HANYA ALLAH PEMBERI HIDAYAH

FIQH MENDIDIK ANAK
Telah disampaikan bahwa mulai Jum’at malam tanggal 8 Agustus 2014 di masjid As-Sunnah Buntok dilaksanakan kajian ba’da Magrib dengan tema “Fiqih Mendidik Anak”. Kajian disampaikan oleh al ustadz Sunardi dan diikuti oleh jamaah magrib – isya masjid As- Sunnah Buntok. Kegiatan ini berlangsung sampai akhir Agustus 2014 karena pemateri kembali melanjutkan pendidikannya pada program S-2 di kota Surakarta, Jawa Tengah.
 
bb057-dsc00002Proses tarbiyah bukanlah persoalan sepele. Telah tetap dari ayat Al Qur’an dan hadits Nabi SAW bahwa beliau rasulullah tidak bisa memberikan hidayah kepada orang paling beliau cintai. Paman beliau Abu Thalib ternyata meninggal didalam kekufuran meskipun Nabi SAW sangat ingin menyelamatkannya. Itulah kenapa kita harus banyak berusaha, berdoa dan bertawakal karena hidayah itu hanyalah hak prerogatif Allah semata.
 
 
KISAH PARA NABI
“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya….” (at-Tahrim: 10)
 
Ayat ini menunjukkan bahwa hidayah itu memang milik Allah saja. Nabi Nuh dan Luth adalah dua utusan Allah yang berdakwah dikalangan kaumnya. Mereka langsung dibawah bimbingan wahyu dan mukjizat dari Allah. Tetapi ternyata para Nabi pun tidak bisa memberikan hidayah terhadap orang-orang mereka cintai.
 

Azab Allah berupa banjir besar yang menenggelamkan apa saja yang ada di muka bumi telah menghukum kaum Nuh. Nabi Nuh melihat putranya yang ingkar kepada ajarannya untuk naik ke atas perahu. Namun ajakan Nabi Nuh kepada putranya ditolak dan dia memilih mencari dataran yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri. AKhirnya putra Nuh itu pun mati ditenggelamkan Allah.

 

tangis muslimKisah Nabi Luth juga tidak jauh berbeda. Kaum Nabi Luth yang dikenal dengan kaum Sodom dan Gomorah adalah kisah yang sangat populer. Dakwah Nabi Luth pada kaumnya untuk menyembah Allah dan menjauhi kemaksiatan pada akhirnya tidak banyak berhasil. Allah akhirnya menurunkan laknat dan azab pada kaum homoseksual ini dengan hujan batu. Allah menyelamatkan nabi Luth dan pengikutnya kecuali istri Nabi Luth sendiri yang ingkar pada ajaran Nabi Luth.

 

Nabi Ya’kub menikahi dua puteri pamannya, Laban, yang bernama Layya (Lea) dan Rahil (Rachel). Dari Layya Nabi Ya’kub memperoleh anak-anak: Rubail (Ruben), Syam’un (Simeon), Lawi (Lewi), Yahudza (Yahuda, dari nama inilah diambil nama Yahudi), Yasakhir, Zabilun dan Dina (satu-satunya perempuan). Dari Rahil Nabi Ya’kub memperoleh dua putera: Yusuf dan Bunyamin. Nabi Ya’kub lebih mengasihi Yusuf dan Bunyamin karena Rahil meninggal dunia setelah melahirkan Bunyamin. Masalahnya terletak pada sifat iri dan dengki putra Nabi Ya’kub yang tua-tua dari istri Layya sehingga mereka mencelakai Yusuf dengan membuangnya ke sebuah sumur kering dan berkata kepada ayahnya kalau Yusuf diterkam bianatang buas dengan membawa bukti baju Yusuf yang diolesi darah kambing, dengan tujuan untuk merebut cinta dan perhatian nabi Ya’kub. Nabi Ya’kub sangat sedih atas perbuatan mereka.

 

Nabi Ibrahim yang telah berkeluarga dengan Sarah belum juga dikaruniai keturunan. Atas saran Sarah kemudian Nabi Ibrahim menikahi Hajar yang kemudian memiliki anak bernama Ismail. Sedangkan dengan Sarah pun akhirnya dikarunia putra yang diberi nama Ishaq. Masalahnya timbul ketika Sarah begitu cemburu terhadap Hajar sehingga akhirnya mengusir hajar dari rumahnya. Nabi Ibrahim pun membawa Hajar dan Ismail hijrah ke jazirah Arab yang tandus dan meninggalkannya di sana. Suatu ketika Nabi Ibrahim ingat dengan nazarnya untuk memberikan apa saja yang Allah inginkan jika beliau dikaruniai putra. Allah menguji Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putra yang dikasihinya sebagai tebusan atas nazar tersebut. Sungguh ujian yang sangat berat, namun Nabi Ibrahim, Hajar dan Ismail dapat melaluinya dengan baik.

 

ulama21Nabi Muhammad SAW merupakan keturunan bangsawan suku Qurais. Paman-pamannya adalah tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh. Para paman nabi Muhammad SAW yaitu: Haris, Abu Thalib (Abdu Manaf), Zubair, Hamzah, Abu Lahab (Abdul Uzza), Ghaidaq, Muqawwam, Dhirar, `Abbas, Qusam, Abdul Ka`bah dan Hajal (Mughirah). Namun hanya Abbas dan Hamzah saja yang beriman dan menjadi pengikut Nabi Muhammad. Justru yang membuat Nabi Muhammad sangat bersedih adalah pamannya Abu Thalib (ayah dari Ali bin Abi Tahlib ra) yang telah membesarkan, mendidik dan melindungi Nabi Muhammad, akhir hayatnya tidak beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan meninggal di hadapan beliau dalam keadaan kafir.

 

ANAK DAN ISTRI ADALAH FITNAH

Ujian terberat yang dirasakan oleh orang beriman justru dari keluarga sendiri. Hal ini karena anak dan istri memiliki ikatan emosional yang kuat dengan diri kita. Allah memperingatkan kita dengan beberapa firman-Nya.

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 64:14)

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai fitnah (cobaan) dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. ” (QS 8:28)

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS 63:9)

 

Ayat-ayat tersebut sangat jelas menggambarkan bahwa anak, istri dan harta akan menjadi bagian dari ujian yang diberikan oleh Allah untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah atau sebaliknya kita semakin jauh dari Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s