Archive | November 2013

Polri Larang Jilbab Polwan?

Situs VoA Islam hari Sabtu tanggal 26 Muharram 1435 H / 30 November 2013 pukul 01:30 wib menurunkan judul “Soal Jilbab Polwan, Polri Jangan Permainkan Umat Islam”. Ini terjadi terkait pernyataan Kapolri Jendral Polisi Sutarman yang membolehkan Polwan berjilbab tanpa menunggu aturan. Karena pembolehan ini maka maraklah Polwan berjilbab di seluruh Indonesia. Lalu apa lacur? Belum sebulan malah sekarang terbit telegram rahasia agar Polwan menanggalkan jilbab dengan berbagai dalih. Dengan demikian selama 2013 ini Mabes Polisi telah dua kali mengkhianati jilbab di kalangan mereka. Pertama, ketika mantan Waka Polri Nanan Sukarna meniadakan kemungkinan berjilbab bagi Polwan dengan mengatakan: “Kalau mau berjilbab jangan masuk Polisi”. Artinya, berjilbab hanya boleh masuk masjid atau pesantren dan tidak boleh masuk polisi. Dan yang kedua adalah omongan Kapolri yang baru saja dilantik ini, “boleh berjilbab tanpa mengunggu aturan baru”, yang kemudian … langsung diharamkan dengan telegram rahasia. Allahu akbar! Sungguh ini sebuah aksi Polisi yang sangat melukai perasaan umat Islam.

Atas kasus ini maka secara tidak langsung Polri sudah mengumumkan perang terhadap salah satu syariat Islam yang hukumnya fardhu sehingga tidak bisa disalahkan kalau umat Islam kian memposisikan dirinya sebagai musuh polisi RI karena polisi “menteror” syariat mereka. Dan dengan kejadian ini maka Polisi semakin “dikutuk” bahkan didoakan keburukan atas mereka walaupun mayoritas polisi Indonesia ya orang-orang Islam juga.

Mudah-mudahan Polisi masih punya perasaan atas mayoritas rakyatnya yang beragama Islam sehingga Polisi tidak mudah dikendalikan oleh kelompok-kelompok anti Islam, apalagi oleh fihak-fihak asing yang senantiasa men-teroris-kan syariat dan umat Islam di seluruh Indonesia.

Keutamaan mengingat mati

Image

 
Allah berfirman : 
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ اْلمَوْتِ وَ نَبْلُوْكُمْ بِالشَّرّ وَ اْلخَيْرِ فِتْنَةً، وَ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ. الانبياء:35
Tiap-tiap yang berjiwa pasti merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [QS. Al-Anbiyaa’ : 35]
 
 
Inilah kepastian yang tidak bisa dihindarkan oleh setiap makhluk bernyawa di muka bumi. Tidak satu pun yang mampu mengelak darinya walaupun mati adalah peristiwa yang paling dibenci. Allah pun berfirman lagi:
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّه مُلاَقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلى عَالِمِ الْغَيْبِ وَ الشَّهَادَةِ فَيُنَبّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ. الجمعة:8
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan (kepada Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa saja yang telah kamu kerjakan”. [QS. Al-Jum’ah : 8]
اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ اْلمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ. النساء:78
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, [QS. An-Nisaa’ : 78]
 
Jadi, tidak ada benteng yang mampu membendung datangnya kematian jika telah tiba waktunya. Semuanya dipaksa untuk  menyambut maut, suka atau pun tidak. Mati adalah takdir yang harus dilalui meski pun oleh mereka yang tidak percaya sama sekali kepada takdir.

 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ اْلمَوْتِ وَ اِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَ اُدْخِلَ اْلجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ، وَ مَا اْلحَيوةُ الدُّنْيَا اِلاَّ مَتَاعُ اْلغُرُوْرِ. ال عمران:185
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari qiyamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [QS. Ali Imran : 185]
 
Sesudah “mati” barulah kita sadar secara penuh, tanpa keraguan sedikit pun, bahwa Allah itu maha kuasa, maha perkasa dan maha menepati janji-Nya.  Disinilah awal kita memasuki dunia baru yang telah dijanjikan sebelumnya, dunia tanpa amal, dunia yang disanalah kita berjumpa dengan segala hasil usaha kita selama hidup. 
 
Oleh karena itu, sebelum sang kematian benar-benar datang secara faktual, marilah kita memperbanyak dzikrul maut karena dia sangat bermanfaat untuk mengikis segala kesombongan, kebodohan dan kealpaan kita. Rasul SAW berpesan:
  عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِى اْلمَوْتَ. ابن ماجه و الترمذى و حسنه
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Banyak-banyaklah mengingat pemutus kesenangan, yakni mati”. [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi dan ia menghasankannya]
عَنْ اَنَسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص مَرَّ بِمَجْلِسٍ وَ هُمْ يَضْحَكُوْنَ، فَقَالَ: اَكْثِرُوْا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ، اَحْسِبُهُ قَالَ: فَاِنَّهُ مَا ذَكَرَهُ اَحَدٌ فِى ضِيْقٍ مِنَ اْلعَيْشِ اِلاَّ وَسَّعَهُ، وَ لاَ فِى سَعَةٍ اِلاَّ ضَيَّقَهُ عَلَيْهِ. البزار باسناد حسن
Dari Anas RA, bahwasanya Rasulullah SAW pernah melewati suatu majlis yang pada waktu itu orang-orang sedang tertawa. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Banyak-banyaklah mengingat pemutus kesenangan (yaitu mati)”. Anas berkata : Aku mengira beliau bersabda, “Sesungguhnya tidaklah mengingat mati seseorang yang sedang sempit kehidupannya kecuali akan menjadikannya luas. Dan tidaklah mengingat mati seseorang yang sedang dalam keluasan kecuali akan menjadikannya sempit”. [HR. Al-Bazzar dengan sanad hasan]
عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيِّ رض قَالَ: دَخَلَ رَسُوْلُ اللهِ ص مُصَلاَّهُ فَرَأَى نَاسًا كَاَنَّهُمْ يَكْتَشِرُوْنَ، قَالَ: اَمَا اِنَّكُمْ لَوْ اَكْثَرْتُمْ ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ لَشَغَلَكُمْ عَمَّا أَرَى. فَاَكْثِرُوْا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ اْلمَوْتِ فَاِنَّهُ لَمْ يَأْتِ عَلَى اْلقَبْرِ يَوْمٌ اِلاَّ تَكَلَّمَ فَيَقُوْلُ: اَنَا بَيْتُ اْلغُرْبَةِ، اَنَا بَيْتُ اْلوَحْدَةِ، اَنَا بَيْتُ التُّرَابِ، وَ اَنَا بَيْتُ الدُّوْدِ، فَاِذَا دُفِنَ اْلعَبْدُ اْلمُؤْمِنُ قَالَ لَهُ اْلقَبْرُ: مَرْحَبًا وَ اَهْلاً اَمَا اِنْ كُنْتَ َلاَحَبَّ مَنْ يَمْشِى عَلَى ظَهْرِى اِلَيَّ فَاِذَا وَلِيْتُكَ اْليَوْمَ وَ صِرْتَ اِلَيَّ فَسَتَرَى صَنِيْعِى بِكَ. فَيَتَّسِعُ لَهُ مَدَّ بَصَرِهِ، وَ يُفْتَحُ لَهُ بَابٌ اِلَى اْلجَنَّةِ، وَ اِذَا دُفِنَ اْلعَبْدُ اْلفَاجِرُ اَوِ اْلكَافِرُ قَالَ لَهُ اْلقَبْرُ: لاَ مَرْحَبًا وَ لاَ اَهْلاً اَمَا اِنْ كُنْتَ َلأَبْغَضَ مَنْ يَمْشِى عَلَى ظَهْرِى اِلَيَّ فَاِذَا وَلِيْتُكَ اْليَوْمَ وَ صِرْتَ اِلَيَّ فَسَتَرَى صَنِيْعِى بِكَ، قَالَ: فَيَلْتَئِمُ عَلَيْهِ حَتَّى يَلْتَقِيَ عَلَيْهِ وَ تَخْتَلِفَ اَضْلاَعُهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: بِاَصَابِعِهِ، فَاَدْخَلَ بَعْضَهَا فِى جَوْفِ بَعْضٍ قَالَ: (وَيُقَيَّضُ لَهُ سَبْعُوْنَ تِنِّيْنَا لَوْ اَنَّ وَاحِدًا مِنْهَا نَفَخَ فِى اْلاَرْضِ مَا اَنْبَتَتْ شَيْئًا مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا فَيَنْهَشْنَهُ وَ يَخْدِشْنَهُ حَتَّى يُقْضِيَ بِهِ اِلَى اْلحِسَابِ). قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّمَا اْلقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ اْلجَنَّةِ اَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ. الترمذى
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah masuk ke mushalla beliau lalu beliau melihat orang-orang sama tertawa terkekeh-kekeh, maka beliau bersabda, “Seandainya kamu sekalian banyak-banyak mengingat pemutus kesenangan tentu akan menyibukkan kepada kalian dari berbuat apa yang telah aku lihat. Maka banyak-banyaklah mengingat pemutus kesenangan, yaitu mati. Karena tidaklah datang satu haripun kecuali kubur itu berbicara. Kubur itu berkata, “Aku adalah rumah pengasingan, aku adalah rumah penyendirian, aku adalah rumah tanah, aku adalah rumah cacing”. Apabila seorang hamba yang mukmin dikuburkan, kubur itu berkata kepadanya, “Marhaban wa ahlan (selamat datang di tempat yang lapang dan kamu sebagai teman yang baik). Sesungguhnya kamu sebelumnya merupakan orang yang menyenangkan kepadaku diantara orang yang berjalan di punggungku (di bumi) maka hari ini waktunya aku yang menguasaimu, kamu akan melihat apa yang aku perbuat kepadamu”. Lalu diluaskan quburnya sejauh pandangan matanya, dan dibukakan pintu surga baginya.Tetapi apabila ada hamba yang durhaka atau orang kafir dikuburkan, maka kubur itu berkata kepadanya, “Laa marhaban wa laa ahlan” (Tidak ada selamat bagimu dan tidak ada kekeluargaan bagimu). Sesungguhnya kamu dahulu merupakan orang yang paling kubenci diantara orang yang berjalan di punggungku (di atas bumi), maka hari ini aku yang menguasaimu dan kamu kembali kepadaku. Kamu akan melihat apa yang aku perbuat kepadamu”. Rasulullah SAW bersabda, “Lalu bumi itu menghimpitnya dengan kuat hingga menghancurkan tulang-tulang rusuknya”. Abu Sa’id berkata : Kemudian Rasulullah SAW berisyarat dengan jari-jari beliau, beliau memasukkan sebagian jari-jari beliau pada sebagian yang lain, seraya bersabda, “Dan dilepaskan tujuh puluh ular, yang seandainya seekor saja menyembur bumi, maka bumi itu tidak bisa menumbuhkan sesuatu selama dunia ada. Dan ular itu mematuk dan melukainya hingga hari perhitungan”. Rasulullah SAW bersabda (pula), “Sesungguhnya qubur itu adalah satu kebun dari kebun-kebun surga atau satu jurang dari jurang-jurang neraka”. [HR. Tirmidzi]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص فِى جَنَازَةٍ، فَجَلَسَ اِلَى قَبْرٍ مِنْهَا فَقَالَ: مَا يَأْتِى عَلَى هذَا اْلقَبْرِ يَوْمٌ اِلاَّ وَ هُوَ يُنَادِى بِصَوْتٍ ذَلِقٍ طَلِقٍ: يَا ابْنَ آدَمَ نَسِيْتَنِى اَ لَمْ تَعْلَمْ اَنِّى بَيْتُ اْلوَحْدَةِ، وَ بَيْتُ اْلغُرْبَةِ، وَ بَيْتُ اْلوَحْشَةِ، وَ بَيْتُ الدَّوْدِ، وَ بَيْتُ اْلضِيْقِ اِلاَّ مَنْ وَسَّعَنِى اللهُ عَلَيْهِ. ثُمَّ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اْلقَبْرُ اِمَّا رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ اْلجَنَّةِ اَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ. الطبرانى فى الاوسط
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Kami pernah keluar bersama Rasulullah SAWuntuk (mengantar) satu jenazah. Lalu beliau duduk di dekat kubur tersebut dan bersabda, “Tidaklah satu haripun datang pada qubur, kecuali qubur itu menyeru dengan suara yang terang lagi jelas, “Hai anak Adam, engkau telah melupakan aku, apakah engkau tidak tahu bahwa aku adalah rumah penyendirian, rumah pengasingan, rumah kesedihan, rumah cacing dan rumah kesempitan, kecuali terhadap oang yang Allah meluaskan aku padanya”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Qubur itu adalah satu kebun dari kebun-kebun surga, atau satu jurang dari jurang-jurang neraka”. [HR. Thabrani di dalam Al-Ausath]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: اَتَيْتُ النَّبِيَّ ص عَاشِرَ عَشْرَةٍ فَقَامَ رَجُلٌ مِنَ اْلاَنْصَارِ فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، مَنْ اَكْيَسُ النَّاسِ وَ اَحْزَمُ النَّاسِ؟ قَالَ: اَكْثَرُهُمْ ذِكْرًا لِلْمَوْتِ، وَ اَكْثَرُهُمْ اِسْتِعْدَادًا لِلْمَوْتِ، اُولئِكَ اْلاَكْيَاسُ ذَهَبُوْا بِشَرَفِ الدُّنْيَا وَ كَرَامَةِ اْلآخِرَةِ. ابن ابى الدنيا فى كتاب الموت و التطبرانى فى الصغير باسناد حسن، و البيهقى فى الزهد، و لفظه: اَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ ص: أَيُّ اْلمُؤْمِنِيْنَ اَفْضَلُ؟ قَالَ: اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. قَالَ: فَاَيُّ اْلمُؤْمِنِيْن اَكْيَسُ؟ قَالَ: اَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَ اَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اِسْتِعْدَادًا، اُولئِكَ اْلاَكْيَاسُ.
Dari Ibnu ‘Umar RA ia berkata : Saya datang kepada Nabi SAW, kami serombongan sebanyak sepuluh orang. Kemudian ada seorang laki-laki Anshar bertanya, “Wahai Nabiyallah, siapa orang yang paling cerdik dan paling teguh diantara manusia ?”. Nabi SAW bersabda, “Orang yang paling banyak mengingat mati diantara mereka dan orang yang paling banyak mempersiapkan bekal untuk mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdik, mereka pergi dengan membawa kemulyaan dunia dan kemulyaan akhirat”. [HR. Ibnu Abid-Dunya di dalam kitabul-Maut. Thabrani di dalam Ash-Shaghir dengan sanad hasan. Dan Baihaqi juga meriwayatkan di dalam kitabuz-Zuhud, dengan lafadh] : Sesungguhnya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Siapa diantara orang-orang mukmin itu yang lebih utama ?”. Nabi SAW menjawab, “Orang yang paling baik akhlaqnya diantara mereka”. Orang tersebut bertanya lagi, “Siapakah diantara orang-orang mukmin yang paling cerdik ?”. Nabi SAW menjawab, “Orang yang paling banyak ingat mati diantara mereka, dan orang yang paling baik persiapannya untuk kehidupan selanjutnya. Mereka itulah orang-orang yang cerdik”.
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدِ السَّاعِدِيِّ رض قَالَ: مَاتَ رَجُلٌ مِنْ اَصْحَابِ النَّبِيِّ ص فَجَعَلَ اَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ ص يُثْنُوْنَ عَلَيْهِ وَ يَذْكُرُوْنَ مِنْ عِبَادَتِهِ وَ رَسُوْلُ اللهِ ص سَاكِتٌ، فَلَمَّا سَكَتُوْا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: هَلْ كَانَ يُكْثِرُ ذِكْرَ اْلمَوْتِ؟ قَالُوْا: لاَ. قَالَ: هَلْ كَانَ يَدَعُ كَثِيْرًا مِمَّا يَشْتَهِى؟ قَالُوْا: لاَ. قَالَ: مَا بَلَغَ صَاحِبُكُمْ كَثِيْرًا مِمَّا تَذْهَبُوْنَ اِلَيْهِ. الطبرانى باسناد حسن. و البزار من حديث انس قال: ذُكِرَ عِنْدَ النَّبِيِّ ص رَجُلٌ بِعِبَادَةٍ وَ اجْتِهَادٍ. فَقَالَ: كَيْفَ ذِكْرُ صَاحِبِكُمْ لِلْمَوْتِ؟ قَالُوْا: مَا نَسْمَعُهُ يَذْكُرُهُ. قَالَ: لَيْسَ صَاحِبُكُمْ هُنَاكَ.
Dari Sahal bin Sa’ad As-Saa’idiy RA ia berkata : Telah meninggal seorang sahabat Nabi SAW, lalu para shahabat menyanjung-nyanjungnya dan mereka menyebutkan pula tentang kebaikan ibadahnya, sedangkan Rasulullah SAW hanya diam saja. Setelah mereka itu diam, Rasulullah SAW bertanya, “Apakah ia dulu banyak mengingat mati ?”. Parashahabat menjawab, “Tidak”. Nabi SAW bertanya lagi, “Apakah ia dulu banyak meninggalkan kesenangan-kesenangan dunia ?”. Para shahabat menjawab, “Tidak”. Beliau bersabda, “Temanmu itu tidak menemui banyak dari apa yang kalian sangka kepadanya”. [HR. Thabrani dengan sanad hasan] Dan Al-Bazzar juga meriwayatkan dari haditsnya Anas, ia berkata : Disebutkan di sisi Nabi SAW seorang laki-laki yaitu tentang ibadah dan kesungguhannya. Kemudian Nabi SAW bertanya, “Bagaimana ingatnya saudaramu itu kepada mati ?”. Para shahabat menjawab, “Kami tidak pernah mendengarnya dia menyebutkan tentang mati”. Nabi SAW bersabda, “Saudaramu itu tidak di sana”. [HR. Al-Bazzar]
عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص عَلَى اْلمِنْبَرِ وَ النَّاسُ حَوْلَهُ: اَيُّهَا النَّاسُ، اِسْتَحْيُوْا مِنَ اللهِ حَقَّ اْلحَيَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّا لَنَسْتَحْيِى مِنَ اللهِ تَعَالَى. فَقَالَ: مَنْ كَانَ مِنْكُمْ مُسْتَحْيِيًا فَلاَ يَبِيْتَنَّ لَيْلَةً اِلاَّ وَ اَجَلُهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَ لْيَحْفَظِ اْلبَطْنَ وَ مَا وَعَى. وَ الرَّأْسَ وَ مَا حَوَى، وَ لْيَذْكُرِ اْلمَوْتَ وَ اْلبِلَى، وَ لْيَتْرُكْ زِيْنَةَ الدُّنْيَا. الطبرانى فى الاوسط
Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda di atas mimbar sedangkan orang-orang ada di sekelilingnya, “Hai para manusia, malulah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu”. Lalu ada seorang laki-laki berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami telah malu kepada Allah Ta’ala”. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa diantara kalian yang malu, maka tidaklah dia bermalam satu malam kecuali ajalnya diantara dua matanya (dia ingat bahwa mati itu dekat), hendaklah dia menjaga perut dan apa yang dia masukkan, menjaga kepala dan yang ia himpun, hendaklah dia ingat mati dan kehancuran, dan hendaklah ia meninggalkan hiasan dunia”. [HR. Thabrani di dalam Al-Ausath]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِسْتَحْيُوْا مِنَ اللهِ حَقَّ اْلحَيَاءِ. قَالَ: قُلْنَا: يَا نَبِيَّ اللهِ، اِنَّا لَنَسْتَحْيِى وَ اْلحَمْدُ ِللهِ، قَالَ: لَيْسَ ذلِكَ، وَ لكِنِ اْلاِسْتِحْيَاءُ مِنَ اللهِ حَقَّ اْلحَيَاءِ اَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَ مَا وَعَى وَ تَحْفَظَ اْلبَطْنَ وَ مَا حَوَى وَ لْتَذْكُرِ اْلمَوْتَ وَ اْلبِلَى، وَ مَنْ اَرَادَ اْلآخِرَةَ تَرَكَ زِيْنَةَ الدُّنْيَا. فَمَنْ فَعَلَ ذلِكَ فَقَدِ اسْتَحْيَا مِنَ اللهِ حَقَّ اْلحَيَاءِ. الترمذى
Dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Malulah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu”. Ibnu Mas’ud berkata : Kami berkata, “Ya Nabiyallah, sesungguhnya kami sudah malu. Alhamdulillah”. Nabi SAW bersabda, “Bukan demikian, tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu ialah kamu menjaga kepalamu dan apa yang dimasukkannya, kamu menjaga perut dan apa yang dihimpunnya, hendaklah kamu ingat mati dan kehancuran. Barangsiapa menginginkan akhirat dan meninggalkan hiasan dunia, maka barangsiapa yang melakukan demikian, sungguh dia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu”. [HR. Tirmidzi]
عَنِ الضَّحَّاكِ رض قَالَ: اَتَى النَّبِيَّ ص رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ اَزْهَدُ النَّاسِ؟ فَقَالَ: مَنْ لَمْ يَنْسَ اْلقَبْرَ وَ اْلبِلَى، وَ تَرَكَ فَضْلَ زِيْنَةِ الدُّنْيَا، وَ آثَرَ مَا يَبْقَى عَلَى مَا يَفْنَى، وَ لَمْ يَعُدَّ غَدًا مِنْ اَيَّامِهِ، وَ عَدَّ نَفْسَهُ مِنَ اْلمَوْتَى. ابن ابى الدنيا
Dari Adl-Dlahhak RA ia berkata : Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu bertanya, “Ya Rasulullah, siapa orang yang paling zuhud itu ?”. Nabi SAW menjawab, “Orang yang tidak melupakan kubur dan kehancuran, meninggalkan kelebihan hiasan dunia, mengutamakan yang kekal dari pada yang fana, tidak menghitung besok pagi sebagai hari-harinya, dan menghitung dirinya termasuk orang-orang yang akan mati”. [HR. Ibnu Abid-Dunya]
عَنْ عُثْمَانَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: كَفَى بِاْلمَوْتِ وَاعِظًا وَ كَفَى بِاْليَقِيْنِ غِنًى. الطبرنى
Dari Utsman RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Cukuplah mati itu sebagai penasehat, dan cukuplah keyaqinan itu sebagai kekayaan”. [HR. Thabrani]
عَنِ اْلبَرَاءِ رض قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص فِى جَنَازَةٍ فَجَلَسَ عَلَى شَفِيْرِ اْلقَبْرِ فَبَكَى حَتَّى بَلَّ الثَّرَى، ثُمَّ قَالَ: يَا اِخْوَانِى، لِمِثْلِ هذَا فَاَعِدُّوْا. ابن ماجه باسناد حسن
Dari Al-Baraa’ RA, ia berkata : Dahulu kami bersama Rasulullah SAW (menguburkan) jenazah, lalu beliau duduk di tepi kubur dengan menangis hingga air mata beliau menetes ke tanah. Kemudian beliau bersabda, “Wahai saudara-saudaraku, untuk seperti ini, maka bersiap-siaplah kalian”. [HR. Ibnu Majah dengan sanad hasan]
عَنْ اَنَسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَرْبَعَةٌ مِنَ الشَّقَاءِ: جُمُوْدُ اْلعَيْنِ، وَ قَسْوَةُ اْلقَلْبِ، وَ طُوْلُ اْلاَمَلِ، وَ اْلحِرْصُ عَلَى الدُّنْيَا. البزار
Dari Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAWpernah bersabda, “Ada empat hal dari kecelakaan, yaitu : kerasnya mata (tidak bisa menangis takut kepada Allah), kerasnya hati, panjang angan-angan, dan rakus kepada dunia”. [HR. Al-Bazzar]
عَنْ اُمِّ اْلوَلِيْدِ بِنْتِ عُمَرَ قَالَتْ: اِطَّلَعَ رَسُوْلُ اللهِ ص ذَاتَ عَشِيَّةٍ فَقَالَ: ياَاَيُّهَا النَّاسُ، اَلاَ تَسْتَحْيُوْنَ؟ قَالُوْا: مِمَّ ذَاكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: تَجْمَعُوْنَ مَا لاَ تَأْكُلُوْنَ، وَ تَبْنُوْنَ مَا لاَ تَعْمُرُوْنَ، وَ تَأْمُلُوْنَ مَا لاَ تُدْرِكُوْنَ، اَلاَ تَسْتَحْيُوْنَ مِنْ ذلِكَ؟. الطبرانى
Dari Umul Walid binti Umar, ia berkata : Rasulullah SAW pernah muncul pada suatu sore, lalu beliau bertanya, “Hai para manusia, apakah kamu sekalian tidak malu ?”. Para shahabat menjawab, “Malu dari apa itu ya Rasulullah ?”. Beliau bersabda, “Kamu sekalian mengumpulkan apa-apa yang tidak kalian makan, kamu sekalian membangun apa-apa yang tidak kalian huni dan kalian berangan-angan apa-apa yang tidak kalian dapatkan. Apakah kamu sekalian tidak malu dari semuanya itu ?”. [HR. Thabrani]
 
Wahai manusia sekalian…., marilah segera mengingat kematian karena dia pasti datang. Dia akan merenggut  hidupmu tanpa perlu restumu. Dia akan membuat jasadnya yang sebelumnya berpakaian mewah dan berfarfum wangi menjadi bangkai yang menjijikkan lagi berbau busuk.

Karena Gereja Sepi, Dilarang Bangun Masjid

 Senin, 25 November 2013 05:33

Syabab.Com – Kebijakan anti-kaum Muslim di Moskow masih berlanjut. Buktinya, Moskow mengumumkan untuk menghentikan pembangunan sejumlah masjid yang bertujuan untuk melemahkan komunitas umat Islam yang terus bertambah.

Sergei Sobyanin, Walikota ibukota Rusia, Moskow mengatakan bahwa masjid-masjid itu digunakan oleh pendatang dari luar kota dan mereka inilah orang-orang yang menghendaki pembangunan masjid-masjid di ibukota Rusia.

Sergei mengatakan dalam pernyataannya kepada surat kabar Rusia Komsomolskaya Pravda”: “Hampir dua juta penduduk asing tinggal di kota, yang sebagian besar dari mereka adalah pekerja Muslim dimana mereka ini datang dari bekas republik Soviet di Asia Tengah. Sementara perekonomian kota tidak dapat berjalan tanpa mereka. Namun kerumunan besar kaum Muslim yang memenuhi jalan-jalan Moskow, yang sedang mengantri untuk masuk masjid, sebagian besar adalah berasal dari luar kota karena itu mereka tidak memiliki hak untuk membangun masjid di Moskow.”

Sergei menegaskan bahwa “Sekarang tengah dibangun sebuah masjid baru di Moskow dan ia akan menjadi yang terakhir. Sebab setelah itu tidak akan dikeluarkan izin untuk membangun masjid baru. Saya berpikir bahwa masjid-masjid di Moskow sudah mencukupi.”

Di lain pihak, Rusyan Abiyasov, Ketua Dewan Fatwa, yaitu lembaga keagamaan resmi bagi kaum Muslim di Rusia menegaskan bahwa masjid-masjid di kota belum mencukupi untuk menampung penduduk Muslim. Ia mengatakan bahwa setidaknya harus ada delapan masjid untuk menampung jumlah kaum Muslim yang cukup besar.

Keputusan walikota Moskow untuk mencegah pembangunan masjid baru itu dibuat setelah ia memantau ratusan gereja Ortodoks yang ternyata di sebagian besar waktu kosong dari kegiatan keagamaan. Sementara itu kaum Muslim berbondong-bondong mendatangi empat masjid yang berada di dalam perbatasan kota [islammemo.cc/htipress/syabab.com]

Kapankah Mujahidin Membebaskan Rohingya..?

Kaum Muslim Rohingya Tidak Butuh Sekedar Tetesan Air Mata!

Repro Syabab.Com – Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam, Ekmeleddin Ihsanoglu mengatakan bahwa ia tidak mampu menahan tangis pada saat pertemuannya dengan anggota etnis Muslim “Rohingya” di Myanmar.

 Kaum Muslim Rohingya sedang membutuhkan penolong dan pelindung. Mereka membutuhkan tentara yang akan menolongnya, yang tidak akan membiarkan mereka berada di antara gigi taring kaum musyrik Buddha. Mereka membutuhkan orang yang akan melindungi kesucian mereka dan yang akan membalas dendam pada musuh-musuh mereka serta orang yang akan mengembalikan kemuliaannya.

Sementara tangisan itu bisa diterima hanya dari kaum lemah yang berduka atas penderitaan yang tengah menimpa saudara-saudaranya. Sebaliknya, tangisan itu tidak diterima dari para penguasa dan politisi yang memiliki kemampuan mengubah, menolong dan membalas dendam terhadap musuh-musuh mereka. Namun, amat disayangkan, mereka tidak melakukan semua itu.

Jika tangisan dan tetesan air mata Ihsanoglu itu benar maka ia wajib memberi semangat tentara agar pergi menolong kaum Muslim Rohingya. Ya, kita tunggu saja, apakah ia akan melakukannya?! [pal-tahrir.info/htipress/syabab.com]

I’dad dan Jihad Dalam Pandangan Ulama Madzhab Syafi’i

 

 
 
I'dad dan Jihad Dalam Pandangan Ulama Madzhab Syafi'i

 

Rabu, 20 Nov 2013

 
Oleh: Ustadz Abu Izzudien Fuad Al Hazimi

 
Allah Azza wa Jalla menciptakan manusia dengan tugas pokok yaitu beribadah hanya kepada Allah saja. Yakni beraktifitas dan berbuat sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah  yang nampak atau tersembunyi.
 
Allah Azza Wa Jalla berfirman:
 
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”  (QS Adz Dzariyat 56)
 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan makna ibadah, 
اَلْعِباَدَةُ اِسْمٌ جَامِعٌ لِكُلِّ ماَ يُحِبُّهُ اللهُ وَيَرْضاَهُ مِنَ الأَقْوَالِ وَالأَعْماَلِ الْباَطِنَةِ وَالظاَّهِرَةِ
“Ibadah adalah segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah baik berupa perbuatan maupun ucapan, yang batin maupun yang lahir”.
 
Ibadah merupakan konsewensi Tauhid Rububiyyah yang diikrarkan hamba dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya  walaupun tidak bisa dicerna oleh akal sekalipun.
 
Allah Azza Wa Jalla Berfirman:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)
 
Ibadah adalah iitiba’ (mengikuti), melaksanakan, menjalankan dan mengerjakan segala perintah yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Salah satunya adalah i‘daad fii sabilillah. Berarti, I’dad adalah ibadah dan bagian yang tidak terpisahkan dari syari’ah Islam.
 
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-Nisa’: 69)
 
I’dad & Jihad Dalam Pandangan Ulama Madzhab Syafi’i
Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyebutkan masalah I’dadul quwwah (persiapan kekuatan) untuk jihad fi sabilillah dan memerintahkannya sembari menyebutkan hikmah di dalamnya.
 
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” (QS. Al-Anfal: 60)
 
Imam Ali bin Muhammad Alaa’ud Dien (dikenal dengan Imam Al Khozin) dalam tafsirnya Lubabut Ta’wil fie Ma’anit Tanzil (Tafsir Al Khozin) -salah satu Kitab Tafsir rujukan utama di berbagai pesantren tradisional (salafiyyah) di Indonesia-, (3/209) menjelaskan tentang ayat di atas:
 
الإعداد اتخاذ الشيء لوقت الحاجة إليه
 
“I’dad adalah mempersiapkan sesuatu agar bisa dipergunakan saat diperlukan.” Sedangkan makna kekuatan ada tiga pendapat:
1. Semua jenis persenjataan dan perlengkapan yang dapat menjadi kekuatan dalam peperangan menghadapi musuh.
2. Benteng dan markas pasukan.
3. Memanah sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat menafsirkan ayat ini.
 
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir berkata: “Aku mendengar Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
 
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْىُ
 
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan adalah memanah, Ketahuilah bahwa kekuatan adalah memanah, Ketahuilah bahwa kekuatan adalah memanah.” (HR. Muslim)
 
Jika kita mau jujur, sebenarnya tidak ada satu pun kitab Fiqh yang tidak menyertakan bab yang berkaitan dengan I’dad dan Jihad, termasuk kitab-kitab fiqh Madzhab Syafi’i yang banyak diajarkan di berbagai pesantren tradisional yang sebagian besar bernanung di bawah ormas Islam Nahdhatul Ulama (NU).
 
Sebagai contoh saya nukilkan dari kitab Kitab Fathul Mu’in yang menjadi kitab rujukan utama di pesantren-pesantren tersebut.
 
باب الجهاد هو فرض كفاية كل عام ولو مرة إذا كان الكفار ببلادهم، ويتعين إذا دخلوا بلادنا كما يأتي . وحكم فرض الكفاية أنه إذا فعله من فيهم كفاية سقط الحرج عنه وعن الباقين ويأثم كل من لا عذر له من المسلمين إن تركوه وإن جهلوا
 
Bab Jihad : Jihad hukumnya Fardhu Kifayah setiap tahun, walaupun hanya sekali (dalam setahun), jika orang-orang kafir berada di negeri mereka. Dan (hukumnya) berubah menjadi fardhu ‘Ain jika mereka (orang-orang kafir) memasuki (menyerang) Negara kita sebagaimana akan kami jelaskan lebih lanjut.
Sedangkan maksud hukum Fardhu Kifayah  adalah jika sebagian kaum muslimin telah melaksanakan kewajiban ini sebagai syarat kifayah (kecukupan minimal) maka kewajiban itu telah gugur darinya dan dari kaum muslimin lainnya. Namun bagi orang yang memiliki kemampuan dan tidak ada udzur ia berdosa jika meninggalkan kewajiban ini walaupun mereka ini orang-orang yang jahil (bodoh dan tidak mengetahui hukumnya). (Fathul Mu’in: 4/206, Bab Jihad)
 
Matan (redaksi) dalam kitab Fathul Mu’in ini diterangkan lebih lanjut dalam Kitab I’anatut Thalibin yang merupakan Syarah (penjelasan) dari Kitab tersebut, sebagai berikut:
 
باب الجهاد أي باب في بيان أحكام الجهاد  أي القتال في سبيل الله 
 
“Bab Jihad : Maksudnya adalah bab yang menjelaskan tentang hukum-hukum jihad (yang maksudnya) yaitu qital fi sabilillah (perang di jalan Allah)”
 
قوله  (إذا كان الكفار ببلاده) –  قيد لكونه فرض كفاية  أي أنه فرض كفاية في كل عام إذا كان الكفار حالين في بلادهم لم ينتقلوا عنها
 
“Perkataan beliau: “jika orang-orang kafir berada di negeri mereka” : Ini sebagai syarat atau ketentuan, karena hukumnya Fardhu kifayah. Maksudnya adalah bahwa hukum jihad itu fardhu kifayah dalam setiap tahun jika orang-orang kafir berada di negeri mereka dan tidak pindah dari sana.”
 
قوله (ويتعين – أي الجهاد)، أي يكون فرض عين، والملائم أن يقول وفرض عين الخ
 
Perkataan beliau:“Dan (hukumnya) berubah menjadi Fardhu ‘Ain” : maksudnya adalah jihad menjadi Fardhu Ain. Kalimat “wayata’ayyan” ini sama artinya dengan Fardhu Ain.
 
وقوله (إذا دخلوا بلادنا)  أي بلدة من بلاد المسلمين ومثل البلدة القرية وغيرها
 
Perkataan beliau: “jika mereka (orang-orang kafir) memasuki (menyerang) negara kita” : Maksudnya adalah salah satu negeri di antara negeri-negeri kaum muslimin. Dan sudah cukup disamakan dengan negeri (jika mereka masuk) sebuah desa atau semisalnya. (I’anatut Thalibin Syarh fathul Mu’in: 4/205)
Jika kita menelaah penjelasan di atas maka hukum jihad sesungguhnya fardhu kifayah sekali setiap tahun jika musuh berada di luar Negara kaum muslimin. Dan jihad tersebut tidak akan bisa sempurna dikerjakan kecuali dengan I’dad, maka I’dad pun menjadi wajib.ini sesuai dengan kaidah Ushul Fiqh:
 
 
ماَلاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ
“Suatu amal (perbuatan) yang jika tanpanya, sebuah kewajiban syariah tidak akan sempurna, maka amal itu hukumnya juga wajib.” 
 
Wallahu Ta’ala A’lam [PurWD/voa-islam.com]

PEREMPUAN KURANG AKAL (?)

Hadits

يا ‏‏مَعْشرَ‏ ‏النساء تَصَدَّقْنَ وأكْثِرْن ‏‏الاستغفار، فإني رأيُتكُنَّ أكثر أهل النار. فقالت امرأة منهن ‏جَزْلة (أي ذات عقل راجح): ‏‏وما لنا يا رسول الله أكثرُ أهل النار؟ قال: تُكْثِرْنَ اللَّعن،‏ ‏وتَكْفُرْنَ‏ ‏العشير، ‏‏وما رأيت من ناقصاتِ عقلٍ ودين أغلبَ لذي ‏لبٍّ‏ ‏مِنْكُن. قالت يا رسول الله وما نقصانُ العقل والدين؟ قال: أما نُقصانُ العقل فشهادة امرأتين تعْدِلُ شهادةَ رَجُل، فهذا نقصان العقل، وتَمكثُ الليالي ما تُصلي، وتُفطر في رمضان، فهذا نقصان الدين [رواه البخاري ومسلم].‏

Pada suatu hari raya Rasulullah Saw melewati kaum perempuan lalu bersabda: “Wahai kaum perempuan bersedekahlah dan perbanyak istighfar karena sesungguhnya saya melihat kebanyakan penghuni nereka kaum perempuan!”. Kemudian berkatalah seorang arif dari mereka: “Mengapa kebanyakan kami penghuni neraka?” Beliau bersabda: “Kalian sering melaknat, kufur (mengingkari) kebaikan suami, dan  saya melihat kalian kurang akal dan agama (tapi) sanggup mengalahkan akal lelaki!” Lalu perempuan itu berkata: “Apa maksud dari kurang akal dan agama?” Beliau menjawab: “Adapun kurang akal (adalah) kesaksiaan dua orang perempuan sebanding dengan kesaksian seorang lelaki, maka ini yang (dimaksud) kurang akal, dan (karena) kalian sering kali melewati malam tanpa sholat, dan tidak puasa di bulan ramadhan, maka demikianlah kurangnya agama. (HR. Bukhari dan Muslim)

.

Bukti ilmiah Otak Perempuan lebih kecil

Ilmu pengetahuan modern membuktikan: “otak perempuan lebih kecil dari otak lelaki hingga 10 %”, jantung perempuan lebih kecil dari jantung lelaki dan terdapat perbedaan dalam jumlah sel-sel otak dan jantung. Perbedaan ini diperkirakan mencapai miliar sel. Dari itu terdapat perbedaan mencolok dari jumlah sel-sel jantung dan otak antara perempuan dan laki-laki.

Para ilmuwan menegaskan bahwa perbedaan antara otak laki-laki dan otak perempuan sangat besar. Ini berdampak terhadap perbedaan cara berpikir, perilaku, reaksi dan berpersepsi terhadap sesuatu.  Mungkin…., diantara pemicu utama terjadinya banyak perceraian disebabkan ketidak- mampuan memahami perbedaan cara berfikir antar pria dan wanita.

Sesungguhnya kemungkinan penurunan jumlah sel-sel otak pada manusia yang bisa berujung penyakit  kehilangan memori lebih banyak menimpa kaum wanita dari pada lelaki. Penyebab penyakit  kehilangan memori (demensia) adalah rusaknya sel-sel otak pada saat penuaan usia dengan sedikitnya jumlah kandungan sel-sel otak perempuan akan mempercepat kemungkinan demensia dibanding kaum lelaki.

Dalam penelitian yang dirilis oleh Harvard University ( 2007) Dr Jill Goldstein menyatakan bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara akal lelaki dan permpuan baik dalam jumlah besar atau berat atau cara menangani informasi, serta terdapat perbedaan jumlah sel masing-masing daerah pada otak. Secara umum otak perempuan lebih kecil dari otak manusia .

Hal ini juga ditemukan ilmuwan Kanada bahwa otak wanita lebih aktif dari otak lelaki oleh karena itu otak lelaki lebih baik dalam hal stabilitas, kenyamanan dan tidur sementara perempuan dalam kondisi tegang cemas dibanding laki-laki, bahkan pada saat tidur dikarenakan otak lelaki kerap kondisinya tenang. Maka dari itu kaum perempuan harus mengusahankan untuk mengimbangi hal tersebut dengan memperbanyakan amal kebaikan demi meningkatan stabilitas otaka.

.

Keistimewa fungsi masing-masing

Otak lelaki dapat menangani lebih dari satu kasus pada waktu yang sama dan otak wanita menangani hanya satu kasus, Tapi otak wanita unggul dari otak lelaki dalam kemampuan menaggung rasa kepelikan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak atau hal yang serupa. Subhanallah, Allah memberikan fungsi spesifik masing-masing pada pria dan wanita sesuai tabiat dan peranannya dalam kehidupan.

Para ilmuwan mencoba memahami realitas berpikir perempuan dan perbandingannya dengan pikiran laki-laki untuk menemukan lebih banyak perbedaan sehingga masing-masing memiliki keistimewaan. Tapi hasilnya, otak pria dan otak wanita bekerja dengan cara yang sempurna dan masing-masing menjalankan fungsinya secara optimal.

.

Koneksi otak perempuan kurang

Jumlah koneksi antara sel-sel otak neuron di otak perempuan lebih sedikit jika dibandingkan dengan otak laki-laki. Koneksi-koneksi yang terdapat di antara sel-sel otak sangat mempengaruhi kecepatan dalam berpikir dan mentransfer informasi lewat sel-sel otak tetapi terdapat bagian yang bertanggung jawab pada emosi di otak perempuan yang lebih besar. Maka dari itu wanita lebih emosional, sentimental dan mampu membangkitkan emosi sehingga sangat berpontensi dalam godaan dan memprovokasi emosi. Para ilmuwan mengatakan bahwa perempuan lebih mampu menangkap sinyal emosional daripada pria. Nabi saw bersabda :

(وما رأيت من ناقصاتِ عقلٍ ودين أغلبَ لذي ‏لبٍّ ‏ ‏مِنْكُن) dan  saya melihat kalian kurang akal dan agama (tetapi) sanggup mengalahkan akal (kaum) lelaki”.

Maka hal ini dapat dijadikan kesimpulan ilmiah bahwa perempuan sangat berpotensi dalam menarik dan memprovokasi emosi kaum lelaki walaupun kita mengetahui jika otak perempuan kurang dan lebih kecil !.

Para ilmuwan menemukan bahwa jumlah distribusi dan pengurangan unsur abu-abu (pada gambar) di otak berbeda antara pria dan wanita,  dan unsur ini semakin berkurang ketika perempuan tertimpa  skizofrenia atau penyakit gangguan mental, dan di sini kita menemukan bahwa otak pria lebih tahan dari waktu ke waktu dalam keadaan sulit… maka itu Nabi Saw mewasiatkan “Perlakukanlah wanita dengan sangat baik “ [ Bukhari dan Muslim ], hadist ini menegaskan pentingnya perhatian lelaki terhadap perempuan, belas kasih dan berbuat baik kepadanya.

.

Otak lelaki lebih efisien

Otak wanita sangat berat mengatasi keadaan sulit yang membuat perempuan menjadi tertekan dan khawatir lebih banyak daripada pria, kekurangan ini dapat mengurangi kemampuan perempuan dalam memecahkan masalah, beradaptasi dengan keadaan, dan mendapatkan lebih banyak kebahagiaan, Bahkan otak wanita memproduksi lebih sedikit hormon serotonin (otak lelaki menghasilkan 50 % lebih banyak) hormon ini bertanggung jawab untuk kebahagiaan. Ini juga merupakan kekurangan bagi perempun.

Studi MRI dan tes IQ yang dilakukan pada pria dan wanita menunjukkan sedikitnya sel-sel yang terdapat pada wanita membuat kemampuan perempuan untuk melakukan perhitungan matematika kurang dari kapasitas lelaki. Penelitian ilmiah menggunakan MRI terhadap otak laki-laki dan perempuan memperlihatkan otak perempun banyak terpengaruhi kondisi stres dan kecemasan sehari-hari dibandingkan laki-laki karenanya wanita perlu stabilisasi dengan amalan-amalan seperti bersedekah, memuliakan tamu dll, dengan begitu akan memberikan kekuatan tambahan dalam menahan tekanan psikologis. Demikianlah Rasulullah Saw mewasiatkan kepada kaum perempun: “Wahai kaum perempuan bersedekahlah dan perbanyak istighfaar….”

.

Kesimpulan

1. Deskripsi Nabi Saw terhadap permpuan bahwa mereka `kurang dalam pikiran` merupakan pengistilah ilmiah yang sangat terperinci dan tepat. Ppara ilmuwan telah membuktikan ukuran otak perempuan, jumlah sel-sel otak, ukuran jantung dan jumlah sel-sel jantung “kurang” atau “sedikit” dibandingkan otak dan jantung lelaki.

2. Otak dan jantung adalah organ yang bertanggung jawab dalam hal berpikir, berpersepsi dan berhitungnya manusia, serta dalam merenungkan dan memahami sesuatu. Kurangnya ukuran dan jumlah sel-sel otak dan jantung pada perempuan menyebabkan pengurangan efisiensi dan tingkat persepsi, kapasitas pengambilan keputusan dan kemampuan untuk perhitungan dan sebagainya.

3. Perkataan Nabi Saw kepada para perempuan “ saya melihat kalian kurang akal dan agama (tetapi) sanggup mengalahkan akal (kaum) lelaki” merupakan realitas yang disimpulkan oleh para ilmuwan pada akhir-akhir ini bahwa otak wanita unggul dengan kemampuannya membangkitkan perasaan pria, meneriman pesan-pesan emosional yang lebih dari laki-laki, maka dalam kasus ini perempun unggul seperti yang disabdakan Rasulullah Saw (أغلبَ لذي ‏لبٍّ ‏مِنْكُن) di mana tafsiran ilmiahnya: “Meskipun kurangnya ukuran otak perempuan tetapi memiliki kemampuan mengalahkan otak laki-laki yang lebih sempurna dikarenakan keistimewaan otak yang dia miliki.”

4 . Kurangnya akal perempuan tidak berarti mereka kurang dari laki-laki karena Allah Swt melihat kepada  iman dan perbuatan baik manusia dan Allah Saw tidak membedakan antara pria dan wanita kecuali dengan amal perbuatannya: “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan…” [ AliImran : 195 ]

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” [ An-nisaa : 124 ]

5 . Allah menciptakan setiap jenis kelamin (wanita atau pria) berdasarkan karakteristik dan sesuai dengan peranan yang akan mereka jalani untuk menjamin kelangsungan hidup di bumi. Maka perempuan memiliki peranan rumit dan berat seperti melahirkan dan membesarkan anak dan memperhatikan kebersihan rumah, makanan, minuman dan perhatian terhadap anggotanya. Apa yang akan terjadi jika Allah Swt menciptakan pria dan wanita dengan tingkat pikiran, akal, otak dan jantung yang sama.? Mungkin akan mustahil karena keduanya tidak ada yang sanggup untuk menanggung beban rumah, dan perempuan tidak mampu membangkitkan emosi pria atau menarik (mengoda) untuk menikah dan memiliki anak…? Demikianlah Allah Swt menciptakan perempuan dengan otak dan jantung khas yang berbeda dengan lelaki untuk menjamin kontinuitas kebahagian hidup antara dua jenis insan.

6. Iilmuwan membuktikan bahwa otak wanita kurang efisien dalam mengatasi  masalah dan kekhawatiran sehinga wanita lebih cenderung berkeluh kesah dan marah ketimbang lelaki, seperti yang ditegaskan oleh Baginda Saw:  “..(karena) kalian kerap kali melaknak, dan tidak mensyukiri (mengingkari) kebaikan suami..”.Ketika otak perempuan gagal dalam mengatasi suatu permasalahan kecil yang dia hadapai maka ia mengeluh, marah, dan menolak kebaikan-kebaikan suaminya “dan tidak mensyukiri (mengingkari) kebaikan suami..”. Dan pada lelaki, ilmuwan telah membuktikan bahwa bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatasi masalah dan kekhawatiran lebih besar dan efisien.

7. Mungkin para perempuan akan bertanya bagaimana kita mengatasi kekurangan ini? Solusi dari permasalahan ini telah disampaikan Nabi Saw berupa metode terapi ilmiah dalam sabada baginda:  “Wahai kaum perempuan bersedekahlah dan perbanyak istighfaar..”. Sedekah dan istighfar merupakan dua hal yang meliputi nilai material dan abstrak, atau mencangkup pengobatan rohani dan fisik.

Seorang perempuan ketika bersedekah dengan hartanya sesungguhnya ia tengah menyingkir dari kekurangan tersebut dan merasa bahagia. Penelitian telah menunjukkan bahwa dengan bersedekah dapat meningkatkan sekresi hormon serotonin. Maka dari itu appakah kekurangan ini menunjukkan keterbalakangan perempuan atau sebagai penghormatan dan motivasi untuk meraih kebahagiaan dengan amalan sholeh ?

8. Adapaun kurang agama sangat jelas karena perempuan memiliki masa nifas (bersalinan) atau siklus menstruasi di mana memungkinkan mereka tidak sholat dan berpuasa selama masa ini sementara laki-laki berpuasa di bulan Ramadan dan melaksanakan sholat melebihi kaum perempuan. Hal kekurangan agama ini tidak merendahkan perempuan tetapi justu menunjukkan kelebihan dan keistimewaan perempuan atas kaum lelaki.

.

Diterjemahkan oleh  Amri Hatta, Lc dari situs:  http://www.kaheel7.com

KH Abu Bakar Ba’asyir Bilang Jangan Pikirkan Saya, Pikirkanlah Islam

Selasa, 19 Nov 2013

 
JAKARTA SELATAN (voa-islam.com) – Dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya pelatihan militer dalam Islam (i’dad), maka Al Tsauroh Institute mengadakan Seminar Nasional pada hari Selasa (19/11/13) di Gedung Sucofindo Jl Pasar Minggu Jakarta Selatan, dengan tema “Pelahan Militer Dalam Perspektif Islam”.
.
Pada sesi masukan dari berbagai kalangan dari ormas Islam, ada hal yang membuat para peserta tak dapat menahan air mata haru dan kerinduan. Di sela-sela penuturan Ustadz Khaththat, Ketua FUI (Forum Umat Islam), beliau menyampaikan salam dari KH Abu Bakar Ba’asyir. Ustadz Khaththat mengatakan bahwa Ustadz Abu, panggilan akrab Syaikh Abu Bakar Ba’asyir, senantiasa memikirkan kondisi umat Islam di Indonesia dan Syari’at Islam. Ustad Abu bilang, “Jangan pikirkan saya, pikirkanlah Islam” tutur sepuh yang berusia 70 tahun itu penuh wibawa.
.
Bahkan, ketika Ustadz Fuad Al-Hazimi, Dewan Syari’ah Jamaah Anshar Tauhid, menuturkan tentang perhatian beliau terhadap Umat Islam di Indonesia, sampai-sampai beliau mengatakan, seminar ini telah mengobati kegelisahan beliau terhadap umat. Isak tangis peserta pun tak terbendung karena mengingat dalam kondisi yang sudah tua, beliau masih tetap tegar mendakwahkan Syari’at Islam. Semoga Allah senantiasa menjaga beliau.[usamah]