KHUTBAH JUM’AT 2 OKTOBER 2015 “NIKMAT YANG KITA MINTA ADALAH BERADA DI JALAN YANG LURUS” OLEH SYAMSUDDIN RUDIANNOOR

12c1e-cover2bkhutbah2bjum2527atKHUTBAH PERTAMA

.

INILAH JALAN YANG LURUS

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam surah Al Fathihah ayat 6-7,

.

  1. Tunjukilah kami jalan yang lurus, 7.(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Doa dan pernyataan ini minimal 17 kali diucapkan setiap muslim dalam dalam sholatnya sehari semalam. Disamping itu kita pun setiap hari minimal 9 kali mengucapkan sumpah setia “BERSYAHADAT” agar bisa berada dijalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang diberikan nikmat.

.

Allah pun berfirman dalam surah Al An’am ayat 153:

[6:153] dan inilah jalan-Ku yang lurus, ikutilah dia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan Allah. Yang sedemikian ini diwajibkan atas kamu agar kalian bertakwa.

.

Imam Ibnu Qayyim (wafat 751 H) berkata: “Hal ini disebabkan jalan menuju Allah itu hanyalah satu. Jalan itu adalah ajaran yang telah Allah wahyukan kepada Rasul-Rasul-Nya dan kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka. Tidak akan ada satu pun yang dapat sampai kepada-Nya tanpa melalui jalan tersebut. Sekiranya ummat manusia mencoba seluruh jalan yang ada dan berusaha mengetuk seluruh pintu yang ada maka seluruh jalan itu tertutup dan seluruh pintu itu terkunci kecuali dari jalan yang satu itu. Jalan itulah yang berhubungan langsung kepada Allah dan menyempaikan mereka kepada-Nya.”

.

Lalu siapakah figur konkrit yang telah ditunjuki Allah baginya jalan yang lurus, yaitu orang-orang yang beroleh kenikmatan dari Allah azza wa Jalla? Siapa mereka? Dan apakah kenikmatan yang dimaksud adalah kekayaan harta, pangkat dan kekuasaan, sehingga mereka yang beruntung itu adalah para raja, bangsawan dan penguasa yang kaya raya? Apakah mereka juga politikus yakni pemain poli dan tikus? Ternyata tidak. Diantara penjelasannya firman Allah Surah At Taubah ayat 100:

.

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. 

.

Ternyata ayat ini menunjukkan bahwa mereka itu adalah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat-sahabatnya RA. Orang-orang yang mendapatkan nikmat Allah adalah para sahabat, bukan orang-orang kaya, para raja atau berpangkat. Ini menunjukkan bahwa kenikmatan bukan kekayaan, pangkat dan jabatan, namun dia adalah nikmat berada di atas jalan yang lurus yakni Islam.

.

Bukti bahwa nikmat yang diberikan Allah kepada mereka bukan harta, istana atau jabatan terlihat dalam hadits berikut:

.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: حَدَّثَنِى عُمَرُ بْنُ اْلخَطَّابِ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَ هُوَ عَلَى حَصِيْرٍ، قَالَ: فَجَلَسْتُ، فَاِذَا عَلَيْهِ اِزَارُهُ وَ لَيْسَ عَلَيْهِ غَيْرُهُ وَ اِذَا اْلحَصِيْرُ قَدْ اَثَّرَ فِى جَنْبِهِ. وَ اِذَا اَنَا بِقَبْضَةٍ مِنْ شَعِيْرٍ نَحْوَ الصَّاعِ وَ قَرَظٍ فِى نَاحِيَةٍ فِى اْلغُرْفَةِ، وَ اِذَا اِهَابٌ مُعَلَّقٌ فَابْتَدَرَتْ عَيْنَايَ، فَقَالَ: مَا يُبْكِيْكَ يَا ابْنَ اْلخَطَّابِ؟ فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، وَ مَا لِى َلاَبْكِى، وَ هذَا اْلحَصِيْرُ قَدْ اَثَّرَ فِى جَنْبِكَ وَ هذِهِ خِزَانَتُكَ لاَ اَرَى فِيْهَا اِلاَّ مَا اَرَى، وَ ذَاكَ كِسْرَى وَ قَيْصَرُ فِى الثِّمَارِ وَ اْلاَنْهَارِ وَ اَنْتَ نَبِيُّ اللهِ وَ صَفْوَتُهُ وَ هذِهِ خِزَانَتُكَ. قَالَ: يَا ابْنَ اْلخَطَّابِ اَمَا تَرْضَى اَنْ تَكُوْنَ لَنَا اْلآخِرَةُ وَ لَهُمُ الدُّنْيَا؟. ابن ماجه باسناد صحيح

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Umar bin Khaththab menceritakan kepadaku, ia berkata, “Aku datang kepada Rasulullah SAW pada waktu itu beliau di atas tikar”. Umar melanjutkan ceritanya, “Lalu aku duduk. Pada waktu itu beliau mengenakan sarung, dan tikar tersebut membekas pada lambung beliau. Pada waktu itu aku memperhatikan segenggam syair (gandum) kira-kira satu sha’ dan qaradh (daun untuk menyamak kulit) berada di bagian kamarnya, serta kulit yang tergantung, maka kedua mataku meneteskan air mata”. Beliau ber-tanya, “Apa yang membuat kamu menangis wahai Ibnul Khaththab ?”. (Umar) menjawab, “Wahai Nabiyallah, bagaimana aku tidak menangis, tikar ini telah membekas pada punggungmu, sedangkan di kamarmu aku tidak melihat barang-barang kecuali apa yang telah kulihat. Sedangkan di sana raja Kisra dan Kaisar mempunyai kebun-kebun yang berbuah dan sungai-sungai, padahal engkau adalah Nabiyallah dan pilihan-Nya, dan hanya demikian ini simpananmu”. Rasulullah SAW bersabda, “Hai Ibnul Khaththab, apakah kamu belum puas bahwa kita mendapatkan akhirat dan mereka mendapatkan dunia ?. [HR. Ibnu Majah dengan sanad shahih]

 .

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: كَانَ لِرَسُوْلِ اللهِ ص سَرِيْرٌ مُزَمَّلٌ بِاْلبَرْدِيِّ عَلَيْهِ كِسَاءٌ اَسْوَدُ قَدْ حَشَوْنَاهُ بِاْلبَرْدِيِّ فَدَخَلَ اَبُوْ بَكْرٍ وَ عُمَرُ عَلَيْهِ. فَاِذَا النَّبِيُّ ص نَائِمٌ عَلَيْهِ. فَلَمَّا رَآهُمَا اسْتَوَى جَالِسًا فَنَظَرَا فَاِذَا اَثَرُ السَّرِيْرِ فِى جَنْبِ رَسُوْلِ اللهِ ص، فَقَالَ اَبُوْ بَكْرٍ وَ عُمَرُ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِمَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا يُأْذِيْكَ حُشُوْنَةُ مَا نَرَى مِنْ فِرَاشِكَ وَ سَرِيْرِكَ، وَ هذَا كِسْرَى وَ قَيْصَرُ عَلَى فِرَاشِ اْلحَرِيْرِ وَ الدِّيْبَاجِ؟ فَقَالَ ص: لاَ تَقُوْلاَ هذَا، فَاِنَّ فِرَاشَ كِسْرَى وَ قَيْصَرَ فِى النَّارِ. وَ اِنَّ فِرَاشِى وَ سَرِيْرِى هذَا عَاقِبَتُهُ اِلَى اْلجَنَّةِ. ابن حبان فى صحيحه

Dari ‘Aisyah RA ia berkata : Dahulu Rasulullah mempunyai tempat tidur yang ditutup dengan kain lurik lalu diatasnya kami pasang kain hitam yang dibawahnya berisi sabut kurma. Kemudian Abu Bakar dan Umar masuk padanya. Pada waktu itu Nabi sedang tidur (berbaring) di atasnya. Setelah beliau melihat Abu Bakar dan Umar, beliau lalu duduk. Kemudian kedua shahabat tersebut melihat bahwa tempat tidur itu membekas di lambung Rasulullah SAW. Maka Abu Bakar dan Umar RA berkata, “Ya Rasulullah, apakah tidak menyakitkanmu apa yang kami lihat dari kerasnya kasur dan tempat tidurmu itu, sedangkan raja Kisra (di Persia) dan Kaisar (Romawi) tidur di atas kasur sutra tipis dan sutra tebal”. Nabi SAW menjawab, “Janganlah kamu katakan yang demikian ini, karena tempat tidur Kisra dan Kaisar di neraka dan sesungguhnya tempat tidurku ini akibatnya ke surga”. [HR. Ibnu Hibban di dalam shahihnya]

.

Demikianlah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya RA menyikapi dunia. Nabi kita hidup susah tapi hidup seperti itu dikatakan memperoleh jalan yang lurus dan beroleh nikmat yang banyak. Mereka yang memperoleh kenikmatan hidup dunia dan akhirat dan berada di jalan yang lurus. Jelas nikmat itu bukan harta, pangkat dan jabatan.

.

KHUTBAH KEDUA

.

DUNIA ADALAH FITNAH

Allah berfirman dalam surah Al Ankabut 64

[29:64] Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main yang melalaikan. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

.

Ini menunjukkan bahwa dunia adalah fitnah. Dunia ini adalah tipu daya. Dunia hanyalah kedustaan yang dibungkus indah. Allah berfirman dalam surah Luqman ayat 33:

.

[31:33] Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia ini memperdayakan / menipu kamu, dan jangan (pula) penipu memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

.

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ اْلفَقْرَ، وَ لكِنْ اَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّكَاثُرَ، وَ مَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ اْلخَطَأَ، وَ لكِنْ اَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّعَمُّدَ. احمد و ابن حبان فى صحيحه و الحاكم و قال صحيح على شرط مسلم

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak takut kemiskinan menimpa kalian, tetapi aku takut bermegah-megah memperbanyak harta melanda kalian. Dan aku tidak takut kalian berbuat kesalahan, tetapi yang aku takut  kalian berkesengajaan (berbuat salah)”. [HR. Ahmad, Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan Al-Hakim. Ia berkata : Shahih atas syarat Muslim]

.

Konteks kondisional kita saat ini, Nabi Muhammad SAW menjelaskan: ambisi kedudukan, jabatan dan kekuasaan menjadi sumber perebutan, tetapi sekaligus menjadi penyesalan pada hari akhirat.

.

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الْإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتْ الْفَاطِمَةُ

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Kalian akan rakus terhadap jabatan (pangkat, jabatan, kedudukan, kekuasaan), padahal ia  (jabatan) akan menjadi penyesalan di hari kiamat. Jabatan merupakan senikmat-nikmatnya penyusuan dan sepahit-pahitnya penyapihan.” (HR Bukhari – Shahih)

.

Jelas hadits ini bahwa yang berhasil menjadi perebut kekuasaan dan jabatan adalah seperti laki-laki yang menyusu, maka dia akan marah besar kalau disapih. Sekarang terserah anda.

 .

عَنْ اَبِى مُوْسَى َاْلاَشْعَرِيِّ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ اَحَبَّ دُنْيَاهُ اَضَرَّ بِآخِرَتِهِ، وَ مَنْ اَحَبَّ آخِرَتَهُ اَضَرَّ بِدُنْيَاهُ، فَآثِرُوْا مَا يَبْقَى عَلَى مَا يَفْنَى. احمد و رواته ثقات و البزار و ابن حبان فى صحيحه و الحاكم و البيهقى

Dari Abu Musa Al-Asy’ariy RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mencintai dunianya maka dia akan mengorbankan akhiratnya, dan barangsiapa yang mencintai akhiratnya, dia akan mengorbankan dunianya. Maka pilihlah yang kekal dari pada yang akan musnah”. [HR. Ahmad, para perawinya tsiqat, dan Al-Bazzar, Ibnu Hibban di dalam shahihnya, Hakim dan Baihaqi]

.

Buntok, 29 Agustus 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s