KEWAJIBAN SHALAT KEPADA NABI

 

 

100x100-1KHUTBAH PERTAMA

.

ALLAH MEWAJIBKAN

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
.

ا {56}إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمً

.
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya shalat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalat-lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS 33 Al Ahzab 56)

.

Dari surah al Ahzab ayat 56 ini dapat diambil pelajaran penting:

  1. Allah azza wa jalla, Rabb yang Maha Tinggi, Maha Perkasa lagi Maha Kuasa mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Nabi Muhammad menempati kedudukan sangat tinggi lagi paling mulia disisi-NYA sehingga Allah shalat kepadanya.
  2. Allah azza wa jalla memerintah kepada para Malaikat untuk juga shalat kepada Nabi-Nya.
  3. Lalu Allah juga mewajibkan kepada semua orang-orang beriman untuk shalat kepada Nabi dan mengucapkan salam penghormatan yang sungguh-sungguh kepadanya.

.

PETUNJUK RASULULLAH

Lalu bagai mana para sahabat menafsirkan atau menyikapi ayat ini? Adakah masing-masing sahabat membuat shalat sesuai kepintaran masing-masing?

.

[1]. Dalil terkuat masalah ini “Dari Ka’ab bin Ujrah radhiallahu ‘anhu, bahwa para sahabat pernah bertanya: ‘Wahai Rasulullah, kami telah tahu cara salam kepadamu, lalu bagaimana kami shalat kepada mu?’  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Ucapkanlah:

.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ’”

.

 “Ya Allah berilah shalat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah shalat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia” (riwayat Bukhari no. 3370). [SHAHIH, HR. Bukhari 4/118, 6/27, dan 7/156, Muslim 2/16, Abu Dawud no. 976, 977, 978, At Tirmidzi 1/301-302, An Nasa-i dalam “Sunan” 3/47-58 dan “Amalul Yaum wal Lailah” no 54, Ibnu Majah no. 904, Ahmad 4/243-244, Ibnu Hibban dalam “Shahih” nya no. 900, 1948, 1955, Al Baihaqi dalam “Sunanul Kubra” 2/148 dan yang lainnya]

.

Hadits ini diriwayatkan oleh sekitar 19 ulama hadits. Dari dalil ini dan yang lainnya dapat disimpulkan bahwa shalat kepada Nabi yang diajarkan kepada para sahabat adalah ucapan sholawat.

.

Di antara shalawat lain yang dianjurkan adalah:

[2]. Dari Zaid bin Abdullah berkata bahwa sesungguhnya mereka dianjurkan mengucapkan,

.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ

.

[Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad Nabi yang Ummi]” (Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 60. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa hadits ini shohih)

.

[3] Dari Ka’ab bin ‘Ujroh, beliau mengatakan,

“Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahui bagaimana kami mengucapkan salam padamu. Lalu bagaimana kami shalat padamu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah,

.

اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

.

[Ya Allah, berilah shalat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia] (Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 56. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa sanad hadits ini shohih)

.

[4] Terdapat lafadz shalawat sebagai berikut,

.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ

.

Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabat Muhammad seperti engkau memberi shalawat kepada Ibrahim dan kerabat Ibrahim.]

.

Dari dalil-dalil ini jelas bahwa shalawat adalah perintah Allah dan para shahabat tidak ada yang menafsir sendiri perintah ini namun meminta / bertanya kepada Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa salam. Teks-teks dari Nabi inilah yang mereka amalkan, bukan bikin sendiri. Buktinya.., tidak ada satu pun dari sahabat Nabi yang menjadi pengarang shalawat.

.

SHALAWAT BUATAN INDONESIA

Walau pun tidak ditemukan teks shalawat karangan para shahabat, tabiin dan tabiut tabiin, sebab mereka tidak berani kecuali atas petunjuk Allah dan Rasul-Nya, namun di Indonesia cukup banyak shalawat buatan sendiri. Misalnya SHALAWAT BADAR yang dikarang oleh KH Ali Mansur dari Banyuwangi (Jawa Timur). Shalawat Badar ditulis tahun 1960, dan mulai terkenal ketika KH Ali Mansur dan pamannya KH Ahmad Qusyairi datang ke Habib Ali bin Abdurrahman al Habsyi, Kwitang, di Jakarta.  Dari sinilah shalawat Badar mulai dikenal luas dan terkenal sampai sekarang.

.

Tahun 2015 MH Ainin Nadjib dan jamaahnya (lihat youtube) membawakan Shalawat Badar dalam lagu Malam Kudus. Ada juga yang membawakannya dengan lagu Iwak Peyek dan lagu Jablay. Maka tidak aneh kalau bulan desember yang sekaligus bulan Maulid (Rabiul Awwal) dirayakan bersama Maulid Nabi dan Natal oleh ummat Islam dan Nashrani dalam satu perayaan.

.

Shalawat terbaru tahun 2016 yang beredar dari Jawa Timur dan asli buatan Indonesia adalah SHALAWAT FULUS dari Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Probolinggo. Dengan mengamalkan shalawat ini maka uang kecil bisa dilipat-gandakan menjadi miliaran rupiah.

.

KHUTBAH KEDUA

.

PEMBUKTI IMAN SETIAP MUKMIN

Wajib kita mencintai Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melebihi cinta kita kepada anak-anak kita, istri-istri, kerabat, harta kekayaan dan seluruh manusia. Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

.

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

.

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya dari kedua orang tuanya, anak-anaknya dan segenap umat manusia.” (HR. Bukhari I/14 no.15, dan Muslim I/167 no.70, An-Nasai VIII/114 no.5013, Ibnu Majah I/26 no.67, dan Ahmad III/177 no.12837)

.

Allah juga mengancam siapa saja yang mencintai seseorang, baik itu orang tuanya, anak-anaknya, istrinya, kerabatnya, harta benda atau tempat tinggalnya melebihi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya. Allah ta’ala berfirman:

.

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

.

Katakanlah: “Jika ayah kamu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, bisnis yang kamu khawatir kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya serta dari berjihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan-NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 24).

.

Jelas bahwa shalawat adalah satu bukti iman setiap mukmin. Kecintaan ini adalah perintah Allah.

.

FITNAH KUBUR

Sosok Nabi Muhammad adalah persoalan semua manusia di alam kubur. Semua insan akan dipersoalkan di alam kuburnya tentang Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam.

.

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض اَنَّهُ حَدَّثَهُمْ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ وَ تَوَلَّى عَنْهُ اَصْحَابُهُ وَ اِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ اَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُوْلاَنِ: مَا كُنْتَ تَقُوْلُ فِى هذَا الرَّجُلِ لِمُحَمَّدٍ ص؟ فَاَمَّا اْلمُؤْمِنُ فَيَقُوْلُ: اَشْهَدُ اَنَّهُ عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلُهُ. فَيُقَالُ لَهُ: اُنْظُرْ اِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ قَدْ اَبْدَلَكَ اللهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ اْلجَنَّةِ.فَيَرَاهُمَا جَمِيْعًا.قَالَ وَاَمَّا اْلمُنَافِقُ وَاْلكَافِرُ فَيُقَالُ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُوْلُ فِى هذَا الرَّجُلِ؟ فَيَقُوْلُ: لاَ اَدْرِى، كُنْتُ اَقُوْلُ مَا يَقُوْلُ النَّاسُ. فَيُقَالُ: لاَ دَرَيْتَ وَ لاَ تَلَيْتَ؟ وَ يُضْرَبُ بِمَطَارِقَ مِنْ حَدِيْدٍ ضَرْبَةً فَيَصِيْحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيْهِ غَيْرَ الثَّقَلَيْنِ. البخارى 2: 102

.

Dari Anas bin Malik RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya apabila manusia diletakkan dalam quburnya, setelah teman-temannya berpaling dan pergi hingga ia mendengar suara sandal mereka, lalu datanglah kedua malaikat, mendudukkannya dan bertanya kepadanya, “Apa yang dahulu kamu katakan (ketika di dunia) tentang laki-laki ini, yaitu Muhammad SAW ?”. Adapun orang mukmin, maka ia menjawab, “Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya”. Maka dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempat dudukmu di neraka, Allah telah menggantinya dengan tempat duduk di surga”. Maka ia melihat keduanya. Adapun orang munafiq dan kafir ketika ditanya, “Apa yang dahulu kamu katakan tentang laki-laki ini ?”. Ia akan menjawab, “Saya tidak tahu, saya dulu mengatakan apa-apa yang dikatakan oleh orang-orang”. Maka dikatakan kepadanya, “Kamu tidak tahu dan tidak membaca”. Kemudian ia dipukul dengan pemukul dari besi diantara kedua telinganya, lalu ia berteriak sekeras-kerasnya yang didengar oleh apa yang didekatnya selain jin dan manusia”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 102]

.

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ نَبِيُّ اللهِ ص: اِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ وَ تَوَلَّى عَنْهُ اَصْحَابُهُ، اِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ. قَالَ: يَأْتِيْهِ مَلَكَاِن فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُوْلاَنِ لَهُ. مَا كُنْتَ تَقُوْلُ فِى هذَا الرَّجُلِ؟ قَالَ: فَاَمَّا اْلمُؤْمِنُ فَيَقُوْلُ: اَشْهَدُ اَنَّهُ عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلُهُ. قَالَ: فَيُقَالُ لَهُ: اُنْظُرْ اِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ قَدْ اَبْدَلَكَ اللهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ اْلجَنَّةِ. قَالَ نَبِيُّ اللهِ ص: فَيَرَاهُمَا جَمِيْعًا. قَالَ قَتَادَةُ: وَ ذُكِرَ لَنَا اَنَّهُ يُفْسَحُ لَهُ فِى قَبْرِهِ سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا وَ يُمْـَلأُ عَلَيْهِ خَضِرًا اِلَى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ. مسلم 4: 2200

.

Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabiyullah SAW bersabda, Sesungguhnya seorang hamba jika diletakkan di dalam quburnya dan teman-temannya sudah meninggalkannya, ia mendengar suara sandal mereka. Kemudian ia didatangi dua malaikat, lalu mendudukkannya dan bertanya, Apa pendapatmu tentang laki-laki ini (Muhammad SAW) ?. Adapun orang mukmin akan menjawab, Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah dan utusan-Nya. Maka dikatakan kepadanya, Lihatlah tempatmu di neraka, Allah telah menggantinya dengan tempat di surga. Maka ia dapat melihat keduanya. Qatadah berkata, Dan disebutkan kepada kami bahwasanya mayyit itu diluaskan quburnya seluas 70 hasta, dan dipenuhi quburnya dengan kenikmatan hingga hari mereka dibangkitkan. [HR. Muslim juz 4, hal. 2200, juga Bukhari]

.

Buntok, 25 November 2016

.

Sumber :

  1. Abdul Hakim bin Amir Abdat, Sifat Shalawat dan Salam kepada Nabi Shallalahu alaihi wa Salam, Penerbit Pustakan Ilmu dan Pustaka Muawiyah, Jakarta, 2006
  2. https://rumaysho.com/203-perbanyaklah-shalawat-di-hari-jumat.html, 2.
  3. https://rumaysho.com/116-ingatlah-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-lebih-harus-kita-cintai-dari-selainnya.html
  4. https://abufawaz.wordpress.com/2012/05/26/beginilah-mencintai-rasulullah-dengan-benar/
  5. https://salampathokan.blogspot.co.id/2014/04/hadits-tentang-alam-barzah-atau-kubur.html
  6. http://ahmadsudardi.blogspot.co.id/-alam-qubur
  7. Buku Antologi NU, Sejarah, Istilah, Amaliah, Uswat, Penerbit Kalista-LPK NU Jawa Timur, 2007, hal 140-143.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s