RINGKAS TENTANG JAMAAH FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK (2)

DSC00306RINGKAS (2)

Ketika jamaah fardhu kifayah As-Sunnah Buntok mulai dianggap tepat untuk mengadakan kegiatan yang mengundang orang banyak maka tanggal 31 Desember 2012 / 17 Shafar 1434 H dikeluarkanlah surat edaran Amir Jamaah perihal: Sosialisasi Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok.

.

Dalam surat tersebut disampaikan rencana pengurus Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah membeli tanah makam berukuran 20 M × 70 M × Rp. 30.000,- per Meter = Rp. 42.000.000,- (Empat Puluh Dua Juta Rupiah), terletak di Jalan Simun Raya / depan Pengadilan Agama Buntok di Desa Sababilah masuk ke dalam.

.

Atas surat edaran tersebutlah akhirnya terkumpul uang pembelian tanah dan dilunasi harganya pada tanggal 24 Februari 2013 sebesar Rp. 31.000.000,- (53 M2 X 20 M X Rp. 30.000,-). Sejak hari itu Jamaah Fardhu Kifayah As-Sunnah Buntok resmi memiliki alkah sendiri.

.

DSC00271Tatkala surat edaran itu disebarkan kepada khalayak muslimin memang banyak yang antusias mendukung namun tidak kurang juga yang menentang, mencap ilegal bahkan melempar surat edaran itu ke bak sampah. Kenapa terjadi sambutan dan juga permusuhan? Mungkin prinsip-prinsip yang dicantumkan didalam lampiran surat edaran yang membuat mereka ketakutan. Apa prinsip-prinsip itu?

.

46089-2015-06-162b16-15-59PRINSIP RINGKAS FARDHU KIFAYAH AS-SUNNAH BUNTOK

Prinsip paling mendasar fardhu kifayah As-Sunnah Buntok adalah melaksanakan tuntunan Rasulullah SAW semaksimal mungkin walapun terpaksa menyalahi adat / kebiasaan umum.
Dalam penyelenggaraannya dipegang ketentuan-ketentuan:
1. Pengurusan jenazah (memandikan/mengkafankan) diutamakan oleh keluarga jenazah atau sesuai amanah. Proses pemandian terbatas, bukan tontonan umum.
2. Mayat disholatkan di rumahnya atau di tempat yang paling memungkinkan.
3. Mayat dikubur tanpa peti mati dan hanya memakai kain kafan.
4. Lobang makam memakai lahat di sebelah qiblat.
5. Tidak memakai 2 (dua) nisan, apalagi berukir dan dihias atau diberi nama. Kubur hanya ditandai dengan satu tanda di bagian kepala.
6. Makam dilarang dibangun atau disemen, apalagi untuk kemewahan. Kuburan juga dilarang dijadikan tempat duduk.
7. Tidak mengizinkan wanita ikut penguburan / mengantar jenazah.
8. Keluarga jenazah dijamin makanannya selama hari duka.
9. Keluarga jenazah dicegah membuatkan hidangan untuk pelayat atau selamatan.
10. Tanah pemakaman diatur rapi dalam shaf dan dibuatkan pagar terkunci sehingga meniadakan fitnah seperti membangun kubah, mengaji di kuburan, memasang kain kuning dan lain-lain.
11. Bagi masyarakat yang menyerahkan penyelenggaraan fardhu kifayah kepada As-Sunnah dibuatkan Surat Pernyataan Tidak Keberatan fihak keluarga.
12. Pelaksanaan fardhu kifayah sepenuhnya hanya taat kepada hukum Islam sehingga tidak terkait golongan, organisasi atau afiliasi sosial apapun. Fardhu kifayah As-Sunnah Buntok hanya ittiba kepada Sunnah Rasulullah SAW.

.

Sekian dan terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s