Archive | April 2015

ALAM QUBUR BAGI MUKMIN DAN MUNAFIK

cfb1d-dsc00012

QUBUR BAGI MUKMIN

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ نَبِيُّ اللهِ ص: اِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ وَ تَوَلَّى عَنْهُ اَصْحَابُهُ، اِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ. قَالَ: يَأْتِيْهِ مَلَكَاِن فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُوْلاَنِ لَهُ. مَا كُنْتَ تَقُوْلُ فِى هذَا الرَّجُلِ؟ قَالَ: فَاَمَّا اْلمُؤْمِنُ فَيَقُوْلُ: اَشْهَدُ اَنَّهُ عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلُهُ. قَالَ: فَيُقَالُ لَهُ: اُنْظُرْ اِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ قَدْ اَبْدَلَكَ اللهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ اْلجَنَّةِ. قَالَ نَبِيُّ اللهِ ص: فَيَرَاهُمَا جَمِيْعًا. قَالَ قَتَادَةُ: وَ ذُكِرَ لَنَا اَنَّهُ يُفْسَحُ لَهُ فِى قَبْرِهِ سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا وَ يُمْـَلأُ عَلَيْهِ خَضِرًا اِلَى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ . مسلم 4: 2200
.

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Nabiyullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba jika diletakkan di dalam quburnya dan teman-temannya sudah meninggalkannya, ia mendengar suara sandal mereka. Kemudian ia didatangi dua malaikat, lalu mendudukkannya dan bertanya, “Apa pendapatmu tentang laki-laki ini (Muhammad SAW) ?”. Adapun orang mukmin akan menjawab, “Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah dan utusan-Nya”. Maka dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempatmu di nereka, Allah telah menggantinya dengan tempat di surga”. Maka ia dapat melihat keduanya”. Qatadah berkata, “Dan disebutkan kepada kami bahwasanya mayit itu diluaskan quburnya seluas 70 hasta, dan dipenuhi quburnya dengan kenikmatan hingga hari mereka dibangkitkan. [HR. Muslim juz 4, hal. 2200]

.

e039a-dsc00280QUBUR BAGI KAFIR DAN MUNAFIK

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض اَنَّهُ حَدَّثَهُمْ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ وَ تَوَلَّى عَنْهُ اَصْحَابُهُ وَ اِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ اَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُوْلاَنِ: مَا كُنْتَ تَقُوْلُ فِى هذَا الرَّجُلِ لِمُحَمَّدٍ ص؟ فَاَمَّا اْلمُؤْمِنُ فَيَقُوْلُ: اَشْهَدُ اَنَّهُ عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلُهُ. فَيُقَالُ لَهُ: اُنْظُرْ اِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ قَدْ اَبْدَلَكَ اللهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ اْلجَنَّةِ.فَيَرَاهُمَا جَمِيْعًا.قَالَ وَاَمَّا اْلمُنَافِقُ وَاْلكَافِرُ فَيُقَالُ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُوْلُ فِى هذَا الرَّجُلِ؟ فَيَقُوْلُ: لاَ اَدْرِى، كُنْتُ اَقُوْلُ مَا يَقُوْلُ النَّاسُ. فَيُقَالُ: لاَ دَرَيْتَ وَ لاَ تَلَيْتَ؟ وَ يُضْرَبُ بِمَطَارِقَ مِنْ حَدِيْدٍ ضَرْبَةً فَيَصِيْحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيْهِ غَيْرَ الثَّقَلَيْنِ. البخارى 2: 102
.

Dari Anas bin Malik RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya apabila manusia diletakkan dalam quburnya, setelah teman-temannya berpaling dan pergi hingga ia mendengar suara sandal mereka, lalu datanglah kedua malaikat, mendudukkannya dan bertanya kepadanya, “Apa yang dahulu kamu katakan (ketika di dunia) tentang laki-laki ini, yaitu Muhammad SAW ?”. Adapun orang mukmin, maka ia menjawab, “Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya”. Maka dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempat dudukmu di neraka, Allah telah menggantinya dengan tempat duduk di surga”. Maka ia melihat keduanya. Adapun orang munafiq dan kafir ketika ditanya, “Apa yang dahulu kamu katakan tentang laki-laki ini ?”. Ia akan menjawab, “Saya tidak tahu, saya dulu mengatakan apa-apa yang dikatakan oleh orang-orang”. Maka dikatakan kepadanya, “Kamu tidak tahu dan tidak membaca”. Kemudian ia dipukul dengan pemukul dari besi diantara kedua telinganya, lalu ia berteriak sekeras-kerasnya yang didengar oleh apa yang didekatnya selain jin dan manusia”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 102]

Advertisements

PEMBAKARAN LAHAN TAMBAHAN UNTUK PEMAKAMAN AS-SUNNAH BUNTOK

Pada hari Ahad ba’da Asyar tanggal 26 April 2015 antara Pukul 15.30 – 16.45 WIB dilakukan pembakaran sisa tebasan di lahan tambahan untuk kompleks pemakaman Jamaan As-Sunnah Buntok di Sababilah.
.

Kegiatan ini dilakukan mengingat sampah tebasan sudah kering dan hari sedang dalam keadaan panas terik.
.
Gotong royong diikuti oleh Haji Rismato, Abdul Wahab, Syamsuddin Rudiannoor, John Kennedy dan Durahman.
Dalam momentum ini jamaah fardhu kifayah As-Sunnah Buntok mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Selatan yang telah membantu Rp 50 juta untuk pembelian lahan pemakaman yang sekarang dibersihkan. Atas bantuan ini maka lahan pemakaman As-Sunnah Buntok bertambah panjang sekitar 35 M ke arah belakang / Barat.

DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MENGINJAK AL QUR’AN

Injak Alquran, Dosen MK: Saya Hanya Ingin Memancing Logika Mahasiswa

Rubrik: Nasional | Kontributor: Saiful Bahri – 24/04/15 | 09:56 | 06 Rajab 1436 H


Surat Perjanjian dari dosen MK yang elah menginjak Alquran saat mengajar.  (covesia.com)

dakwatuna.com – Padang.  Dosen filsafat Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) berinisial MK yang menginjak Alquran saat mengajar menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menghina Alquran dan Islam.

“Saya memang menginjak Alquran itu, dan saya akui salah. Itu saya lakukan spontan, tapi bukan untuk menghina atau menistakan agama seperti kabar yang tersebar. Saya hanya ingin memacing logika mahasiswa,” ujar MK seperti dikutip dari sindonews.com

Mk menyebutkan, secara logika dirinya mungkin tidak salah tapi secara etika ia mengaku salah.

“Saya juga beragama Islam, jadi tidak mungkin saya punya maksud menistakan agama saya,” pungkasnya.

Atas perbuatannya tersebut MK sudah menyatakan permintaan maaf dan Pihak akademik pun segera memberhentikannya.

“Pada 9 April lalu, MK telah membuat surat pernyataan dirinya mengakui kesalahan menginjak Alquran di depan mahasiswa di dalam kelas,” terang Wakil Rektor UMSB, Yuzardi Ma’ad, Kamis (23/4/15), dikutip dari republika.co.id

Dalam surat tersebut, MK berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya atau sejenisnya kapan pun dan di mana  pun. Pada hari yang sama, pihak UMSB tidak lagi mengizinkan MK mengajar atau masuk ke lingkungan universitas.

“Pihak kita dari universitas akan berikan sanksi yaitu pemberhentian. Yang kami katakan dari awal, pihak UMSB sudah menyelesaikan masalah ini,” kata dia.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , ,

SARI KHUTBAH JUM’AT 24 APRIL 2015 “ANTARA DALIL DAN PENYIKAPANNYA” oleh SYAMSUDDIN R

a1d3b-dsc00226Khutbah jumat kali ini intinya pertanyaan-pertanyaan atas perkembangan mutakhir yang ada dan jawabannya tergantung jamaah masing-masing:

.

  1. Percasi protes karena Sea Games di Singapura tidak mempertandingkan catur. Apa hukum muslim bermain catur? Tentu jawabannya boleh, apalagi kalau ditanyakan kepada KONI atau Percasi. Namun ketika pertanyaan yang sama ditanyakan dalam kalimat yang berbeda maka jawabannya bisa berbeda. Apa hukumnya muslim i’tikaf di depan patung kuda dan patung salib?

.

Allah berfirman dalam surah Al Mu’minun ayat 1-3:

.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (١) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ (٢) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣

.

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,

  1. (yaitu) orang yang khusyu’ dalam shalatnya,
  2. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan) yang tidak berguna,

.

  1. Hadirin dimohon berdiri

Partai tertentu telah kongres di Bali. Protokol tidak mengucapkan “hadirin dimohon berdiri” ketika kepala negara tiba. Kejadian ini mengundang kritik dan dianggap tidak sopan bahkan dinilai tidak hormat kepada simbol negara.

.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.

من أحب أن يمثل له الرجال قياما فليتبوأ مقعده من النار

.

“Barangsiapa senang orang lain berdiri untuknya, maka persiapkanlah tempat duduknya di neraka”. (HR. Abu Dawud: 5229, At-Tirmidzi: 2753, Ahmad 4/93, Al-Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad :977dan Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahaan 1/219; dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shohihah I/627)

.

Syaikh Muhammad Lukman As-Salafi rahimahullahu menjelaskan hadist ini, “Dalam hadis ini terdapat larangan berdiri untuk menghormati seseorang yang masuk ke majelis, yaitu orang yang duduk berdiri tegak karena ada yang datang kepada mereka untuk memuliakan dan mengagungkannya”. (Rosyyul barod syarhu Adabil mufrod hal 525, cetakan pertama, Darud Da’i lin nasyri wat tauzi’)

.

عن أنس رضي الله عنه قال : ما كان شخص أحب إليهم رؤية من النبي صلى الله عليه وسلم وكانوا إذا رأوه لم يقوموا إليه لما يعلمون من كراهيته لذلك

.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidak seorang pun yang lebih dicintai oleh para sahabat daripada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam. Tetapi, bila mereka melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam (hadir), mereka tidak berdiri untuk beliau. Ini adalah kerana mereka mengetahui bahawa beliau membenci perkara tersebut.” (Hadis shahih diriwayatkan Al-Bukhariy dalam Al-Adabul-Mufrad no. 946, At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 2754 dan Asy-Syamaail no. 335, Ibnu Abi Syaibah 8/586, Ahmad 3/132 & 134 & 151 & 250, Abu Ya’laa no. 3784, Ath-Thahawiy dalam Syarh Musykilil-Atsar no. 1126, dan yang lainnya; shahih].
.

  1. hajar aswadTKW dipancung, Umrah digugat.

Eksekusi pancung Siti Zaenab (Madura) dan Karni (Brebes) di Arab Saudi tanpa ada pemberitahuan resmi ke pemerintah Indonesia dan keluarganya dinilai Migrant Care melukai hati bangsa Indonesia. Migrant Care mengutuk keras dan kecewa atas pemerintah Arab Saudi yang dinilai brutal. Pemerintah Indonesia diminta tidak berbasa basi memberi pemakluman dengan melancarkan protes terhadap pemerintah Arab Saudi. Harus ada aksi diplomatik keras kepada Arab Saudi dengan misalnya mengusir Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia secepatnya serta menurunkan tingkat diplomasi dan menunda kerja sama bilateral.

.

Kasus ini menyasar kepada ibadah yakni umrah dan haji. Ada yang menyarankan agar menunda umrah ke Saudi. Ibadah ini hanya memperkaya orang Arab saja. Toh ke sana  hanya shalat, jalan mengitari tembok dan mencium batu. Ibadah ini tidak beda dengan memberhalakan batu.

.

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

.

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).
.
Dalam lafazh lain disebutkan,
.

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

.
Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).
.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:
.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

.
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab : 21)

.

  1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    .

‎إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ

.
“Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat, ia tidak menganggapnya berbahaya; dengan sebab satu kalimat itu ia terjungkal selama 70 tahun di dalam neraka”. [HR at-Tirmidzi, no. 2314. Ibnu Majah, no. 3970. Ahmad, 2/355, 533. Ibnu Hibban, no. 5706. Syaikh al-Albâni menyatakan: “Hasan shahîh”]
.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.

‎إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

.

“Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang ia tidak mengetahui secara jelas maksud yang ada di dalam kalimat itu, namun dengan sebab satu kalimat itu, dia terjungkal di dalam neraka lebih jauh dari antara timur dan barat” [HR Muslim, no. 2988].

INVENTARIS FARDHU KIFAYAH “AS-SUNNAH” BUNTOK

Sampai saat ini inventaris milik Jamaah Fardu Kifayah “As-Sunnah Buntok meliputi dua macam:

.

  1. Tanah Pemakaman di Jalan Simun Raya, Desa Sababilah, kecamatan Dusun Selatan.

.

  1. Barang-barang keperluan pengurusan jenazah sebagai mana berikut.

.

INVENTARIS FARDHU KIFAYAH “AS-SUNNAH” BUNTOK

NO NAMA BARANG BANYAKNYA / JUMLAH KETERANGAN
1. Pemandian Mayit 1 (satu) buah
2. Gotongan Mayit / Keranda 1 (satu) buah
3. Bendera 1 (satu) buah
4. Kain Penutup Keranda 1 (satu) buah
5. Gayung Mandi 4 (empat) buah
6. Cangkul 2 (dua) buah
7. Skup 2 (dua) buah
8. Dudus / Skup Kecil 1 (satu) buah
9. Ember / Gayung 80 liter 3 (satu) buah
10. Ember / Gayung 150 liter 1 (satu) buah
11. Tarpal 1 (satu) buah

Buntok, 20 April 2015

.

Kepengurusan fardu kifayah berada di Masjid As-Sunnah, Jalan Pembangunan Buntok. Bagi yang berkeinginan mengetahui dapat menghubungi:

.

  1. Haji Rismato di Masjid As-Sunnah Buntok atau telepon 081 230 94348

.

  1. Abdul Wahab di Toko Herbal samping Masjid As-Sunnah, Buntok, HP 0812 5009 6805.

SARI KHUTBAH JUM’AT 17 APRIL 2015 “PENYESALAN MANUSIA” oleh Guru Kautsar

DSC00146Manusia akan menyesal diakhirat kelak akibat perbuatannya selama menjalani kehidupan di dunia:

.

  1. Awal Penyesalan

.

Seseorang mulai menyesal ketika detik-detik akhir usianya dan meyakini nyawanya tidak lama lagi keluar dari tubuhnya. Seperti, apa yang Allah firmankan:

.

وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ

.

“Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), kepada Rabb-mulah pada hari itu kamu dihalau.” [QS. Al-Qiyamah (75): 28-30]

.

Saat itu, ia ingat ribuan jam yang tidak ia gunakan untuk taat kepada Allah dan ia berharap dikembalikan ke dunia untuk beramal shalih. Itulah penyesalan pertama seseorang. Ia berharap diberi kesempatan kembali ke dunia untuk beramal shalih. Ia lupa dirinya sedang berbicara dengan Dzat yang mengetahui mata yang berkhianat dan apa yang dirahasiakan hati. Allah telah mengetahui kebohongannya. Andai ia dikembalikan ke dunia, ia pasti bermaksiat lagi dan malas mengerjakan kebaikan. Karena itu, permintaannya dijawab dengan jawaban yang tegas.

.

حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلآ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ {100}

.

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata:”Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitan”. [QS. Al-Mu’minun (23): 99-100].

.

.

  1. Menyesal karena berbuat syirik

.

إِنَّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ باللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.  Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. Al-Nisa’: 48)

.

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

.

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah: 72)

.

  1. Penyesalan karena salah Mengambil Teman

.

Allah ta’ala berfirman,
.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا يَا وَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

.

“Dan ingatlah pada hari kiamat itu nanti orang yang gemar melakukan kezaliman akan menggigit kedua tangannya dan mengatakan, ‘Aduhai alangkah baik seandainya dahulu aku mengambil jalan mengikuti rasul itu. Aduhai sungguh celaka diriku, andai saja dulu aku tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman dekatku. Sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan itu (al-Qur’an) setelah peringatan itu datang kepadaku.’ Dan memang syaitan itu tidak mau memberikan pertolongan kepada manusia.” (QS. al-Furqan : 27-29)

.

Allah ta’ala berfirman,

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

.
“Pada hari itu -hari kiamat- orang-orang yang berteman dekat akan berubah menjadi musuh satu dengan yang lainnya kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. az-Zukhruf : 67)
.
Segeralah Bertaubat
.

Allah telah menerangkan bahwa Allah adalah Ilah Yang Maha Pengampun dari segala dosa. hal ini bisa kita lihat di Al Quran surat Az Zumar ayat 53 yang berbunyi:

.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

.

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.  Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.  Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Zumar: 53)

.

Sesungguhnya seluruh dosa, termasuk syirik, akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan syarat jika hamba yang melakukan dosa tersebut bertaubat kepadaNya.

.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini : “Ayat yang mulia ini merupakan seruan kepada orang-orang yang bermaksiat, baik orang-orang kafir atau lainnya, untuk bertaubat dan kembali (kepada Allah). Ayat ini juga memberitakan bahwa Allah Tabaraka Wa Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa semuanya bagi orang-orang yang bertaubat dari dosa-dosa tersebutan meninggalkannya, walaupun dosa apapun juga, walaupun dosanya sebanyak buih lautan. Dan tidak benar membawa arti pengampunan Allah (dalam ayat ini) dengan tanpa taubat, karena orang yang tidak bertaubat dari syirik tidak akan diampuni oleh Allah. [Tafsir Ibnu Katsir, surat Az-Zumar: 53]

SARI KAJIAN SABTU BA’DA SUBUH 11 APRIL 2015 “MAKNA SABAR DALAM AL QUR’AN” BERSAMA USTADZ SUNARDI

DSC00252SABAR DALAM AL QUR’AN

Ibnul Qoyyim mengutip perkataan Imam Ahmad: “Sabar di dalam al-Qur’an terdapat di sekitar 90 tempat.” .

Abu Thalib al-Makky mengutip sebagian perkataan sebagian ulama: “Adakah yang lebih utama daripada sabar, Allah telah menyebutkannya di dalam kitab-Nya lebih dari 90 tempat. Kami tidak mengetahui sesuatu yang disebutkan Allah sebanyak ini kecuali sabar.”
.
Sabar menurut bahasa berarti menahan dan mengekang. Di antaranya disebutkan pada QS.Al-Kahfi [18]: 28

.

وَ اصْبِرْ نَفْسَکَ مَعَ الَّذینَ یَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَداةِ وَ الْعَشِیِّ یُریدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَیْناکَ عَنْهُمْ تُریدُ زینَةَ الْحَیاةِ الدُّنْیا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنا قَلْبَهُ عَنْ ذِکْرِنا وَ اتَّبَعَ هَواهُ وَ کانَ أَمْرُهُ فُرُطاً».

.

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan mereka di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya, janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan urusannya senantiasa melewati batas.

.

Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:

  1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
  2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, dan memandang sesuatu yang haram.
  3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta dan kehilangan orang yang dicintai.

.

c6a7f-dsc00238SKETSA KESABARAN
Dalam sebuah hadits di terangkan

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah mendapatkan kebaikan, maka Dia akan menimpakan bencana baginya. (HR.Bukhori).

.

Dari Suhaib ra, bahwa rasul SAW bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ, إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ

إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ, وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صََبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya, dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin: yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

.

Dalam akhir surat Az-Zumar ayat 10 Allah berfirman:

…………….إِنَّمَا يُوَفَّى الصّبِرُوْنَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حَسَابٍ

”Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”.

Dalam surat lain, Allah dengan indah menggambarkan bahwasanya orang-orang yang kelak mendapatkan keberkatan yang sempurna yaitu mereka yang masuk ke dalam kategori ayat ini:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْئٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصّبِرِيْنَ . اَلَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ, قاَلُوْا إِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

  1. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
  2. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun”.

.

Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur’an

Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri secara keseluruhan, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur’an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT. Para ulama mengklasifikasikan sabar dalam al-Qur’an menjadi beberapa macam:

  1. Sabar merupakan perintah Allah SWT.  Sebagaimana yang terdapat dalam surat al-baqarah ayat 153:

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلوَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّبِرِيْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

  1. Larangan Isti’jal (tergesa-gesa/tidak sabar). Sebagaimana dalam surat Al-Ahqaf ayat 35:

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُوْلُوا اْلعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلاَ تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ

“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…..”.

  1. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar.  Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Baqarah akhir ayat 177:

وَالصَّابِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ أُوْلَئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا

وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

“…Dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”

  1. Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar.  Dalam surat Ali Imran ayat 146 Allah SWT berfirman :

وَاللهُ يُحِبُّ الصَّبِرِيْنَ

“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” 

5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar.

Dijelaskan dalam surat al-anfaal ayat 46:

وَاصْبِرُوْا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّبِرِيْنَ

“Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.”

  1. Mendapatkan pahala surga dari Allah.

Allah mengatakan dalam al-Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 24:

سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ بِمَاصَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“(Sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum” Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar, hadits tersebut menggambarkan kesabaran merupakan “dhiya’ “ (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW dalam haditsnya menerangkan:

وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ

“…Dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim)

.

وَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

.

 http://hendriyana.abatasa.co.id/post/detail/25378/ayat-ayat-al-qur%E2%80%99an-tentang-sabar.html