SARI KAJIAN SENIN BA’DA MAGRIB 6 APRIL 2015 “FIQH MAZHAB HAMBALI” BERSAMA USTADZ SUNARDI

PRAKATA
Ahmad bin Hanbal (780 – 855 M, 164 – 241 AH) (Arab أحمد بن حنبل‏‏ ) adalah seorang ahli hadits dan teologi Islam. Ia berasal dari Marw (saat ini bernama Mary di Turkmenistan, utara Afganistan dan utara Iran) di kota Baghdad, Irak. Kunyahnya Abu Abdillah lengkapnya: Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad Al Marwazi Al Baghdadi/ Ahmad bin Muhammad bin Hanbal dikenal juga sebagai Imam Hambali.
.
MAZHAB HAMBALI
Didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani. Dilahirkan di Baghdad dan tumbuh besar di sana hingga meninggal pada bulan Rabiul Awal. Beliau memiliki pengalaman perjalanan mencari ilmu di pusat-pusat ilmu, seperti Kufah, Bashrah, Mekah, Madinah, Yaman, Syam.
.

Beliau berguru kepada Imam Syafi’i ketika datang ke Baghdad sehingga menjadi mujtahid mutlak mustaqil. Gurunya sangat banyak hingga mencapai ratusan. Ia menguasai sebuah hadis dan menghafalnya sehingga menjadi ahli hadis di zamannya dengan berguru kepada Hasyim bin Basyir bin Abi Hazim Al-Bukhari.

.
Imam Ahmad adalah seorang pakar hadis dan fiqh. Imam Syafi’i berkata ketika melakukan perjalanan ke Mesir, ”Saya keluar dari Baghdad dan tidaklah saya tinggalkan di sana orang yang paling bertakwa dan paling faqih melebihi Ibnu Hanbal.”
.
Dasar madzhab Ahmad adalah Al-Quran, Sunnah, fatwah sahahabat, Ijam’, Qiyas, Istisha, Maslahah mursalah, saddudzarai’.
.

Imam Ahmad tidak mengarang satu kitab pun tentang fiqhnya. Namun pengikutnyalah yang membukukannya dari perkataan, perbuatan, jawaban atas pertanyaan dan lain-lain. Namun beliau mengarang sebuah kitab hadis “Al-Musnad” yang memuat 40.000 lebih hadis. Beliau memiliki kukuatan hafalan yang kuat. Imam Ahmad mengunakan hadis mursal dan hadis dlaif yang derajatnya meningkat kepada hasan bukan hadis batil atau munkar.

.

Di antara murid Imam Ahmad adalah Salh bin Ahmad bin Hanbal anak terbesar Imam Ahmad, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal. Shalih bin Ahmad lebih menguasai fiqh dan Abdullah bin Ahmad lebih menguasai hadis. Murid yang adalah Al-Atsram dipanggil Abu Bakr dan nama aslinya; Ahmad bin Muhammad, Abdul Malik bin Abdul Hamid bin Mihran, Abu Bakr Al-Khallal, Abul Qasim yang terakhir ini memiliki banyak karangan tentang fiqh madzhab Ahmad. Salah satu kitab fiqh madzhab Hanbali adalah “Al-Mughni” karangan Ibnu Qudamah.

.

KARYA IBNU QUDAMAH

Dalam bidang fikih, karya Ibnu Qudamah antara lain Al-Mughni Syarh Mukhtasar al-Khirqi sebanyak 10 jilid; Al-‘Umdah, sebuah kitab fikih Hanbali untuk pemula; Al-Muqni’, sebuah kitab fikih untuk kalangan menengah sebanyak tiga jilid; Al-Kafi empat jilid; dan Mukhtasar Al-Hidayah.
.
Karyanya dalam ushul fikih berjudul Raudhah an-Nazhir fi Ushul al-Fiqh. Dalam bidang hadits ia menulis Mukhtasar ilal al-Hadits dan Mukhtasar fi Gharib al-Hadits. Sementara mengenai tasawuf ia menulis Kitab al-Riqqah wa al-Buka’ dan Dzamm al-Muwaswasin.
.
Karyanya yang berjudul Al-Mughni Syarh Mukhtasar al-Khirqi ia susun sepulangnya dari menunaikan ibadah haji di tahun 574 H. Kitab ini tergolong kitab kajian besar dalam masalah fikih secara umum, dan khususnya bagi penganut Mazhab Hanbali.
.
Mengenai kitab ini, Imam Izzudin Ibn Abdus Salam Asy-Syafi’i memberikan komentarnya, “Saya merasa kurang puas dalam berfatwa sebelum saya menyanding kitab Al-Mughni.”
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s