Terompet Benar-benar Kertas Alquran Ditemukan di Aceh

NASIONAL
.
Terompet itu bukan berbahan kertas sampul, tapi lembaran Alquran.
Kamis, 31 Desember 2015 | 09:53 WIB
Oleh : Mohammad Arief HidayatZulfikar Husein (Lhokseumawe)
Terompet Benar-benar Kertas Alquran Ditemukan di Aceh
Pengurus Majelis Permusyarawatan Ulama Lhokseumawe, Aceh, menunjukkan contoh terompet berbahan baku kertas mushaf Alquran hasil temuan polisi pada Kamis dini hari, 31 Desember  2015. (VIVA.co.id/Zulfikar Husein)
.
VIVA.co.id – Sebaran terompet berbahan kertas mushaf Alquran ditemukan juga di Aceh. Dalam razia yang digelar Polisi di Lhokseumawe, Aceh, pada Rabu malam, 30 Desember 2015, ditemukan sebanyak empat terompet terbuat dari lembaran Alquran.
.
Temuan terompet untuk perayaan tahun baru di wilayah yang disebut Serambi Mekkah itu berbeda dengan temuan serupa di sejumlah daerah. Temuan di sejumlah daerah di Jawa, ialah terompet yang berbahan baku kertas sampul mushaf Alquran. Tetapi, terompet yang ditemukan di Lhokseumawe benar-benar kertas lembaran mushaf Alquran.
.
Berdasarkan pengamatan VIVA.co.id, dalam terompet yang ditemukan polisi itu tertulis sejumlah kalimat dalam bahasa Arab pada bagian dalam. Pada salah satu terompet, bahkan tertulis beberapa surat pendek dalam Alquran, yaitu surat Al Ikhlas, An Nas, dan Al Falaq.
.
Pada terompet lain, juga tertulis beberapa doa dalam bahasa Arab. Ayat-ayat Alquran itu tertulis pada kertas berwarna merah muda dan tergulung dalam pada bagian terompet. Terompet-terompet itu, kemudian disita aparat Kepolisian.
.
Wakil Kepala Kepolisian Resor Lhokseumawe, Komisaris Polisi Isharyadi Arun, yang memimpin razia mengatakan, menyita sebanyak empat terompet dari pedagang di Lhokseumawe. Polisi akan mengusut sebaran terompet itu.
.
“Barang bukti yang kita amankan ada terompet, di mana terompet ini juga ada tulisan Arab, bungkusan yang kita duga Alquran. Ada empat terompet yang kita amankan (disita). (Kasusnya) akan kita perdalam nanti,” kata Isharyadi kepada wartawan pada Kamis dini hari, 31 Desember 2015.
.
Selain melibatkan ratusan personel Polres Lhokseumawe, razia menjelang pergantian tahun itu juga mengikutsertakan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH), Tentara Nasional Indonesia, dan unsur Majelis Permusyarawatan Ulama. (asp)
.

DPR: Intelijen “Bermain” Terompet Berbahan Qur’an

356874_terompet-dari-alquran-marak-beredar_663_382AntiLiberalNews – Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid meminta kepolisian mengusut tuntas kasus pembuatan dan peredaran terompet berbahan sampul Al Qur’an. Sodik menduga aktor intelektual di balik kasus ini adalah intelijen.

“Peristiwa ini telah berulang kali terjadi seperti kasus celana jeans dan kaos bertuliskan ayat Qur’an, kasus sandal berlafadz Allah dan lainnya yang terjadi belakangan,” kata dia dalam keterangan persnya, dilansir Rima News, Selasa (29/12/2015).

Menurut dia, ketika kasus tersebut pertama kali muncul, umat Islam masih berpikir akibat kelalaian atau akibat keluguan para pelaku. Namun ketika peristiwa ini, kata Sodik, masyarakat ada skenario di balik rentetan pelecehan ayat suci dan pelecehan Tuhan itu.

“Di zaman Orde Baru pekerjaan seperti ini sering dilakukan oleh Badan Koordinasi Intelijen Negara dengan tujuan terus-menerus membangun konflik di masyarakat agar masyarakat lemah dan pemerintah makin superior dan juga agar masyarakat tidak sempat berpikir apalagi mengkritisi perilaku pemerintah pada saat itu,” katanya.

Dia menduga hal serupa dapat dilakukan kembali oleh aktor intelektual di masa kini. Dari itu, dia meminta aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini, tidak hanya sebatas menangkap para produsen dan pengedar terompet Al Qur’an seperti kasus sandal berlafadz Allah.

Lebih dari itu, kata Sodik, mengusut siapa dan dari mana aktor yang secara berkala membuat pekerjaan rumah bagi bangsa dan ummat beragama ini.

Sodik mengatakan, pada masa transisi menuju alam kebebasan dan demokrasi yang sedang dibangun di Indonesia, berisiko sering munculnya konflik horizontal di masyarakat termasuk antarkelompok beragama.

Jika aktor sesungguhnya yang sengaja membangun riak-riak konflik ini tidak ditemukan dan dihentikan, masih kata dia, maka hal ini akan semakin menyuburkan dan menumbuhkembangkan konflik di masyarakat.

Edit: Adiba Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s