KHUTBAH JUM’AT 19 AGUSTUS 2016 DI MASJID POLSEK DUSUN SELATAN “AMAR MA’RUF TERKENDALA, KEKHAWATIRAN RASULULLAH TERBUKTI”

KHUTBAH PERTAMA
.
AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR TERKENDALA
.
Allah Sub-hanahu wa Ta’ala berfirman:
IDUL FITRI 1437 H  RABU 6 JULI 2016 DI POLSEK DUSUN SELATAN BUNTOK.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيم
.
“Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kalangan kalian sendiri, dia merasa  berat atas penderitaan yang menimpa kalian, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi sayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. AtTaubah (9) : 128)
.
Melalui ayat ini Nabi Muhammad dipuji Allah karena sifatnya yang mulia, di antaranya peka atas penderitaan ummatnya, sangat perhatian atas nasib ummatnya dan sangat berbelas kasih kepada umatnya.
.
Ayat ini tiba-tiba teringat akibat jum’at sebelumnya khatib jum’at (12/8/2016) membawakan khutbah tentang kewajiban amar ma’ruf nahi munkar namun kemarin Kamis 18 Agustus 2016 justru tidak bisa melakukannya padahal peluang amar ma’ruf nahi munkar terbuka lebar.
.
Tanggal 18 Agustus 2016 kemarin banyak insan muslim meninggalkan sholat karena jam 10.00 WIB pagi harus antri ke salon, waktu dhuhur dan ashar tidak sholat – takut riasan luntur – dan jam 14.00 WIB  peserta pawai kumpul di stadion. Banyak wanita berdandan menor dan berlomba menonjolkan kecantikannya. Banyak laki-laki bersengaja menjadi banci dan memakai pakaian wanita. Sholat ditinggalkan. Rasa malu disingkirkan. Musik bising dan suara-suaraa gaduh ditonjolkan. Apa pun dilakukan demi memeriahkan HUT kemerdekaan. Masya Allah. Allahu akbar.
.
Padahal Allah berfirman:
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (105)

.
Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian, tidak ada orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kalian kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan. (QS Al Maidah 105)

.
Lalu bagai mana kita menjaga diri kita? Ternyata dengan amar ma’ruf nahi munkar! Nyatanya amar ma’ruf tidak bisa dan tidak mampu dilakukan. Maka saat itu juga kita harus bertaubat. Kita mohon ampun kepada Allah, semoga Allah masih mengampuni dosa-dosa kita, amin.
.
 عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ الشَّعْباني قَالَ: أَتَيْتُ أَبَا ثَعْلَبَةَ الخُشَنِي فَقُلْتُ لَهُ: كَيْفَ تَصْنَعُ فِي هَذِهِ الْآيَةِ؟ فَقَالَ: أيَّة آيَةٍ؟ قُلْتُ: قَوْلُهُ [تَعَالَى] {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ} فَقَالَ: أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْهَا خَبِيرًا، سألتُ عَنْهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “بَلِ ائْتَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ، وَتَنَاهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ، حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحّا مُطاعًا، وهَوًى مُتَّبعًا، وَدُنْيَا مُؤْثَرة، وإعجابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيهِ، فَعَلَيْكَ بِخَاصَّةِ نَفْسِكَ، وَدَعِ الْعَوَامَّ، فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ القَبْضِ عَلَى الجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مثلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ كَعَمَلِكُمْ” -قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ: وَزَادَ غَيْرُ عُتْبَةَ: قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَجْرُ خَمْسِينَ رَجُلًا مِنْهُمْ أَوْ مِنَّا؟ قَالَ: “بَلْ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ”.

.
Dari Abu Umayyah Asy-Sya’bani yang mengatakan bahwa ia pernah datang kepada Abu Tsa’labah Al-Khusyani, lalu bertanya kepadanya, “Bagaimanakah sikapmu terhadap ayat ini (Al-Maidah: 105)?” Abu Tsa’labah bertanya, “Ayat apakah yang kamu maksudkan?” Ia menjawab, “Yang kumaksud adalah firman Allah Swt.: Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk’ (Al-Maidah: 105).” Abu Sa’labah menjawab, “Demi Allah, sesungguhnya kamu menanya­kannya kepada orang yang mengetahuinya. Aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah Saw., maka beliau Saw. bersabda: ‘Tidak, tetapi tetaplah ber-amar ma’ruf dan nahi munkar hingga kamu melihat sifat kikir ditaati, hawa nafsu diikuti, duniawi dipentingkan (diprioritaskan), dan setiap orang merasa kagum dengan pendapatnya sendiri, maka (saat itulah) kamu harus memperhatikan dirimu sendiri dan tinggalkanlah orang-orang awam. Karena sesungguhnya di balik itu kalian akan mengalami berbagai macam cobaan, yaitu di hari-hari di mana orang yang bersikap sabar dalam menjalani masa itu sama dengan seseorang yang menggenggam bara api. Orang yang beramal (kebaikan) di masa itu beroleh pahala semisal dengan pahala lima puluh orang lelaki yang beramal seperti amal kalian”. Abdullah ibnul Mubarak mengatakan bahwa yang lainnya selain Atabah menambahkan seperti berikut: Bahwa ketika ditanyakan, “Wahai Rasulullah, apakah pahala lima puluh orang lelaki itu dari kalangan kami ataukah dari kalangan mereka?” Rasulullah Saw. menjawab: “Tidak, bahkan pahala lima puluh orang dari kalian”. (HR Turmuzi, beliau mengatakan hadits ini hasan garib sahih. Hal yang sama diriwayatkan Abu Daud melalui jalur Ibnul Mubarak. Dan Ibnu Majah, Ibnu Jarir serta Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkannya dari Atabah ibnu Abu Hakim.
.
KEKHAWATIRAN RASULULLAH TELAH TERBUKTI.
.

1. Orang-orang Munafiq yang Lihai Bicara Islam

.

عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ
.
Dari Umar Bin al Khaththab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan dari kekhawatiran yang akan menimpa umatku adalah semua munafiq yang alim lisannya (pandai bicara)“ (Hadits shahih. Musnad Ahmad (143)
.
Sungguh saat ini ummat Islam sudah menemui bala bencana ini. Para pemimpin sudah sangat alim dilisannya namun berbeda jauh dalam perbuatan dan tingkah lakunya.
.
2. Para Pemimpin / Tokoh yang Menyesatkan
.
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّين
.
Dari Tsauban dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya yang aku khawatirkan atas umatku adalah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan.” (Hadits Shahih. Musnad Ahmad (22393, 22394), Sunan at Tirmidzi (2229), Sunan Ad Darimi (215), dan lainnya).
.
Kita saksikan para pemimpin sudah sangat mudah memberikan kelonggaran meninggalkan sholat, membiarkan laki-laki berpakaian wanita dan kaum wanita berbangga-bangga memamerkan kecantikannya demi semaraknya pawai tahunan.
.
وَعَن زِيَاد بن حدير قَالَ: قَالَ لِي عُمَرُ: هَلْ تعْرِفُ مَا يهْدِمُ الْإِسْلَامَ؟ قَالَ: قلْتُ: لَا. قَالَ: يهْدِمُهُ زَلَّةُ الْعَالِمِ وَجِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْكِتَابِ وَحُكْمُ الْأَئِمَّةِ المضلين “.
.
Dari Ziyad bin Jadir, ia berkata : Umar berkata kepadaku : “Apakah kamu tahu yang dapat merobohkan Islam? “, Aku berkata : “tidak”, Umar berkata : “Yang dapat merobohkan Islam adalah ketergelinciran ahli ilmu, kepintaran orang munafiq bersilat lidah dengan Al Kitab, dan hukum yang ditetapkan oleh para pemimpin yang menyesatkan”.  (Shahih mauquf. Sunan Ad Darimi (220))

.
3. Mengutamakan Kehidupan Dunia

Manusia-manusia show yang rela berpanas-panasan, rela meninggalkan sholat, rela mengumbar aurat dan laki-laki yang mau berpakaian wanita, Allah telah mensinyalir orang-orang seperti ini dalam surat Hud ayat 15-16 :
.
مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَيُبْخَسُونَ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي اْلأَخِرَةِ إِلاَّ النَّارَ وَحَبِطَ مَاصَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّاكَانُوا يَعْمَلُونَ
.
“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”.[Hud : 15, 16].
.
4. Merajalelanya perilaku homoseksual dan lesbian
Kita sudah saksikan aksi pawai kaum Luth.
.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي عَمَلُ قَوْمِ لُوطٍ

.

Dari Muhammad bin Aqil, bahwasanya ia mendengar Jabir berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terjadi di kalangan umatku adalah perilaku kaum Luth (homoseksual/lesbian)”. (Sunan At Tirmidzi (1457), At Tirmidzi menyatakan bahwa hadits ini hasan gharib, Sunan Ibni Majah (2563), dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih at Targhib wat-Tarhib (2417))
.
KHUTBAH KEDUA

Dalam hadits Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
قَالَ « اللَّهُمَّ أَحْيِنِى مِسْكِينًا وَأَمِتْنِى مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِى فِى زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ». فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « إِنَّهُمْ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا يَا عَائِشَةُ لاَ تَرُدِّى الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ يَا عَائِشَةُ أَحِبِّى الْمَسَاكِينَ وَقَرِّبِيهِمْ فَإِنَّ اللَّهَ يُقَرِّبُكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »

.
Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku bersama dengan orang-orang miskin pada hari kiamat”. ‘Aisyah berkata, “Mengapa –wahai Rasulullah- engkau meminta demikian?”  “Orang-orang miskin itu masuk ke dalam surga 40 tahun sebelum orang-orang kaya. Wahai ‘Aisyah, janganlah engkau menolak orang miskin walau dengan sebelah kurma. Wahai ‘Aisyah, cintailah orang miskin dan dekatlah dengan mereka karena Allah akan dekat dengan-Mu pada hari kiamat”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. Tirmidzi no. 2352. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Lihatlah bagaimana sampai Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong ‘Aisyah untuk mencintai dan dekat dengan orang miskin. Karena keutamaannya, seseorang akan semakin dekat dengan Allah pada hari kiamat. Namun patut diingat, mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, yaitu dengan membantu dan menolong mereka. Jadi bukan hanya sekedar dekat dengan mereka.

.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a kepada Allah agar dihidupkan dengan tawadhu’, beliau mengucapkannya dengan kata “miskin”.
.
اَللَّهُمَّ أَحْيِنِيْ مِسْكِيْنًا وَأَمِتْنِيْ مِسْكِيْنًا وَاحْشُرْنِيْ فِيْ زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنِ.
.
“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku bersama rombongan orang-orang miskin”.
.
Ini adalah doa dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar Allah Ta’ala memberikan sifat tawadhu` dan rendah hati, serta agar tidak termasuk orang-orang yang sombong lagi zhalim maupun orang-orang kaya yang melampaui batas. Makna hadits ini bukanlah meminta agar beliau menjadi orang miskin, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Atsir rahimahullah, bahwa kata “miskin” dalam hadits di atas adalah tawadhu. Sebab, di dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari kefakiran. Beliau berdoa seperti ini, karena beliau mengetahui bahwa orang-orang miskin akan memasuki surga lebih dahulu daripada orang-orang kaya. Tenggang waktu antara masuknya orang-orang miskin ke dalam surga sebelum orang kaya dari kalangan kaum Muslimin adalah setengah hari, yaitu lima ratus tahun..Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُسْلِمِيْنَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِنِصْفِ يَوْمٍ وَهُوَ خَمْسُ مِائَةِ عَامٍ.
.
“Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratus tahun”. Hadits hasan shahîh. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 2353, 2354) dan Ibnu Majah (no. 4122), dari Abu Hurairah rahimahullah. Lihat Shahîh Sunan at-Tirmidzi (II/276, no. 1919).
.
Orang–orang miskin yang masuk surga ini, adalah mereka yang taat kepada Allah, mentauhidkan-Nya dan menjauhi perbuatan syirik, menjalankan Sunnah dan menjauhi perbuatan bid’ah, menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
.
Sebab terlambatnya orang-orang kaya memasuki surga selama lima ratus tahun adalah karena semua harta mereka akan dihitung dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala.
.
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.

اطلعت في الجنة، فرأيت أكثر أهلها الفقراء

.
Saya pernah melihat surga, aku lihat kebanyakan penduduknya adalah orang miskin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
.

« اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ ».

.
“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari, no. 3069 dan Muslim no.7114, dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)
.

Semoga Allah menyelamatkan kita dari adzab neraka. Ternyata miskin berkhasiat agar kita tidak mampu berbuat maksiat.
.
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ اْلفَقْرَ، وَ لكِنْ اَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّكَاثُرَ، وَ مَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ اْلخَطَأَ، وَ لكِنْ اَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّعَمُّدَ. احمد و ابن حبان فى صحيحه و الحاكم و قال صحيح على شرط مسلم
.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak khawatir kefakiran yang menimpa kalian, tetapi aku khawatir kalian bermegah-megah memperbanyak harta benda. Dan aku tidak khawatir kalian berbuat keliru, tetapi yang aku khawatirkan kalian bersengaja (berbuat  keliru)”. [HR. Ahmad, Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan Al-Hakim. Ia berkata : Shahih atas syarat Muslim]
.

By Syamsuddin Rudiannoor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s