepada ulama
.
Komentari Ulama, Politisi Golkar Dikecam dengan #JanganHinaMUI
TVONE
Nusron Wahid di ILC, Selasa (11/10/2016).
.
Hidayatullah.com– Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Nusron Wahid (NW), dikecam akibat pernyataannya pada acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa malam (11/10/2016). Kecaman itu mencuat antara lain dengan kicauan bertanda pagar (tagar/hastag) #JanganHinaMUI oleh para netizen.
.
Pantauan hidayatullah.com, tagar #JanganHinaMUI menduduki jajaran topik paling tren dibahas (trending topic Indonesia/TTI) Twitter hampir sepanjang hari ini, Rabu (12/10/2016) pagi hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
.
“Omongannya NW menyakiti kami #JanganHinaMUI,” kicau Azim Arrasyid, salah seorang karyawan swasta di Jakarta, melalui akun @DzAzimarasyid.
.
Akun Teroris Social Media @TerorisSocmed berkata:
“Omongannya NW ngawur banget #JanganHinaMUI.”
.
Akun Andi alfarizy @AndyFarizy:
“Ada kafir hina alQur’an, ada muslim yg gunakan dalil alQur’an untuk bela si kafir #JanganHinaMUI.”
.
Lorisben Munthe @LorisbenMunthe:
“Setahu ane WAHID itu satu. Tapi kenapa Wahid nyang onoh JEBLOG maksimal ya? #JanganHinaMUI.”
.
Netizen Umar Syadat @Umar_Hasibuan berkata diplomatis:
“Krn yg diucapkan nusron di ILC adalah kebenaran menurut dia bkn menurut Qur’an.Sy sih anggap nusron kmrn lg emosi tak terkendali.”
.
Pernyataan Nusron Wahid kepada Ulama

Diketahui, pada acara ILC yang disiarkan langsung sebuah stasiun TV swasta, Selasa itu, dibahas tentang pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51.[Baca:Ahok Dikecam Bilang “Jangan Percaya Dibohongi Pakai Surat Al-Maidah]

.
Pada kesempatannya, Nusron Wahid mengatakan, suatu teks itu bebas tafsir dan bebas makna. Menurutnya, yang paling tahu tentang teks adalah pembuat teks tersebut.
.
“Yang namanya al-Qur’an, yang paling sah untuk menafsirkan, yang paling tahu tentang al-Qur’an itu sendiri adalah Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul. Bukan Majelis Ulama Indonesia (MUI), bukan Ahmad Dhani, bukan Dahnil Simanjuntak, juga bukan juga saya, maupun Hamka Haq, bukan itu,” ujarnya menyebut nama sejumlah tokoh pembicara pada acara itu.
.
Nusron Wahid juga mengatakan, “Yang paling tahu tentang apa yang disampaikan oleh Ahok di Pulau Seribu, ya Ahok. Bukan orang lain. Itu ilmu tafsir, itu ilmu teks, hermeneutik.”
.
Dalam penyampaiannya selama sekitar 8 menit dengan suara keras itu, Nusron Wahid juga mengatakan:
“Kiai-kiai saya, guru-guru saya, ulama-ulama saya dulu, ketika memaknai al-Qur’an saya ngaji, tidak pernah mengklaim dirinya paling benar. Selalu ditutup dengan satu kalimat, ‘Wallahu a’lamu bimurodihi; bahwa hanya Allah-lah sesungguhnya yang paling tahu tentang maknanya, bukan orang lain.’ Karena itu, kalau menjadi ulama, menjadi kiai, mengutip al-Qur’an, jangan hanya mengutip dengan surat al-Qur’an yang terjemahan.”
“…Barangsiapa yang belajar al-Qur’an tanpa guru, gurunya syaitan.”
.
Ia juga mengatakan:
“Hentikan penggunaan ayat-ayat untuk politik. Ayat Al-Maidah tidak ada kaitannya dengan politik. Ayat Al-Maidah multi fatsir. Karena multi tafsir, tidak usah dipakai justifikasi untuk menistakan orang, untuk melawan orang dan lain sebagainya.”
.
Ia pun menyampaikan pembelaannya atas Ahok soal Al-Maidah ayat 51. Nusron Wahid mengklaim, Ahok tak bermaksud menghina al-Qur’an, umat Islam, pun agama Islam.
“Yang paling tahu tentang omongan Ahok ya Ahok sendiri,” ujarnya lantas disambut sorakan“huuuuuu…!” terhadap Nusron Wahid dari peserta ILC lain.
.
Penyampaian MUI
Sebelum Nusron Wahid, pada acara itu, lebih dulu giliran pihak MUI Pusat diwakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal Tengku Zulkarnain.
.
Zulkarnain antara lain membacakan pendapat dan sikap keagamaan MUI soal pernyataan Ahok tersebut. Dimana MUI menyatakan, pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu tersebut terkategori menghina al-Qur’an dan atau ulama.
.
Di depan Nusron Wahid dan para peserta diskusi itu, Zulkarnain menjelaskan tafsiran MUI dari pernyataan Ahok “Jadi, jangan percaya sama orang, bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya. …Dibohongi pakai Surat Al-Maidah (ayat) 51 macem-macem itu. Itu hak bapak-ibu ya!”
.
Jelas Zulkarnain, ada dua konsekuensi hukum yang harus dipikul Ahok atas pernyataannya itu.
.
“Pertama, dia (Ahok. Red) menuduh bahwa Surat Al-Maidah:51 itu alat melakukan kebohongan. Yang kedua, ulama-ulama yang mengajarkan Surat Al-Maidah:51 kepada umat Islam, itu adalah (dituduh sebagai. Red) pembohong,” paparnya lantas disambut apresiasi sebagian peserta diskusi.
.
Zulkarnain juga menerangkan, salah satu tugas utama MUI adalah menjaga umat dari pemikiran sesat dan keliru. “Atau dari tuduhan-tuduhan orang anti Islam, anti agama, yang ingin merusakkan agama Islam,” jelasnya.
.
Di ranah media sosial, pantauan hidayatullah.com, netizen pun membela ulama. Pembicaraan tentang “Ulama” sempat menjadi TTI Twitter.
.
Akun dany @KakaDhanay mengatakan: “Ulama adalah benteng terakhir umat, jika bukan ulama siapa lagi panutan kita. #JanganHinaMUI.”
.
Terkait pernyataan Nusron Wahid, beredar pula video yang menayangkan dai Yusuf Mansur berbicara tentang pesan untuk tidak meniru sikap tak baik kepada ulama.
.
“Jangan ditiru melotot-melotot ke ulama…. Yang suka maki-maki orang, jangan ditiru! Yang suka bilang ‘orang bodoh, goblok tuh’, jangan ditiru ya!” ujar Yusuf Mansur sambil menangis dalam video yang belum diketahui waktu perekamannya itu.
.
“Kakek sy jg seorang ulama, alm. KH Hasan Basri.. Gak kebayang kalau zaman dulu ada yg melotot2 ke kakek saya…,” kicau senator DPD RI, Fahira Idris melalui akunnya @fahiraidris, Rabu (12/10/2016).
.
Akun Anak Umi @athifa_ok berkicau, “#JanganHinaMUI Lucux, timses meradang smp melotot2. Hina ulama pula. Lha, ini jg bkn masa kampanye kan? cc @NusronWahid1….”
.
Ihwal “melotot ke arah ulama” itu tampaknya merujuk pada tatapan mata Nusron Wahid saat berbicara di ILC, Selasa malam itu.
.
Menurut akun Sang Pembangkang !!! @IndraJPiliang:
“Ndak elok, ngomentarin Nusron dari pelototan mata atau body languagenya. Teman2nya sejak dulu tahu betul, Nusron emang begitu matanya.”*
.
Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor:
.
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !