Tiga peristiwa bersejarah di bulan Rabi’ul Awwal

Rabiul AwwalBulan ketiga di tahun hijriyah yaitu bulan Rabi’ul Awwal, yang berarti waktu mulainya musim berbunga bagi tanaman. Dalam sejarah Islam, di bulan tersebut setidaknya terdapat 3 (tiga) peristiwa besar, yaitu: kelahiran Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah, serta hari wafatnya Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم.

.

1. Kelahiran Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم

Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم dilahirkan di kota Makkah. Beliau adalah putra dari ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib dan Aminah binti Wahab, seorang wanita terkenal di kalangan suku Quraisy. Mengenai kapan tepatnya Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم dilahirkan, sejumlah ulama berbeda pendapat.

.

Menurut Ibnu Ishaq, Nabi صلي الله عليه وسلم lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal. Menurut al-Waqidi, beliau صلي الله عليه وسلم lahir di tanggal 10 Rabi’ul Awwal. Sementara Abu Mi’syar as-Sindi berpendapat bahwa beliau صلي الله عليه وسلم lahir tanggal 2 Rabi’ul Awwal. Dari ketiga ahli sejarah tersebut, Ibnu Ishaq adalah yang paling tsiqah (terpercaya).

.

Namun, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri Rasulullah صلي الله عليه وسلم dilahirkan di tengah kabilah besar, Bani Hasyim di kota Makkah pada pagi hari Senin, 9 Rabi’ul Awwal pada tahun tragedi pasukan bergajah atau biasa dikenal dengan Tahun Gajah. (baca: Kelahiran Nabi, dan dibelahnya dada beliau oleh Jibril)

.

Berdasarkan riwayat yang shahih, Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم dilahirkan pada hari Senin. Diriwayatkan dari Abu Qatadah رضي الله عنه bahwa seorang Arab dusun berkata. “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang puasa hari Senin?” Beliau صلي الله عليه وسلم bersabda, “Itu hari di mana aku dilahirkan dan diturunkannya kepadaku wahyu.” [Shahih Muslim No. 1162]

.

Jadi jika ada yang menggelar acara “Maulid Nabi” untuk mengenang kelahiran Rasulullah صلي الله عليه وسلم, sesungguhnya beliau صلي الله عليه وسلم tidak pernah merayakan hari kelahirannya, tidak pula para sahabatnya, begitu pula para Tabi’in dan para ulama besar setelah mereka tidak merayakan hari kelahiran Nabi صلي الله عليه وسلم. Seandainya itu merupakan kebaikan, tentu mereka telah melakukan perayaan sebelum kita melakukannya.

.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَ‌سُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْ‌جُو اللَّـهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ‌ وَذَكَرَ‌ اللَّـهَ كَثِيرً‌ا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [Qs. al-Azhab: 21]

.

2. Peristiwa Hijrah ke Madinah

Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم hijrah dari kota Makkah menuju kota Madinah pada malam Senin, awal bulan Rabi’ul Awwal tahun 1 H atau bertepatan dengan 16 September 622 M. Perjalanan hijrah ini sebenarnya dimulai pada tanggal 27 Shafar, 14 tahun sejak Kenabian (622 M), yaitu ketika Nabi صلي الله عليه وسلم bersama Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه meninua Tsur. Adapun pada malam Rabi’ul Awwal itu adalah fase dimulainya perjalanan menuju kota Madinah, yaitu perjalanan dari Gua Tsur (di sekitar Makkah) menuju kota Madinah.

.

Rasulullah صلي الله عليه وسلم dalam perjalanan Hijrahnya tersebut sempat singgah di Quba pada hari Senin tanggal 8 Rabi’ul Awwal, kemudian tiba di Madinah pada hari Jum’at di bulan tersebut.

.

Jadi, Hijrahnya Nabi صلي الله عليه وسلم dari kota Makkah menuju kota Madinah terjadi pada bulan Rabi’ul Awal 14 tahun sejak Kenabian, bukan di bulan Muharram sebagaimana yang diyakini kebanyakan orang, bahkan dijadikan perayaan memperingati Hijrahnya Nabi صلي الله عليه وسلم . (baca: Hijrah Rasulullah صلي الله عليه وسلم dari Makkah ke Madinah)

.

3. Hari Wafatnya Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم

Sekitar 3 bulan sepulang dari menunaikan ibadah haji Wada’, Rasulullah صلي الله عليه وسلم jatuh sakit yang cukup serius. Beliau صلي الله عليه وسلم pertama kali mengeluhkan rasa sakitnya saat berada di kediaman Ummul Mukminin Maimunah. Beliau صلي الله عليه وسلم jatuh sakit selama sepuluh hari, hingga akhirnya beliau صلي الله عليه وسلم wafat pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal dalam usia 63 tahun.

.

Beliau صلي الله عليه وسلم dimakamkan di kamar Aisyah di sisi masjid Nabawi. Kini, dikarenakan pelebaran dan perluasan areal masjid Nabawi, posisi makam Rasulullah صلي الله عليه وسلم menjadi masuk ke dalam bagian masjid.

.

Berdasarkan riwayat yang shahih, Rasulullah صلي الله عليه وسلم mulai merasakan sakit sejak 7 tahun setelah peristiwa penaklukan Khaibar, yaitu setelah beliau صلي الله عليه وسلم mencicipi sepotong daging panggang beracun yang disuguhkan oleh seorang perempuan Yahudi, istri Sallam bin Masykam. Meskipun beliau telah memuntahkan dan tidak sampai menelannya, namun pengaruh racun daging panggang tersebut masih tersisa. Wallaahu a’lam.

.

Sangat disayangkan, pada malam 12 Rabi’ul Awwal di setiap tahun biasanya terjadi puncak perayaan “Maulid Nabi” yang menunjukkan kesenangan, dan kegembiraan atas kelahiran Nabi صلي الله عليه وسلم, padahal beliau justru wafat pada tanggal tersebut, sehingga bersedih pada tanggal tersebut sebenarnya lebih utama daripada bersenang-senang…?!

.

http://www.risalah.net/tiga-peristiwa-bersejarah-di-bulan-rabiul-awwal/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s