WAJIB BERPEGANG KEPADA KITABULLAH DAN SUNNAH

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

.

 الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِينًا
.
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (Al-Maidah:3)
.
Berkata al-Imam Malik rahimahullah:
.
 من ابتدع في الإسلام بدعة يراها حسنة فقد زعم أن محمداً خان الرسالة» لأن الله- عز وجل- قال: ?الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ? [المائدة: 3] فمن لم يكن يومئذ ديناً فمتى يكون اليوم ديناً؟!!.
.
“Barangsiapa mengada-adakan didalam islam suatu kebid’ahan yang dia melihatnya sebagai sebuah kebaikkan , sungguh dia telah menuduh bahwa Muhammad mengkhianati risalah, karena Allah Ta’aala telah berfirman (artinya): ”Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatku, dan telah kuridhai islam itu menjadi agama bagimu.” (al-Maidah:3) Maka sesungguhnya apa yang tidak menjadi agama pada hari itu, tidak menjadi agama pula pada hari ini.” (Silahkan lihat Al’Itsham, Imam Asy Syatibi:1/64)
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam suatu khutbahnya:

.

 أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
.
“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang di ada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no 2042 dari Jabir bin Abdullah)
.
Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda
.
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي ، وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ ، وَإِيَّاكُمْ وَالأُمُورَ الْمُحْدَثَاتِ ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
.
“Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur-rasyidin yang diberi petunjuk (yang datang) sesudahku, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam urusan agama -ed) Karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Ahmad no 17184, Abu Dawud hadits No. 4609, Ibnu Majah hadits no. 42, at-Tirmidzi hadits no. 2676, beliau mengatakan Hasan Shahih)
.
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
.
 مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
.
“Barangsiapa yang mengada-adakan (sesuatu yang baru) dalam  urusan kami, apa-apa yang tidak ada darinya maka tertolak.” (HR. Bukhari no 2697 dan Muslim 1718 dari ‘Aisyah)
.
Jika ada seseorang yang berkata: Tidak semua bid’ah sesat, dan tidak semua  perbuatan (amalan) yang diada-adakan dalam agama itu tertolak. Maka katakan kepadanya: Siapa yang lebih mengetahui kamu atau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam??? Dan siapa yang lebih bertakwa kamu atau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam??? Jika beliau bersabda dengan jelas dari dua hadits ini, menyakini dan mengamalkannya maka itulah (yang dinginkan). Jika dia terus menerus pada perkataan (pendapatnya) yang pertama bahwa tidak semua bid’ah sesat, dan tidak semua perkara yang diada-adakan (dalam agama) itu tertolak, maka katakan kepadanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam disatu sisi bersabda: “setiap bid’ah adalah kesesatan” dan beliau juga bersabda: “Barangsiapa yang beramal yang tidak ada padanya syariat kami maka amalannya tertolak.” Sedangkan kamu berada disisi yang lain berkata: “tidak semua bid’ah sesat, dan tidak semua amalan yang diada-adakan (dalam agama) itu tertolak, maka katakan kepadanya: ini merupakan penyelisihan darimu terhadap Rasulullah..!!!
.
Ingatkan dia dengan firman Allah Azza Wajjala
.
 وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ المُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
.
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa:115) (Al-Qaulul Mufiid Fi Adilatit Tauhid : 185-186)
.
Wallahu a’lam bish shawwab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s