Khutbah Jum’at 23 September 2016 di Masjid Polsek Dusun Selatan di Buntok : “Kewajiban untuk Berpegang Teguh kepada Al Qur’an dan As-Sunnah.

IDUL FITRI 1437 H  RABU 6 JULI 2016 DI POLSEK DUSUN SELATAN BUNTOKKHUTBAH PERTAMA

.

Pada tahun 10 hijriyah Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa salam melaksanakan ibadah haji yang kemudian dikenal sebagai haji wada atau haji perpisahan. Pada tanggal 9 Dzulhijjah beliau berkhutbah dari atas unta yang kemudian dikenal sebagai khutbah wada.

.

Salah satu wasiat yang disampaikan Rasulullah adalah “Kewajiban untuk Berpegang Teguh kepada Al Qur’an dan As-Sunnah.

.

 قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمْرَيــْنِ لَـنْ تَضِلُّـوْا مَا تَــمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ نَـبِـيِّهِ. ابن عبد البر

.

Rasulullah SAW pernah bersabda : “Aku tinggalkan kepada kalian dua pedoman yang kamu tidak akan sesat selamanya apabila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya. [HR. Ibnu Abdil Barr, dari Katsir bin Abdullah dari ayahnya dari kakeknya RA]

.

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمـْرَيـْنِ لَنْ تَضِلُّـوْا مَا تَـمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ رَسُوْلـــِهِ. مالك

.

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Aku tinggalkan kepada kalian dua pedoman yang kamu tidak akan sesat selamanya apabila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya. [HR. Malik]

.

dsc00001Dengan demikian adalah wajib bagi kaum muslimin untuk berpegang teguh kepada Kitab Allah Al Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa Salam. Allah sub-hanahu wa Ta’ala berfirman:

.

وَ هذَا كِـتبٌ اَنـــْزَلْـنهُ مُـبرَكٌ فَاتَّـبِعُوْهُ وَ اتَّـقُوْا لَـعَلَّكُمْ تُـرْحَمُوْنَ. الانعام:155

.

Dan inilah al-kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan dengan keberkahan, ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. [Al-An’aam : 155].

.

قُـلْ اِنْ كُـنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَـاتَّـبِعُوْنــِيْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَـغْفِرْ لَكُمْ ذُنــُوْبَكُمْ وَ اللهُ غَفُوْرٌ رَّحَيْمٌ. قٌلْ اَطِـيْعُوا اللهَ وَ الرَّسُوْلَ، فَاِنْ تَـوَلَّـوْا فَاِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ اْلكَافِـرِيْنَ. ال عمران:31-32

.

Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Katakanlah : “Tha’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. [Ali ‘Imran : 31-32]

.

يـاَ يُّـهَا الَّذِيـْنَ امَنُوْآ اَطِيْعُوا اللهَ وَ اَطِيْعُوا الـرَّسُوْلَ وَ اُوليِ اْلاَمْرِ مِنْكُمْ، فَاِنْ تَـنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلىَ اللهِ وَ الـرَّسُوْلِ اِنْ كُـنْتُمْ تُـؤْمـِنُـْونَ بِاللهِ وَ اْلـيَوْمِ الاخِرِ، ذلِكَ خَيْرٌ وَّ اَحْسَنُ تَـأْوِيـْلاً. النساء:59

.

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [An-Nisa’ : 59]

.

وَ مَآ اَرْسَلْـنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلاَّ لِـيُطَاعَ بِـاِذْنِ اللهِ. النساء:64

.

Dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul, melainkan untuk ditha’ati dengan seidzin Allah. [An-Nisa’ : 64]

.

Dari Ali bin Abu Thalib dia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam bersabda: “Akan datang fitnah berupa bencana demi bencana yang gelap gulita bagaikan potongan malam!” Aku bertanya: “Apa jalan keluarnya wahai Rasulullah?” Beliau SAW bersabda: “Kitabullah! Karena dalam kitabullah terkandung berita yang terjadi sebelum kamu, yang akan terjadi sesudah kamu. Dan kitabullah adalah hukum untuk urusan diantara kamu.  Al Qur’an adalah hakim yang memutuskan perkara-perkara, bukan basa-basi. Barang siapa meningalkan kitabullah (al Qur’an) maka dia akan dibantai oleh adzab Allah al Jabbar. Barang siapa mencari petunjuk selain kitabullah maka dia akan disesatkan Allah. Al Qur’an adalah tali Allah yang kokoh, peringatan Allah yang bijaksana, jalan Allah yang lurus. Hawa nafsu tidak akan menyeleweng dengan kitabullah.  Lidah tidak akan kesulitan malafazkan kitabullah. Para ulama tidak akan pernah puas mempelajari Al Qur’an.  Al Qur’an tidak akan membosankan walaupun dibaca berulang-ulang. Keajaiban Al Qur’an tidak akan pernah habis. Itulah Al Qur’an, yang ketika kaum jin mendengarkan bacaannya maka mereka segera berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan, memberi petunjuk ke jalan yang benar, kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan berbuat syirik terhadap Rabb kami dengan sesuatu apa pun juga!” (QS Jin ayat 1-2)  Barang siapa yang berkata-kata dengan Al Qur’an maka dia pasti benar. Siapa saja yang mengamalkan Al Qur’an diberi pahala. Siapa pun yang menegakkan hukum dengan Al Qur’an maka dia pasti adil. Dan siapa saja yang mengajak kepada Al Qur’an maka dia terbimbing menuju jalan yang lurus!” (HR Trirmidzi).

.

Rasulullah juga bersabda:

.

عَنْ جُبَـيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَبـْشِرُوْا فَاِنَّ هذَا اْلقُرْآنَ طَرَفُهُ بِيَدِ اللهِ وَ طَرَفُهُ بِـاَيـْدِيْكُمْ. فَـتَـمَسَّكُـوْا بِهِ، فَاِنَّـكُمْ لَنْ تَـهْـلَـكُـوْا وَ لَنْ تَضِلُّـوْا بَـعْدَهُ اَبـَدًا. البزار و الطبرانى

.

Dari Jubair bin Muth’im RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “Bergembiralah kamu, karena sesungguhnya Al-Qur’an ini salah satu ujungnya berada ditangan Allah sedang ujungnya yang lain ditangan kamu sekalian. Berpegang teguhlah kepadanya, maka  kamu tidak akan binasa dan tidak akan sesat sesudah itu selama-lamanya”. [HR. Al-Bazzar dan Ath-Thabarani]

.

عَنْ حُذَيـْفَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: دُوْرُوْا مَعَ كِـتَابِ اللهِ حَـيْـثُمَا دَارَ. الحاكم

.

Dari Hudzaifah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : “Beredarlah kamu bersama kitab Allah (Al-Qur’an) kemana saja ia beredar”. [HR. Al-Hakim]

.

وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ الـرَّسُوْلَ فَاُولـئِكَ مَعَ الَّذِيـْنَ اَنـْعَمَ اللهُ عَلَـيْهِمْ مِّنَ النَّبِـيّنَ وَ الصِّدِّيـْقِـيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصّلِحِيْنَ وَ حَسُنَ اُولـئِكَ رَفِـيْقًا. النساء.

.

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya) mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para Shiddiqiin. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [An-Nisaa’ : 69]

.

عَنْ اَبِى هُرَيـْرَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: كُلُّ اُمـَّتِى يَدْخُلُـوْنَ اْلجَـنَّةَ اِلاَّ مَنْ اَبـَى. قَالُـوْا يـَا رَسُوْلَ اللهِ وَ مَنْ يَـأْبـَى؟ قَالَ: مَنْ اَطَاعَنِى دَخَلَ اْلجَـنَّةَ وَ مَنْ عَصَانِى فَـقَدْ اَبـَى. البخارى

.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Semua ummatku akan masuk surga, kecuali yang tidak mau”. Para shahabat bertanya : “Ya Rasulullah siapa orang yang tidak mau itu ?”. Beliau SAW bersabda : “Barangsiapa yang ta’at kepadaku, dia masuk surga dan siapa saja yang tidak taat kepadaku, ia tidak mau”. [HR. Bukhari]

.

Setelah selesai menyampaikan khutbah wada maka Rasulullah menerima wahyu, turunnya ayat ke 3 dari surah Al Maidah:

.

 الْيَوْمَ    أَكْمَلْتُ    لَكُمْ    دِينَكُمْ    وَأَتْمَمْتُ    عَلَيْكُمْ    نِعْمَتِى    وَرَضِيتُ    لَكُمُ    الْإِسْلٰمَ    دِينًا

.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

.

Mendengar firman Allah ini maka Umar bin Khaththab menangis. Umar ditanya: “Wahai Umar. Kenapa kamu menangis padahal kamu sangat jarang menangis?” Umar menjawab: “Karena aku tahu setelah datang kesempurnaan akan datang kekurangan!”

.

KHUTBAH KEDUA

.

Pada hari tasyrik tanggal 12 Dzulhijjah tahun 10 Hijriyah itu turunlah surah An Nashr ayat 1-3 kepada Nabi Muhammad:

.

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ، وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا، فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

.

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.  2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. 3. Maka bertasbihlah memuji Rabbmu dan mohon ampunlah kepada Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Menerima taubat. [an-Nasr/110 : 1-3]

.

Setelah ayat ini turun maka Nabi Muhammad berkata: “Telah diberitahukan kepadaku tentang jiwaku dan telah dekat bagiku ajalku!” (Fathul Qadir 5 : 740).

.

Sepulang melaksanakan ibadah haji itu maka Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad meminta beliau mengumpulkan para sahabat-sahabatnya. Nabi pun mengumpulkan para sahabat dan membacakan kembali surah al Maidah ayat 3. Para sahabat pun bergembira karena agama telah sempurna, nikmat Allah telah dicukupkan dan ridha Allah telah ditetapkan. Mereka pun bersorak kegirangan.

.

Tapi tidak bagi Abu Bakar ash-Shiddiq. Beliau pulang ke rumahnya dan mengurung diri. Karena tingkah Abu Bakar mengurung diri adalah perbuatan yang sangat tidak biasa dan aneh maka para sahabat pun bingung kepada beliau. Kemudian para sahabat berbondong-bodong ke rumah Abu Bakar untuk memastikan apa yang terjadi. Mereka bertanya: “Wahai Abu Bakar! Apa yang membuat engkau begini? Tidakkah seharusnya kamu bergembira karena agama kita telah sempurna?” Maka Abu Bakar menjawab: “Wahai sahabat-sahabat ku. Kamu semua tidak tahu musibah apa yang segera menimpa kamu?! Tidakkah kalian sadar, apabila suatu urusan telah sempurna maka yang akan datang kekurangannya? Turunnya ayat itu (QS Al Maidah ayat 3) menunjukkan sudah dekatnya perpisahan kita dengan Rasulullah. Hassan dan Hussein segera menjadi yatim. Dan istri-istri Nabi segera menjadi janda..!”

.

Mendengar jawaban Abu Bakar itu maka para sahabat bertangis-tangisan. Mereka benar-benar bersedih. Akhirnya salah seorang bergegas pergi melapor kepada Nabi Muhammad sehingga Nabi pun bergegas pula untuk mencek apa yang terjadi di rumah Abu Bakar. Sesampai di rumah Abu Bakar maka nabi melihat para sahabatnya sedang menangis. Rasulullah bertanya kepada mereka : “Wahai sahabat-sahabat ku, kenapa kalian semuanya menangis?” Maka Ali bin Abi Thalib menjawab: “Wahai Rasulullah. Abu Bakar telah berkata bahwa turunnya ayat al Maidah 3 menandakan waktu kematianmu sudah dekat! Benarkah itu?” Maka Rasulullah Muhammad menjawab: “Semua yang dikatakan Abu Bakar itu benar. Sungguh waktu aku meninggalkan kalian sudah hampir datang!”

.

Semua sahabat pun tertegun. Mereka semua bersedih. Akhirnya Nabi menyalami sahabatnya satu persatu. Semua mereka diwasiati oleh nabi satu per satu pula. Wallahu a’lam.

.

By Syamsuddin Rudiannoor

Buntok, 21 September 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s