SARI KHUTBAH JUM’AT 29 MEI 2015: WAJIB BERIBADAH KEPADA ALLAH BERDASAR SYARIAT ALLAH DAN SUNNAH RASUL SAW OLEH USTAD KHAIRULLAH

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
.
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan atas kamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Ma`idah : 3)
.
Firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 1:
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya.”
.
Ibnu Abbas berkata. “Hampir-hampir saja diturunkan atas kalian batu dari langit. Aku mengatakan kepada kalian,” Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, tetapi kalian mengatakan, Abu Bakar berkata, Umar berkata.” Firman Allah dalam surat Al-A’raf/7 ayat 3:
.
{ اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ } [الأعراف: 3]
.
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padaNya).”
.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberitakan di dalam Alquran, bahwa barang siapa menaati Rasul-Nya akan memperoleh hidayah-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya,
وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا

.

Dan jika kalian menaatinya, niscaya kalian akan mendapat hidayah/ petunjuk.” (An-Nur: 54)
.
Begitupula Allah Subhanahu wa Ta’ala beritakan, bahwa taat kepada Rasul adalah sebab yang akan mengantarkan kita untuk mendapatkan rahmat-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya,
.
وَأَطِيعُوا اللهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

.
Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kalian diberi rahmat.” (Ali ‘Imran: 132)
.

Oleh karena itu, seorang muslim akan mengikuti jalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akan meninggalkan seluruh ajaran yang menyimpang dari ajarannya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

.

Barang siapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada syariatnya dari kami, maka amalan tersebut ditolak.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

.
Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan,
.

لَقَدْ أَجْمَعَ النَّاسُ عَلَى أَنَّ مَنْ تَبَيَّنَ لَهُ سُنَّةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَجُوْزُ لَهُ أَنْ يَدَعَهَا لِقَوْلِ أَحَدٍ

.

Para ulama telah sepakat, bahwasanya barang siapa yang telah jelas baginya jalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak boleh baginya untuk meninggalkannya karena ucapan siapapun.”
.
Sabdanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
.
وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

.

Hati-hatilah kalian dari terjatuh kepada amalan-amalan ibadah baru yang diada-adakan, karena setiap amalan tersebut adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (H.R. Ahmad dan yang lainnya, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah)
.
Bahkan, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa perbuatan mengada-adakan amalan ibadah baru yang tidak ada syariatnya adalah sejelek-jelek amalan. Sebagai mana tersebut dalam haditsnya,
.
وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا

.

Dan sejelek-jelek amalan adalah amalan ibadah yang diada-adakan (yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidin).” (H.R. Muslim)
.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.
مَا بَقِيَ شَيْئٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلَّا وَقَدْ بُيِّنَ لَكُمَ.

.

“Tiada satupun perkara yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka melainkan telah dijelaskan bagi kalian”.Hadits Shohih, riwayat Ath-Thobrany dalam Al-Kabir (1647). Dishohihkan oleh Al-Haitsamy dalam Majma’uz Zawa`id (8/264). (Akan tetapi menurut keterangan Ad-Daruqthny dalam ‘Ilal-nya 6/290 bahwa yang benar dalam hadits ini adalah riwayat mursal,-red.)
.
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
.
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”. (QS. Al-Hasyr : 7)
.
Dari Jabir Ibn ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata : Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan dalam khutbah beliau :
.
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.

.

“Amma ba’du. Maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Seburuk-buruk perkara adalah perkara bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat”. Hadits Shohih. Riwayat Muslim (6/242).
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s