Khutbah Jum’at 11 November 2016 di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok: “Ujian Nyata Sahabat Dalam Berpegang Teguh kepada Al Qur’an dan As-Sunnah”.

dsc00681KHUTBAH PERTAMA

.

Pada khutbah 23 September 2016 / 21 Dzulhijjah 1437 H dikutip sejarah bahwa tahun 10 hijriyah Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa salam melaksanakan ibadah haji yang kemudian dikenal sebagai haji wada atau haji perpisahan. Pada tanggal 9 Dzulhijjah beliau berkhutbah dari atas unta yang kemudian dikenal sebagai khutbah wada.

.

Salah satu wasiat yang disampaikan Rasulullah adalah “Kewajiban untuk Berpegang Teguh kepada Al Qur’an dan As-Sunnah.

.

عَنْ كَـثِـيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ اَبِـيْهِ عَنْ جَدِّهِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمْرَيــْنِ لَـنْ تَضِلُّـوْا مَا تَــمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ نَـبِـيِّهِ. ابن عبد البر

.

Rasulullah SAW pernah bersabda : “Aku tinggalkan kepada kalian dua pedoman yang kamu tidak akan sesat selamanya apabila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya. [HR. Ibnu Abdil Barr, dari Katsir bin Abdullah dari ayahnya dari kakeknya RA]

.

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمـْرَيـْنِ لَنْ تَضِلُّـوْا مَا تَـمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ رَسُوْلـــِهِ. مالك

.

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Aku tinggalkan kepada kalian dua pedoman yang kamu tidak akan sesat selamanya apabila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. [HR. Malik]

.

Dengan demikian adalah wajib bagi kaum muslimin untuk berpegang teguh kepada Kitab Allah Al Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa Salam. Allah sub-hanahu wa Ta’ala berfirman:

.

وَ هذَا كِـتبٌ اَنـــْزَلْـنهُ مُـبرَكٌ فَاتَّـبِعُوْهُ وَ اتَّـقُوْا لَـعَلَّكُمْ تُـرْحَمُوْنَ. الانعام:155.

.

Dan inilah al-kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan dengan keberkahan, ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. [Al-An’aam : 155].

.

Setelah selesai menyampaikan khutbah wada maka Rasulullah menerima wahyu, turunnya ayat ke 3 dari surah Al Maidah:

.

دِينًا الإسْلامَ لَكُمُ وَرَضِيتُ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَأَتْمَمْتُ دِينَكُمْ لَكُمْ أَكْمَلْتُ الْيَوْمَ

.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

.

Mendengar firman Allah ini maka Umar bin Khaththab menangis. Umar ditanya: “Wahai Umar. Kenapa kamu menangis padahal kamu sangat jarang menangis?” Umar menjawab: “Karena aku tahu setelah datang kesempurnaan akan datang kekurangan!”

.

Pada hari Ahad tanggal 8 Dzulhijjah 10 H, kepulangan rombongan jamaah haji Rasulullah SAW sampai di dekat daerah Juhfah yang bernama Khum (Gadhir Khum). Dari Zaid bin Arqam yang berkata, “Ketika Rasulullah saw sampai ke Ghadir Khum, di dalam perjalanan kembalinya dari haji wada’; ketika itu waktu dhuha, sementara cuaca sangat panas sekali, Rasulullah saw memerintahkan para sahabatnya untuk bernaung di pepohonan. Kemudian Rasulullah saw menyerukan salat berjamaah. Maka kami pun berkumpul, lalu Rasulullah saw menyampaikan sebuah khutbah yang indah.”

.

Dari kitab al-Wilayah fi Thurug Ahadits al-Ghadir yang ditulis oleh al-Hafidz Abi Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari atau yang lebih dikenal dengan Ibnu Jarir ath-Thabari, isi khutbah Khum diantaranya Rasulullah berkata:  “Sesungguhnya aku telah diperintahkan oleh Allah melalui Jibril supaya berdiri di tempat keramaian ini, dan memberitahukan (bangsa) putih dan hitam bahwa Ali bin Abi Thalib adalah saudaraku,washi-ku, khalifah (pengganti)-ku dan imam sepeninggalku.”

.

Beliau Rasulullah juga bersabda: Ketahuilah — wahai manusia — sesungguhnya Allah telah menetapkan Ali sebagai wali dan imam kamu, dan telah mewajibkan kepada setiap orang darimu untuk mentaatinya. Sah keputusan hukum yang diambilnya, dan berlaku kata-katanya. Terlaknat orang yang menentangnya, dan memperoleh rahmat orang yang mempercayainya.”

.

Lalu kenapa Nabi Muhammad SAW berpidato seperti itu? Apa latar belakangnya? Sebelum berangkat haji, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih berada di Madinah, beliau telah mengirim Khalid bin walid ke Yaman untuk suatu pertempuran. Setelah Khalid bin Walid menang dalam tugas jihadnya, dia mengirim berita kepada Nabi, “Sesungguhnya kami menang dan mendapatkan harta rampasan. Maka kirimkanlah orang kepada kami untuk mengambil seperlima dari harta rampasan perang ini.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ali bin Abi Thalib ke Yaman untuk mengambil seperlima ghanimah itu dan memerintahkannya agar segera kembali untuk bisa bersama beliau ke mekah melaksanakan haji.

.

Dalam aturan jihad, ghanimah dibagi lima: 4/5 untuk para pejuang, sedangkan 1/5nya untuk dibawa Ali. Harta ghanimah yang dibawa Ali itu pun akan dibagi menjadi lima lagi: 1/5 untuk Allah dan Rasul, 1/5 untuk kerabat Rasul, 1/5 untuk anak-anak yatim, 1/5 untuk kaum miskin dan 1/5 untuk Ibnu Sabil. Ali mengambil bagian yang menjadi hak kerabat Nabi, karena dia pemimpin kerabat beliau. Wujudnya adalah hewan seperti kuda, bighal, onta, sapi, kambing dan juga tawanan (budak) wanita, anak-anak, atau laki-laki dewasa. Ali mengambil seorang tawanan wanita lalu menggaulinya.
.

Sebagian sahabat, termasuk Buraidah menjadi marah dengan sikap Ali. Bagaimana bisa Ali melakukan hal tersebut? Dia mengambil seorang tawanan wanita dari bagian kerabat Rasulullah. Harusnya di Madinah dia mengambil tawanan itu, bukan di sini.

.
Berita tentang Ali ini sangat mungkin tersebar di seluruh Madinah. Sehingga untuk mengembalikan nama baik Ali bin Abi Thalib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenarkan sikap beliau, dan menyatakan, ”Dia menjadi kekasih setiap mukmin sepeninggalku” (Syubuhat Syi’iyah, hlm. 49 – 50)

.

Dari Imran bin Hushoin radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim pasukan. Dan beliau meminta Ali untuk mengambil harta rampasan perangnya. Beliaupun menemui pasukan perang itu, dan mengambil seorang tawana (budak) wanita, kemudian beliau menyetubuhinya. Para sahabatpun mengingkari sikap Ali bin Abi Thalib. Dan ada 4 sahabat yang berjanji, ’Jika kita telah sampai Madinah, akan kita sampaikan apa yang dilakukan Ali.’ Kebiasaan kaum muslimin, sepulang mereka dari safar, mereka mulai dengan menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memberi salam beliau, kemudian baru kembali ke rumahnya masing-masing.

.
Ketika pasukan perang ini sampai di Madinah, mereka memberi salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan salah satu dari 4 sahabat tadi melaporkan,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَمْ تَرَ إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ صَنَعَ كَذَا وَكَذَا

”Wahai Rasulullah, tahukan anda bahwa Ali telah melakukan tindakan demikian dan demikian”

.
Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling dan tidak mengindahkan laporan mereka. Orang kedua gantian melaporkan yang sama, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mempedulikannya. Orang ketiga juga demikian, dan terakhir orang keempat. Semuanya diacuhkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memandangi mereka dan nampak ada suasana marah di wajah beliau,

مَا تُرِيدُونَ مِنْ عَلِيٍّ؟ مَا تُرِيدُونَ مِنْ عَلِيٍّ؟ مَا تُرِيدُونَ مِنْ عَلِيٍّ؟ إِنَّ عَلِيًّا مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ، وَهُوَ وَلِيُّ كُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ بَعْدِي

”Apa yang kalian inginkan terhadap Ali? Apa yang kalian inginkan terhadap Ali? Apa yang kalian inginkan terhadap Ali? Sesungguhnya Ali bagian dariku dan aku bagian darinya. Dia menjadi kekasih setiap mukmin sepeninggalku.” (HR. Turmudzi 3712 dan dishahihkan al-Albani).

.
Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu agar mendatangi Khalid, untuk mengambil seperlima. Dan aku menjadi benci dengan Ali karena dia telah mandi junub (karena menyetubuhi tawanan/budak). Akupun menyampaikannya kepada Khalid, ’Lihat apa yang dilakukan Ali.’

.

Sesampainya kami kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, akupun ceritakan kejadian itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda,

«يَا بُرَيْدَةُ أَتُبْغِضُ عَلِيًّا؟» فَقُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: «لاَ تُبْغِضْهُ فَإِنَّ لَهُ فِي الخُمُسِ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ»

”Hai Buraidah, apakah kamu membenci Ali.” Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau bersabda, “Janganlah kamu membencinya, karena dia berhak mendapatkan seperlima yang lebih banyak dari pada seorang budak itu.” (HR. Al-Bukhari 4350).

.

KHUTBAH KEDUA

.

يـاَ يُّـهَا الَّذِيـْنَ امَنُوْآ اَطِيْعُوا اللهَ وَ اَطِيْعُوا الـرَّسُوْلَ وَ اُوليِ اْلاَمْرِ مِنْكُمْ، فَاِنْ تَـنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلىَ اللهِ وَ الـرَّسُوْلِ اِنْ كُـنْتُمْ تُـؤْمـِنُـْونَ بِاللهِ وَ اْلـيَوْمِ الاخِرِ، ذلِكَ خَيْرٌ وَّ اَحْسَنُ تَـأْوِيـْلاً. النساء:59

.

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [An-Nisa’ : 59]

.

Benar-benar Allah menguji para sahabat dengan ayat ini. Benar-benar dibutuhkan ketundukan dan keikhlasan yang luar biasa dalam hal khutbah Ghadir Khum ini. Apakah sahabat yang berselisih dengan Ali lebih memilih hawa nafsunya dan tetap membenci Ali ataukah berpegang teguh kepada Allah, Rasul-Nya dan ulil amri-nya Ali?

.

Allah berfirman dalam Surah Muhammad ayat 33:

.

أَعْمَالَكُمْ تُبْطِلُوا وَلَالرَّسُولَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ أَطِيعُوا آمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا

.

Hai orang-orang yang beriman, ta`atlah kepada Allah dan ta`atlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.

.

. النساء:64. وَ مَآ اَرْسَلْـنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلاَّ لِـيُطَاعَ بِـاِذْنِ اللهِ.

.

Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul, melainkan untuk dita’ati dengan seidzin Allah. [An-Nisa’ : 64]

.

Wallahu a’lam.

.

By Syamsuddin Rudiannoor

Buntok, 21 September 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s