IKHLAS KUNCI DITERIMANYA AMAL

cover khutbah jum'at     Khutbah Jum’at di Masjid As-Sunnah Buntok

     Tanggal 26 September 2014

     Oleh Syamsuddin Rudiannoor

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.:

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. : يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

         أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

 

KHUTBAH PERTAMA 

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

Dalam dua khutbah Jum’at sebelumnya khatib kita dari mimbar ini membahas betapa sangat pentingnya tauhid karena hanya dengan tauhid barulah amalan diterima Allah. Namun khutbah ini tidak mengkhususkan tauhid secara utuh tapi sekedar memberikan umpan dari cabang tauhid yakni syirik kecil dan dusta.

Ketahuilah bahwa kebenaran itu berasal Rabb kita maka janganlah termasuk orang yang ragu-ragu. Firman Allah ‘Azza wa Jalla menegaskan:

{وَأَنزلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نزلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ}

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran agar kamu menjelaskan kepada manusia apa-apa yang telah diturunkan kepada mereka, supaya mereka memikirkan.” (QS An-Nahl: 44).

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ اْلمَوْتِ وَ نَبْلُوْكُمْ بِالشَّرّ وَ اْلخَيْرِ فِتْنَةً، وَ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ. الانبياء:35

Tiap-tiap yang berjiwa pasti merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [QS. Al-Anbiyaa’ : 35]

وَ مَآ اُمِرُوْآ اِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدّيْنَ حُنَفَآءَ وَ يُقِيْمُوْا الصَّلوٰةَ وَ يُؤْتُوا الزَّكوٰةَ وَ ذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيّمَةِ. البينة: 5

Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya mereka menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. [QS. Al-Bayyinah : 5]

Gambaran tauhid yang dimaksudkan adalah keikhlasan dalam beramal sehingga kebalikannya adalah pamrih dan riya’ (pamer). Semua ini diingatkan pada khutbah ini karena semua amal yang tidak ikhlas atau tercampur dengan niat lain selain karena Allah maka seluruhnya tidak akan diterima. Rasul Allah Muhammad SAW bersabda:

عَنْ اَبىِ هُرَيـْرَةَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُـقْضَى يَوْمَ اْلـقِيَامَةِ عَلَـيْهِ رَجُلٌ اُسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِـعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا ؟ قَالَ: قَاتَـلْـتُ فِيـْـكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ، قَالَ: كَذَبـْتَ. وَلكِـنَّكَ قَاتـَلــْتَ ِلاَنْ يُـقَالَ جَرِئٌ فَـقَدْ قِيـْلَ، ثُمَّ اُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلىَ وَجْهِهِ حَتَّى اُلـــْقِيَ فِى النَّارِ. وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ اْلعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَ قَرَأَ اْلـقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِـعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْـتَ فِيْهَا ؟ قَالَ: تـَعَلَّمْتُ اْلعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَ قَرَأْتُ فـِيْكَ اْلـقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبـْتَ، وَلكِـنَّكَ تَـعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لـِـيُقَالَ عَالِمٌ وَ قَرَأْتَ اْلـقُرْآنَ لــِـيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَـقَدْ قِيـْلَ. ثُمَّ اُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلىَ وَجْهِهِ حَتَّى أُلــْقِيَ فىِ النَّارِ. وَ رَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَـيْهِ وَ اَعْطَاهُ مِنْ اَصْنَافِ اْلمَالِ كُـلِّهِ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِـعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْـتَ فِيْهَا ؟ قَالَ: مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ اَنْ يُـنْـفَقَ فِيْهَا اِلاَّ اَنـــْفَـقْتُ فِيْهَا لَكَ. قَالَ: كَذَبـْتَ، وَلكِـنَّكَ فَعَلْـتَ لـِيُقَالَ: هُوَ جَوَادٌ فَـقَدْ قِيْلَ، ثُمَّ اُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلىَ وَجْهِهِ ثُمَّ اُلـــْـقِيَ فِى النَّارِ. مسلم

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya yang pertama-tama akan diberi kepu-tusan pada hari qiyamat ialah seorang yang mati syahid, lalu ia dibawa dan dihadapkan kepada nikmatnya, maka ia mengakuinya. Allah berfir-man : “Apakah yang kau lakukan padanya ?” Ia menjawab : “Saya telah berjuang untuk-Mu hingga mati syahid”. Allah berfirman : “Kamu berdusta, tetapi kamu berjuang supaya disebut sebagai pahlawan dan pemberani. Dan telah dikatakan orang yang demikian itu”. Kemudian diperintahkan (kepada malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka.

(Kedua) seorang yang belajar ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an, lalu dihadapkan kepada nikmatnya, maka dia mengakuinya. Allah berfirman : “Apakah yang kau lakukan padanya ?” Ia menjawab : “Saya mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an hanya untuk-Mu”. Allah berfirman : “Kamu berdusta, tetapi kamu mem-pelajari ilmu supaya disebut sebagai seorang yang alim, dan kamu membaca Al-Qur’an supaya disebut sebagai seorang yang pandai membaca Al-Qur’an, dan telah dikatakan orang yang demikian itu”. Kemudian diperintahkan (kepada Malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka.

(Ketiga) seorang hartawan yang diberi keluasan kekayaan yang bermacam-macam oleh Allah, lalu dihadapkan kepada nikmatnya, maka dia mengakuinya. Allah berfirman : “Apakah yang kamu lakukan pada-nya ?” Ia menjawab : “Tidak satu jalanpun yang Engkau sukai agar jalan itu diberi harta, melainkan sudah saya beri dengan harta itu semata-mata untuk-Mu”. Allah berfirman : “Kamu dusta, tetapi kamu berbuat yang demikian itu, agar dikatakan sebagai orang yang derma-wan, dan telah dikatakan orang yang demikian itu”. Kemudian diperintahkan (kepada Malaikat), lalu dia diseret pada mukanya dan dilemparkan ke neraka”. [HR. Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Ahmad]

.

Dengan demikian, yang pertama diadili di akhirat adalah para tokoh, ulama dan pejuang Islam yang berjasa namun ternyata mereka masuk neraka karena rusaknya yang di dalam dada.

عَنْ مَحْمُوْدِ بـْنِ لُـبَيْدٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَخْوَفُ مَا اَخَافُ عَلَـيْكُمْ اَلشِّرْكُ اْلاَصْغَرُ. قَالُوْا: وَمَا الشِّرْكُ اْلاَصْغَرُ يـَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: اَلرِّيـَاءُ يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَـوْمَ اْلـقِيَامَةِ اِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اِذْهَبُوْا اِلىَ الَّذِيـْنَ كُـنْتُمْ تُرَاءُوْنَ فىِ الدُّنــْيَا فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً؟ احمد

Dari Mahmud bin Lubaid, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda : “Sesuatu yang paling aku khawatirkan atas kamu sekalian itu adalah syirik kecil”. Kemudian para shahabat bertanya : “Apa syirik kecil itu ya Rasulullah ?” Rasulullah SAW menjawab : “(Syirik kecil itu ialah) riya’. Besok pada hari qiyamat ketika para manusia diberi balasan dengan amal-amal mereka, Allah ‘azza wa jalla akan berfirman kepada mereka : “Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang dahulu kamu berbuat riya’ padanya ketika di dunia. Maka lihatlah olehmu sekalian apakah  kamu  mendapati  pahala  pada  mereka ?”. [HR. Ahmad, juz V : 428]

.

Inilah gambaran apabila kita tidak ikhlas Marilah kita memperbaiki niat atas amalan-amalan kita semampu kita.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

.

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ؛

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Jamah Jum’at yang berbahagia

Problem lain yang membuat amal kita tidak diterima Allah adalah sifat munafik. Allah SWT berfirman

اِنَّ اْلمُنَافِـقِـيْنَ يُخدِعُوْنَ اللهَ وَ هُوَ خَادِعُهُمْ، وَ اِذَا قَامُوْآ اِلىَ الصَّلوة قَامُوْا كُسَالى يُرَآءُوْنَ النَّاسَ وَ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ اِلاَّ قَـلِـيْلاً. النسآء:142

Sesungguhnya orang-orang Munafiq itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. [An-Nisaa’ : 142]

Maka perhatikanlah, adakah sifat dan sikap ini masih melekat pada diri kita?

Bentuk lain dari problem kita yang membuat amal kita tidak ikhlas karena Allah adalah sebagai mana firman Allah:

اَرَءَيـْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيـْنِ، فَذلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ اْلـيَـتِـيْمَ، وَ لاَ يَحُضُّ عَلى طَعَامِ اْلمِسْكِـيْنِ، فَوَيـْلٌ لِّلْمُصَلِّـيْنَ، اَلــَّذِيـْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِـهِمْ سَاهُوْنَ، اَلــَّذِيـْنَ هُمْ يُرَآءُوْنَ، وَ يَمْنَـعُوْنَ اْلمَاعُوْنَ. الماعون:1-7

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya’. Dan enggan (menolong dengan) barang berguna. [Al-Maa’uun : 1-7]

.

Maka waspadai beberapa sifat dan sikap ini di dalam diri kita masing-masing. Jujurlah didalam berislam. Tidak akan ada kebahagian bagi orang-orang yang tidak jujur karena Allah dalam ber-islam ini kecuali kecelakaan.

.

Kita tutup khutbah ini dengan sabda Rasulullah SAW:

عَنِ اْلبَرَاءِ رض قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص فِى جَنَازَةٍ فَجَلَسَ عَلَى شَفِيْرِ اْلقَبْرِ فَبَكَى حَتَّى بَلَّ الثَّرَى، ثُمَّ قَالَ: يَا اِخْوَانِى، لِمِثْلِ هذَا فَاَعِدُّوْا. ابن ماجه باسناد حسن

Dari Al-Baraa’ RA, ia berkata : Dahulu kami bersama Rasulullah SAW (menguburkan) jenazah, lalu beliau duduk di tepi kubur dengan menangis hingga air mata beliau menetes ke tanah. Kemudian beliau bersabda, “Wahai saudara-saudaraku, untuk seperti ini, maka bersiap-siaplah kalian”. [HR. Ibnu Majah dengan sanad hasan]

عَنْ اُمِّ اْلوَلِيْدِ بِنْتِ عُمَرَ قَالَتْ: اِطَّلَعَ رَسُوْلُ اللهِ ص ذَاتَ عَشِيَّةٍ فَقَالَ: ياَاَيُّهَا النَّاسُ، اَلاَ تَسْتَحْيُوْنَ؟ قَالُوْا: مِمَّ ذَاكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: تَجْمَعُوْنَ مَا لاَ تَأْكُلُوْنَ، وَ تَبْنُوْنَ مَا لاَ تَعْمُرُوْنَ، وَ تَأْمُلُوْنَ مَا لاَ تُدْرِكُوْنَ، اَلاَ تَسْتَحْيُوْنَ مِنْ ذلِكَ؟. الطبرانى

Dari Umul Walid binti Umar, ia berkata : Rasulullah SAW pernah muncul pada suatu sore, lalu beliau bertanya, “Hai para manusia, apakah kamu sekalian tidak malu ?”. Para shahabat menjawab, “Malu dari apa itu ya Rasulullah ?”. Beliau bersabda, “Kamu sekalian mengumpulkan apa-apa yang tidak kalian makan, kamu sekalian membangun apa-apa yang tidak kalian huni dan kalian berangan-angan apa-apa yang tidak kalian dapatkan. Apakah kamu sekalian tidak malu dari semuanya itu ?”. [HR. Thabrani]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  ص : اِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلىَ اَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلىَ صُوَرِكُمْ وَ لٰكِنْ يَنْظُرُ اِلىَ قُلُوْبِكُمْ. مسلم

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغفر لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s