KAJIAN BA’DA MAGRIB “KAIDAH MEMAHAMI AYAT DAN HADITS NABI SAW” (Lanjutan)

Kajian Senin malam tanggal 19 Januari 2015 ba’da Maghrib di masjid As-Sunnah Buntok melanjutkan “KAIDAH DALAM MEMAHAMI AYAT DAN HADITS NABI SAW” oleh Ustadz Sunardi.

.

Diantara ayat Allah yang dikaji adalah surah al ahzab ayat 56:

.

  وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُون

”Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah menyembah Aku”. (Qs, Adz Dzaariyat: 56)

.

Didahulukannya penyebutan kata (الجن) Jin daripada kata (الإنس) manusia karena jin memang lebih dahulu diciptakan Allah dari pada manusia.

.

Ayat ini merupakan khabar namun didalamnya terdapat perintah sehingga tahulah kita bahwa manusia memiliki kewajiban abadi kepada Allah Rabbul Alamin yaitu beribadah terus-menerus baik secara umum maupun khusus.

.

Ayat selanjutnya:

.

 وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلاثَةَ قُرُوءٍ وَلا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلاحًا وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

.

“Wanita-wanita yang ditalak (suaminya) hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (suami) menghendaki ishlah. Dan wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi Para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan dari pada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al-Baqarah : 228)

.

Ayat ini menggambarkan hukum talaq dan ruju’ serta kedudukan masing-masing fihak di hadapan hukum Allah Yang Maha Agung.

.

Apa saja perbuataan yang dilakukan Rasulullah SAW sebagai manusia biasa adalah hal yang lumrah, seperti: cara makan, apa yang dimakan, tempat makan, piring tempat makanan, kapan, minum, tidur, cara berjalan, naik kendaraan, MCK dan seterusnya.

.

Nabi Muhammad sebagai manusia juga bisa saja salah, lupa dan tidak tahu. Diantara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah kisah Khobab bin Mundzir yang mengusulkan agar Rasulullah saw memindahkan Markaz (Pusat Komando) dalam perang Uhud yang beliau pilih karena tidak strategis dalam ilmu peperangan menurut pandangan Khobab bin Mundzir. Pilihan Rasulullah terhadap Pusat Komando dalam perang Uhud bukan berdasarkan wahyu tetapi pendapat beliau belaka yang juga seorang manusia, sehingga dianggap kurang tepat oleh Khobab bin Mundzir yang mengetahui strategi perang.

.

Dari gambaran ini jelas bahwa ada saatnya Rasulullah berbicara atau bertindak berdasarkan wahyu dari Allah namun ada kalanya bertindak sendiri sebagai manusia biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s