MEMAKMURKAN MASJID AS-SUNNAH SESUAI AS-SUNNAH

DARI KAJIAN BA’DA MAGHRIB

Dari seri kajian ba’da Maghrib di masjid As-Sunnah Buntok dengan tema “KAIDAH MEMAHAMI AYAT-AYAT AL QUR’AN DAN HADITS NABI SAW” oleh Ustadz Sunardi, pada pemaparan hari Selasa tanggal 20 Januari 2015 antara pukul 17.50 – 18.50 WIB disampaikan bagaimana cara memakmurkan masjid sesuai as-sunnah (ta’mirul masjid). Intinya, kita sudah menjemput amanah dengan bekerja keras membangun masjid lalu bagaimana amanat itu dilaksanakan sesuai sunnah. Kita membangun masjid bukan untuk bermegah-megah, bukan pula berbangga-bangga, tetapi untuk mengikuti bagaimana Rasulullah SAW memanfaatkan masjid sebagai pusat kegiatan ummat. Ini tugas berat dan besar. Jangan sampai masjid yang dibangun justru membuat bencana dan malapetaka dunia akhirat.

.

SYARAT TA’MIR MASJID

DSC00117Allah berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS At-Taubah: 18).

.

Ayat ini tegas bahwa sifat dan sikap orang yang memakmurkan masjid atau takmir masjid sangat terbatas yaitu beriman kepada Allah dan hari akhirat, sholat dengan benar dan istiqomah, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Ini berarti bahwa orang-orang yang tidak memiliki sifat tersebut “tidak layak” menjadi takmir masjid.

.

Terima kasih kepada ustadz Sunardi yang membawakan bahasan ini. Semoga usaha keras membangun masjid As-Sunnah bisa dilanjutkan dengan terpilihnya takmir masjid As-Sunnah Buntok yang benar-benar berpedoman kepada As-Sunnah Rasulullah SAW.

.

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Maka janganlah kamu menyembah seorang pun / sesuatu apa pun di dalamnya di samping Allah.” (QS Jin:18)

.

Tegas dan jelas! Masjid itu milik Allah. Tidak ada yang diibadahi dan ditakuti di dalamnya kecuali Allah. Apabila ada di suatu masjid yang tidak mencerminkan ketaqwaan maka wajib dicermati dan disikapi sebab sungguh ada masjid yang dibangun bukan karena ketundukan hati kepada Allah.

.

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِن قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ
إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ  

Dan ada orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemadharatan, untuk kekafiran dan memecah belah orang-orang Mukmin serta menunggu kedatangan orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah, ”kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka adalah pendusta.[QS At-Taubah/9:107]

.

Kalau ada masjid yang dibangun bukan karena Allah dan mencari keridaan Allah maka dilarang beribadah di dalamnya selama-lamanya.

.

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ  

Janganlah kamu shalat di dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah Azza wa Jalla menyukai orang-orang yang bersih. [QS at-Taubah/9:108]

.

Kita tidak ingin masjid As-Sunnah Buntok dibangun di tepi jurang neraka. Kita pun tidak ingin takmir masjid As-Sunnah adalah orang-orang musyrik yang lebih takut kepada manusia dari pada kepada Allah. Karenanya kita berdoa kepada Allah supaya para takmir masjid As-Sunnah Buntok adalah orang-orang amanah dan melaksanakan sunnah memakmurkan masjid dengan ikhlash kepada Allah semata-mata.

.

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَٰنَهُۥ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَٰنَهُۥ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَٱنْهَارَ بِهِۦ فِى نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

.

Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [QS. At-Taubah [9] : 109]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s