MENCARI HIKMAH HEBOH KPK VS POLRI

Kehebohan yang terjadi selama sebulan ini antara KPK dan POLRI atau antara Cicak Melawan Buaya Jilid 2, atau antara calon Kapolri Budi Gunawan VS  Pimpinan KPK, semakin menegaskan bahwa bangsa Indonesia yang mayoritas Islam sama sekali tidak beriman kepada Islam secara hukum Islam. Allah shalallaahu ‘alaihi wa sallam berfirman:
.
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ (٤٤)
.
“Barangsiapa tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir” (Al Maidah 44)
.

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

.

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allâh, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim [al-Mâidah 45]
.
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
.
“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allâh, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik”. [al-Mâidah 47]
.
Melaksanakan hukum Islam di Indonesia itu sangat mudah apabila pemerintah ada kemauan. Gedung Pengadilannya sudah ada yaitu Pengadilan Syariat alias Pengadilan Agama. Hakim dan Jaksa yang bertitel SHI juga tidak kurang. Penyidiknya juga sudah tersedia. Dan umat Islam sebagai penikmat-nya juga dalam kondisi mayoritas. Cuma faktanya, Pemerintah RI yang tidak mau dengan berbagai alasan. Rasanya tidak sulit untuk mengeluarkan pernyataan: Ummat Islam Wajib berperkara di Pengadilan Agama dan ummat Non Muslim di Pengadilan Negeri. Tidak akan bubar negara ini karena melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin “Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” dan seterusnya.
.
Apa memang kufur itulah pilihan bangsa Indonesia? Bila yang mendasari keengganan melaksanakan hukum Allâh adalah kebenciannya terhadap hukum Allâh maka bisa menyeret ke jurang kekufurun. Demikian pula berasumsi bahwa hukum Allâh  tidak cocok untuk zaman sekarang, atau hukum selain hukum Allâh lebih baik dari hukum Allâh maka ini juga kekufuran.
.
Dan sabda Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam:
.
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ وَيَتَخَيَّرُوْا مِمَّا أَنْزَلَ اللهُ إِلاَّ جَعَلَ اللهُ بَأْ سَهُمْ بَيْنَهُمْ   ( حَدِيث حسن رواه ابن ماجه )
.
“Dan selagi pemipin mereka tidak memutuskan perkara dengan kitab suci Al Qur’an, dan mereka tidak memilih-milih hukum yang diturunkan Allah, niscaya Allah akan menjadikan kehancuran mereka pada diri mereka” (Hadits hasan riwayat Ibnu Majah)
.
Ketahuilah, sesungguhnya berhukum dengan hukum selain Allah dan Rasul-Nya banyak macamnya. Al Imam Muhammad Ibnu Ibrahim Al Asy Syaikh rahimahullah dalam kitabnya Tahkimul Qawanin, beliau berkata: “Sesungguhnya hakim yang berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah itu adalah kafir, baik kekufuran i’tiqad yang mengeluarkan dari agama (Islam), ataupun kekufuran amal yang tidak mengeluarkan dari agama”.
.

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

.
Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allâh bagi orang-orang yang yakin ?[al-Maidah 50]
.
Bila hukum al-Qur’ân dilaksanakan dalam kehidupan manusia, niscaya kehidupan mereka akan mendapat keberkahan dan rahmat dari Allâh. Karena al-Qur’ân adalah kitab yang membawa keberkahan dan rahmat untuk manusia.
.

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

.
Dan al-Qur’ân itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat”. [al-An’am155]

.
Allâh Azza wa Jalla berfirman :
.

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ

.
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allâh, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian hukum yang telah diturunkan Allâh kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allâh), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allâh hendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. [al-Mâidah 49]
.
Ayat ini menjelaskan beberapa hal :
1. Perintah tentang wajibnya memnyelesaikan perkara-perkara yang terjadi sesuai dengan apa yang diturunkan Allâh.
2. Larangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang menetang hukum yang diturunkan Allâh.
3. Akan ada sekelompok manusia yang berusaha memfitnah untuk memalingkan kita dari menjalankan hukum Allâh.
4. Ancaman Allâh terhadap orang yang berpaling dari menjalankan hukum yang diturunkan-Nya.
5. Kebanyakan manusia senang berbuat kefasikan dengan cara menolak hukum yang diturunkan Allâh.
.
Dan firman Allâh :

.
اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

.
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran”. [al-A’râf 3]
.
Ayat ini mengaskan agar kita mengikuti segala yang diturunkan Allâh Azza wa Jalla dalam al-Qur’ân serta menjauhi segala aturan yang menyelisihinya.
.
Juga firman Allâh:

.
إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللَّهُ ۚ وَلَا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا

.
Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allâh wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi pembela orang-orang yang khianat. [an-Nisâ’ 105]

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu sebelum datang adzab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya. [az-Zumar 55]

Dan firman Allâh Azza wa Jalla :

.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

.
Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allâh dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak mendapat petunjuk?” [al-Maidah 104]
.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ

.
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang diturunkan Allâh.” Mereka menjawab, “(Tidak), tapi kami mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka (mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala? [Luqmân 21]
.

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

Bukankah Allâh Hakim yang seadil-adilnya? [an-Tîn8]

.

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allâh bagi orang-orang yang yakin? [al-Mâidah 50]
.
Menjalankan hukum Allâh akan membuka kemakmuran Bagi Sebuah Bangsa. Allâh berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. [al-A’raf 96]
.
Dalam ayat yang mulia ini Allâh Azza wa Jalla abadikan janjinya kepada manusia bahwa jika mereka mau melaksanakan hukum-hukum-Nya dalam kekuasaan mereka niscaya Allâh akan mebuka pintu-pintu kesejahteraan bagi rakyatnya. Janji yang sama juga Allâh Azza wa Jalla sampai kepada umat pengikut Nabi Musa Alaihissallam dan nabi Isa Alaihissallam. Sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla :

.
وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ ۚ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ
.
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. [al-Maidah 66]
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s