Khutbah Jum’at 10 Pebruari 2017 di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok “Dampak Harta Haram”

kewajiban-taat-kepada-allah-dan-rasul-nya04-35-07-1Khutbah Pertama:

﴿ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ ﴾ (سبأ: 1) ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا .
أَمَّا بَعْدُ
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
.

Allah berfirman dalam surah Syams ayat 7-8 :
.

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8)
.

Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), Allah ilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaan, (Q. S. al-Syams [91]: 7-8).
.
Ini artinya potensi kejahatan dan ketakwaan telah dilekatkan Allah di dalam diri manusia semuanya. Maka setiap orang wajib mewaspadai diri-diri mereka sendiri.
.
Cinta dunia, rakus dan tamak harta, pangkat, jabatan, merupakan sifat, tabiat dan watak buruk manusia. Allah ﷻ berfirman :

.
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
.

“Dan kamu mencintai harta benda dengan cinta yang berlebihan.” (QS. al-Fajr/89:20).
.
Allah berfirman dalam surah At-Takatsur ayat 1-4:

.
.
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3) ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4)
.

(1) “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (2) sampai kamu masuk ke liang kubur. (3) Janganlah begitu, kelak kamu mengetahui (akibatnya), (4) kemudian janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui(akibatnya).
.
Rasulullah ﷺ bersabda:
.

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
.

“Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman, yang saat itu seseorang tidak peduli lagi dari mana dia mendapatkan harta, apakah dari jalan halal ataukah yang haram.” (HR. al-Bukhari).

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa kita ini rakus dan serakah, bahkan terkadang ganas mengicar kedudukan, jabatan dan kekuasaan.

.

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الْإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتْ الْفَاطِمَةُ
.

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kalian akan rakus terhadap jabatan (pangkat, jabatan, kedudukan, kekuasaan), padahal ia (jabatan) akan menjadi penyesalan di hari kiamat. Jabatan merupakan senikmat-nikmatnya penyusuan dan sepahit-pahitnya penyapihan.” (HR Bukhari – Shahih)

Dengan demikian kita berada diantara dua kutub yang berlawanan. Namun begitu.., wajib mengejar rezeki yang halal karena Allah memudahkan bumi ini untuk rezeki kita. Allah berfirman

.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
.

“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah 168).
.
Dari sahabat Abi Said Al Khudri, Rasulullah ﷺ bersabda:
.

مَنْ أكَلَ طَيِّبًا ، وعَمِلَ فِي سُنَّةٍ ، وَأَمِنَ الناسُ بَوَائِقَهُ ، دَخَلَ الْجَنَّةَ
.

“Barangsiapa mengkonsumsi sesuatu yang baik, melaksanakan Sunnah, dan masyarakat sekitarnya tidak terganggu dengan keburukannya, maka dia masuk surga.” (HR. Tirmidzi).
.
Khutbah Kedua:
Allah ﷻ berfirman: Allah juga berfirman:

.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ
.

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah makanan yang baik dari rezeki yang Kami berikan kepada kalian.” (QS. al-Baqarah 172).
.
Halalan thayyiban adalah rezeki yang halal, bukan diperoleh dengan cara haram, ini kewajiban kita. Oleh sebab itu, harta yang haram akan tertolak dan tidak diterima. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘ahuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

.
لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاةً بِغَيْرِ طَهُورٍ ، وَلاَ صَدَقَةً مِنْ غُلُولٍ
.

“Allah tidak akan menerima shalat tanpa bersuci, dan tidak akan menerima sedekah dari harta ghulul (curian/korupsi).” (HR. Muslim).
.
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

.
يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ
.

“Wahai Ka’ab bin Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari makanan haram.” (HR. Ibn Hibban dalam Shahihnya).

Buntok 3 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s