Anak Kecil Mengumandangkan Azan?


Ulama berselisih pendapat tentang azan yang dikumandangkan oleh anak-anak. Ada yang berpendapat boleh, karena azan termasuk zikir sehingga tidak disyaratkan akil baligh. Namun pendapat lain mengatakan bahwa azan oleh anak kecil tidak sah karena ucapannya belum dapat dipercaya dan belum dapat dijadikan sebagai pegangan.
.

Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Yang paling tepat adalah bahwa adzan yang hukumnya jika telah dikumandangkan berarti kewajiban telah gugur bagi penduduk di suatu kampung (tempat) dan yang dipegangi sebagai tanda masuknya waktu shalat dan dimulainya puasa, tidak boleh dilakukan oleh anak kecil berdasarkan kesepakatan ulama.”

.
DSC00016Dengan demikian, kewajiban tetap menjadi tanggungan dan adzan yang dikumandangkan anak tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk waktu shalat maupun puasa. Adapun azan yang sifatnya sunnah muakkad, seperti di masjid-masjid yang ada di kota-kota besar dan seumpamanya, maka dalam hal ini ada dua pendapat, dan yang benar adalah boleh (sah) karena ketersediaan sarana informasi tentang masuknya waktu azan yang memadai (sekarang ini), sehingga hal itu bisa menjadi saksi (justifikasi) bagi azan yang dilakukan anak tersebut. Allahu a’lam.
.
DSC00020Sumber: Ensiklopedi Anak, Abu Abdillah Ahmad bin Ahmad Al-Isawi, Darrus Sunnah.
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi http://www.konsultasisyariah.com)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s