DA’I YANG BERDAKWAH MENGAJAK UMMAT KE NEREKA

15577_1432482480395694_8896995498108810921_nPARA ULAMA BERDAKWAH MENGAJAK KE NERAKA

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ قَالَ: كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُوْنَ رَسُوْلَ اللهِ ص عَنِ الْخَيْرِ وَ كُنْتُ اَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرّ مَخَافَةَ اَنْ يُدْرِكَنِيْ، فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّا كُنَّا فِيْ جَاهِلِيَّةٍ وَ شَرّ فَجَاءَنَا اللهُ بِ?هذَا اْلخَيْرِ. فَهَلْ بَعْدَ ه?ذَا اْلخَيْرِ مِنْ شَرّ؟ قَالَ: نَعَمْ. قُلْتُ: وَ هَلْ بَعْدَ ذ?لِكَ الشَّرّ مِنْ خَيْرٍ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَ فِيْهِ دَخَنٌ. قُلْتُ: وَ مَا دَخَنُهُ؟ قَالَ: قَوْمٌ يَهْدُوْنَ بِغَيْرِ هَدْيِيْ، تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَ تُنْكِرُ. قُلْتُ: فَهَلْ بَعْدَ ذ?لِكَ اْلخَيْرِ مِنْ شَرّ؟ قَالَ: نَعَمْ، دُعَاةٌ اِلَى اَبْوَابِ جَهَنَّمَ. مَنْ اَجَابَهُمْ اِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيْهَا. قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ صِفْهُمْ لَنَا. قَالَ: هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَ يَتَكَلَّمُوْنَ بِاَلْسِنَتِنَا. قُلْتُ: فَمَا تَأْمُرُنِيْ اِنْ اَدْرَكَنِيْ ذ?لِكَ؟ قَالَ: تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ اِمَامَهُمْ. قُلْتُ: فَاِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَ لَا اِمَامٌ؟ قَالَ: فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَ لَوْ اَنْ تَعَضَّ بِاَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَ اَنْتَ عَلَى ذ?لِكَ. البخارى 4: 1?8

Dari Hudzaifah bin Yaman, ia berkata : Dahulu orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, sedangkan saya bertanya kepada beliau tentang keburukan, karena khawatir kalau keburukan itu akan menimpa saya. Saya bertanya, Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di masa jahiliyah dan dalam keburukan, lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, maka apakah setelah kebaikan ini akan ada lagi keburukan?. Nabi SAW menjawab, Ya. Saya bertanya lagi, Dan apakah setelah keburukan itu akan ada lagi kebaikan ?. Nabi SAW menjawab, Ya. Dan padanya ada asap kelabu (percampuran yang baik dan yang buruk). Saya bertanya, Apa itu yang dimaksud asap ?. Nabi SAW menjawab, Ada suatu kaum yang memakai petunjuk bukan dengan petunjukku, kamu mengenal mereka dan mengingkarinya. Saya bertanya, Apakah setelah kebaikan itu ada lagi keburukan ?. Nabi SAW menjawab, Ya, yaitu dai-dai yang menyeru ke pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa yang menyambut seruan mereka (mengikutinya), maka mereka akan melemparkannya ke Jahannam. Saya bertanya lagi, Ya Rasulullah, terangkanlah sifat-sifat mereka kepada kami. Nabi SAW bersabda, Mereka adalah orang-orang dari daging kulit kita sendiri, dan mereka berbicara dengan lisan kita. Saya bertanya lagi. Lalu apa yang engkau perintahkan kepada saya jika saya mendapati yang demikian itu?. Beliau bersabda, Tetaplah kamu menetapi jamaah muslimin dan imam mereka. Saya bertanya lagi, Jika tidak ada jamaah muslimin dan imam (lalu bagaimana) ?. Beliau bersabda, Tinggalkanlah firqah-firqah itu semuanya, meskipun kamu harus menggigit akar-akar pohon sehingga mati menjemputmu, sedang-kan kamu dalam keadaan demikian itu. [HR. Bukhari juz 4, hal. 178]

.

MEREKA MENJUAL AGAMANYA DEMI DUNIA 

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: بَادِرُوْا بِاْلاَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ اَحَدُهُمْ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا. الترمذى 3: 330، رقم: 2291، هذا حديث حسن صحيح.

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah kalian untuk beramal, dan akan terjadi zaman fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita, seseorang di pagi hari mu’min lalu di sore hari menjadi kafir, di sore hari mu’min dan di pagi hari menjadi kafir, seseorang dari mereka menjual agamanya dengan harta benda dunia. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 330, no. 2291, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]

.

MASJID RAMAI DENGAN DAKWAH FITNAH, KEBODOHAN DAN TIPU DAYA

سًيًأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ مَا يَبْقَى مِنَ اْلقُرْا?نِ اِلَّا رَسْمُهُ وَلَا مِنَ اْلاِسْلَامِ اِلَّا اسْمُهُ يَتَسَمَّوْنَ بِهِ وَهُمْ اَبْعَدُ النَّاسِ مِنْهُ مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُد?ى فُقَهَاءُ ذ?لِكَ الزَّمَانِ شَرُّ فُقَهَاءِ تَحْتَ ظِلّ السَّمَاءِ مِنْهُمْ خَرَجَتِ الْفِتْنَةُ وَاِلَيْهِمْ تَعُوْدُ. الحاكم في تاريخه – عن ابن عمر، الديلمي عن معاذ، كنز العمال 11: 80، رقم: 31132

Akan datang pada manusia suatu zaman dimana Al-Qur’an tinggal tulisannya, Islam tinggal namanya, orang-orang menamakan diri dengannya (dengan Islam) padahal mereka sejauh-jauh manusia dari Islam. Masjid-masjidnya ramai, tetapi kosong (jauh) dari petunjuk. Para ahli agama (fuqohaa’) pada zaman itu adalah seburuk-buruk fuqohaa’ di bawah bayang-bayang langit, dari mereka keluar fitnah, dan kepada mereka fitnah itu kembali”. [HR. Al-Hakim dalam Tarikhnya, dari Ibnu ‘Umar, dan Ad-Dailami dari Mu’adz. Kanzul ‘Umaal juz 11, hal. 80, no. 31132]

.

SUNGGUH ADA MUSLIM YANG BERAMAL SEBAGAI AHLI SYURGA PADAHAL DIA AHLI NERAKA

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya orang itu telah beramal dengan amalan ahli surga pada pandangan manusia, padahal sebenarnya ia penduduk neraka.” (HR. Bukhari no.2898 dan Muslim no.112)

.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عن أبي عبدالرحمن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه قال حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق ” إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم علقه مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك , ثم يرسل إليه الملك فينفخ فيه الروح , ويؤمر بأربع كلمات : بكتب رزقه , وأجله , وعمله , وشقي أم سعيد . فوالله الذي لا إله غيره إن أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار , وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة

Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda, – dan beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan – “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: rezeki, ajal, amal dan celaka/bahagianya. Maka demi Allah yang tiada ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Bad’ul Khalq)

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s