DOSA BARU DENGAN HALAL BI HALAL

 

 

2b87b-ucapan-selamat-idul-fitriDANGDUT DAN MABUK SYAWAL

Ramai lagi masyarakat menyemarakkan Idul Fitri 1435 Hijriyah dengan berbagai perayaan lanjutan. Ada yang berhari raya ketupat pada tanggal 8 Syawal. Ada Halal bi Halal di berbagai dinas, instansi dan institusi. Ada juga Gebyar Syawal lengkap dengan panggung goyang dang dut. Ada lagi Grebeg Syawal yang dimuati musik berbahasa ke-Arab-araban, bahkan ada juga memeriahkan pesta mabuk Syawal. 

Mengekspresikan kegembiraan di hari raya dengan hiburan berupa nyanyian bisa saja ada pembenarannya, sebagai mana hadits Nabi SAW:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ اَبُوْ بَكْرٍ وَ عِنْدِى جَارِيَتَانِ مِنْ جَوَارِى اْلاَنْصَارِ. تُغَنّيَانِ بِمَا تَقَاوَلَتْ بِهِ اْلاَنْصَارُ فِى يَوْمِ بُعَاثٍ. قَالَتْ وَ لَيْسَتَا بِمُغَنّيَتَيْنِ. فَقَالَ اَبُوْ بَكْرٍ: اَ بِمَزْمُوْرِ الشَّيْطَانِ فِى بَيْتِ النَّبِيّ ص، وَ ذلِكَ فِى يَوْمِ عِيْدِ اْلفِطْرِ. فَقَالَ النَّبِيُّ ص: يَا اَبَا بَكْرٍ اِنَّ لِكُلّ قَوْمٍ عِيْدًا وَ هذَا عِيْدُنَا. ابن ماجه 1: 612، رقم: 1898

Dari Aisyah, ia berkata Abu Bakar pernah datang kepada saya, sedangkan waktu itu ada dua wanita diantara wanita-wanita Anshar yang bernyanyi dengan syair-syair yang diucapkan orang-orang Anshar pada hari perang Buaats. Aisyah mengatakan bahwa kedua wanita tersebut pekerjaannya bukan penyanyi. Lalu Abu Bakar berkata, Apakah dengan seruling syaithan di rumah Nabi SAW ?. Dan kejadian itu pada hari raya idul fithri. Maka Nabi SAW bersabda, Hai Abu Bakar, sesungguhnya masing-masing kaum mempunyai hari raya dan pada hari ini adalah hari raya kita. [HR. Ibnu Majah juz 1, ha

Namun yang terjadi saat ini musik yang dilakukan sudah tidak sesuai dengan maksud hadits di atas karena musik hari raya saat ini dihiasi oleh penyanyi bayaran yang memamerkan aurat, mengundang syahwat, bercampurnya pria-wanita secara bebas, mabuk-mabukan dan maksiat lainnya.

 عَنْ اَبِى مَالِكِ اْلاَشْعَرِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ اُمَّتِى اْلخَمْرَ يُسَمُّوْنَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا يُعْزَفُ عَلَى رُءُوْسِهِمْ بِالْمَعَازِفِ وَ الْمُغَنّيَاتِ، يَخْسِفُ اللهُ بِهِمُ اْلاَرْضَ وَ يَجْعَلُ مِنْهُمُ اْلقِرَدَةَ وَ اْلخَنَازِيْرَ. ابن ماجة 2: 1333، رقم:4020

Dari Abu Malik Al-Asyariy, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, Sungguh ada segolongan dari ummatku yang minum khamr yang mereka menamakannya bukan nama-nya, kepala mereka disibukkan dengan musik dan biduanita. Allah akan menenggelamkan mereka ke dalam tanah dan merubah mereka menjadi kera dan babi. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1333, no. 4020]

 

BERSALAMAN DENGAN BUKAN MAHRAM
Nyaris merata disemua yang melaksanakan halal bi halal mempraktekkan bersalam-salaman dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Padahal Nabi Muhammad SAW bersabda: 

إني لا  أصافح النساء

Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Bukhori & Muslim dari Aisyah)

Bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram adalah haram. Dalilnya adalah hadits Ma’qil bin Yasar RA bahwa Nabi SAW bersabda:

لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له

“Kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi adalah lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” [HR Ath Thabrani (486), shahih.]

Dari kedua dalil ini jelas bahwa Nabi SAW tidak bersalaman dengan wanita yang bukan mahramnya karena haram. Aisyah RA berkata:

لَا وَاللَّهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ غَيْرَ أَنَّهُ بَايَعَهُنَّ بِالْكَلَامِ

“Tidak, demi Allah! Tangan Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak pernah sama sekali menyentuh tangan seorang wanita pun, akan tetapi beliau membai’at mereka dengan ucapan saja.” [HR Al Bukhari (5288) dan Muslim (1866)]

Apabila perkara bai’at yang sangat penting saja Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak mau bersalaman dengan wanita maka bagaimana halnya dengan perkara yang lainnya. Berdasarkan hal ini maka bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram hukumnya terlarang. 

 

PEMBOROSAN DAN TASYABUH

Berapa uang yang mereka hambur-hamburkan demi acara halal bi halal itu? Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Ibnu Katsir mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauhi sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan”. Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini. 

Tradisi Halal bi halal, pawai Syawal dan kembang api, jelas bukan ajaran Islam tetapi bagian dari pemborosan, mengada-ada dan peniruan atas tradisi non muslim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad 2/50 dan Abu Daud no. 4031. Shahih oleh Syaikh Al Albani).

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s