Archive | October 2016

Bicara Demo 4 November, Megawati: Islam Kayak Gitu Siapa yang Ngajari?

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh isu SARA. Dirinya mengharapkan pilkada serentak 2017 berlangsung damai.
.
“Kita diharuskan mencintai semua makhluk. Kok sekarang seperti itu banyak isu SARA. Islam kok gitu, siapa yang ngajari? Urusan memilih pemimpin kok dikorelasikan dengan agama dan ras. Ini tidak lucu kalau diteruskan,” ujar Megawati di sela-sela ‘Pelatihan Mubaligh Kebangsaan Baitul Muslimin, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2016).
.
Megawati menilai rencana unjuk rasa yang akan dilakukan tanggal 4 November nanti akan mengancam persatuan Indonesia. Karena menurutnya Bhineka Tunggal Ika adalah hal yang yang harus di kedepankan dalam falsafah kebangsaan.
.
“Saya belajar, kalau ada manusia yang kulitnya kuning, itu kan dari asal muasal dua orang, Adam dan Hawa. Lalu kalau kulitnya hitam, cokelat, bermata biru seperti di Aceh apa kita salahkan? Ini ciptaan Allah SWT. Jangan membedakan,” tegasnya.
.
Presiden ke-5 RI ini khawatir dampak dari aksi demonstrasi tersebut akan meluas seperti yang terjadi di Timur Tengah. Pihaknya mendorong masalah terkait Pilgub DKI ini tidak dibesar-besarkan.
.
“Islam harus Islam yang benar. Indonesia kaum yang mencintai kaum-kaum yang lain. Kita harus mengayomi. Saya tidak membela China, saya membela NKRI yang saya cintai. Pemilu sudah ada dari dari tahun 1955 pemilu itu. Lho kok sekarang hanya satu orang ribut setengah jagat. Kita harus memilih,” jelasnya
.
Megawati mengimbau kepada setiap mubaligh dari Baitul Muslimin untuk menyampaikan Islam yang teduh ke masyarakat. Dirinya tidak ingin kesalahanpemahaman akan Islam menyebabkan perpecahan.
.
“Kalau nanti mubaligh akan bicara di masjid, di khalayak ramai, beritahukan kita harus hidup dengan damai berpegangan satu sumber Alquran yang benar,” katanya.detik.com

Dunia kecam rudal Houthi di Mekkah

Gambaran rudal Houthi yang dekati Mekkah (foto),
Rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi hingga mendekati kota Mekkah memunculkan kecaman dari seluruh dunia pada Jum’at kemarin.
.
Para pemimpin dunia melalui Dubesnya di Riyadh, dan berbagai organisasi berpengaruh, dengan tegas menyebut tindakan Houthi sebagai “biadab”.
.
Sebelumnya, peluncuran rudal Burkan-1 oleh militan Syi’ah dari Yaman dicegat oleh pertahanan udara Saudi dan jatuh 65 km dari kota suci Mekkah.
.
Reuters melaporkan, rudal Houthi disasarkan ke bandara Internasional King Abdullaziz di Jeddah, salah satu bandara sipil tersibuk di dunia.
.
Duta Besar Jerman, Dieter W. Haller mengatakan: “Kami mengutuk serangan semacam ini dengan sekeras-kerasnya”
.
Duta Besar Norwegia, Rolf Willy Hansen mengatakan serangan seperti itu pasti akan dikutuk oleh setiap pihak yang cinta damai. “Saya sungguh merasa bahwa hal ini (seharusnya) bisa diselesaikan di meja perundingan damai”.
.
Duta Finlandia, Pekka Voutilainen mengatakan: “Serangan rudal di tanah Arab harus dikutuk dalam sebutan yang paling keras. Hal seperti ini tidak dapat diterima”
.
Duta Besar India, Ahmad Javed mengatakan: “Menyasar tempat suci harus dianggap sebagai (sesuatu) yang sangat tercela”
.
Duta Besar Belgia, Geert Criel mengatakan: “Kami sangat terkejut dengan serangan ke wilayah Saudi oleh milisi Houthi. Ini benar-benar tidak dapat diterima”. Ia juga berharap kelanjutan gencatan senjata dalam rangka mencapai langkah perdamaian dan mengembalikan stabilitas politik Yaman.
.
Duta Pakistan, Manzoor Ul Haq mengatakan: “Berita tentang serangan rudal yang menargetkan kota suci mengejutkan bagi setiap Muslim. Kami sangat mengutuk serangan apapun terhadap Mekkah atau wilayah lain dari Kerajaan (Saudi)”
.
Duta Besar Turki Yunis Demirer mengatakan: “Kami sangat mengutuk serangan rudal oleh milisi Houthi menuju Mekkah, tempat paling suci bagi umat Islam… Kami lega dengan fakta bahwa pertahanan Saudi mampu mencegat dan menghancurkan rudal”
.
Duta Besar Bangladesh, Golam Moshi mengatakan bahwa negaranya mengutuk keras tindakan keji Houthi. “Ini bukan serangan terhadap Arab Saudi, itu adalah agresi yang disengaja pada Islam”
.
“Di bawah kepemimpinan Syeikh Hasina, Bangladesh siap mengirim pasukan untuk melindungi kota suci Mekkah dan Madinah”, lanjutnya.
.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan bahwa serangan itu tidak hanya melanggar kesepakatan damai, tetapi juga mengancam Mekkah, kiblat umat Islam di seluruh dunia.
.
Juru bicara koalisi Arab, Brigjen Ahmed Asseri mengatakan: “Menarget tempat tersuci di muka bumi (bagi umat Islam) dengan rudal balistik tadi malam menyingkap slogan palsu milisi Houthi”
.
Dewan Kerjasama Teluk (GCC), lewat Sekretaris Jenderal Abdullatif Al-Zayani menyatakan kecaman keras terhadap serangan.
.
“GCC menganggap serangan brutal yang menodai kesucian negeri (Haramain) ini, adalah provokasi bagi umat Islam. Ini menunjukkan ketidakpedulian Houthi pada situs suci Islam. Terbukti dengan penolakan Houthi mengikuti tuntutan internasional untuk mencapai solusi politik dalam penyelesaian krisis”, kata Al-Zayani dalam sebuah pernyataan.
.
Ahmed Aboul Gheit, Sekretaris Jenderal Liga Arab, mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran yang tidak bisa diterima bagi kesucian tanah suci Mekkah.
.
Dalam sebuah pernyataan, Aboul Gheit mengatakan ini adalah eskalasi serius oleh milisi Houthi.
.
Menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran berat atas kesucian rumah Allah, juru bicara Dewan Syura Saudi, Abdullah Alu Syeikh menilai serangan itu terang-terangan didukung oleh agen-agen Iran di Yaman.
.
Ia menjanjikan dukungan dewan terhadap semua langkah yang diambil pemerintah Saudi dalam melindungi kedaulatan, keamanan dan stabilitas negara.
.
Sedangkan Liga Muslim Dunia menyebut serangan itu telah melanggar kesucian tanah suci dan melukai perasaan umat Islam dunia. (Arabnews)

Pernah Foto Hampir tanpa Sehelai Benang, Slank Dinobatkan Jadi Duta Santri Nasional

post-feature-imageS
POS-METRO.COM – Group band papan atas Indonesia Slank dinobatkan sebagai duta santri nasional. Band yang digawangi Bimbim dan kawan-kawan diangkat menjadi Duta Santri Nasional.
.
Jogja/Yogyakarta melaui akun @YogyakartaCity saat mereka menggelar konser dalam rangka gelaran Pekan Kreativitas Santri Nusantra & Liga Santri Nusantara yang digelar, Jumat (28/10) di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
.
Di acara #NyantriBarengSLANK, SLANK @slankdotcom diangkat jadi Duta Santri Nusantara #HSN2016. Sementara, Mlengse Group dengan akun ?@GuyonAngkring berkicau mengenai Penobatan @slankdotcom sebagai Duta Santri Nusantara.. ???? #nyantribarengslank #HSN2016
.
Dari sekian lagu lama yang dinyanyikan, seperti Ku Tak Bisa Jauh Darimu, Tong Kosong Bunyi Nyaringnya, Juwita Malam maupun karya lain, Terlalu Manis untuk Dilupakan menjadi lagu yang paling banyak dibagi di-twitter. [snc]

Kota Suci Makkah Diserang Rudal Balistik Syi’ah Houthi Yaman, Alhamdulillah Gagal

By   Moslem Today                                                                           October 28, 2016
makkahMoslemtoday.com : Milisi pemberontak Houthi Yaman meluncurkan rudal balistik ke arah kota suci Makkah pada hari Kamis. Namun, militer koalisi Arab yang yang dipimpin Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan rudal Houthi yang nyaris menghantam Kota Makkah itu.
Serangan Houthi dengan target Kota Makkah itu dikonfirmasi militer Saudi yang disiarkan kantor berita negara Saudi, SPA, Jumat (28/10/2016).
.
Menurut pernyataan militer Saudi, pasukan koalisi Arab menghancurkan rudal balistik Houthi yang sudah melesat 65 km (40 mil) dari kota suci Makkah. Serangan rudal Houthi tidak menimbulkan kerusakan terhadap situs suci umat Islam.
.
Makkah seperti diketahui merupakan rumah bagi berbagai situs suci dalam Islam, termasuk Masjidilharam.
.
Sementara itu, kelompok Houthi dalam sebuah pernyataan hari Jumat, mengkonfirmasi tembakan rudal balistik Burkan-1 ke wilayah Arab Saudi. Namun, Houthi mengklaim tembakan rudal balistik mereka diarahkan ke Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, bandara tersibuk Kerajaan Arab Saudi.
.
Kelompok Houthi telah menguasai sebagian wilayah Yaman utara termasuk Ibu Kota Sanaa bersama dengan sekutunya para loyalis mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.
.

SALAFIYAH DAN POLITIK

13133167_1006723459409476_7140252286245239516_nOleh    Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilaly

Sesungguhnya Salafiyyah meniadakan untuk uluran apa saja kepada Hizbiyah Siasiyyah (gerakan politik) yang menjadikan kekuasaan sebagai tujuan dan bukan sebagai wasilah (perantara). Mereka yang berusaha mencapai kekuasaan dengan segala makar, kelicikan dan tipu daya, serta menjadikan Islam sebagai syiar (simbol). Jika mereka telah mencapai apa yang diinginkan, merekapun berpaling dari jalan Islam !

Yang demikian itu karena politik didalam benak mereka adalah: “Kemampuan memperdaya dan menipu, dan seni membentuk jawaban-jawaban yang bermuatan (politis), serta perbuatan-perbuatan yang mempunyai halusinasi, yang diibaratkan dalam bentuk bejana yang diletakkan didalamnya baik itu warna, rasa dan baunya”.

Politik seperti ini dalam pandangan Salafiyyin (pemahaman Salafus Shalih) serupa dengan kemunafikan ; karena dalam politik seperti ini ada sikap tidak konsisten pada aqidah, mereka mengotori jiwa Islam, merusak keimanan, melepaskan ikatan Al-Wala’ (loyalitas) dan Al-Bara’ (kebencian), serta menipu kaum muslimin. Para dai yang fajir (jahat) tersebut menjadikan politik sebagai tangga saja, mereka menggembor-gemborkan dakwaan untuk menolak kedzaliman, menolong kaum muslimin, meringankan bahaya atau menghilangkan kemungkaran. Dan kami telah melihat kebanyakan mereka itu berubah dan tidak merubah. Dan orang yang berbuat seperti cara mereka tidak akan keluar dengan selamat dari permainan politik, dan tidak akan kembali dengan kemenangan.

Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa Salafiyyah (dakwah yang menyeru kepada Al Qur’an dan sunnah dengan pemahaman sahabat nabi) tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, tidak memahami keadaan/kondisi mereka, tidak berusaha dengan sunguh-sungguh memulai kehidupan Islam yang berlandaskan kepada Manhaj Nubuwah (ajaran nabi), kemudian setelah itu mewujudkan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dimuka bumi, agar agama itu seluruhnya menjadi milik Allah Subhanahu wa Ta’ala tiada sekutu bagi-Nya, agar tersebar keadilan dimana-mana. Oleh karena itu salafiyah menjadikan hal diatas sebagai salah satu dari tujuan-tujuannya, berusaha merealisasikan, beramal untuk mencapainya, serta mengajak kaum muslimin, khususnya para da’i Salafi untuk bersatu diatasnya, agar kalimat mereka satu.

Meskipun demikian, kami melihat sebagian orang yang masih ingusan, menyangka/menuduh bahwasan dakwah Salafiyyah pada saat ini tidak ada politik didalam manhajnya ! dia beralasan bahwa memulai kehidupan Islam bukan dari tujuan mereka, yang tercantum pada sampul belakang kitab-kitab mereka.

14721729_705038356315289_5172886766460978808_nSesungguhnya tuduhan ini hanyalah untuk merobohkan dakwah Salafiyyah, sekalipun ia berusaha mengatakan akan mendirikannya, semua itu ia lakukan untuk mengelabui teman-temannya. Dibawah ini ada keterangan yang sepatutnya untuk diketahui:

1. Sesungguhnya memulai kehidupan Islam diatas Manhaj Nubuwah (Ajaran Nabi) dan menumbuhkan masyarakat Rabbani, dan merealisasikan hukum Allah Azza wa Jalla dimuka bumi adalah hal yang ditegaskan oleh dakwah salafiyah dengan (tiada rasa harap dan takut), karena dakwah salafiyah akarnya kembali kepada generasi sahabat, dan metodenya adalah dasar-dasar yang telah ditetapkan oleh ulama Rabbani. Manhaj salafiyah dalam merubah adalah seperti para sahabat nabi dan ulama, yaitu dengan mengikuti sunnah bukan berbuat bid’ah. Dan manhaj seperti ini bertolak belakang dengan dakwah-dakwah masa kini yang mendakwahkan telah mendahului dalam segalanya dan dakwah-dakwah ini bagaikan tunas yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi tidak dapat tegak sedikitpun.

2. Sesungguhnya tujuan umum yang ditegaskan dakwah salafiyyah semuanya untuk merubah (kepada yang baik) :

(a). Mengembalikan umat kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman sahabat Nabi , ini adalah merubah kondisi umat.

(b). Membersihkan kotoran yang masih melekat pada kehidupan kaum muslimin berupa kesyirikan dengan berbagai macam bentuknya. Memperingatkan mereka dari perbuatan bid’ah yang munkar dan pemikiran-pemikiran batil yang masuk, mensucikan sunnah dari riwayat-riwayat yang dha’if dan palsu yang mengotori kebersihan Islam dan menghalangi kemajuan kaum muslimin, ini dalam rangka merubah kondisi umat.

(c). Menyeru kaum muslimin untuk mengamalkan hukum-hukum Islam, berhias dengan keutamaan-keutamaan dan adab-adab agama yang membuahkan ridha Allah didunia dan akhirat, serta mewujudkan kebahagiaan dan kemuliaan bagi mereka : ini juga dalam rangka merubah kondisi umat.

(d). Dan sesungguhnya menghidupkan ijtihad yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah serta pemahaman sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghilangkan sikap fanatik madzhab, serta melenyapkan fanatik golongan agar kaum muslimin kembali bersaudara, dan bersatu diatas ajaran Allah Azza wa Jalla sebagai saudara, ini juga merubah kondisi umat.

3. Ini yang pertama, adapun hal lainnya, sesungguhnya tujuan-tujuan itu semuanya untuk memulai kehidupan Islam akan tetapi diatas manhaj Nubuwah (metode nabi), dan penyebutan masalah ini pada pembahasan setelahnya adalah termasuk dalam bab penyebutan hal yang khusus sesudah hal yang umum.

4. Adapun sesudah itu sesungguhnya Salafiyyin menempuh manhaj (metode) perubahan berdasarkan Al-Qur’an yang tidak terdapat kebatilan didalamnya yaitu firman Allah Azza wa Jalla :

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka merubah diri-diri mereka.” [ar-Ra’d/13 : 11]

Maka medan perubahan ini adalah jiwa-jiwa manusia agar jiwa-jiwa itu tegak, istiqomah diatas manhaj Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan siap untuk menjadi pemimpin.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji untuk mengokohkan (Islam dan kaum muslimin) tapi dengan syarat mereka mau merubah diri-diri mereka sendiri :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Jika kalian menolong Allah niscaya Allah akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian.” [Muhammad/47 : 7]

Oleh karena itu kami melihat guru kami Syaikh Al-Albani memuji kata-kata yang masyhur dibawah ini :

“Tegakkanlah daulah Islam dalam jiwa-jiwa kalian niscaya daulah Islam itu akan tegak dibumi kalian.”

Beliau memuji kalimat tersebut karena sesuai dengan Al Qur’an dalam metode memperbaiki masyarakat bukan lantaran beliau terpengaruh dengan pencetusnya.

Barangkali ada orang yang akan berkata : Sesungguhnya metode “Tasfiyah dan Tarbiyah” (mensucikan dan mendidik) itu tidak jelas. Untuk orang-orang seperti ini telah dikatakan : “Sesungguhnya manhaj ini lebih terang dari matahari akan tetapi terkadang mata mengingkari cahaya matahari karena tertutup dengan debu.”

Sesungguhnya manhaj ini adalah metode Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus beliau untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya dan melahirkan umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kebaikan serta melarang kemungkaran dan beriman kepada Allah Azza wa jalla.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya pada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (As-Sunnah).” [al-Jumu’ah/62 : 2]

Sesungguhnya ini adalah ilmu dan tazkiyah (pensucian) dan kita tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan tasfiyah (pemurnian), dan sekali-kali tidak akan bisa mewujudkan pensucian melainkan dengan tarbiyah (mendidik).

Ini adalah pemahaman para pewaris Nabi, umat yang adil, yang mana Allah menyingkapkan kekaburan dengan mereka dan menghilangkan serta menghancurkan kezaliman, sebagaimana hal ini disebutkan dalam hadits yang hasan, yang artinya ; “Ilmu ini akan dibawah oleh orang-orang yang adil, mereka meniadakan penyimpangan orang-orang yangmelampaui batas, melenyapkan orang-orang yang batil dan orang-orang yang bodoh.”

Manhaj Salaf menyelamatkan para pemuda/generasi umat dari jaring-jaring hizbiyyah, sebagaimana dalam hadits Bukhari dan Muslim (yang artinya) : “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mencabut ilmu sesudah Allah memberikan kepada kalian akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan kematian para ulama hingga jika tidak tersisa seorang ulama, manusia menjadikan pemuka-pemuka mereka orang-orang yang bodoh lalu mereka ditanya maka mereka berfatwa tanpa ilmu hingga mereka menyesatkan dan mereka sendiri tersesat.”

Dakwah Salafiyyah tidak mengarahkan untuk bentrok (secara frontal) dengan para penguasa dan undang-undang karena dakwah ini menginginkan perbaikan dan bersungguh-sungguh dalam memperbaiki. Karena hukum dan penguasa bukanlah tujuan menurut dakwah Salafiyah tetapi hal itu adalah wasilah/sarana untuk beribadah kepada Allah semata dan agar agama ini menjadi milik Allah seluruhnya.

Bentrok dengan penguasa/kudeta dapat mengakibatkan urusan yang lebih besar, jika tidak percaya maka lihatlah fakta!

Demikian juga sesungguhnya peraturan Islam harus mempunyai penopang dan pembela dari rencana busuk musuh-musuh Islam dan para dai yang menghalangi jalannya :

هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ

“Dialah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang yang beriman”. [al-Anfal/8 : 62]

Dan tidaklah kaum muslimin menjadi penopang para rasul sesudah Allah, melainkan jika mereka terdidik diatas manhaj Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat-sahabat beliau (semoga Allah meridhai mereka). (Contoh) “Jihad Afghanistan, jihad ini mempunyai pembela dan penopangnya dari rakyat Afghanistan… akan tetapi kaidah tasfiyah dan tarbiyah ini terlalaikan dengan perlawanan (terhadap musuh) sebelum tarbiyah, sehingga tatkala mencapai singgasana kekuasaan bercerai-berailah sesudah sebelumnya kuat, bermusuhan diantara mereka dan mereka menjadi lemah, dan hilang kekuatan mereka, runtuh dan hancur, dan para musuh pengintai mereka menunggu kesempatan”.

Jika demikian (kenyataannya) haruslah dilakukan tashfiyah (pembersihan) dan tarbiyah (pendidikan) diatas manhaj Nabawi yang bersih yang terlahirkan darinya generasi yang menjadikan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sebagai panutan.

Disamping itu sesungguhnya Salafiyyin tidak mengingkari orang-orang yang melakukan perubahan, akan tetapi mereka mengingkari metode perubahan, yang tidak bisa “mengenyangkan dan tidak bisa menghilangkan rasa lapar”, bahkan orang-orang yang tergesa-gesa dan orang-orang yang mengambil manfaat (dunia) menaiki metode itu untuk mengorbankan para pemuda muslim, mereka membuat kerusakan yang pada akhirnya mereka berguguran di sarang musuh dengan sebab ketergesa-gesaan mereka, dan sunnah Allah Azza wa jalla menimpa mereka sebagaimana yang dikatakan para ulama yang (artinya) : Barangsiapa tergesa-gesa sebelum waktunya maka diharamkan mendapatkannya.”

Salafiyyun menolak metode-metode yang mendukung ahli batil serta menghina kaum muslimin menjadikan kaum muslimin berpecah-pecah, berkelompok-kelompok (berpartai-partai), permusuhan diantara mereka sangat sengit. Kemudian dilecehkannya aqidah serta syariat Islam.

Inilah yang diingkari Salafiyyin, dan mereka selalu memperingatkan darinya, pendorong mereka dalam hal ini seluruhnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“Aku tidak bermaksud kecuali mendatangkan perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada petunjuk bagiku melainkan denga pertolongan Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nyalah aku kembali.” [Hud : 88]

Dan Allahlah yang menjanjikan ..

[Diterjemahkan dari majalah al-Asholah edisi 18 hal 29, Disalin Majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyah Edisi 10/Th II/1425H/2004M, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya]

Sumber: https://almanhaj.or.id/1567-salafiyah-dan-politik.html

Oknum Polisi Injak Taman Saat Demo Peringatan 2 Tahun Jokowi-JK, “Media Jamban Gak Ribut”  

 

post-feature-image
POS-METRO.COM – Hingga sore ini, Rabu, 20 Oktober 2016, masih berlangsung aksi unjuk rasa mahasiswa sebagai evaluasi 2 tahun pemerintahan Jokowi – JK.
Aksi yang diikuti ribuan mahasiswa berlangsung di kawasan Monas, tak jauh dari Istana Negara, Jakarta Pusat.
Aksi ini diikuti oleh BEM Se-Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI).
Tujuan aksi ini adalah untuk mengevaluasi 2 tahun pemerintahan  Jokowi – JK yang dinilai sarat kegagalan.
Polisi yang mengamankan aksi tersebut bersiaga penuh dan dilengkapi water canon.
Dalam sebuah gesekan, terjadi aksi dorong antara massa mahasiswa dan puluhan anggota polisi. Akibatnya beberapa mahasiswa pun naik pitam karena beberapa rekan mahasiswi mereka terdesak.
“Tolong jangan dorong pak ada perempuan di dalam!” teriak mahasiswa.
 “Jokowi pembohong! turunkan Jokowi-JK, reformasi jilid dua,” serunya disambut pekik mahasiswa lainnya.
Ada hal sangat menarik yang luput dari pemberitaan media besar. Yaitu adanya oknum polisi yang tampak menginjak taman di median jalan.
Momen itu pun segera diunggah dan dalam waktu cepat menjadi viral di twitter.
Foto ini segera menarik perhatian netizen.
@yani_bertiana menulis, “aparat bersiaga di atas taman. Menginjak-injak taman, maksudnya”.
@geyelicious, “kudu dibully @kurawa nih”
@draprayogi, “koq media Jamban gak pada ribut ya?”
Reaksi netizen ini merujuk pada protes yang diajukan Ahok pasca berlangsungnya aksi damai umat Islam Islam Jumat pekan lalu. Sempat terjadi kontroversi terkait taman yang dituding Ahok rusak karena diinjak pengunjuk rasa.
Tudingan tersebut kemudian dibantah oleh beberapa bukti foto dari netizen. [ppy]

Loyal Kepada Orang Kafir dan Pecah Belah Umat, Nusron Dinilai Murtad

 .

Bandung – persis.or.id, Diantara hal-hal yang membatalkan keislaman adalah loyal kepada orang kafir dan membantu mereka dalam memecah belah umat Islam, memeranginya dan mengusir kaum muslimin dari negrinya sendiri. “Dia telah tawalli (loyal, red) kepada orang kafir Ahok secara terang-terangan maka dia termasuk kafir. Itulah maksud Al-Maidah ayat 51″, tutur KH. Salam Russyad, Dewan Hisbah PP Persis, kepada Persis.or.id (18/10/2016)

Terkait dengan kelakuan Nusron Purnomo yang justru mengkhianati umat Islam, Ust. Salam Russyad menilai “Nusron itu sudah murtad tanpa sadar, karena dia sudah melakukan iftiraq al-jamaah, memecah belah ummat”, ucapnya.

Ust. Salam menyebutkan bahwa adanya orang berKTP Islam dan parpol Islam yang mendukung calon gubernur kafir adalah sebagai bukti bahwa umat ini tidak paham syari’at Islam, tidak memahami perkara-perkara yang haram menurut syari’at Islam.

Jadi fenomena “jahalatul ummat” semakin jelas. Al-Qur’an telah berbicara banyak tentang bahaya orang munafiq, bahkan ada surat al-Munafiqun yang secara khusus berbicara tentang sifat-sifat orang munafiq.

Salah satu ciri orang munafiq itu adalah selalu mencari aman dan keuntungan bagi dirinya sendiri meskipun harus mengorbankan agama dan imannya. Dia akan mendukung dan membela siapa saja yang memberikan keuntungan kepada pribadinya ( lihat al-Baqarah: 20, red) sekalipun itu orang yang memusuhi Allah dan Rasulnya. (HL & TG)