RIYA MENGHAPUS PAHALA AMAL

cover khutbah jum'atKHUTBAH JUM’AT DI MASJID AS-SUNNAH BUNTOK TANGGAL 28 NOVEMBER 2014

OLEH SYAMSUDDIN RUDIANNOOR

 .

Ringkasan

Khutbah dibuka dengan khutbah hajah, shalawat, amma ba’du lalu membawakan firman Allah Sub-hanahu wa Ta’ala:

اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقّ فَاعْبُدِ اللهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدّيْنَ. الزمر: 2

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al-Qur’an dengan kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. [QS. Az-Zumar : 2]

قُلْ اِنّيْۤ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدّيْنَ. وَ اُمِرْتُ ِلاَنْ اَكُوْنَ اَوَّلَ الْمُسْلِمِيْنَ. الزمر: 11-12

Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri”. [QS. Az-Zumar : 11-12]

Dengan demikian maka tauhid atau memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata-mata merupakan syarat mutlak diterimanya amal. Tidak akan diterima amal apabila ada kesyirikan walau sekecil apa pun juga.

يـاَيــُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تُـبْطِلُوْا صَدَقَاتِكُمْ بِاْلمَنِّ وَاْلاَذى كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَا لَه رِئَآءَ النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلاخِرِ، فَمَثَلُه كَـمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَـيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَه وَابِلٌ فَتَرَكَه صَلْدًا، لاَ يَـقْدِرُوْنَ عَلى شَيْئٍ مِمَّا كَسَبُوْا، وَ اللهُ لاَ يَـهْدِى اْلـقَوْمَ اْلكـفِرِيـْنَ. البقرة:264

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. [Al-Baqarah : 264]

Rasulullah Muhammad SAW memperingatkan  :

عَنْ مَحْمُوْدِ بـْنِ لُـبَيْدٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَخْوَفُ مَا اَخَافُ عَلَـيْكُمْ اَلشِّرْكُ اْلاَصْغَرُ. قَالُوْا: وَمَا الشِّرْكُ اْلاَصْغَرُ يـَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: اَلرِّيـَاءُ يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَـوْمَ اْلـقِيَامَةِ اِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اِذْهَبُوْا اِلىَ الَّذِيـْنَ كُـنْتُمْ تُرَاءُوْنَ فىِ الدُّنــْيَا فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً؟ احمد

Dari Mahmud bin Lubaid, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda: “Satu kekhawatiran yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah syirik kecil”. Kemudian para shahabat bertanya : “Apa syirik kecil itu ya Rasulullah ?” Rasulullah SAW menjawab : “Riya’. Besok pada hari qiyamat ketika para manusia diberi balasan dengan amal-amal mereka, Allah ‘azza wa jalla akan berfirman kepada mereka: “Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang dahulu kamu berbuat riya’ padanya ketika di dunia. Maka lihatlah olehmu sekalian apakah  kamu  mendapati  pahala  dari mereka ?”. [HR. Ahmad, juz V : 428]

عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ رض. قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِنَّمَا اْلاَعْمَالُ بِالنّيَّاتِ وَ اِنَّمَا لِكُلّ امْرِئٍ مَّا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلىَ اللهِ وَ رَسُوْلِهِ. وَ مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلىَ دُنْيَا يُصِيْبُهَا اَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلىَ مَا هَاجَرَ اِلَيْهَا. البخارى و مـسلم

Dari Umar bin Khaththab RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan diberi balasan menurut niatnya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka akan diberi balasan karena Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena menginginkan keuntungan dunia yang akan didapatnya atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu akan diberi balasan menurut niatnya berhijrah itu”. [HR. Bukhari dan Muslim]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ اْلفَقْرَ، وَ لكِنْ اَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّكَاثُرَ، وَ مَا اَخْشَى عَلَيْكُمُ اْلخَطَأَ، وَ لكِنْ اَخْشَى عَلَيْكُمُ التَّعَمُّدَ. احمد و ابن حبان فى صحيحه و الحاكم و قال صحيح على شرط مسلم

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak mengkhawatirkan kefakiran menimpa kalian, akan tetapi aku mengkhawatirkan kalian hidup bermegah-megah memperbanyak harta benda. Dan aku tidak mengkhawatirkan kekeliruan pada kalian, tetapi yang aku khawatirkan kalian sengaja (berbuat kekeliruan)”. [HR. Ahmad, Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan Al-Hakim. Ia berkata: Shahih atas syarat Muslim]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s