KAJIAN BA’DA MAGRIB 20 JANUARI 2017 “KEUTAMAAN TAUHID”  

PENGANTAR
Kajian Jumat ba’da maghrib di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok tanggal 22 Rabiul Akhir 1438 H, bertepatan 20 Januari 2017 yang disampaikan ustadz Sunardi, M.Pd.I membahas “Keutamaan Tauhid”. Tulisan ini adalah catatan seorang jamaah yang menyimak dan menuliskannya kembali. Semoga upaya ini bermanfaat dan dapat dimaklumi, terima kasih.

.

KEUTAMAAN TAUHID
Apa keutamaan ber-tauhid? Diantara dalil yang menunjukkan keutamaan Tauhid adalah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala :

.

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ (٨٢)

.
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedholiman, mereka itulah yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al-An’am : 82)
.

Dholim disini adalah lawan dari keimanan/tauhid, yaitu syirik. Ketika turun ayat ini, sebagian sahabat merasa berat dan berkata : “Siapakah diantara kita yang tidak pernah berbuat dholim pada diri sendiri?” Maka Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perkara ini tidaklah sebagaimana yang kalian sangka. Sesungguhnya hanyalah yang dimaksud dengannya (dholim) adalah syirik. Tidakkah kalian pernah mendengar perkataan seorang laki-laki yang sholih ketika dia berkata pada putranya :

.

يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (١٣)

.
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah (berbuat syirik). Sesungguhnya syirik adalah benar-benar kedholiman yang besar”. (QS Luqman : 13) (HR Imam Al-Bukhori (3/484), dari Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu)
.

Para Ahli Tauhid hatinya tenang dan aman sebab mereka tidak takut kecuali kepada Allah saja. Ahli Tauhid aman ketika manusia ketakutan dan merasa tenang ketika mereka kalut. Allah berfirman, “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan imam mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-An’am: 82).

.
Inilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mentauhidkan Allah. Mereka tidak mencampuradukkan keimanan dengan kesyirikan. Sungguh mereka mendapatkan keamanan yang sempurna dari Allah. Keamanan ini bersumber dari dalam jiwa, bukan oleh penjagaan manusia atau pihak keamanan. Dan keamanan yang dimaksud adalah keamanan di dunia dan akhirat. Sebab ahli Tauhid mengetahui bahwa kezholiman yang terbesar adalah syirik kepada Allah sebagaimana penjelasan Rasulullah ketika para shahabat bertanya tentang maksud dari ayat di atas dalam hadits dari shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhuma.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s