Tausiyah Qiyamu Ramadhan Kamis Malam 2 Juli 2015 “Tafsir Surat Al Baqarah ayat 8″ oleh Ustadz Sunardi

DSC00031Allah Sub-hanahu wa Taala berfirman:

.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
.

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian ,” pada hal mereka itu bukan orang-orang yang beriman. (QS. Al Baqarah: 8)
.

TAFSIR AYAT 8

Ayat ini merupakan ayat pertama dalam surah al Baqarah yang menjelaskan kareakter orang–orang munafik. Setelah sebelumnya menjelaskan tentang sifat-sifat orang yang beriman dan disusul dengan sifat dan karekater orang-orang kafir. Imam asy Syaukani menegaskan bahwa orang-orang munafik tidak dapat digolongkan dalam kelompok orang-orang yang beriman ataupun orang kafir. Hal ini karena orang-orang munafik secara penampakan seakan-akan seperti orang beriman akan tetapi apa yang tersembunyi dihati mereka bagaikan orang kafir. (lihat fathul qadir)

.

Tafsir Al Qurthubi  tentang Surah Al Baqarah Ayat 8
Ibnu Juraij meriwayatkan dari Mujahid, dia berkata, “Empat ayat dari surah Al Baqarah turun kepada orang-orang yang beriman, dua ayat tentang sifat orang-orang kafir, dan tiga belas pada orang-orang munafik”
.
Ulama kita –semoga Allah merahmati mereka- berkata, “Orang yang beriman itu ada dua : orang yang beriman yang dicintai Allah juga dibimbing-Nya, dan orang yang beriman yang tidak dicintai Allah juga tidak dibimbing-Nya, justru dibenci dan dimusuhi-Nya. Setiap orang yang Allah ketahui bahwa dia memilih keimanan maka Allah mencintai, membimbing dan meridhainya, dan setiap orang yang Allah ketahui bahwa dia memilih kekufuran maka Allah benci, murka dan memusuhinya. Bukan karena keimanannya, akan tetapi karena kekufuran dan kesesatan yang dipilihnya.

.
Imam thabari dalam kitab tafsirnya menyatakan:

.
وأجمعَ جميع أهل التأويل على أنّ هذه الآية نزلت في قوم من أهلِ النِّفاق، وأن هذه الصِّفة صِفتُهم.

.

Telah menjadi kesepakatan semua ahli takwil (tafsir) bahwa ayat ini turun berkenaan dengan ahlu an nifaq dan bahwasanya sifat sifat (yang dijelaskan pada ayat-ayat selanjutanya) adalah mengenai sifat mereka. (lihat tasir at Thabari)

.
Ibnu ‘Abbas ra juga menyatakan bahwa yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang munafik dari kalangan ‘aus dan khajraj (dua suku di Madinah) dan siapa saja yang diatas urusan mereka. Maksudnya orang-oarang Yahudi yang tinggal di Madinah yaitu bani Qainuqa’, bani nadhir dan bani quraidzah. 

.
Imam Ibnu katsir menjelaskan tentang definisi nifaq.

.
النفاق: هو إظهار الخير وإسرار الشر
.

An-nifaq adalah menampakan kebaikan dan merahasiakan keburukan
Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa nifaq terbagi menjadi dua yaitu nifaq dalam konteks keimanan (I’tiqadi) dan dalam konteks amal perbuatan. Nifaq dalam konteks ini adalah dalam konteks keimanan. Hal ini diperkuat dalam banyak ayat. Antara lain Allah berfirman:

.
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ [المنافقون: 1]

.

Artinya: Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”.(QS. Al Munafiqun: 1)
.
Pernyataan diatas hanya diucapkan pada saat mereka dihadapan Rasul, tapi apa yang ada dihati mereka sebaliknya. Kedustaan mereka ini Allah tegaskan dengan firmannya:

.
وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

.

Artinya: dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. (QS. Al Munafiqun: 1)
.
Persis dengan pengingkaran Allah saat mereka mngatakan “kami beriman kepada Allah dan hari Akhir’ Allah SWT langsung menampik dengan firmannya:

.
وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
.

Artinya: pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS. Al Baqarah: 8)
.
Mereka tidak hanya mendustai Allah dan rsul-Nya yang mereka tapi juga orang-orang yang beriman, Allah berfirman:

.
وَإِذَا لَقُواْ الَّذِينَ آمَنُواْ قَالُواْ آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْاْ إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُواْ إِنَّا مَعَكْمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ
.

Artinya: Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka , mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” (QS. Al Baqarah: 14)
.
Demikianlah nifaq I’tiqadi yang dilakukan orang-orang munafik. Oleh karena itu wajar bila Allah akan menyiksa mereka dengan menempatkan mereka dikerak neraka jahannam. Allah berfirman:

.
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا } [النساء: 145]
.

Artinya: Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. An Nisa: 145). Wallhu ‘alam bishawab
.

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Abu Syamil Ramadhan (081251188553)

.

CATATAN:

Resume ini tidak sama persis dengan keseluruhan isi tausiyah namun diharapkan mampu mewakili apa yang disampaikan. Tulisan ini tersaji sesuai kemampuan yang ada.  

.

Penjelasan diatas diambil dari 

1. http://wahyudiibnuyusuf.blogspot.com/2010/03/tafsir-surah-al-baqarah-ayat-8-artinya.html

2. http://ewidoyoko.blogspot.com/2010/10/tafsir-surah-al-baqarah-ayat-8-dan-9.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s