UNTUK PARA AMBISIUS JABATAN DAN KEKUASAAN

AMBISI DUNIA BERBALAS NERAKA

Siapa pun yang lebih mengutamakan kehidupan dunia (pangkat, jabatan, kekuasaan, kedudukan) maka pasti masuk neraka. Allah berfirman dalam surah Hud 15-16:

مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka  balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan di dunia itu mereka tidak akan dirugikan.
.
أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلاَّ النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh apa pun di akhirat nanti kecuali neraka, lenyap apa saja hasil yang telah mereka usahakan di dunia dan tidak diterima (sia-sia) amal yang telah mereka kerjakan.

.

LARANGAN AMBISI JABATAN

Salah satu bentuk kecintaan kepada dunia dan perhiasannya adalah ambisi jabatan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan
.
إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الْإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً
يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتْ الْفَاطِمَةُ
.

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi’b] dari [Sa’id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “kalian akan rakus terhadap jabatan, padahal jabatan itu akan menjadi penyesalan dihari kiamat, ia adalah seenak-enak penyusuan dan segetir-getir penyapihan.” [Muhamad bin Basyar] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Humran] telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid bin Ja’far] dari [Sa’id Al Maqburi] dari [Umar bin Al Hakam] dari [Abu Hurairah] seperti diatas.] Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kalian akan rakus (ambisi) terhadap jabatan (kedudukan, kekuasaan), padahal (jabatan) itu menjadi penyesalan di hari kiamat. Jabatan merupakan senikmat-nikmatnya penyusuan dan sepahit-pahitnya penyapihan.” (HR Bukhari 6615 – Shahih)

.

DILARANG MEMBERI JABATAN KEPADA PARA AMBISIUS
Muslim dilarang memberikan jabatan kepada siapa pun yang memintanya. Jabatan adalah amanat dan  harus diterima oleh orang yang mampu mengembannya.
.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَرَجُلَانِ مِنْ قَوْمِي فَقَالَ أَحَدُ الرَّجُلَيْنِ أَمِّرْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَقَالَ الْآخَرُ مِثْلَهُ فَقَالَ إِنَّا لَا نُوَلِّي هَذَا مَنْ سَأَلَهُ وَلَا مَنْ حَرَصَ عَلَيْهِ
.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al ‘Ala`] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Buraid] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] radliallahu ‘anhu mengatakan; aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama dua orang dari kaumku, lantas satu diantara kedua orang itu mengatakan; “Jadikanlah kami pejabat ya Rasulullah?” Lalu orang kedua juga mengatakan yang sama. Secara spontan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Kami tidak akan memberikan jabatan kepada orang yang memintanya, tidak juga kepada orang yang ambisi terhadapnya. Kami tak akan memberikan jabatan ini kepada orang yang memintanya, tak juga kepada orang yang ambisi terhadapnya. (HR Bukhari 6616 – Shahih).
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s