ADAKAH PUASA SUNNAH 10 HARI PERTAMA BULAN DZUL HIJJAH

.
Belakangan ini di media cetak atau elektronik bermunculan tulisan-tulisan yang intinya menganjurkan agar kita berpuasa sejak awal Dzul Hijjah hingga tanggal 10.
.
Sepintas kelihatan anjuran ini sangat baik karena mengajak orang kepada amalan yang terpuji. Tapi mengingat puasa adalah masalah ibadat yang asalnya haram dikerjakan sebelum ditemukan dalilnya, maka sebelum mengamalkan himbauan tersebut sudah menjadi keharusan kita menelusuri landasan atau dalil yang dijadikan dasar himbauan tersebut. Benarkah Nabi saw pernah menganjurkan kita berpuasa pada 10 hari pertama  Dzul Hijjah ?
.
Dalil yang dipakai oleh mereka yang mengadakan himbauan tersebut adalah dalil umum mengerjakan amal shaleh  di 10 hari pertama Dzul Hijjah yaitu:
.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلاَ الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَلاَ الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.( رواه الترمذي)

.

Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hari-hari untuk berbuat amal shalih yang lebih Allah cintai kecuali sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah, ” para shahabat bertanya, “wahai Rasulullah, sekalipun Jihad fi sabilillah?”, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab: “Sekalipun jihad fi sabilillah, kecuali seorang lelaki yang pergi berjihad dengan harta dan jiwanya lalu tidak kembali sedikit pun dari keduanya (HSR Tirmidzi)
.
Hadits di atas diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam sunannya 2:122 dan juga Bukhari dengan lafazh yang berbeda dalam shahihnya 2:20.
.
Menurut hadits di atas semua amal shaleh, baik itu ibadat shalat, puasa, bersedekah atau apa saja yang masuk amal shaleh yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama Dzul Hijjah nilainya lebih tinggi dan mulia dari jihad di jalan Allah.
.
Berdasar hadits ini kemudian mereka mengklaim bahwa pada hari-hari tersebut kita dianjurkan puasa sunnah khusus awal bulan Dzul Hijjah. Pendapat ini tidak dapat kita terima karena haditsnya sama sekali tidak menyebut–nyebut tentang puasa. Yang dianjurkan adalah beramal shaleh dan puasa masuk di dalamnya.
.
Jadi mestinya hadits itu difahami bahwa pada hari-hari itu kita dianjurkan mengerjakan amal shaleh sebanyak banyaknya termasuk berpuasa sunnah, hanya saja puasa sunnahnya bukan puasa khusus melainkan harus dikembalikan pada puasa-puasa yang masyru` (sudah di syari`atkan) seperti puasa Senin Kamis, puasa Dawud dan lain sebagainya. Artinya pada hari-hari tersebut kita meningkatkan efektifitas puasa sunnah kita, demikian juga ibadah yang lain seperti shalat malam yang biasanya jarang-jarang, maka pada hari-hari tersebut kita kerjakan lebih baik, termasuk juga bersedekah atau kegiatan kegiatan sosial lainnya. Pokoknya pada hari-hari itu kita tingkat kan aktifitasnya melebihi kebiasaan.
.
Kesimpulan
  • Pada sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah kita dianjurkan meningkatkan semua bentuk amal shaleh termasuk berpuasa sunnah,
  • Puasa sunnah yang dimaksud bukan puasa sunnah khusus tapi meningkatkan puasa sunnah yang masyru`

.

والله اعلم بالصواب

.
https://www.facebook.com/notes/luthfie-abdullah-ismail/puasa-sunnah-di-10-hari-pertama-bulan-dzul-hijjah/10153690109047859?pnref=story

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s