MALING DI MASJID AS-SUNNAH DIJAMIN MASUK SYURGA OLEH PENCERAMAH DI MASJID LAIN

11986549_1053753681331432_8557137527793094221_nMALING SIAP KULJIHAT

Belum lama laman kita ini mengabarkan pencurian sandal jamaah, (yang kalau diteliti memiliki modus yang ganjil), tadi malam (Minggu malam ke Senin) tanggal 30 ke 31 Agustus 2015, justru kotak amal yang dibongkar maling.

.

Tampak maling ini hanya butuh uang, karena yang lain tidak dicuri. Hebatnya lagi, maling tadi malam benar-benar sudah survei dan memiliki persiapan, sebab kotak amal yang dicuri terbuat dari plat besi yang dilas. Dengan demikian malingnya dipastikan sudah siap niat dari awal dan pasti siap KULJIHAT, yaitu : Tukul, Gergaji, Pahat. Kalau tidak pakai KULJIHAT maka tidak mungkin kotak amal besi bisa dibongkar.

.

Sekitar pukul 02.00 WIB memang ada wanita tetangga yang mendengar pukulan besi dari arah masjid namun tidak berani keluar. Wanita ini takut sebab maling zaman sekarang sangat nekad, bengis dan sadis.

.

DSC00217MALING DIJAMIN MASUK SURGA

Maling dijamin masuk syurga asalkan rajin bershalawat kepada Nabi SAW. Inilah sebagian inti ceramah maulid Nabi SAW di masjid di Buntok ini tiga tahun lalu:

.

  1. Jaminan pertama datang dari perkataan yang disandar kepada kepada Nabi SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib, mereka berkata: “Barang siapa yang merayakan maulid-ku maka aku akan menjadi pemberi syafaat baginya di hari kiamat. Dan Barang siapa yang menginfakkan uangnya satu dirham untuk maulid-ku maka seakan-akan dia telah berinfak satu gunung emas di jalan Allah.” 

.

Berdasarkan penelitian, perkataan itu bukan dari Nabi SAW dan para sahabatnya tapi kedustaan atas nama mereka. Perkataan ini terdapat dalam kitab Madarij as-Shu’udh halaman 15 karya Syaikh Nawawi Banten.

.

Bodoh amat perkataan itu dusta atau palsu. Yang pasti, berdasarkan jaminan ini maka maling pasti masuk syurga sebab Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib sudah menjamin dan pasang badan untuknya, asal saja uang hasil curian itu sebagian dipakai untuk MAULID.

.

  1. Maling pekerjaanku, sholat kewajibanku”, bukanlah semboyan yang tanpa bukti. Ini sungguh-sungguh terjadi. Maka sang penceramah maulid-pun bercerita: “Ada seorang yang pekerjaannya memang maling, setelah dia mencuri maka dia pun sholat, berdzikir dan banyak bershalawat. Karena dia memang maling profesional maka dia tidak tertinggal sholat wajibnya. Artinya dia terbilang maling budiman alias maling bertakwa. 

.

10612644_1053753721331428_5654907445826392299_nSuatu kali dia ditangkap disaat mencuri, lalu diadili dan dijatuhi hukuman potong tangan. Singkat kisah, Nabi Muhammad dipastikan akan memotong tangan maling tadi sesuai syariat Islam. Ketika hukuman akan dilaksanakan maka tangan nabi Muhammad ditangkap oleh Malaikat Jibril dan pemotongan tangan tidak jadi. Nabi Muhammad pun marah kepada Jibril sebab menghalanginya melaksanakan hukum Allah. Jibril pun berkata bahwa dia datang diutus Allah agar hukum potong tangan atas maling ini dibatalkan. Kenapa begitu? Karena meskipun dia maling profesional tetapi setiap selesai shalat dia selalu bershalawat kepada Nabi SAW dan rajin ke majelis shalawatan maka hukuman baginya tidak berlaku. 

.

Inilah kemuliaan atas orang yang rajin bershalawat, mendatangi shalawatan dan menegakkan maulid Nabi dengan Shalawatan, maka Allah akan ridha dan memasukkannya ke dalam syurga. Jangankan sekedar maling, pelacur sekali pun ketika dia memberi minum seekor anjing maka dosa-dosanya diampuni dan dia dimasukkan ke syurga. Inilah jaminan kedua.

.

  1. Jaminan ketiga, tersebutlah seseorang yang lewat dekat orang-orang yang sedang mencor bangunan masjid. Tanpa sengaja dia menyepak satu batu kerikil dan masuk kedalam adonan cor-coran. Ketika orang ini mati maka dia akan dilemparkan ke dalam neraka. Belum sempat malaikat melemparkannya ke neraka maka batu yang tanpa sengaja ditendangnya masuk adonan semen bangunan masjid itu datang dan membelanya. Batu itu marah kepada malaikat neraka. Dengan sepakan tanpa sengaja orang ini maka batu tadi dimuliakan sebagai bangunan suci rumah Allah. Maka batu itu mengadu kepada Allah agar memuliakan orang yang sudah memuliakannya menjadi masjid. Maka Allah pun batal menghukumnya di neraka.

Diposkan oleh Jamaah As-Sunnah Buntok di Senin, Agustus 31, 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s