ISTANA LECEHKAN AL QUR’AN?

Quran Langgam Jawa, Menteri Agama: untuk Pelihara Tradisi

Senin, 18 Mei 2015 | 08:52 WIB

Quran Langgam Jawa, Menteri Agama: untuk Pelihara Tradisi   

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) memanjatkan doa bersama ketika menghadiri acara Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1436 H di Istana Negara, Jakarta, 15 Mei 2015. ANTARA FOTO

.

ISTANA LECEHKAN AL QUR’AN?

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan pembacaan Al Quran dengan langgam Jawa pada peringatan Isra Miraj di Istana Negara adalah idenya. “Sama sekali bukan kehendak Presiden RI,” cuit Lukman di akun Twitter resminya, Minggu, 17 Mei 2015.
.
Pada acara Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara Jakarta, Jumat malam, 15 Mei 2015,  acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Surah An-Najm 1-15. Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Muhammad Yasser Arafat melantunkannya dengan cengkok atau irama lagu/langgam Jawa.


.

Acara itu dihadiri Presiden Joko Widodo, beberapa pejabat, dan sejumlah duta besar negara Arab. “Tujuan pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa adalah menjaga dan memelihara tradisi Nusantara dalam menyebarluaskan ajaran Islam di Tanah Air,” kata Lukman, putra dari Menteri Agama Indonesia yang ke-9, Saifuddin Zuhri.
.
Tilawan Alquran dengan Langgam JawaLukman mengklarifikasi hal ini karena banyak kontroversi di masyarakat ihwal pembacaan Al-Quran itu. Bahkan, ada yang menyalahkan Jokowi atas adanya tilawah dengan cengkok Jawa.
.
Dia menyimak kritik keberatan dengan adanya pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa. “Tapi saya juga berterima kasih kepada yang mengapresiasinya,” katanya.
.
Selain dosen di UIN Sunan Kalijaga, Yasser Afarat adalah mahasiswa pascasarjana Jurusan Antropologi, Universitas Gajah Mada. Dia biasa mengaji di Masjid Jenderal Sudirman, kawasan Kolombo, Yogyakarta.
.

KENAPA INDONESIA RAYA TIDAK DILANGGAM JAWA-KAN JUGA?

Agaknya Menteri Agama boleh menghina kitab suci ummat Islam tetapi tidak boleh menghina lagu kebangsaan Indonesia Raya? Dengan demikian penghinaan oleh orang-orang gede di puncak tertinggi negeri ini adalah sebuah kreativitas yang dianggap baik.
.

Menag Diminta Nyanyi Indonesia Raya Berlanggam Cucak Rowo

Sebelum melontarkan dan mempertahankan imbauan baca Quran dengan Langgam Jawa, sebaiknya Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mencontohi lebih dulu menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan langgam “Cocak Rowo”.
.
Atau sekalian yang asli langgam Jawa, misalnya Megatruh (Memecat Nyawa). Atau sekalian langgam Jawa Pucung (alias pocong) yang misinya agar jenazah dimandikan, dikafani, dishalati, dan dikubur.
.
Nanti pihak yang tahu betul tentang budaya Jawa akan bertanya: Maksudnya ini ngalup atau biar cepat mati atau bagaimana? Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” kok dinyanyikan dengan Langgam Pucung alias Pocong?
.
Perlu diketahui, ilmu untuk membaca Al-Qur’an itu sudah ada. Ada ilmu tajwid, ada ilmu qiroah, di samping dalam hal pembacaan isinya memerlukan ilmu-ilmu alat yang lain, ilmu Bahasa Arab yang bersumber dan berkaitan dengan Al-Qur’an seperti nahwu, sharaf, balaghah.
.
Dalam sastra Arab ada ilmu tentang syair (dengan lagunya) yang disebut ilmu ‘Arudh (wal qawafi). Misalnya syair “Ya rabbi bil…” (saya tidak berarti setuju dengan isinya, ini hanya contoh) itu lagu dan wazan serta qafiyahnya sudah tertentu seperti itu, karena bait-baitnya itu disusun dalam jenis yang aturan bait-baitnya dan lagunya memang seperti itu.
.
Tidak ada orang Arab atau di dunia ini yang mengimbau untuk membaca Al-Qur’an dengan Langgam Arab (dalam hal ini contohnya  syair Ya Rabbi bil…).
.
Itu membuktikan,  langgam Arab yang ilmunya adalah Ilmu ‘Arudh walqawafi tidak digunakan untuk membaca Al-Qur’an.
.
Betapa jauhnya nanti kalau baca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa?
.
Misal membaca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa Asmorondono (Asmarandana) yang bernada hasrat cinta kepada wanita secara menggebu? Padahal di dalam Al-Qur’an banyak ancaman siksa neraka?
.
Lontaran Menteri Agama itu telah dia akui sudah dipraktekkan dalam suatu acara nasional, membaca Al-Qur’an dengan Langgam Jawa. Bahkan dikatakan, nantinya akan divestifalkan.
.
Persoalannya dapat diurai secara sederhana sebagai berikut:
1. Seandainya itu memang murni untuk memajukan Islam, maka itu namanya berdakwah tanpa ilmu.
.
2. Seandainya itu karena menyemangati Umat Islam, hingga akan divestifalkan segala, itu merupakan proyek, maka itu proyek yang buta akan asas prioritas. Kenapa? Karena, tidak ada kebutuhan untuk itu, bahkan yang dibutuhkan adalah mendidik Umat Islam ini agar membaca Al-Qur’annya benar bacaannya, lalu mempelajari isinya, kemudian untuk diamalkan. Itu prioritas.
.
3. Seandainya imbauan baca Qur’an dengan Langgam Jawa itu ada maksud lain di balik itu, maka ingat, ada ancaman Allah.
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشۡتَرِي لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ ٦ [سورة لقمان,٦
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan (Q.S. Luqman: 6).
.
ذَٰلِكُم بِأَنَّكُمُ ٱتَّخَذۡتُمۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوٗا وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَاۚ فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُخۡرَجُونَ مِنۡهَا وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ
“Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.” (Q.S. Al Jatsiyah: 35).
.
Contoh persoalannya, ketika membaca ayat-ayat tentang siksa neraka tapi dengan langgam Asmarandana yang kaitannya dengan asmara, bukankah itu mengolok-olok ayat?
.
Bagaimana bisa masuk akal orang yang waras, kalau ayat-ayat suci Al-Qur’an yang berisi ancaman siksa neraka bagi orang-orang munafik dan sebagainya, tahu-tahu dibaca dengan Langgam Jawa Asmarandana yang mengenai kasmaran, cinta-cintaan?
.
Kata Allah Ta’ala dalam al-Qur’an: Afalaa ta’qiluun? (Apakah kamu sekalian tidak berakal, tidak memahaminya?).

لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya.” (Q.S. Al Anbiya: 10)
.
Dari 3 persoalan tersebut di atas, mungkin yang tampaknya ringan adalah nomor satu yaitu: memang murni untuk memajukan Islam. Tapi ternyata itu termasuk berdakwah tanpa ilmu. Dikhawatirkan, itu justru termasuk yang disebutkan dalam hadits Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam ini:
.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kedustaan, saat itu pendusta dipercaya, sedangkan orang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang amanah justru dikhianati, dan saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya:“Apakah Ruwaibidhah itu?”Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh namun dia membicarakan urusan orang banyak.”
(HR. Ibnu Majah No. 4036, Ahmad No. 7912, Al-Bazzar No. 2740 , Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin No. 47, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak ‘Alash Shahihain No. 8439, dengan lafaz: “Ar Rajulut Taafih yatakallamu fi Amril ‘aammah – Seorang laki-laki bodoh yang membicarakan urusan orang banyak.” Imam Al-Hakim mengatakan: “Isnadnya shahih tapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.” Imam Adz-Dzahabi juga menshahihkan dalam At-Talkhis-nya).
.
Apabila lontaran Menag itu termasuk kategori 2 yakni proyek yang buta akan asas prioritas; maka berarti itu proyek yang tidak diperlukan alias mubadzir. Sedangkan orang yang bertindak mubadzir itu adalah teman syaitan.

.

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. Al Isra: 27).

Selanjutnya, bila yang dilontarkan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin itu ada maksud lain, atau malah mendukung lontaran ketua umum NU Said Aqil Siradj dan orang liberal yang ingin memasarkan apa yang disebut Islam Nusantara; maka sangat mengerikan. Karena ancaman ayatnya cukup jelas dan tegas seperti tersebut di atas,

“Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.” (Q.S. Al Jatsiyah: 35).

Wallahu a’lam bisshowab

Oleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

*Sumber: PANJIMAS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s