KHUTBAH JUMAT 20 JANUARI 2017 DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN DI BUNTOK “MENYIKAPI PERINTAH DAN LARANGAN”ALLAH”

dsc00419PENGANTAR

Khutbah Jumat hari ini tanggal 21 Rabiul Akhir 1438 H, bertepatan 20 Januari 2017 disampaikan oleh ustadz Sunardi, M.Pd.I. Tulisan ini merupakan catatan seorang jamaah yang menyimak khutbah dan menuliskannya kembali sesuai kemampuan yang dimilikinya. Dan catatan ini hanyalah poin yang dianggap penting dari yang telah khatib sampaikan. Semoga semua kekurangannya dapat dimaklumi, terima kasih.

.

ISI KHUTBAH

Pada intinya Allah menciptakan manusia untuk diperintah dan dilarang. Allah menciptakan kita untuk menaati-Nya dan melaksanakan perintah-Nya. Apa kewajiban kita terhadap perintah-perintah Allah?

Para ulama menyatakan bahwasanya ada tujuh sikap yang wajid dimiliki muslim dalam menyikapi perintah Allah. Tujuh kewajiban terkait perintah-perintah Allah semisal mentauhidkan-Nya, shalat, puasa, haji, sedekah dll. Mari kita pahami ketujuh hal tersebut:

Pertama: Orang yang diperintah wajib mempelajari dan mengetahui isi perintah tersebut. Banyak di dalam nash-nash syariat yang memotivasi umat Islam untuk belajar. Seperti dalam sebuah hadits shahih, Nabi ﷺ bersabda,

.

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

.

“Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.”

.

Misalnya Allah memerintahkan mentauhidkan-Nya, maka wajib bagi seorang hamba mempelajari apa itu tauhid. Allah ﷻ perintahkan shalat, maka wajib bagi seorang hamba mempelajari bagaimana shalat yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Dan demikian juga terhadap kewajiban-kewajiban lainnya.

.

Kedua: Mencintai perintah Allah tersebut.

Kita jadikan hati kita mencintai apa yang Allah perintahkan. Karena Allah tidak akan memerintahkan kita, kecuali kepada apa yang berdampak baik bagi kita. Dan Dia tidak melarang kita dari sesuatu, kecuali hal itu buruk untuk kita. Oleh karena itu, wajib bagi kita mencintai apa yang Allah perintahkan.

.

Dalam sebuah doa, Nabi ﷺ memohon kepada Allah dengan:

.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ أَحَبَّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ

.

“Ya Allah, sungguh aku memohon agar aku mencintai-Mu, mencitai orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amalan yang bisa mendekatkan diriku kepada cinta-Mu.”

.

Waspadahal, jangan sampai di hati terdapat setitik kebencian dan kemarahan terhadap apa yang Allah perintahkan atau apa yang Rasulullah ﷺ perintahkan. Allah ﷻ berfirman,

.

﴿ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

.

“Yang demikian itu karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS:Muhammad  9).

.

Ketiga: Bertekad kuat untuk melaksanakan perintah Allah ﷻ.

Tekad adalah amalan hati. Tekad untuk mengarahkan hati kepada kebaikan dan bersemangat untuk mengamalkannya. Dalam sebuah doa, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita agar memohon:

.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ

.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kekokohan dalam agama ini, dan agar bertekad untuk selalu terbimbing.”

.

Apabila mengetahui suatu amalan yang benar, amalan kebaikan, amalan yang dapat menghantarkan kebaikan di dunia dan akhirat maka bertekad kuatlah untuk mengamalkannya. Gerakkan hati  untuk mengamalkannya.

.

Keempat: Mengamalkan apa yang Allah perintahkan dengan penuh rasa cinta dan ketundukan.

Seorang hamba wajib menaati tuannya. Dalam sebuah doa yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad ﷺ, beliau mengajarkan:

.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ، وَرِزْقًا طَيِّبًا ، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

.

“Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.”

Doa ini dibaca oleh Nabi ﷺ setiap hari selesai shalat subuh.

.

Kelima: Ikhlas beramal dan sesuai tuntunan syariat ketika beramal.

Amal shaleh harus ikhlas karena Allah semata. Dan ia benar sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah ﷺ. Allah ﷻ tidak menerima suatu amalan kecuali dengan dua hal ini.

.

Keenam: Mewaspadai hal-hal yang dapat merusak amal.

Hal yang dapat merusak amalan shaleh sangat banyak. Telah dijelaskan oleh Alquran dan sunnah Rasulullah ﷺ. Seperti ingin dilihat atau riya’. Kemunafikan. Menginginkan dunia dengan amalan tersebut. Ingin tenar dan popular. Dan selainnya.

Wajib bagi setiap muslim bersikap dengan hal-hal ini terkait dengan perintah-perintah Allah. Seorang muslim harus mengilmui, mencintai, mengamalkan, ikhlas dan benar, dan menjauhi hal-hal yang dapat merusak amal.

.

Ketujuh: teguh dan istiqomah melakukannya.

Seorang mukmin harus memiliki semangat dan motivasi untuk teguh dalam kebaikan. Ia berjuang melawan hawa nafsunya agar istiqomah. Kemudian tidak lupa memohon agar Allah meneguhkannya di atas agamanya.

.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

.

(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. (QS Ali Imran 8).

.

KHATIMAH

Inilah tujuh hal yang agung yang seorang muslim wajib memilikinya. Seorang muslim harus memahami perintah-perintah Allah tersebut. Mencitainya. Berkeinginan kuat untuk mengamalkannya dan benar-benar mewujudkannya. Wajib ikhlas dan benar. Mewaspadai dari hal-hal yang dapat merusak amalan. Dan istiqomah dalam kesemuanya hingga akhir hayat.

.

https://khotbahjumat.com/3432-sikap-seorang-muslim-terhadap-perintah-allah.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s