RINGKAS TENTANG JAMAAH FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK (3)

RINGKAS (3)
Sejak Kamis tanggal 3 Shafar 1433 Hijriyah (29 Desember 2011) dicetuskan berdirinya Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok maka pada 24 Februari 2013 telah lunas dibayar harga tanah pemakaman sebesar Rp. 31.000.000,- (53 M2 X 20 M X Rp. 30.000,-).
.
Pada tahun anggaran 2014 Pemerintah Daerah Barito Selatan membantu perluasan tanah makam dengan ukuran 34,4 X 58 M.
.
Pada Jum’at pagi 18 September 2015 diterima hibah dari keluarga Haji Sasi Thaib seluas 58 X 17 M = 986 M2, harga Rp. 30.000,- per meter sehingga harga tanah Rp. 29.500.000,-.
.
Maka luas keseluruhan tanah pemakaman Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok saat ini 2987 M2.

.

53d3f-2015-06-162b16-17-59PEMAKAMAN
Sejak pemakaman pertama tanggal 30 Juni 2014, telah dimakamkan di pekuburan ini 5 (lima) orang pria dan 5 (lima) orang wanita.
.
Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok bersifat amaliah murni dan gratis. Sluruh keperluan pemakaman ditanggung oleh pengurus. Dengan demikian keluarga duka tidak mengeluarkan dana dan tenaga, baik pemandian, kain kafan, sholat jenazah, mobil jenazah, penggali kubur, pemakaman dan keperluan lainnya.
.

PRINSIP PEMAKAMAN
Sesungguhnya kita tidak ingin banyak bicara melainkan hanya melaksanakan sunnah Rasullah SAW apa adanya, bukan ada apanya. Namun karena pekerjaan ini banyak mendapatkan pertanyaan karena justru dianggap melawan Sunnah maka terpaksa ditampilkan prinsip-prinsip yang dipegang, yakni:

.

Maksud Didirikannya Jamaah:
1. Mengadakan fardhu kifayah yang terorganisir, mandiri dan tidak terikat kepada kelompok atau golongan tertentu kecuali hanya kepada sunnah Rasulullah SAW.
.
2. Melaksanakan fardhu kifayah sesuai sunnah Rasulullah SAW, bersifat gotong-royong dan bebas dari pembiayaan apa pun juga (gratis).
.
Asas :
Asas fardhu kifayah As-Sunnah adalah Islam yang bersumber kepada Al Qu’ran dan Hadits.
.
Prinsip :
Prinsip fardhu kifayah As-Sunnah adalah melaksanaan syariat Islam dalam hal pemakaman semaksimal mungkin sesuai Sunnah.
.
Penjabaran prinsip sebagai mana tersebut diatas dipegang ketentuan-ketentuan:
.
1. Pengurusan jenazah (memandikan/mengkafankan) diutamakan oleh keluarga jenazah atau sesuai amanah. Proses pemandian tertutup, terbatas dan bukan tontonan.
.
2. Mayat disholatkan di rumahnya atau di tempat yang paling memungkinkan.
.
3. Mayat dikubur tanpa peti mati, hanya memakai kain kafan dan tidak ada talqin.
.
4. Lobang kubur memakai liang lahat di sebelah qiblat.
.
5. Tidak memakai 2 (dua) nisan, apalagi berukir dan dihias atau diberi nama. Kuburan hanya ditandai dengan 1 (satu) satu batu / tanda di bagian kepala.
.
6. Penentuan tempat jenazah dikuburkan diatur oleh Amir atau orang yang disepakati oleh Badan Pendiri untuk menentukannya. Keluarga mayit tidak berhak menentukan tempat untuk lokasi penguburan.
.
7. Tidak mengizinkan wanita ikut proses penguburan atau mengantar jenazah.
.
8. Tidak mengizinkan diadakannya apel, upacara, pidato atau seremonial lainnya.
.
9. Tidak mengizinkan menaruh karangan bunga, bunga rampai, janur atau benda-benda lain yang bersifat mubazir seperti dupa, sesajen dan seterusnya yang mengotori kuburan.
.
10. Tidak mengizinkan suara keras seperti ledakan, tembakan, raungan, ratapan, teriakan, bunyi-bunyian, musik atau nyanyian.
.
11. Kuburan dilarang dibangun, disemen atau dicat, apalagi untuk kemewahan.
.
12. Kuburan dilarang diinjak, diduduki atau dijadikan tempat duduk.
.
13. Jika memungkinkan keluarga jenazah dibantu makanannya selama hari duka.
.
14. Melarang keluarga mayit membuat makanan selamatan (untuk acara turun tanah, tiga hari, tujuh hari dll), termasuk menyembelih hewan qurban dan sebagainya.
.
15. Melarang keluarga jenazah atau siapa pun membangun kubah, mengaji di kuburan, mengganti batu nisan, memasang kain kuning, spanduk, dan kerusakan lainnya. Apabila tidak setuju ketentuan ini maka kuburan silakan dipindahkan ke tempat lain oleh keluarga mayit.
.
16. Bagi masyarakat yang menyerahkan penyelenggaraan fardhu kifayah kepada As-Sunnah dapat dibuatkan Surat Pernyataan Tidak Keberatan Keluarga.
.
17. Pelaksanaan kegiatan fardhu kifayah sepenuhnya hanya taat kepada hukum Islam sehingga tidak terkait golongan, organisasi atau afiliasi sosial apapun. Kegiatan fardhu kifayah As-Sunnah Buntok hanya ittiba kepada Sunnah Rasulullah SAW.
.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s